Behind story : Menaklukan eropa

Pengalaman menarik menjamu turis suami istri di singkawang, tempat saya bertugas pertama kali. Dengan modal kenekatan dan bahasa inggris yang hancur hancuran.
.
Mungkin writing dlm bahasa inggris saya bisa. Tapi saya lemah di english listening juga speaking. Sebagai penderita tuna rungu medium, saya selalu menebak nebak cara pelafalan suatu kosa kata dari melihat gerak bibir guru saya. Pokoknya hate sekali dengan bahasa inggris karena saya salah ngomong terus. Ketika UNAS, saya khawatir setengah mati ketika ada english listening test. Mana ada 20 soal. Ketika tes dimulai, praktis saya tidak tahu apa yang diucapkan di salon audio. Untungnya pas baca soal2nya atau pilihan gandanya di lembar ujian, tentang profil albert einstein atau thomas alva edison atau salah satu tokoh saya tidak ingat. Karena saya sedikit tahu tentang profil mereka, akhirnya saya menjawab pilihan ganda dg insting saya. Coba kalau mendapat pertanyaan yang dijawab secara essay atau mengulang cerita. Bisa mules dan muntah muntah di kelas haha. Alhamdulillah bs lulus unas.
.
Ketika bekerja dan punya uang sendiri, akhirnya mencoba beli hearing aid model walkman. Masalah pendengaran teratasi. Ketika dapat email permintaan ngehost dr web hospitality, jdilah saya menerima permintaan tamu dr rusia.
.
Hampir semalaman menjelang hari H bertemu turis itu, saya tidak bisa tidur. “Kamu beneran bisa menjamu tamu??”. “Kalau ancur ngomong inggris, piye??”. Berkelebat pertanyaan konyol dalam benak saya. Bukankah keberanian harus diawali langkah pertama. Saya mencoba memotivasi diri. Awalnya mau batalin request, akhirnya tidak jadi. Selama 3 hari menemani mereka di singkawang, saya terbengong bengong. Mulai bahasa inggris yang acak kadut sama pronounce yg hancur. Sampai sampai turisnya nanya dengan kening berkerut “apa yang anda sedang katakan??”malu khan. Wkwkwk. Jadilah kami sering menggunakan bahasa tubuh. Biar ga kecewa, saya ajak keliling kota sampai puas.
.
Sejak menjamu tamu tsb, saya menjadi mengerti kalau ada kosa kata tertentu misal huruf gh atau ph dibaca f misal enough menjadi inaf. Sign dibaca sain. Akhirnya jadi rajin2 buka kamus dan membaca pelafalan. Saya ngakak sendiri karena selama saya belajar di sekolah, saya kadang membaca kosa kata bahasa inggris seperti melafalkan kata dalam bahasa indonesia. Pantes aja tuh bule tidak mengerti apa yg saya katakan.
.
Setelah merasa cukup belajar bahasa inggris selama 5 tahun, barulah saya merasa berani terbang sendiri ke eropa. Pokoknya sudah menyiapkan jawaban kalau diinterogasi di imigrasi atau diperiksa pihak berwajib disana. Sudah menyiapkan percakapan yang mungkin terjadi di hotel, bus, kereta, restoran maupun attraction place..
.
Finally I conquer it. Thanks God.
.
.
.

Kontemplasi Perjalanan

Banyak orang bertanya, “kamu jalannya ke luar negeri terus, “kamu ga sayang duitnya? Menghambur hamburkan uang itu perilaku selatan lho”
.
Saya seorang penyandang tuna rungu. Waktu masuk sd, ibu menyekolahkan saya di sekolah dasar dengan anak normal lainnya. Berinteraksi dengan teman teman dan guru, saya biasa berkomunikasi dengan melihat gerak bibir mereka.
.
Karena punya keterbatasan secara sosial, saya biasa menghabiskan sebagian waktu saya di perpus. Disitu perkenalan saya pertama dengan nama bola peta dunia atau globe. Waktu itu ada kakak kelas bawa senter, menerangkan tentang fenomena siang malam di belahan dunia. Kemudian dia mengambil atlas membahas tentang tempat keajaiban dunia, gunung tertinggi, hewan hewan unik di belahan dunia. Disitu saya mulai tertarik dengan yang namanya geografi dan sejarah, yang kelak memberi hobi akan kesenangan jalan atau berpetualang.
.
Di kelas, saya suka melamun, “bisakah kelak saya ke negara negara yg di dalam atlas itu. Bisakah aku pergi ke kastil kastil yang ditulis eiji yoshikawa dan enid blyton. Tapi Raporku peringkat 24 dari 32 siswa”. Kata guru saya, minimal pintar kayak habibie baru bisa melancong ke luar negeri. Bikin pesawat di jerman. Ketika saya SD, habibie itu memang role model yang ditanamkan dan selalu dibicarakan ortu dan guru, tukang becak sekalipun. Tak ada orang yang tak tahu di jaman saya, yang tidak mengenal habibie. Tak salah kalau sosok pak habibie melegenda sampai kini.
.
Ketika awal ajaran masuk sekolah, saya selalu mengincar bangku tepat di depan guru saya-untuk mengejar ketertinggalan akademik saya di kelas. Tetapi gagal terus. Karena kalah datang pagi dengan teman yg lain. Karena duduk di bangku belakang membuat saya tidak bisa mendengar guru dan melihat gerak bibir guru sama sekali. Hanya kelas 6 dan SMA saja saya berhasil duduk di posisi depan.
.
Paling cemas ketika sekolah adalah saat saya datang pilek. Kalau datang pilek, bunyi sekeras apapun susah masuk ke telinga. Itu mengapa saya sangat jarang minum es dan tidak boleh kepala saya terpapar air hujan karena bisa sakit pilek.
.
Jika kaki saya sampai sejauh ke negeri biru, itu sbg bentuk kesyukuran pada diri saya. Saya merasa Tuhan tidak menyiakan saya. Dulu saya sering berpikir kekurangan ini akan membuat saya sangat keterbatasan. mengapa saya tidak diciptakan seperti orang normal lainnya. Ketika selintas pikiran tersebut datang, selekas benak saya menyuruh berpikir positif terhadap Tuhan. Selekas benak untuk mengingat masih banyak orang di luar sana yang memiliki kekurangan. Tidakkah kamu melihat kemarin ada pengemis yang tak memiliki tangan dan kakinya buntung. Bajunya lusuh. Meminta-minta. Bukankah kamu kemarin melihat anak tetangga sebelah tidak melanjutkan sekolah. Kamu bisa sekolah, memiliki ortu yang selalu perhatian di sebelahmu dan tak pernah telat bayar spp, teman teman menyenangkan di sekolah. Bukankah itu sudah lebih dari cukup yang diinginkan semua anak di dunia. Sekelebat fatwa fatwa itu melambung di hati dan memberi pijakan agar tak goyah.

.

Bukankah gurumu selalu menasihati bahwa ujian hidup selalu ada. Yang bertahan, sabar dan lulus ujian adalah orang yang kuat. Hidup tidak melulu apa yang selalu kau inginkan. Kekecewaan bukankah kadang juga mengajari bahwa Tuhan lebih tahu apa yang kau butuhkan daripada sekedar keinginanmu. Jika hari ini kau mendapat ujian, bukankah Tuhan mengatakan kepadamu bahwa kamu bisa mengatasinya. Bukankah Dia memberi tahu bahwa Dia tidak membebani suatu masalah di luar kesanggupan makhlukNya. Sekelebat fatwa fatwa itu melambung di hati dan memberi pijakan agar tak goyah.

.

Kalimat kalimat itu yang sering terlintas ketika saya tiba tiba mengalami kekecewaan dan ketidakmulusan dalam hidup. Entah disebabkan karena karena kekurangan atau kelebihan pada diri ini.

.

Saya tahu bahwa jalan ke luar negeri itu menghamburkan uang. Karena itu selama 8 tahun saya menabung. Saya selalu sisihkan penghasilan buat piknik saya. Ketika uang sisihan tak cukup, saya tak pernah memaksa diri berkelana. Setiap orang memiliki corak dan condong kehiburan dan kebahagiaannya sendiri. Ada yang lebih ke material possesion, bermain musik, mengajar, piknik dll. Saya tahu bahwa tak selamanya hidup mengejar sebuah pengembaraan yang jauh jauh. Karena terkadang kesederhanaan sebuah pengembaraan, bisa juga mendatangkan kebahagiaan. Bahkan ketenangan batin bisa saja muncul bila plesiran ke pantai dekat rumah, memasak, bertemu sanak saudara, kerja sosial, melihat tumbuh kembang anak, dan menyenangkan pasangan. Sayangnya saya belum beruntung untuk poin terakhir ūüôā .

.

Jangan lupa terus mensyukuri nikmat yang nyaman, yang kau dapatkan hari ini. Tidak membandingkan nikmatmu dengan nikmat lebih orang lain. Jangan lupa menyebut namaNya ketika kau menemukan kesulitan. Bahwa kamu tidak akan sendirian mengatasi masalahmu. Jangan lupa berbuat kebaikan terhadap orang lain bahkan hanya dengan seraut senyum di wajah yang tulus. Dan Jangan lupa untuk menikmati hidup. InsyaAllah mendatangkan ketenangan hati.

3 idiot : Backpacking India

Setelah menyusun budget perjalanan ke india, estimasi biaya perjalanan dengan gaya solo traveling tidak memberi gap terlalu besar dengan perjalanan secara berkelompok kalau seandainya hanya mengeksplore wilayah rajasthan. Karena, di itinerary saya ada kota srinagar maka saya harus mencari teman sharing cost. Mengingat disana saya akan rent a car to gulmarg. Pertimbangan lainnya, untuk memurahkan biaya transportasi ketika naik tuktuk selama di rajastan. Tuktuk ini bisa muat 4-5 orang. Tergantung besar ukuran badan penumpang.

Karena anggota cewek pada batal berangkat, alhasil saya mencoba mengompori teman teman kantor saya. Dua orang yang menjadi korban adalah arif dan risya. Mereka adalah anak baru fresh graduate dan baru bekerja di tempat kantor saya bekerja. Biar berasa lebih beragam dan kuat ngomporinnya, perjalanan ke india ini akan ditambah bonus day trip di kuala lumpur dan 2 hari di singapore. Kuala lumpur menjadi tempat transit sementara karena pagi hari saya landing di KL sebelum malam harinya berangkat menuju jaipur. Sementara singapore menjadi destinasi istirahat setelah dari India dan sebelum balik menuju surabaya. Jadi ini merupakan backpacking 3 negara sekaligus. Memanfaatkan waktu transit.

Wilayah rajashtan yang akan saya eksplor sudah memiliki moda transportasi yang maju. Ada bus, kereta atau sewa mobil pribadi untuk perjalanan antar kotanya. Bebeapa turis menyebut kota kota di rajastan dg julukan kawasan setigitiga emas. Karena di rajashtan terdapat new delhi, jaipur dan agra yang kesemuanya banyak memiliki tempat destinasi menarik. Untuk keliling kota cukup mengandalkan naik tuktuk. Ini pun harus bargaining dengan supir bajajnya. Karena untuk turis, harganya sering dinaikkan 2x lipat oleh supirnya. So sebelum ke india ada baiknya memiliki catatan biaya transportasi bajaj. Sehingga kita bisa menawar harga sesuai yang kita inginkan. Saya banyak terbantu untuk urusan ini dengan membaca blognya mbak winny marlina. Disitu lengkap sekali transportation costnya selama di India. Tarif bajaj ini tergolong murah. Lebih murah dari gojek di indonesia.

Estimasi keseluruhan biaya perjalanan india saya sekitar 8 juta. Ini sdh termasuk oleh-oleh, tiket pesawat dan visa. Idealnya 7,5 juta utk budget backpacker 8 hari. Saya telat memesan pesawat lokal delhi ke srinagar dan srinagar ke amritsar. Saya kena charge mahal karena memesan tiket di menit menit akhir. Bagian terbesar yang menguras kantong adalah tiket masuk tempat wisata. Rata rata di atas 100 ribuan. Taj mahal saja tiket masuknya rp 210.000. Untuk makanan agak sedikit boros. Sekali makan diatas 40-80 rb per orang. Karena banyak makan di fastfood macam KFC dan Mcd dan restoran kashmiri. Sebab ada teman saya yang alergi dengan bumbu masakan india. Sementara di fastfood bumbunya agak light dan bisa dinetralisir dengan cocolan saus sambal dan saus tomat. Lainnya yang mahal adalah visa masuk india sebesar 700 ribu.

Perjalanan ke india kali ini sudah penuh drama sejak dari kuala lumpur. Sambil menunggu waktu transit 9 jam sebelum ke india, kami memutuskan city tour ke kuala lumpur. Keluar dari airport jam 9.45 waktu malaysia. Beli tiket kereta KLIA transit di counter ticket. Kami transit dulu di putrajaya station . Rencananya sightseeing putrajaya, karena di putrajaya banyak gedung pemerintahan yang megah, masjid indah dan danau buatan yang cantik. Setiba disana, saya batalkan sightseeing putrajaya karena jadwal bus sightseeiing tidak menguntungkan. Jam 10 pagi dan jam 3 sore. Sightseeing ini minimal 3 jam. Padahal kami baru sampe putrajaya jam 10 lewat. Kami ketinggalan jadwal pertama. akhirnya kita bersih bersih cuci muka di toilet stasiun, kemudian kami berangkat lagi naik kereta menuju KL sentral. Kita beli tiket kereta di vending machine. Di dalam kereta si risya nanyain. “mas ini malaysia kok banyak sekali orang indianya. Di dalam bandara, di kereta juga. Turis??”

“Malaysia adalah negara dengan didiami 3 ras yang dominan. Melayu, chinese dan India. Warga india keturunan ini termasuk kasta kelas ketiga di malaysia.” Jelas saya.

Turun di KL sentral, Kemudian kami lanjut naik kereta menuju masjid jamik dan tiba pukul 11.30 wita. Kami jalan jalan dulu di bazar depan masjid jamik. Banyak tenda yang jualan aneka cemilan dan makanan berat. Saya memilih makan kwetiaw dan nugget, sosis. Sambil nongkrong di taman river of life. Dari taman ini, masjid jamik yang kecil kelihatan indah dengan pancuran fountainnya ke sungai. Masjid jamik sudah banyak berubah dibandingkan waktu saya mengunjunginya 2 tahun yang lalu. Kami cukup lama nongkrong di taman. Yang membuat saya salah perhitungan adalah waktu shalat jumat. Di Kuala Lumpur shalat jumat bermula pukul 13.30 tapi khutbah mulai jam 2 siang. Ini yang tidak saya antisipasi. di Kuala lumpur kami memilih jalan jalan dulu ke masjid jamik, nongkrong di river of life, shalat jumat, lanjut dataran merdeka dan terakhir petronas tower. Idealnya petronas tower dulu, dataran merdeka baru ke masjid jamik sekalian shalat jumat. Alhasil di masjid jamik kita menunggu 2,5 jam sampai shalat berakhir jam setengah 3 sore. Mau jalan lagi tetapi hari masih panas. Jam 3 sore di malaysia sama dengan jam 2 siang waktu indonesia bagian barat. Meski malaysia dekat dwngan sumatra, zona waktu malaysia mengikuti zona WITA.

Keluar masjid jamik ada unjuk rasa damai di depan masjid jamik yang diliput oleh stasiun televisi malaysia. Massa menyebar poster dengan tulisan nada protes atas pencalonan mr xxxx. Saya tidak mengerti situasi politik malaysia terkini. Untungnya demo simpatik. Jadi kami tidak perlu mengambil rasa waspada. Dari masjid jamik, kita bergegas menuju dataran merdeka. Lagi lagi di dataran merdeka ada panggung besar dan tenda tenda. Sepertinya ntar malam ada konser. Membuat kawasan dataran merdeka tidak bagus untuk difoto. Jadinya kita foto di depan KL city gallery. Setelah mengambil gambar disana, kami lanjut lagi masuk lagi ke stasiun masjid jamik, lanjut naik kereta ke KLCC. Jam sdh menunjukkan pukul setengah 4 sore. Keluar stasiun KLCC langsung kita tanya orang arah menara kembar. Ini stasiun KLCC jadi satu tempat dengan mallnya. Untuk foto dengan menara kembar kita harus Keluar mall dulu. Ternyata kita salah jalan. Kita malah keluar mall disambut kolam yang ada air mancurnya. Sepertinya mas mas yang tadi saya tanyakan di dalam mall salah paham dengan pertanyaan saya. Tanya pak polisi yang berwajah india. Alhamdulillah ketemu itu menara kembar. Saya menyuruh arif dan risya untuk mengambil gambar. Sementara saya cari money changer menukar sisa ringgit ke rupee india. Agak lama nukarnya. Pas keluar mall, si arip dan risya bukannya malah foto2 dengan menara kembar. Tapi masih duduk manis di teras mall.
“Kalian belum foto??”
“Belum mas. Tadi kita foto mobil F1 dulu di dalam. Terus duduk duduk disini sambil nunggu mas indra” Jawab risya dengan wajah innocent. Sementara waktu mendekati kehimpitannya. Jam sudah menunjukkan jam 4 sore.
“Arghh…ayok foto”.
“Di sela sela foto, banyak sales yang nawarin alat bantu kamera semacam fish eye dan produk hp iphone. Hp iphone dibandrol 2,5 juta. Siapa yang ga mupeng. Secara harga aslinya masih di atas 6 juta. Tetapi kami tidak jadi membeli karena takut barang recondition. Kelar foto foto, arif dan risya beli coklat berlys di mall KLCC. Waktu sdh menunjukkan jam stgh 5 sore. Ketika hendak bayar di kasir, si kasir dengan innocent asik telponan dengan hapenya, padahal kami sudah menunggu 3 menit. Ingin rasanya menggebrak mejanya. Hari pertama sungguh penuh emosi. Padhal jam 7 malam pesawat sudah take off ke jaipur. Selesai membayar, kami langsung membeli tiket kereta menuju KL sentral. Di KL sentral sdh pukul 5 sore.
“jalannya sedikit dipercepat.” Saya mencoba menegur dua bocah teman saya yang masih tampak tenang dan ayem jalannya.
“Ini ranselnya berat mas”. Entah sudah berapa kali arif dan risya sering mengeluh begitu berat tasnya. Saya berjalan mendahului mereka. Di pikiran saya yang penting segera bayar tiket dulu utk 3 orang begitu menemui counter ticket. Saya baru ingat, ternyata saya hanya memiliki sedikit ringgit. Karena asumsi awalnya saya mau naik kereta KLIA transit. Di papan pengumuman tertera bahwa train KLIA transit masih 20 menit lagi brangkat. Train KLIA ekpress 2 menit lagi berangkat.
“Kita harus naik ekpress. Waktu kita semakin mepet.
“Berapaan mas??ucap arif.
“Mahal. 55 RM. Setara 170 ribu kalau dirupiahin. Kalo naik KLIA transit bisa separuhnya. Tapi akan lama sampai di airport karena di setiap stasiun akan transit.”
Arif merogoh dompetnya. Dia hanya punya 23 myr. Saya sendiri punya 52 myr. Untung si risya Ringgitnya masih banyak. Pake adegan sedikit lama bayarnya di depan counter karena kita harus mengumpulkan 165 myr dengan mata uang kertas dan recehan koin2 yang tersisa.

Bayang bayang ketinggalan pesawat mulai memenuhi benak saya. Tepat kami masuk ke dalam kereta, kereta langsung berangkat. Alhamdulillah tidak ketinggalan kereta. Jam stgh 6 sore sampai di airport. Kita salat asar dulu di musala bandara. Jam 17.55 kita masuk imigrasi. Antrian panjang sekali. Padat merayap. Mengular. We still have one hour guys.

“Ini tidak akan terkejar” begitu ucap dalam hati saya melihat antrian membludak. Sementara sisi hati yang lain mencoba menyemangati. “Look, dont you remember the last time when you went to korea two years ago indra. You just have several minutes but u can catch the plane still”.

Saya memilih diam sambil mengantri. Saya mencoba sekuat tenaga untuk tetap berpikiran positif. Risya dan arif masih mengoceh tentang cewek india cantik yang juga antri di imigrasi. Candaan mereka sedikit menghibur hati.

“Can you do me favor?.Im in a hurry bla bla bla” Di belakang saya, seorang pemuda meminta izin menyerobot antrian imigrasi karena pesawatnya bakal terbang. Saya tidak mempedulikannya. Pesawat yang akan saya naiki juga sedang boarding saat itu, sementara saya masih juga antri di imigrasi. “How dare you guy ask for favor?” . Salah sendiri pemuda ini tidak antisipasi waktu. Padahal kami juga antri. Beuh.

Saya menunggu dengan cemas agar antrian bisa kelar terurai sambil sesekali melirik jam di tangan. Sekuat tenaga juga utk menahan emosi. takut tiket jadi hangus. Untungnya counter meja imigrasi yang kosong kedatangan petugasnya lagi. Semoga saja kami tidak ketinggalan pesawat. Pemuda di belakang saya kembali mencoba menyerobot sebelah kanan saya, segera saya menghadangnya sebagai bentuk ketidaksetujuan saya. Karena putus asa, Alhasil si pemuda keluar lewat garis tali antrian dan langsung menuju barisan terdepan. Beuh.

Segera setelah mendapat cap imigrasi. Saya langsung scanning bagasi. Begitu clear, saya check pintu gate keberangkatan di boarding pass. Gate P. Saya masih awam dengan gate P. Biasanya saya sering mendapat gate K dan L. Tak banyak pikir saya mencoba berlari kecil sambil Memanggul ransel berat dan mencari gate P dari papan sign. Teman saya dibelakang menyusul. Dua turis berwajah china berhasil mendahului kami. Dari paspornya yang dia genggam, mereka berasal dari tiongkok.

“Rip, itu dua turis cewek yang lari di depan kita, pergi ke jaipur juga??”
“Iya mas. Tadi saya tanyain jawab begitu.”
“Weh. Ayo kita lari juga”
Segera saya ambil langkah seribu. Sementara turis china itu sudah jauh meninggalkan saya. Ternyata gate P masih jauh. Belum nampak di hadapan saya. Padahal sudah lari 200 meter. Ini kenapa bandara luas sekali. Saya merutuk dalam hati. Turun eskalator, berkali kali saya berteriak dengan sopan agar orang menghadang saya didepan minggir . “Let me pass, Give me pass, Im in a hurry”. Tetapi percuma karena kerumunan yang berada di eskalator juga penuh. Ternyata turun eskalator masih ada pos scanning bagasi kabin. Buka lagi jaket, tas, antre lagi sambil nahan pipis. Saya sudah kehausan sekali. Keringat bercucuran deras karena saya lari lari sambil masih mengenakan jaket thermal winter. Selesai scanning bagasi, saya lari lagi sampai saya sudah tidak kuat berlari lagi. Teman saya arif sudah mendahului saya. Sementara risya masih tertinggal jauh di belakang. What an amazing race. Saya cari kran drinking water dulu. Mau minum. Saya sudah kehausan sekali. Berkali kali air kran tumpah luput memenuhi mulut botol kosong saya. Saya kehilangan konsentrasi. Tangan gemetar. Sementara bibir dan air liur sudah kering.

“Are you fine sir??that’s hot water”. Kata orang di sebelah saya yang masih mengisi botol minumannya dengan cold water.
“Be careful sir”
Saya mengangguk. Saya sudah kehausan sangat. Botol minuman yang masih terisi separuh dengan air hangat, segera saya campur dengan cold water.

Alhamdulillah..nikmat. air membasahi kerongkongan. Nikmat mana yang bisa didustakan. Saya mendapat energi baru kembali. Saya isi kembali botol minuman saya sebagai cadangan nanti di kabin pesawat selama perjalanan ke india. Saya lanjutkan lagi lari lari. Masih dengan ransel berat di bahu saya. Gate P sudah mulai nampak di hadapan saya. Saya check lagi boarding pass saya. GATE P 12. ternyata gatenya masih jauh dipojokan sendiri. Sampai di gate P12, penumpang sudah nihil. Sudah masuk dalam pesawat. Untungnya pesawat belum take off.

Saya kasih boarding pass dan paspor saya. Petugas gate masih meminta visa india saya. Bongkar lagi tas dan menunjukkannya. Jam sudah menunjukkan jam 7 malam. Seharusnya kami sudah ketinggalan pesawat. Air asia saat itu tidak sedang on time. Di dalam kabin pesawat sudah penuh dengan penumpang. Dua turis china yang tadi berlarian juga bersama saya tersenyum mengembang ke arah saya. Memberi jempol. Tuhan ternyata masih bersama para backpacker. ūüôā

Alhamdulillah..India, I’m coming.

3 idiot : backpacking ke India

“India. Kamu ke India??ada apa di India. Perasaan disana jorok. Kotor”. Begitu respon teman saya ketika saya selesai book tiket ke india. Hampir semua ajakan ke india yang saya gulirkan ke teman teman di whatsap berbuah penolakan. Teman teman lebih suka diajak ke jepang atau negara2 yang sangat aman. Tidak salah memang. Jorok dan kotor memang melekat terhadap negara india. Apalagi kalau sudah pernah menonton slumdog millionaire. Sudah ketahuan india seperti jakarta. Mungkin lebih parah lagi. Macet, kotor, semrawut dan tidak teratur. Tetapi selentingan kata kata tersebut tidak menyurutkan niat saya pergi ke india. India sudah masuk bucket list saya. Saya terlanjur terpesona dengan keindahan alam yang sering disajikan di film film bolywood. Yang sering menjadi tempat syuting para artis india berjoget seperti padang sabana dan rangkaian gunung yang bertudung salju yang semuanya sangat memanjakan mata. Saya suka juga dengan kekayaan budaya yang dimiliki orang India, cerita cerita perwayangan dan kisah kerajaan di india. Bagi saya mengunjungi negara negara yang terbelakang, jauh dari kemapanan, terisolasi dan penduduknya yang tidak berbahasa inggris lebih saya utamakan sebagai destinasi. Seperti berasa locked up abroad. Challenging.

Saya akan berangkat ke India bersama tiga wanita yang saya tidak kenal. Lho kok bisa?? Awalnya sebelum book tiket ke india, saya buka forum backpackerindonesia.com. waktu itu saya cari thread yang jalan bareng backpacker ke india bulan februari 2018. Inginnya berangkat pas bulan april 2018, tetapi bentrok dengan jadwal backpacker ke jepang. Mau sambung cuti ke india setelah habis datang dari jepang, bisa bisa saya ditoyor sama kepala kantor saya. Maklum sebagai PNS, susah mau cuti lama lama. Alhamdulillah sudah ada 3 peminat yang hendak berangkat ke india. Itu cewek semua lagi kecuali saya. Satu hal lagi yang membuat saya yang tidak think too much lagi, yang ngatur itinerary dan transportasi adalah mbak uche. Jadi saya tinggal berangkat saja. Tidak pusing pusing urusan hotel dan transportasi selama di india.

Dan bencana terjadi 1 bulan sebelum keberangkatan. Mendadak three charlie angels batal berangkat. Alasan karena kerjaan tidak bisa ditinggal, anggota keluarga masuk rs dll. Kepala saya menjadi nyut nyutan. Bulan januari adalah bulan bulan sibuk saya menutup kas, menyusun laporan keuangan kantor dan hal hal lain di awal tahun. Eh tiba tiba semua anggota cewek batal berangkat semua. Belum punya bayangan india seperti apa. Kesana cuma ingin ke bollywood, taj mahal dan kashmir. Mau membatalkan tiket rasanya sayang juga. Jadilah malam malam itu saya rajin membaca blog para backpacker yang pernah jalan ke india. Rata rata yang berpergian ke india hampir pasti memiliki pengalaman kena scam oleh supir tuktuk dan supir taksi. Jadi mengkeret juga saya kalau memilih berangkat sendirian. Berangkat sendirian itu berarti juga berat di ongkos karena tidak ada teman sharing cost. Di India kemana mana banyak menggunakan moda transportasi tuktuk.

Pesawat saya landing di jaipur. Balik via amritsar. Ini rute baru pesawat dari kuala lumpur dan belum populer. kebanyakan backpacker indonesia naik pesawat via Kuala Lumpur new delhi PP. Kesimpulan saya, dengan landing di jaipur memberi banyak saya keuntungan karena terletak di provinsi rajasthan yang terkenal dengan kota kotanya yang penuh budaya. Hampir semua destinasi top versi tripadvisor ada di rajashtan. Keuntungan kedua, saya lebih mengoptimalkan waktu dan eksplorasi tempat karena jaipur terletak di selatan dan amritsar di utara atau barat daya. Jadi tidak perlu bolak balik ke delhi.
biaya transportasi menjadi lebih hemat.

Jodhpur, udaipur, jaipur, agra, delhi, srinagar, amritsar menjadi kota pilihan destinasi saya. Jodhpur adalah sebuah kota kecil saja. Yang membuat kota ini layak dikunjungi karena terdapat benteng Mehrangarh. Sebagai seorang yang history buff dan penyuka arsitektur maka kota ini wajib saya datangi. Benteng mehrangarh ini salah satu peninggalan raja jodha akbar yang serialnya sudah wira wiri di stasiun televisi indonesia.

Udaipur. Ini kota yang mirip bandungnya india. Sering menjadi tempat persinggahan musim panas raja raja india. Udaipur juga pernah menjadi salah satu setting film james bond yang dibintangi om roger moore.

Jaipur. Awalnya kota ini tidak masuk list destinasi saya karena sudah padatnya itinerary. Tetapi di menit  menit akhir, saya mengubah rencana perjalanan saya mengingat kota jaipur adalah kota budaya. Tripadvisor memberi rating yang baik sebagai destinasi turis. Banyak peninggalan fort, temple yang masih terawat dengan baik. Karena memilih jaipur, maka di delhi yang awalnya seharian hanya menjadi setengah hari. Akshardam temple yang famous di delhi terpaksa saya skip karena selain didalam tidak bisa foto foto juga sebab merupakan situs suci umat hindu.

Agra. Semua orang tahu agra adalah kota dimana taj mahal berada. Agra ini banyak memiliki peninggalan makam raja raja rajashtan yang hampir semuanya dibangun lengkap dengan mauseloumnya.

Delhi. Ini ibukota India. Kesini cuma mampir ke masjid jamik dan indian gate. Selebihnya kota transit menginap sebelum menghadapi penerbangan keesokan harinya ke kashmir.

Srinagar. Nah srinagar ini merupakan kota yang bertolak belakang dengan budaya hindu. Terletak di provinsi jammu kashmir. Dikenal sebagai daerah kantong muslim dan hidden gems of india karena memiliki pemandangan alam yang memikat seperti switzerland.

Amritsar. Sumpah ini kota saya baru mendengar. Pilih kota ini awalnya gara gara disuruh mbak uche sebagai kota destinasi return trip balik ke indonesia lewat singapore. Dan saya baru tahu kalau amritsar adalah kota sentral budaya sikhisme. Kalau melihat film india, ada artis pria yang mengenakan semacam surban berlilitan di kepala, sudah dipastikan artis tersebut adalah orang penganut sikh.

Anyway itu sekelumit singkat kota kota yang saya bakal singgahi. Perjalanan lengkapnya akan saya sajikan dalam artikel berbeda. Di setiap kota saya mendapat pengalaman berbeda yang semuanya hampir menyenangkan. Penasaran. Stay Tune.

Tips Hemat Berlibur ke Tempat Wisata di Thailand

Taman Suan Rot Fai (learnthaiwithmod.com)

Negeri gajah putih ini wajib kamu kunjungi sekali seumur hidup, karena tempat wisata di Thailand ini sangat komplit dan menyenangkan. Berlibur ke sana pun sebenarnya tak menguras tabunganmu kok, asal kamu bisa mengatur keuanganmu. Yuk, ikuti tips liburan murah ke tempat-tempat wisata di Thailand.

Hal pertama yang paling penting adalah selalu mencari dan memilih alternatif yang lebih murah

(simplefill.com)

Cari tiket pesawat yang paling murah dengan menggunakan situs seperti Traveloka, jika liburanmu tak buru-buru maka kamu bisa memilih tiket pesawat yang melakukan transit, selain harganya lebih murah, kamu juga bisa memanfaatkan hal ini untuk berjalan-jalan sebentar di tempat kamu transit.

Mengenai penginapan, Traveloka sebenarnya memiliki fitur yang memungkinkan kamu untuk membeli tiket pesawat sekaligus dengan hotel atau penginapan, pilih penginapan yang berada di kawasan Khaosan Road. Kawasan ini sering dijadikan tempat menginap para backpacker tarif semalamnya bahkan ada yang hanya Rp.150.000 saja, tiket pesawat dan penginapan yang murah tentunya akan membantumu menghemat lebih banyak uang.  Atau kamu bisa memanfaatkan situs CouchSurfing untuk tempat penginapan gratis.

Pilih transportasi murah saat berada di Thailand

Ada banyak cara untuk mencapai satu tempat wisata di Thailand, untuk berpindah tempat dari satu tempat wisata ke tempat wisata lain, kamu bisa menggunakan BTS (Bangkok Mass Transit System), atau kamu bisa menggunakan bus murah namun kamu harus benar-benar menghafalkan nomer destinasi karena nama daerah di sana menggunakan huruf lokal.

Memilih makanan pinggir jalan yang lebih murah

(flickr.com/todorkamenov)

Tak ada salahnya kok kamu makan di restoran atau tempat makan lain, tetapi jika selama disana kamu terus-terusan makan ditempat yang mahal, tentunya liburan kamu tak jadi liburan hemat. Maka, jajanan kaki lima bisa jadi pilihamu. Namun, kamu harus tetap melihat mengenai kebersihan tempatnya ya. Mengenai rasa, sama saja kok, ada banyak beragam makanan yang dijual dipinggir-pinggir jalan, mulai dari Tom Yum hingga Pad Thai (mie khas Thailand) semuanya tersedia. Kisaran harga sekali makan untuk kelas kali lima di Thailand adalah 15.000 hingga 30.000 rupiah untuk sekali makan.

Untuk kamu yang beragama muslim, maka jangan sungkan untuk bertanya mengenai kandungan makanan yang akan kamu beli, ya.

 Liburan hemat, ya pilih tempat wisata yang gratis!

Tips liburan hemat di Thailand lainnya adalah memilih tempat wisata di Thailand yang gratis. Ada banyak tempat yang bisa kamu kunjungi seperti Beberapa tempat seperti Pasar Chatuchak, Wat Hua Krabeu dan Taman Suan Rot Fai tidak menarik biaya masuk. Jadi untuk kamu yang memiliki budget terbatas tapi tetap ingin mengeksplorasi Thailand bisa datang ke tempat-tempat tersebut.

(waytogo.com)

Namun, hati-hati ya, karena banyak barang yang sangat menarik hati. Jangan sampai kamu masuk ke area wisata yang gratis tapi malah memborong banyak barang yang sebenarnya belum tentu kamu butuhkan. Karena banyak tempat di Thailand yang menjual pernak-pernik lucu yang dapat menggoda iman untuk dibawa pulang ke tanah air.

Selain itu banyak kuil atau wat yang mengijinkan pengunjung untuk masuk tanpa dipungut biaya masuk salah satu yang gratis dan unik adalah Wat Hua Krabeu yang berarti Kuil Kepala Kerbau. Seperti namanya, Kuil ini banyak terdapat tengkorak kerbau jumlahnya bisa ribuan, hal ini dilakukan sebagai pengingat bahwa populasi kerbau di Thailand telah menurun drastis sejak 1987. Padahal, 400 ribu ekor kerbau dijagal tiap tahunnya untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dagingnya. Yang menarik, kamu bisa menemukan terowongan yang seluruhnya dibuat dari tengkorak kerbau.

 

 

 

2 buku teman jalan arus mudik

Ini adalah 2 buku yang saya baca dalam perjalanan arus balik dari tuban menuju madura. Teman pengusir kebosanan kala macet, kala kosong waktu. Teman untuk cara cepat membuat mata lelah ketika kamu ingin segera tidur. 2 buku ini menarik sekali dibaca. Bidadari bermata bening, buku tentang romantika dalam dunia pesantren. buku selanjutnya, Kisah hidup Abu Bakar, kisah sahabat nabi yang dijuluki as shiddiq karya dr. Mustafa murad. Banyak sekali kisah yang belum pernag saya temukan di buku lain so buku ini layak dibeli. Lumayan buat semacam tazkiyatun nafs. buku untuk menyucikan jiwa, membasahi jiwa yang kering.

Rabu Malam bersama Mbah Putri

Tak terasa hari syawal menginjak hari ke 4. Sejak syawal pertama, saya datang mudik ke rumah mbak putri dari pihak ibu. Mbah putri kini umurnya sudah 82 tahun. Badannya gemuk. Hal ini yang membuat khawatir kami. Obesitas di usia senja rentan penyakit. Apalgi  mbah saya mengidap darah tinggi sehingga perlu dikontrol pola makannya. 

Kalo beberapa teman saya bilang bahwa saya mirip orang Arab, orang india atau orang pakistan, itu karena saya mengalir darah genetika fisik itu dari pihak mbah putri. 

Di Turki saya ketemu turis India. Dia menyapa saya, bahwa saya berasal dari bagian India mana?? Disitulah saya terkejut. Ternyata teman teman sekolah/kantor saya tidak sedang guyon kalo saya mirip orang India. So, saya langsung menjawab pertanyaan turis tersebut bahwa saya sejatinya berasal dari Indonesia, so terkejutlah dia. 

Sejak di rumah mbah, praktis dari pagi sampe malam, televisi menyetel tayangan serial serial India, sampe saya bosan sendiri. Malamnya sebelum tidur, mbah saya nonton mikrofon pelunas hutang. Andai saya PD dengan gaya nyanyi saya, mungkin saya mencoba mendaftar itu, mic pelunas hutang. Lumayan utang bank bisa lunas. 

Aplikasi menghafal Alquran

Di playstore android banyak sekali bertebaran aplikasi menghafal quran. Dari sekian banyak aplikasi macam ini, ada satu aplikasi yang sudah paten saya jadikan alat untuk menghafal quran. Namanya myquran ina. Fiturnya lebih ramah terhadap pengguna dari Indonesia menurut saya. Tulisan arabnya versi Indonesia. Saya pernah membaca alquran versi arab di masjidil haram pas umroh. Ada beberapa tanda baca yang hilang sehingga butuh adaptasi. Alquran terbitan arab dan terbitan versi kemenag indonesia bisa berbeda dari tanda baca meski bacaannya sama. Aplikasi my quran ina ini lebih cocok untuk orang Indonesia, apalagi yang dulu dasarnya mengaji menggunakan buku iqra jilid 1 sampai jilid 6.

Myquran Ina ini terdapat 2 versi yaitu berbayar dan versi gratis atau free. Sayangnya untuk yang versi gratis belum mampu mengakomodasi kebutuhan  para pemula yang menghafalkan quran. Myquran ina versi gratis hanya membolehkan prnyimpanan sebanyak 5 hafalan surat. Misal surat albaqarah sampai almaidah. Kalau ingin menambah atau mengganti surat lagi, tidak bisa dilakukan. Agar bisa menambah surat, maka pengguna harus membeli aplikasinya yang versi berbayar. Biayanya cukup murah hanya 19.900. Bisa membayar menggunakan kartu kredit, kartu debit bahkan pulsa. Dengan harga yang tdak terlalu mahal itu, kamu mendapat banyak kelebihan yang ditawarkan aplikasi ini. InsyaAllah Tidak rugi.

Pengguna bisa memilih surat dan ayat yang ingin dihafalkan. Saya biasanya menyimpan 5 ayat pertama sebuah surat, kemudian 5 ayat selanjutnya dan apabila kualitas hafalan bertambah, ayatnya bisa ditambahkan lebih banyak seperti yang tertera di gambar atas.

Di aplikasi myquran ina, pengguna bisa memilih gaya bacaan model qari yang  disukai. Pengguna bisa mencoba satu surat dengan beragam versi qari.

Selain fitur terdapat beberapa pilihan qari, ada fitur canggih lainnya dari aplikasi ini. Aplikasi ini bisa mengulang ayat ayat yang sedang dihafalkan dengan menekan tombol pengulangan. Biasanya untuk memudahkan menghafal satu ayat, saya biasa melakukan 30 kali pengulangan, sampai benar benar hafal di luar kepala.

kelebihan lainnya yang dimiliki aplikasi ini adalah kemampuannya untuk terhubung secara offline. Jadi membuka aplikasi ini tidak memerlukan syarat terhubung secara online dengan jaringan sehingga tidak memakan kuota. Syaratnya harus mendownload dulu surat tersebut menggunakan paket data dan selanjutnya bisa dsimpan diperdengarkan secara offline kapanpun dan dimana saja. Tanpa merasa khawatir membuang kuota paket data. Kalau sedang dalam berkendara dg bus dan melakukan perjalanan jarak jauh, aplikasi ini bisa jadi teman terbaik perjalanan. Kalau ke pasar, lagi mengantar ortu belanja, sambil duduk manis di jok motor menunggu ortu selesai belanja, aplikasi ini cocok untuk membuang rasa kebosanan.

Dalam menghafal quran, saya memiliki tips dan trik sendiri. Saya biasa menghafal selepas shalat shubuh 5 ayat. Diulang ulang lagi menggunakan audio aplikasi ini. Setelah dikira hafal, saya memurojah sendiri hafalan saya. Hari berikutnya 5 ayat selanjutnya, setelah dikira hafal, saya mengulang 5 ayat sebelumnya dan 5 ayat sesudahnya. Begitu seterusnya. Entah kenapa hafalan saya lebih kuat selepas shalat subuh daripada di waktu waktu lainnya. Untuk mengecek kualitas hafalan, saya biasanya menggunakan hafalan saya sebagai surat yang saya bacakan ketika shalat sunnah. Pernah saya 2 minggu lupa menghafal atau memurojaah kembali hafalan disebabkan kesibukan saya. Akibatnya beberapa hafalan saya terputus. Tapi kalo dihafalkan kembali, insyaAllah ingatan hafalan bisa cepat pulih kembali. Itu mengapa terkadang butuh sebuah istiqamah dan kedisiplinan dalam menghafal Alquran. Seorang hafidz saja setiap harinya harus membaca minimal 3-5 juz agar kokoh terus hafalannya. So, buat kamu yang hari ini ingin menghafal alquran, bisa dicoba aplikasi ini. Salam

Qari favorit

Dari atas ke bawah:

1. Saad al Ghamdi

2. HUDAIFY

3 Mishary elfasy

4. Abdurrahman al sudais

Dalam menghafal quran selain biasanya pakai gaya baca sendiri, saya juga mengikuti gaya bacaan para qari yang namanya sudah mashyur. Selama 1 tahun mencoba menghafal alquran yang saya mulai dari beberapa surat pendek seperti surat surat pada juz 30, saya lebih banyak mendapat pengaruh qari abdurahman al sudais. Hampir semua surat dalam juz 30 saya mengikuti gaya membaca syaikh abdurahman al sudais. Untuk Surat Al Gashiyah dan Al fajr saya mengikuti gaya bacaan qari saad al gamdhi. Untuk 2 surat ini, versi Saad Al Ghamdi lebih enak didengar oleh telinga saya. Bagi yang baru belajar atau pemula menghafal quran seperti saya, keberadaan qari mereka sangat membantu saya dalam menghafal. Pilihlah qari yang cocok dengan suasana hati dan kesukaanmu. ketika saya sudah hafal satu surat, saya jarang menggunakan bacaan qari lain. Kecuali sudah paten dan mantap hafalan saya, kadang pake gaya bacaan model sendiri atau qari lain. Tapi ini jarang saya lakukan. Misal ketika saya menghafal surat An Naba gaya syaikh abdurrahman sudais, dan mencoba membaca ala mishary el fasi, bacaan saya jadi kacau, karena masing qari punya tempo dan khas yang berbeda. Mishary elfasi temponya lebih lambat tapi merdu didengar. Beda sama abdurrahman sudais yang cepat sekali temponya dan lebih cocok dengan metode menghafal saya serta cocok juga dengan pendengaran saya sehingga saya lebih cepat menghafal surat dengab gaya beliau. Surat maryam, surat yusuf saya lebih suka gaya syaikh hudaify. Ini suara syaikh hudaify agak serak dengan tempo sedang dan enak didengar. Saya pernah mendengar gaya bacaan surat maryam syaikh abdurrahman sudais tetapi saya lebih suka gaya hudaify. Suara beliau Syaikh hudaify yang lembut membuat saya berasa larut dalam bacaan surat maryam, sambil ngebayangin bunda maryam yang pergi dari kota dan melahirkan nabi isa di sebuah pohon kurma. Kalo di rodja tv, tilawah hudaify lebih sering diputar.

Untuk surat al baqarah saya pecah2 gaya bacaan hafalan. Awal surat Al baqarah saya suka dengan gaya baca abdurrahman al sudais. Tetapi di ayat 243 sampai 260 saya suka gaya bacaan saad al ghamdi. Setelah 1 tahun belajar mebghafal alquraan, ternyata saya lebih suka dengan tempo bacaan yang cepat macam abdurrahman sudais. So I am big fan of Abdurrahman sudais. 

Sabtu bersama mbah kakung part 2

Tahun 2017 mbah kakung saya berumur 90 tahun. Praktis menjadi orang tertua sedusun. Alhamdulillah mbah saya sudah 3 tahun ini tidak merokok. Akhirnya nasihat untuk tidak merokok sampai juga di kedalaman hatinya. 3 tahun lalu mbah saya merasa paru parunya tidak nyaman. Akhirnya berobat kepada cucunya, adik hasan, yang kini telah menjadi seorang dokter. Entah nasihat macam apa membuat mbah kakung saya berhenti total dari aktivitas merokok.

Bapak saya telah meninggal 10 tahun lalu. Disebabkan karena komplikasi paru paru. Salah satunya disebabkan oleh rokok. Banyak orang bilang, mengapa mbahmu yang menjadi perokok aktif malah bapakmu yang dipanggil duluan menghadap ilahi. Padhal rentang lama merokok bapakmu tidak selama rentang mbahmu merokok yang hampir tiga perempat abad. Begitu kata orang orang. Itu kematian bukan karena ajtivitas merokok. Kesimpulan yang sangat sesat. Bapak saya malah menasehati anak anaknya agar tidak merokok karena ketika paru parumu sakit, itu telah mengurangi sedikit kenikamatan hidup. Jangan lalaikan sehatmu, jangan lalaikan usia mudamu. Sungguh rokok itu temannya setan. Cukup bapakmu saja yang menanggung sakitnya paru paru ini karena rokok.

Terkadang Tuhan itu lucu. Ada orang yang tidak merokok tetapi tidak hidup lama di dunia. Ada yang merokok, tapi masih sehat saja di usia senjanya. Tidak..Tuhan tidak sebercanda itu. Yang ada dalam genggamanNya terkadang masih luput dicerna oleh akal kita. Banyak orang mengira bahwa di dunia ia telah melakukan banyak kebaikan, ia melakukan hal hal yang baik, tidak memberi mudharat kepada orang lain tetapi ketika dibuka amal catatannya, justru kosong. Ujian terberat seseorang itu adalah ketika dia merasa dirinya tidak diuji. Seolah itu sebuah anugerah atau rezeki. Pada hakikatnya, ketika manusia bertambah nikmatnya, sejatinya bertambah pula ujiannya. Nikmat umur, nikmat harta. Bahkan sahabat nabi kita, abu bakar mengatakan “aku sering menjadi tidak sabar ketika diberi keberlimpahan”. Sahabat Umar pun selalu menangis bila dia mendapat rampasan hasil perang yang berlimpah. Ghanimah. Kita tahu zaman sahabat umar wilayah islam begitu luas. Mencapai kejayaannya. “Seandainya ini adalah limpahan keberkahan, harusnya kelimpahan ini ada di zaman sahabat abu bakar. Ia lebih mulia daripada aku”. Begitu umar berkata sebakda melihat rampasan perang yang melimpah ruah ketika menaklukan kerajaan persia.

Di usia yang 90 tahun, saya masih melihat mbah saya bisa berdiri tegak. Masih bisa salat tanpa dibantu kursi. Shalawat tarawih 20 rakaat pun dijalaninya bersama imam yang super kilat bacaan dan gerakannya. Kalau jalan kaki tidak membungkuk seolah tidak mengalami osteoporosis. Entah bagaimana tulang punggung itu masih tampak padat. Bukankah semakin menua, semakin berkurang kadar kalsiumnya. 10 tahun yang lalu, saya masih melihat mbah saya menurunkan karung hasil panen padinya dari sepeda ontelnya. MasyaAllah, itu sepeda ontel yang dulu masa kecil saya-mbah saya pernah memboncengi saya dibelakangnya, tentu dengan kaki dililit tali. Masih ada itu sepeda. Tampak karat dimana mana dimakan usia, sama seperti tubuh mbah dimakan keriput di usianya yang semakin senja. 10 tahun lalu, mbah saya dsuruh berhenti kerja di sawah, tetapi dia tetap tidak mau. Padahal saat itu usianya sdh mencapai 80 tahun dan anak anaknya telah bisa bekerja secara mandiri dan bisa memberikan kebutuhan pangan mbah. Mbah putri sudah meninggalkannya sejak tahun 1996, praktis selama 20 tahun ia hidup tanpa pasangan kecuali masih ditemani anak dan cucunya yang imut2.

Sekilas melihat tampilan mbah saya yang secara fisik masih bugar, saya teringat sebuah artikel kesehatan, bahwa orang yang rajin berolahraga secara teratur mampu membentuk tulang yang kuat dan mencegah kerapuhan tulang atau perlambatan pengeroposan. Mungkin kekuatan tulang ini diperoleh mbah saya ketika selagi muda dan tuanya masih mencangkul di sawah.

Sekarang mbah kakung tidak memiliki sawah lagi sebab dijualnya. Fisiknya sudah tidak memungkinkan lagi. Kalau badannya lagi tidak enak, mbah minta tolong dibelikan sup kepala kambing. Saya saja kaget obat mujarab sakitnya si mbah itu sup kepala kambing. Menu makanan yang berkolesterol dan tentu tidak baik bagi kesehatan. Sekali santap sup kepala kambing, sirna sudah segala sakitnya. Saya yang melihat mbak menyantap sup kepala kambing berasa melihat seorang kannibal hehehe. Saya yang diajaknya makan jadi jijik, meski saya mencoba seicip demi seicip terasa enak tapi tetap menjijjkkan.

Sehat terus mbak. Dari cucumu yang menyayangimu

Tuban, 2 syawal

Sabtu Bersama Mbah Kakung

Alhamdulillah, ramadhan 2017 saya masih bisa bertemu dengan mbah kakung saya dari pihak ayah. Saya sangat senang Indonesia memiliki tradisi mudik. Tak ada yang mengalahkan kefanatikan orang Indonesia dalam hal mudik bahkan ketika mereka dihadapkan sebuah tiket transportasi yang melonjak naik. Bahkan ketika setiap tahun menjumpai terjebak macet antrean panjang di jalanan berjam jam hanya ingin pulang kampung. Gak ada kata kapok dalam kamus untuk orang yang hendak mudik. Yang penting pulang, nak. Sungkem karo wong tua, sungkem karo pak poh, bukpo dan sedulur sedulur. Tiket mahal di tangan seolah tak ada harga ketika tangan berjabat, ketika mbahmu dengan senyun sumringah menyambut cucunya, memeluk penuh kesayangan, ¬†ketika kamu hanya menjawab sekedar “baik baik saja”, ketika tante, budemu hanya menanyakan piye kabare, le?? “.Saya bersyukur bahwa sampai hari ini Allah masih memberi dengan kelebihan rizki sehingga saya bisa melakukan mudik tahun ini. Alhamdulillah. Karena mbah mbah saya masih ada, saya yang sudah berdomisili di madura, harus melakukan mudik ke mojokerto bersama ibu dan adik saya. Perjalanan lancar jaya dari sumenep tanpa halangan apapun ke mojokerto.

Saya tak memahami arti mudik. Waktu saya SD, setiap mau mudik Ortu saya bilang “ndra kita liburan di rumah mbah. ortu saya akan membuat surat ke sekolah bahwa saya izin beberapa hari tidak masuk sekolah dari jatah libur resmi karena alasan mudik. Senang waktu itu karena saya bisa bolos beberapa hari. Zaman saya SD, kita tidak dikasih liburan banyak. Beda sama zaman gusdur yang sekolah sudah libur sejak puasa ramadhan sampai selesai idul fitri.¬†¬†Kalo main ke rumah mbah, yang terbayang pertama kali di benak saya, pasti besok paginya saya selalu dibawa mbah putri ke pasar. Mbah putri saya dulu jualan di pasar. Disitu mbah saya memamerkan saya ke teman teman pedagang, seolah saya makhluk tuhan paling imut. Dielus elus pipinya macam boneka. Beuh. Tak jarang saya suka lempar bawang bawang karena saya anggap mainan xixiixixi. Tapi mbah saya ga pernah marah. Mbah putri saya mengerti bagaimana cucunya bisa senang. Kalau berangkat ke pasar naik sepeda ontel dengan mbah kakung, pulangnya naik dokar. Senang sekali saya waktu itu, karena saya bisa melihat kelucuan sang kuda dan pak delman.

Mudik menempa saya kelak, bahwa saya orang yg hobi menikmati jalan jalan. Menempa hidung saya menjadi sebuah organ yang memiliki antibodi terhadap segala rasa dan bau keringat yang bersenyawa dengan bau ketek. ¬†Sering juga itu membuat saya pusing kepala. Dalam kondisi itu saya sering tanya, “berapa jam lama lagi pa, ma sampe”?. Biar dua orang tua saya PNS, yang di jaman itu dibilang berkecukupan, toh ortu saya selalu naiknya bus ekonomi. Jarang jarang naik bus patas. Entahlah apa dua gaji itu tidak mampu membayar tiket premium buat 4 orang(papa, mama, kakak dan saya sendiri). Pikiran anak kecil saya belum pernah memikirkan sejauh itu. Yang saya tahu, “adek naik bus yang ini”. Kadang juga saya sendiri pernah nanyain, “ma kenapa ga naik bus yang itu saja. Itu di dalam ada tv nya ma. Terus itu apa ma di atas atap bus, kok tampilan busnya beda”. Ibu saya langsung menimpali “itu bus AC dik. Mahal”. Jadi teringat dulu pernah merengek naik bus bus yang bagus karena tampilan dari luarnya bagus. Kadang tiba tiba saya masuk ke dalam bus yang saya sukai dan ortu saya terpaksa ngeluarin lagi ke luar bus.ckckcckck.¬†

Saya suka sekali menikmati pemandangan yang berbeda di luar kaca jendela bus. Berebutan dengan kakak saya dihadapan jendela. Melihat bangunan tua, Melihat bangunan unik sesekali bertanya tanya ke mama, itu bangunan apa. Anak anak menyukai hal hal apa yang dianggap baru. Ketika bus sampai di kamal dan menyeberangi laut, saya menikmati perjalanan dengan fery dari pelabuhan kamal menuju perak. Bermain di buritan kapal, menikmati  rambut saya semilir disibak angin laut. Mendengarkan gemuruh gelombang. Menatap ngeri ketika memandang kedalaman laut. Takut tenggelam. Karena sering naik fery, saya sampai hafal nama nama ferry berlayar di sepanjang perariran ini.  Ketika sampai di perak, saya bisa melihat patung seorang tentara berdiri gagah dalam monumen jalesveva jayamahe. Di laut kita berjaya. Di surabaya saya melihat bangunan dengan arsitektur berbeda, gedung pencakar langit, jalan melayang layang, asap hitam di udara bahkan sudut sudut kota yang tampak kumuh. Pikiran kecil saya, itu surabaya seperti kota mengerikan. Tak pernah istirahat. Asap asap mikrolet, bemo, bus membumbung hitam. orang orang berjalan cepat. Seolah tak menikmati hidup. Kalau sudah sampai bungurasih, energi saya menjadi bertambah karena sejam lagi bakal sampe. Usai sudah segala keletihan, usai sudah hidung ini menghirup bau tak mengenakkan, usai sudah pipi ini terasa panas gara gara suasana yang  gerah. Seolah neraka sebentar lagi usai. Arghh.

Mudik juga itu bisa mengenal kuliner jajanan khas atau makanan yang saya anggap baru. Sepanjang jalan dari sumenep mojokerto tuban, sering abang penjaja makanan di dalam bus nawarin mulai dari permen jahe(ini permen sampe sekarang masih awet jualannya), onde onde, dodol, wingko, legen, manisan buah, kacang telur, air minum dll. Jualan jualan abang abang ini yang membuat kebete-an jadi sirna. Apalagi kalau langsung minum air mineral es..beuh..langsung segar dan mau bobok.

Itulah Sedikit cerita kenangan mudik masa kecil yang bisa saya rekam. Sebenarnya masih banyak lagi seperti Mulai dari hilang kardus, kebalik sama kardus orang, ketinggalan barang di bus dan lain lain.. Anyway Saya akhiri tulisan saya ini dan akan berlanjut di tulisan kedua nanti, juga tentang mudik. Namaste.

Masjid Namira

Setelah menempuh kurang lebih 45 menit dari mojokerto menuju lamongan, melewati lebatnya alas jati, saya singgah dahulu di masjid namira di daerah tikung, kab. lamongan. Masjid ini rekomendasi dari teman kerja saya, mas bangun. Jadi ceritanya sebelum sampai tuban dalam rangka mudik, saya ingin mampir ke beberapa tempat wisata. Awalnya mau berziarah ke makam sunan drajat. Berhubung situs makam sunan drajat berada di garis pantai utara yang masih 30 km dari kota lamongan, saya skip tempat tersebut. Setelah tanya teman saya yang domisili di lamongan, akhirnya kepilih masjid namira. Kebetulan masjid ini bakal dilewati selama perjalanan darat dari mojokerto lamongan via jalan raya mantup. Jam 1 siang kami tiba disana.

Dari tampak luar, masjid ini penampakannya biasa saja. Terkesan minimalis malah. Baru setelah masuk ke dalam, masjid ini baru kelihatan keindahannya. Dalam bagian mihrabnya terletak gambar kakbah dengan penampakan pintu kakbah  atau kiswah. Saya yang baru umrah 4 bulan lalu berasa nostalgia lagi ketika memasuki masjid ini. Pengunjung yang shalat bisa merasakan seolah seolah sedang shalat menghadap kakbah. Subhanallah. 


Ya Allah, jika Kau izinkan, berilah hambamu ini yang papa, kelapangan rezeki, sehingga hamba bisa kembali menginjak ke Tanah SuciMu. Tak bisa kulupakan getar rindu itu. Getar karena iman bahwa kau tak hanya sebuah kubus biasa. Dan Kau sebaik baiknya pemberi Rizki. Perkenan doaku Ya Allah. Amin. 

Coret2 saja

Lama sudah tidak ngeblog lagi. kisah perjalanan banyak, tapi belum bisa semua ditampung dalam sebuah tulisan. lagi males. lupa jalan cerita. Padahal menulis itu penting. Jika seseorang lupa sebuah episode kisah perjalanan, maka Tulisan dan foto yang kamu abadikan, bisa membuat kamu teringat kembali-Meski sdh lama bertahun tahun lampau kisah itu terjadi. Menulis juga bisa menjadi amal jariyah abadi jika sekiranya tulisan itu mencerahkan. Mengubah hidup banyak orang. Banyak cendikiawan muslim ataupun sarjana barat yang karya karyanya tetap relevan sampai saat ini. sebut saja plato, aristoteles dan para filsuf Yunani. Untuk kalangan muslim kita mengenal Imam Al Ghazali, Ibn taimiyah, Jauzi al qayyim, imam syafii dan ibnu sina dll.

Anyway, tanggal 15 feb 2017, saya mau berangkat ke tanah suci plus backpacker ke turki. Impian yang sudah lama saya idamkan. Impian yang menyempurnakan rukunku sebagai orang islam. Alhamdulillah, terima kasih Ya Rabb, yang telah melimpahkan rezekiMu sehingga bisa menunaikan ibadah ini.

Jujur, Pengennya umroh dan backpackeran lengkap menjelajahi pelosok negara timur tengah. Menapak tilas sejarah islam dan agama samawi lainnya. Menapak tilas sejarah negeri negeri kaum yang pernah dihancurkan sebagaimana dijelaskan dalam kitabullah. Menapak tilas sejarah kota yang sering disebut dalam hadist hadist. Negeri saba, Damaskus, Syam, Yaman, Yerusalem, Sungai Nil, Laut merah, bagdad, persia. Nama nama ini yang mengundang saya penasaran dan tergelitik untuk mengunjunginya. Nama nama kota yang dulu islam pernah berjaya di masa keemasannya. Tapi apa daya, saya hanyalah seorang yang terikat dengan sebuah pekerjaan yang terbatas hanya mengambil rehat dg cuti yang tidak seberapa. Menjadi pegawai negeri adalah sebuah konsekuensi dimana idealisme kita dibatasi sebuah birokrasi. Kebebasan yang terpasung dengan rule rule, norma etika dan profesionalisme pelayan publik. ketika anda punya gagasan, semua dibicarakan dengan atasan anda. ketika anda ingin berlibur, semua dibicarakan dengan atasan anda. Ketika anda melayani rakyat yang ingin dilayani, lihat SOP, dimana kadang SOP seringkali kita temui sebuah kekakuan daripada fleksibilitas. Anda tidak bebas mengatur waktu sesuka anda. datang jam setengah 8 pagi, pulang jam 5 sore. Sekitar 9,5 jam. JUMLAH Jam kerja yang menurut saya hampir membunuh jam produktif selain jam rutinitas kerja. Jam 9 malam sudah tidur. praktis saya hanya memiliki 4 jam tersisa, dan itu harus dipotong dengan makan malam, shalat dll. Demi masa, dalam 4 jam itu saya harus curi curi waktu untuk kegiatan “me time” walau hanya dengan menit sedikit.

Ya sudahlah. segalanya harus disyukuri dan dinikmati. Jika tak bisa menikmati, untuk apa harus hidup hari esok. Sungguh saya yang paling takutkan adalah waktu waktu kosong dan tak melakukan apa2. Dulu saya biasa membunuh waktu kosong dengan berselancar di dunia maya. Membalas chat dan komentar teman di fb, twitter dan media sosial. Unggah foto dan menceritakan aktivitas saya meski sebenarnya itu status tidak penting amat. 6 tahun menikmati dunia jejaring sosial dalam dunia maya sejak tahun 2010, sepertinya tak membuat saya banyak melakukan perubahan dalan diri saya. Tak membuat saya memperbaharui diri saya dengan nutrisi yang sekiranya memperkaya intelektual dan kedamaian personal secara hakiki. Mungkin cuma mendapat hiburan. Ya manusia butuh hiburan agar tak terlalu serius dan kaku menjalani hidup. Agar mulut ini masih bisa tampak ber haha hihi. Bisa tetap mangap lebar, melancarkan energi kesenangan dalam otak. Apa guna hidup kalau kau sudah berhenti untuk sekedar tawa. Untuk sekedar canda.

Saya sangat senang dengan kemunculan friendster dilanjutkan dengan facebook. Saya bisa kembali terkoneksi dengan teman teman terutama teman sekolah dasar saya. Karena teman sd saya banyak yang tidak menetap lagi di kampung. Kejadiannya mirip ceritanya ikal dan flo dalam buku seri laskar pelangi. Dimana si flo pindah karena kantor tempat bapaknya PT Timah bangkrut dan terpaksa pindah ke kota lain. Saya dulu punya teman satu becak, tapi saya lupa namanya sekarang. Saya ingin bilang terima kasih kalo saya dulu dikatain “masa soal pertanyaan segampang ini tidak bisa jawab”, dan segudang perkataan kocak lainnya macam”si indra ini ga ngerti satria baja hitam sih..ga ngerti casper sih, emang di rumahnya nonton apa”? Sumpah kalau mengingat kejadian ini, rasanya sekarang ingin tertawa. bener di rumah, ¬†saya cuma nonton tvri. Ga tau kenapa televisi di rumah saya adanya cuma chanel tvri. Sementara teman saya sudah akrab dengan channel rcti, sctv dan indosiar. Makanya saya agak kudet dengan serial kartun macam gini. Saya heran juga kenapa dulu kecil tidak pernah protes minta diganti antena. Kata teman saya, itu antena di rumah saya jadul makanya tdak nangkap chanel lainnya. Pernah dulu minta dicariin papa chanel sctv, indosiar dengan geser antena.nangkap gambarnya chanel sctv , cuma buram dan bnyak semutnya di televisi. Dan ketika dewasa , papa saya baru cerita kalau dulu sebelum beli ganti parabola, papa saya bikin antena sendiri. Alias ga beli. Pantes nangkapnya cuma tvri hehe. Jdi masa kecil saya itu dibesarkan dengan tayangan dunia dalam berita. Itu lho tayangan jam 9 malam. Saya agak ngeri nonton tayangan dunia dalam berita saat itu. Isinya perang bosnia, israel, irak iran. Tayangannya pasukan bersenjata, kendaraan tank, pesawat bom, bom meletus dan orang berlarian kocar kacir, darah menggenang di jalanan, petugas medis berhamburan menurunkan pasien dari ambulans dan tangisan orang yang kehilangan kerabatnya. Argggh..kenapa kecil saya dibesarkan tayangan menakutkan begini hehehe. Belum kalo pas tgl 30 september. Gila tuh tvri, nanyangin kekejaman PKI. Sampe bikin saya susah tidur. Insomnia.

Kemarin saya sempat menonton film hafalan salat delisa. Eh dalam hati tiba tiba nyeletuk hafalan ayat ayat Indra. wekss. Saya langsung teringat Baitullah. Apa hubungannya? Ya Allah, sejatinya saat ini saya belum mempersiapkan kelayakan sebagai tamuMu di tanah Suci. Apa bekal yang harus saya bawa sehingga saya pantas menginjakkan kaki di negeri yang kau turunkan ayat ayatMu. Kalo hanya sekedar kekuatan fisik dan kecukupan uang, itu apa bisa membuat saya merasa damai? Bisa membuat saya bahagia?Pergi pergi jauh ke tanah suci, rasanya ingin memberi dan membawa hadiah. Akhirnya saya berazzam membawa sepotong hafalan quran dari Indonesia. Langsung saya berikhtiar mencoba menghafal juz ke 30. Dulu waktu ngaji di TPA, hafalan surat saya hanya dari al ikhlas sampe al zalzalah. jadi belum komplit Juz amma. Dan dengan tersisa waktu 2,5 bulan sampai tulisan ini dibuat, saya akhirnya bisa menghafal juz 30, itupun dengan ayat ayat yang sering tertukar pd surat surat lainnya ¬†karena ada beberapa ayat dalam surat di juz 30 tersebut memiliki banyak kesamaan seperti surat infitar, at takwir, insyiqaq. selain tertukar, ada yang hafalannya kadang putus di tengah jalan haha. memiliki seorang pembimbing ternyata itu penting. Terutama pembimbing utk setoran hafalan. buat penguatan hafalan dab mengetahui sejauh mana “kepenempelan ayat di otak saya”. Sayangnya saya tidak memiliki teman berbagi hal tersebut. Mau ngajak seseorang takut riya atau jdi ujub, meski seharusnya saya tidak perlu merisaukan hal tersebut. Karena semua ibadah tergantung niatnya.

Belum masalah ayat yang tertukar, waktu yang tersedia untuk latihan atau mengulang hafalan sedikit susah. Kalo shalat berjamaah, kita tak bebas memilih bacaan setelah bacaan al fatihah. Dari banyak metode yang sudah saya uji coba, mengulang bacaan selepas shalat subuh adalah yang paling menguatkan. dan selama 5 bulan ini saya masih mengulang hafalan juz 30 ditambah surat Ar rahman, al mulk dan al kahfi, surat shaff. Semoga nanti ketika tiba saatnya saya sampai tanah suci, semua hafalan itu bisa saya tunaikan. Amin.


Sawasdee Thailand (Jalan Jalan hemat dan Tetap “Wangi” ke thailand)

Kemarin dapat message dari fb.

“Mas punya itinerary ke bangkok”
“punya”
“minta dong mas”
“iya”
“kalo bisa yg jalan jalan hemat dan tetap wangi”
“wangi?”
“iya wakakaka”

prett.
Mendadak Hening.

mak mak rempong neh.beuh. Wangi??saya pun susah untuk mendefinisikannya. harum?aroma?odor?entahlah. Definisi wangi mungkin sedikit berbeda antara pria dan wanita. kalau pria yang penting tidak bau badan(kan bs pake deodoran). mungkin yang cewek lain lagi. Definisi wangi mungkin bisa lebih rumit lagi. tergantung tingkat sosial si¬†wanita. wangi itu pake deodoran plus parfum yang menyengat. Yang lebih rempong lagi asal bedaknya tidak luntur, masih bawa tas hermes terus jalan maju mundur cantik cantik sambil pake high heels hehehe. syahrini mode on. aduh mak klo rempong seperti itu tidak usah mengaku backpacker. that’s a damn fucking doll.

perjalanan ke thailand adalah perjalanan pertama saya ke luar negeri.
waktu itu ada tiket promo air asia ke bangkok dari surabaya. sebelum depart di hari minggu, saya mendapat email di hari kamis bahwa jam keberangkatan saya ditunda. Dari jam 11 siang menjadi jam setengah dua siang dan tiba di bandara don mueang jam setengah 6 sore. mundur dari jadwal semula. saya pusing tujuh keliling. tiket kereta yang saya pesan secara online pun bisa hangus gara gara mundurnya jadwal ini. dua ratus ribuan terbuang secara percuma. saya agak kesal mengapa thailand yang pariwisatanya sudah sedemikian maju, belum bisa etiket untuk keretanya. sehingga pemesanan harus contact dengan salah satu agent atau go show beli via loket. kita sebagai pembeli pun harus menjemput tiket kereta tersebut di kantor agent. beuh.

Saya mencoba email air asia bahwa saya keberatan dengan reschedule. kalopun direschedule, saya ingin extend tanggal kembali atau return date. Tetapi Belum ada balasan email dari pihak maskapai hingga keesokan harinya. saya pandangi itinerary saya. kalo saya tiba jam setengah 6 sore waktu bangkok saya hanya memiliki waktu tersisa 3 jam. lebih tepatnya 2,5 jam karena dipotong waktu menunggu di imigrasi kedatangan. mana bandara donmueang masih 1 jam dari kota bangkok. beuh.

saya bikin simulasi :

pukul 17.30 tiba di don mueang airport – naik bus bandara ke catuchack- naik mrt ke hua lamphong station (ambil tiket kereta) – naik mrt lagi ke catuchack – naik bus kota ke bangkok terminal bus- pukul 20.30 berangkat ke laos by bus.

bisa gak yah 2,5 jam? kalo macet ? kata teman saya, bangkok itu sudah seperti jekardah. Selalu macet juga di jam pulang kerja. Kebayang adegan di benak saya, saya berlari lari keluar bandara, naik bus bandara, masuk stasiun, mengejar kereta… seperti serial amazing race saja. saya menggeleng geleng kepala. how’s pathetic.

saya mencoba kontak agent yang issued tiket kereta dan bus saya via email. saya waktu itu sudah memesan tiket balik kereta jurusan nongkhai-bangkok seminggu sebelum keberangkatan. karena sehabis mendarat di bangkok, pada hari yang sama saya akan langsung menuju laos dengan bus antarnegara dan baliknya naik kereta. saya merutuk dalam hati. kenapa tidak pesan pulang pergi saja tiket bus bangkok laos nya. apalagi print out tiket busnya dianggap valid. Hm ada alasan saya mengapa saya memilih transportasi berbeda. Karena saya ingin merasakan sensasi naik bus double decker antar negara dan sleeper train. sekali mengayuh dua tiga pulau terlampaui. Di indonesia transportasi semacam itu tidak pernah ditemui. so pasti mencoba pengalaman ini adalah langka.

My flight got resechedule and will arrive in Don mueang airport Oct 25 at 5.25 pm. I have  train ticket with kode booking OM 29505 and i have to pick them up in your office . Can you give me advise which  the quickiest transportation to hua lamphong railway station from don mueang airport because I must arrive in Northern bus terminal(mochit) on the same day at least 8.15 pm to take bus to Nongkhai.

i would be fully appreciated if you can help me by giving some advise.  Thank U

best regards

hari sabtunya saya dapat balasan dari 12goasia. agen yang membelikan tiket saya. di 12goasia kamu bisa membeli tiket kereta maupun bus jarak jauh di thailand.

We suggest you another option is that we can delivery ticket to Nongkai Railways station parcel room where you depart your trip and you can pick up your ticket their. This mean you can go straight to morchit Bus terminal. To delivery this parcel will cost you THB100. Please confirm ASAP.If you would like us to deliver to the station Nongkai or pick up at our office. Due to that time is peak hour traffic. If you do choose to go with the delivery please make payment through your book by paypal and as soon you make the payment could you please advise us or send a receipt of the paypal so we can proceed with the delivery by today. 

Best Regards, 
Amy 
12Go Support Team 

Saat membaca balasan email ini, secara bersamaan pula saya dapat balasan email dari air asia bahwa maskapai air asia reschedule lagi ke jadwal semula. haiss. air asia memang bikin sport jantung. suka reschedule secara sepihak. then I replied.

First and foremost, i thank so much for your fast response. i have just received email and short message service that inform my complaints is granted by my airlines. I get an early departure time and will be arrive in don mueang airport at 3.25 pm.  I hope, there will be no resechedule again. Not regret and wrong that I have chosen 12go asia be my travel partner to arrange my ticket. Thx a lot

Hari minggu saya berangkat ke juanda. selesai check in, saya tidak langsung ke imigrasi. roti pengganjal lapar saya habiskan dulu bersama sebotol air minuman. karena kalau naik pesawat tujuan internasional, penumpang dilarang membawa cairan melebihi 100ml. beberapa roti saya masukkan ke dalam tas untuk makan siang selama di udara nanti. jurus hemat budget karena kalo membeli makanan di atas pesawat harganya bisa 50 ribuan. gak nahan.

Jam 12 siang peswat air asia take off meninggalkan bandara juanda. Di pesawat saya duduk bersebelahan dengan mak mak yang sepertinya ikut tur agen karena form imigrasi yang diberikan pramugari langsung diambil tur leadernya.

Di atas pesawat saya tidak bisa tidur. saya habiskan membaca buku travel magazine air asia yang diberikan cuma cuma kepada penumpang untuk hanya dibaca di dalam pesawat. kebetulan edisi majalah tersebut pas lagi membahas wisata laos. wah kebetulan nih. saya tulis beberapa list to do selama di laos di buku catatan saya berdasarkan rekomendasi majalah tersebut. Hm kalo liat travel magazine, pengennya saya ambil dan masuk tas. tapi takut kena fine. sebenarnya majalah ini boleh diambil tidak sih?

duo mak mak rempong disebelah saya udah tidur dengan sun glasses nya. silau dari mana ya? Dua majalah sudah saya selesaikan. saya mencoba memejamkan mata dengan harapan bisa tertidur. tapi tetap juga tidak bisa membuat mata ini mengantuk.

perjalanan selama 4 jam di udara akhirnya sampai juga di bandara don mueang. si mak mak lagi nunggu tas kopernya di dalam bagasi kabin. saya sedikit terheran heran.banyak penumpang yang bawa koper yang kira kira beratnya melebihi 7 kg. tapi lolos lolos saja tuh. Padahal saya dah diingetin ma teman saya, maksimal berat tas masuk kabin tuh 7 kg. pas di counter air asia di bandara keberangkatan sudah ada banner kecil bahwa maksimal cabin baggage 7kg. udah ah masa bodo.

bandara don mueang ini sederhana sekali. Dulu katanya bandara ini adalah bandara militer. yah mirip mirip bandara halim perdana kusuma. kemudian dialihkan menjadi bandara komersil. Di bandara saya langsung menuju imigrasi. form imigrasi sudag saya isi lengkap pas dipesawat tadi. so penting sekali membawa bolpen selama berpergian ke luar negeri. form imigrasi terdiri dari dua form yaitu departure card sama arrival card. semuanya diisi. mulai dari nama, nationality, kota tempat tinggal dan prnginapan selama di bangkok. pokoknya isi semua dan copas dari kartu paspor kamu. yang lengkap isinya. kalo tidak lengkap bakal ditanyain petugas imigrasi. tetapi kasus ini sering random. ada yang ngisinya sudah lengkap, masih ditanyain sama petugas imigrasi. seperti kemarin saya ditanyain.

“first time travel abroad”.
“yes”
“put off your glasses”

Jadi di imigrasi kamu harus melepaskan kacamata, karena setiap turis yang keluar masuk ke thailand wajib difoto sama petugas imigrasi. tidak bisa bahasa inggris? kamu bisa minta tolong temanmu yang jago bahasa inggris. bilang aja temanmu yang mendamping
kamu selama di thailand bla bla bla.
saya juga tidak mahir berbahasa inggris. minimal saya sudah mempersiapkan diri bagaimana bertanya kepada warga lokal mengenai transportasi, memesan makanan dan memesan reservasi hostel dalam bahasa inggris.

beres urusan imigrasi, saya keluar
bandara. berdasarkan itinerary yang dibuat saya harus naik bus A1. Dari bandara don mueang banyak pilihan transportasi menuju kota bangkok. ada bus bandara, bus kota atau kereta api. Karena saya di bangkok cuma singgah sebentar untuk mengambil tiket kereta, saya naik bus A1. Di pintu keluar bandara, saya celingak celinguk cari bus bandara atau plang bertuliskan shuttle bus. owh my god banyak tulisan cacing. mata saya jelalatan mencari tulisan huruf latin. belum nemu juga. akhirnya saya cari sendiri pangkalan bus. Di bandara don mueang kamu tidak perlu takut adanya scammer atau abang taksi yang maksa maksa kamu naik taksinya. saya stop seorang pemuda yang saat itu mengenakan baju dinas militer. pemilihan ini memang sengaja, karena banyak orang thailand tidak bisa berbahasa inggris. so kalo ada anak anak yang mengenakan seragam sekolah, pakaian kantor mungkin kamu bisa bertanya mengenai kebingungan kamu.

“excuse me”
“yes”
“can you tell me which bus is going to mochit??”
mochit??
“owh I mean catuchack railway station”
“take A1”. Telunjuknya mengarah ke sesuatu. saya menoleh sesuai arah tersebut. tapi tidak ada bus disana. saya pun berpikir cepat, arah yang dimaksud pemuda ini mungkin adalah pangkalan busnya. maybe. saya pun cuma menebak nebak saja. saya pun berdiri disana. tidak lama kemudian bus lewat di hadapan saya.

“BTS mochit?catuchack??”saya berseru ke kondektur bus yang waktu itu turun dari bus.
“Yes”

penyebutan mochit di bangkok bisa jadi dua tempat. bts mochit dan terminal bus mochit. itu mengapa saya mengatakan catuchack railway station, karena catuchack railway station ini berdekatan dengan terminal BTS (bus train sky) mochit.

saya hidupkan hape saya. Langsung dapat sms dari KBRI di thailand. isinya bahwa kita jangan ragu menghubungi petugas KBRI jika ada masalah di thailand. jadi disitu sudah ada no telpon dan alamat KBRI yang bisa dihubungi. wow keren. Saya mengetik sebuah sms ke no hape mama mengabarkan saya sudah tiba selamat di thailand. anyway sekali sms langsung pulsa saya kena potong 8000 rupiah. langsung saya matikan seluler data dan flight mode. bener bener menguras pulsa.

karcis bus A1 sekitar 30 baht apa 40 baht. saya lupa.

“tell me if this bus stop at mochit
“two stop again”

Tak sampai 15 menit, saya sudah sampai di halte mochit. saya langsung mencari arah menuju stasiun mrt catuchak. biar ga salah masuk, saya tanya ke pedagang kaki lima.

“MRT catuchak”. catuchack” . saya pun memperagakan sebuah kereta dengan tangan saya. Bapaknya mencerocos dengan bahasa thailand. telunjuknya mengarah ke sesuatu. saya segera mengucapkan terima kasih. saya berjalan sekitar 30 meter dan akhirnya nemu sebuah jalan underground serta plang MRT. saya menuruni tangga. Saya dibuat kaget dengan kemegahan stasiun MRT di bangkok. begitu luas dan terasa lapang. bersih dari sampah. meski weekend, stasiun ini tidak terlalu ramai. tas saya diperiksa oleh petugas stasiun.

“kapunkrap” kata si mbak petugas ketika selesai memeriksa tas saya. kapunkrap mungkin artinya terima kasih atau thank you. mungkin kali ya. saya segera menuju vending machine. beli tiket mrt. untung disana ada petugas jaganya.

“hua lamphong”, saya memberitahu petugasnya. saya keluarin uang 100 baht. si petugas menekan tombol tulisan cacing “hua lamphong” di layar dan kemudian memasukkan duit kertas saya. Keluarlah dari vending machine uang koin semua beserta tokennya. koin yang saya terima 60 baht. jadi tiket masuknya sekitar 40 baht. banyak juga koin kembaliannya nih hehe.
image

setelah itu saya menuju pintu masuk mrt. setelah token dipindai, pintu terbuka otomatis. token dibawa lagi untuk dimasukkan ke lubang pintu keluar di stasiun kedatangan nanti. jadi jangan sampai hilang yang namanya token. mrt tiba di stasiun catuchack. penumpang di dalam mrt didahulukan keluar dulu. setelah itu baru penumpang yang menunggu di luar dipersilahkan masuk. kalo indonesia bisa tertib seperti ini kan enak dilihatnya.

MRT ini cepat sekali. kecepatannya 80 km perjam berdasarkan info wikipedia. waktu tempuh setiap stasiun kurang lebih 55 detik sampai 1 menit. hal ini saya buktikan sendiri dengan stopwatch arloji saya. panjang rute linenya sekitar 20 km. Di dalam mrt ada tv lcd atau videotron mini yang memutar iklan iklan thailand. Layarnya langsung berubah menjadi nama stasiun ketika tiap kali MRT berhenti di stasiun. setiap pemberhentian juga terdapat pemberitahuan dalam dua bahasa melalui pengeras suara. Jadi jangan lupa bawa peta MRT ya atau baca peta mrt di dinding kereta mrt. Dalam bahasa thailand, stasiun diterjemahkan menjadi kata setani. beberapa kata lokal yang saya dengar dari pengeras suara.
image

Di MRT, banyak penumpang perempuan yang cantik cantik. they all are so beuatiful. kalopun ada yang jelek itu cuma beberapa. umumnya dengan wajah yang sudah dirias. entah kenapa penumpang perempuannya kelihatan sekali high class. apakah mrt memang kebanyakan penumpang orang kaya??atau stasiunnya dekat kompleks perkantoran?entahlah. sebagai kota wisata yang mampu mendatangkan turis sebesar 20 juta wisatawan mancanegara, wajar jika gerbong mrt penuh dengan turis turis bule. Di dalam kereta saya diajak bercakap dengan penumpang berwajah india yang mungkin sudah lama menetap di bangkok.

“are u fluent in english?”
“no..little..what can i do for u”
“whre u from”

Saya memperkenalkan diri sebagai orang indonesia. berkali kali dia menyebut jekardah dan bali. seolah olah dua nama itu saja yang cukup terkenal disana.
“Indonesia doesnt have jekardah and bali but also madura” wkwkwkk maksa banget. terus si india bilang kalo banyak orang indonesia jalan jalan ke bangkok dan menyimpulkan bahwa biaya hidup di thailand murah sekali daripada di Indonesia sehingga banyak turis berdatangan.

“one thailand baht is equal with four hundred rupiah. that means your country should be more expensive than my beloved country”.

Sampai di stasiun mrt hua lamphong jam 6 sore. perhalanan catuchak hua lamphong memakan waktu sekitar 30 menit. saya menyalami dan berpisah dengan bapak india tersebut. saya keluar mencari pintu exit stasiun hua lamphong. di hua lamphong sudah terkoneksi antara mrt dan train biasa yang melayani trayek antar kota. Saya salat magrib dulu di lantai dua ruang tunggu stasiun kereta hua lamphong. Disana saya bertemu dengan wajah wajah melayu yang sama sama hendak menunaikan shalat. Dari percakapannya saya bisa menebak mereka berasal dari malaysia. selesai salat, saya kembali ke lantai satu dan membuka peta petunjuk mengenai alamat agen travel yang membelikan tiket kereta saya. bilangnya terletak di area mezzanine ruang tunggu. tapi saya tidak menemukan papan nama agen travel di area mezzanine. saya melihat jam tangan. saya masih memiliki waktu dua jam lagi harus tiba di terminal bus bangkok untuk menuju laos. saya pergi ke tempat pusat informasi. Disana saya diberitahu petugas bahwa kantor agen travelnya pindah di seberang stasiun. Bergegaslah saya kesana. di luar stasiun saya sudah dihadang supir tuktuk dan taxi. Dan saya menolak tawaran mereka. akhirnya saya menemukan kantor agen travel tersebut. disana saya menukarkan print out kode booking saya dengan selembar kertas tiket kereta resmi. finally dapat juga akhirnya tiket itu.huff. sebelum naik mrt lagi menuju stasiun catuchack park, saya mampir di gerai seven eleven. Seven Eleven ini kalo di Indonesia seperti indomaret. gerainya banyak ditemukan di sudut sudut kota. Umumnya harga barang barang atau sembako di thailand kurang lebih sama. saya membeli samphoo, odol serta sabun cair, roti dan beberapa minuman mineral.

setelah kelar urusan belanja saya menuju underground stasiun mrt hua lamphong. Di vending machine tidak ada petugas jaga. saya menatap layar vending machine. saya ubah dulu bahasanya ke dalam bahasa inggris. taraa. kalo sudah pake bahasa inggris, pembelian tiket pun terasa mudah.

Dari stasiun mrt hua lamphong saya naik mrt jurusan bang sue dimana salah satu stasiun pemberhentiannya adalah stasiun catuchavk park. Di bangkok, mrt baru melayani satu rute line yaitu bang sue-hua lamphong dimana akan melewati 18 stasiun pemberhentian. MRT jurusan bang sue tiba di hua lamphong. karena stasiun terakhir, penumpang di dalam keluar semua. setelah merasa benar benar tiada penumpang di dalam gerbong, saya masuk saja ke dalam gerbong. sekalian nyari tempat duduk yang pewe.

“Get out”

“I am going catuchack park station. this is my token”

“yes, wait moment. but you should get out right now. then you will enter again”

Baru ngeh klo di dalam kereta cuma saya. penumpang lokal masih di luar. saya kemudian keluar kereta. Dan terdengar dari pengeras suara bahwa kereta sudah ready, baru penumpang dipersilahkan masuk ke dalam kereta. ini yang bikin saya kecele karena saya tidak tahu ada aturan ini. tanpa berasa innocent, saya masuk lagi ke gerbong kereta mrt wkwkw. setelah 30 menit perjalanan saya tiba di stasiun catuchack park jam 8 malam kurang 10 menit. buset. saya hanya memiliki setengah jam lebih lagi menuju terminal bus bangkok atau terminal bus mochit 2. berdasarkan itinerary yang saya buat, saya harus naik bus nomor 3. saya sudah bikin komitmen kalau 10 menit lagi bus kota tidak kunjung lewat, saya harus naik taksi menuju terminal. kebanyakan bus yang lewat di hadapan saya adalah bus bernomor lain. mana tulisan tempat tujuan yang tertera di kaca depan bus tulisan cacing semua. membuat saya bingung. saya mendapat info dari browsing internet sebelumnya bahwa bus yang melewati stasiun mrt catuchack, adalah kebanyakan bus yang akan menuju terminal bus bangkok. tetapi saya tidak mau gegabah. kalau dilihat dari peta sebenarnya jarak stasiun mrt catuchack ke terminal bus bangkok cukup dekat. bus bus kota di bangkok tidak semuanya melayani selama 24 jam. ada beberapa bus yang jam layanan sampai sore hari atau jam 9 malam. sayang saya tidak memiliki cukup kuota data di hape untuk mengecek apakah bus nomor 3 adalah bus yang melayani 24 jam.

saya menggedor kaca pintu taksi.
“Bring me to terminal bus mochit 2”
supir taksinya bingung.

“Northen bus terminal”kata saya lagi. bapaknya tambah bingung lagi wkwkwk.

“i mean bangkok bus terminal”. bapak taksinya kemudian mengerti. bergegaslah si supir taksi. Padahal saya sudah diwanti teman teman saya yang pernah ke bangkok jangan naik taksi karena kebanyakan scam. saya berdoa dalam hati semoga supir taksinya tidak macem macem. jalanan begitu macet. haduh. kalo tidak macet, 8 menit sudah sampe terminal. akhirnya setelah 18 menit di dalam taksi, sampai juga di terminal bus bangkok pukul 8.20. bayar 70 baht.beuh. tersisa waktu 10 menit lagi untuk mengejar bus ke laos. saya berlari lari kecil. oh tuhan ini menantangnya jalan jalan ke luar negeri sambil backpackeran.

Saya membuka tas saya dan mengeluarkan secarik print out tiket bus. di halaman kedua ada petunjuk arahan yang dibuat oleh agen.

Bangkok’s northern bus station is huge! Passengers are advised to arrive there 30 minutes before departure. You can get there from MRT subway station Khampaeng Phet by taxi (less than 50 Baht). Find your ticket counters A33, 37, 38, A7(North bound) on the ground floor and 34-35 (Northeast bound) on the 3rd floor or ask at the info box on the ground floor.

kalo diliat liat, saya ternyata tidak patuh sama arahan petunjuk yang diberi agen. kalo saya turun di stasiun mrt kamphaeng phet sama saja juga naik taksi ke terminal bus bangkok. abis 50 baht. kalo dari stasiun mrt catuchack naik bus kota cuma 7 baht. karena niat hemat, jadilah saya ambil opsi naik bus kota di stasiun mrt catuchack. eh tapi ujungnya naik taksi juga.

NB Please do come in time as the buses, just like flights, have to respect their schedules and will not wait if you are late. Please understand that we can not ask your bus to wait for you. It is strongly advised to come 30 min before departure

image

terminal bus bangkok luas sekali. saya juga kaget ada terminal bus seperti ini. karena saya tidak tahu letak busnya, saya mencari loket bus yang akan memberangkatkan saya. Ampun banyak sekali loketnya. tulisan cacing lagi di kaca loketnya. untung masih ada tulisan angka disana. 38. saya mengecek tiket saya. yup A 38 termasuk loket bus tersebut juga. Disana saya langsung sodorkan selembar tiket saya ke petugas loketnya. Si petugasnya malah suruh saya ke loket A33 sebelah pakai bahasa thai lagi. Saya bingung.

“I’m foreigner. I’m tourist”

image

akhirnya saya sama petugasnya dianterin ke loket A33. sebenarnya loket loket ini masih satu agen bus cuma setiap loket melayani rute berbeda meski dengan bus yang sama. disana saya ditukarkan tiket bus yang asli disana.

where is this bus?
“next, then next then left
“next in where??”
“next then next then left”

dalam hati saya mungkin maksud mbaknya kurang lebih,”nanti klo masuk lanjut, ketemu apa disana lagi, lanjut lagi terus cari arah belok kiri”. owh I see. kira kira begitu tebakan saya.
image

saya masuk ke dalam peron terminal. banyak sekali orang di ruang tunggu. disana saya menemukan pusat informasi. Langsung saya tanya petugas informasi disana. penjelasannya komplit sekali dan tidak menimbulkan distorsi serta disambiguitas informasi seperti mbak petugas loket tadi wkwkwk.

Sesuai arahan petugas informasi tadi, ketemu juga tuh bus. pukul 8.25 tepat saya tiba di pool bus tersebut.pufffh. sungguh hari yang melelahkan. Tuhan memang bener bener bersama backpacker. Nama Bus yang saya tumpangi ke laos adalah bus budsarakham tour. Bus ini bukan bus antarnegara, tetapi bus lokal yang menuju border atau perbatasan thailand laos. Tepatnya di daerah nongkhai. fasilitasnya sama persis dengan bus antarnegara yang double decker yang biasa ditemukan di vietnam, kamboja, thailand atau laos. selain bentuknya bus bertingkat, juga terdapat pramugari berseragam yang melayani penumpang. supir busnya juga berseragam resmi dan jauh dari kesan murahan. Kelebihan lainnya adalah tempat duduk ini selain bisa dibuat tidur tiduran juga bisa massaging your back. kursinya berfungsi seperti kursi pijat. tekan tombol massage, punggung kamu langsung dipijat sama kursi. bikin rileks. Ada layar televisi ukuran tablet 10 inch di sandaran belakang kursi. jadi penumpang tidak cepat bosan. ada beberapa chanel yang menggunakan translation text dalam bahasa inggris. keren kan. kapan negara kita punya bus seperti ini?
image
image

Powered by Journey.

Melipir ke Solo (Part 2)

Setelah nyobain timlo di pasar gede, saya jalan kaki menuju jalan sudirman. di sepanjang jalan sudirman kamu bakal menemukan kantor walikota solo. Bangunan pendoponya Joglonya unik. Baru ngeh kalo bangunan kayu ini baru dibangun pasca dibakar ketika megawati tidak terpilih jadi presiden. Kalo liat berita di solo, berita kebakaran entah kenapa kadang selalu menghiasi media. Seolah sebuah kota yang gampang tersulut jika ada gesekan politik. Teman saya si halim bercerita bahwa ketika kerusuhan mei jakarta, Kaum etnis tionghoa di solo ikut terkena dampaknya. Provokator mencoba memancing massa secara sistematis dengan melakukan Pengrusakan bangunan publik, Pembakaran dan penjarahan toko toko. Karena pemilik toko sebagian besar kaum etnis tionghoa maka banyak etnis tionghoa menjadi korban kerusuhan mei 1998. Untungnya keluarga temenku ini masih bisa menyelamatkan diri.

Di jalan sudirman ini kamu akan menemukan benteng Vastenburg. Letaknya sangat strategis. Di luar benteng, saya leyeh leyeh bentar. Tamannya begitu rindang. Dulu taman ini adalah suatu perkampungan. dan salah satu peninggalannya yang masih tersisa yaitu sumur tua di taman ini. Sayangnya cagar budaya ini tidak menjadi aset pemkot solo melainkan aset seorang pengusaha. Sehingga kalau ingin menyelenggarakan kegiatan disini harus izin sama si pengusaha tersebut. Mau masuk saja susah. Pagar Bentengnya dikunci. Begini kalo salah tata kelola, apalagi kalo walikotanya korup, aset negara diperjualbelikan. Kalo denger denger gini saya jadi keki . Benteng Vastenburg ini merupakan pusat pengawasan kolonial belanda untuk memata-matai keraton kasunanan yang letaknya tidak jauh dari benteng vastenburg.

11149331_10206919809464474_4606014269659335335_n

Dari banteng Vastenburg, saya lanjut lagi ke alun-alun di keraton kasunanan. Melewati perempatan Gladag. Ada patung Jend Slamet Riyadi, salah satu pahlawan kebanggaan rakyat solo. Dari Gladag saya masuk ke alun-alun. Entah kenapa kok banyak kios kios disini. mengganggu pemandangan saja. Ternyata pedagang pedagang yang menuh-menuhin alun alun disini adalah pedagang di pasar klewer yang tokonya terbakar api. Alun alun di jawa memang typical. Berbentuk Persegi empat tanpa banyak pohon. kalaupun ada pohon, pasti pohon beringin salah satunya.

Dari Alun-alun saya memasuki gerbang terdepan keraton. Kompleks ini dikenal komplek sasana sumewa. Sayang sayangnya lagi, saya tidak bisa menikmati kemegahan kompleks ini. Lagi-lagi pedagang yang tokonya di pasar klewer menjadi korban kebakaran buka kios kios disini. turut bersimpati mereka. Rasanya kalo dengar pasar terbakar, entah itu di tanah abang atau kompleks perdagangan strategis seperti ada sebuah kesengajaan. ada motif motif tertentu. Entahlah. Selebihnya yang bisa saya amati adalah tempat duduk raja. Disini biasanya merupakan tempat patih atau prajurit menghadap kepada raja.

Sasana Sumewa sendiri adalah bangunan yang berada di sebelah selatan pohon Waringin Gung dan Waringin Binatur. Bangunan besar ini memiliki citra konstruksi atap kampung tridenta (atap kampung berjajar tiga dengan bagian tengah lebih kecil) yang disangga oleh kolom tembok persegi berjumlah 48 buah (sumber wikipedia)

Dari sasana sumewa saya menuju ke Siti Hinggil. Siti Hinggil ini nama lainnya kalo dalam bhasa jawa adalah tanah tinggi. Letaknya memang lebih tinggi daripada sasana sumewa. ketika memasuki siti hinggil ada sebuah batu tempat pemenggalan kepala Raden Trunajaya. Disini saya baru sadar dan ngeh, kalo raden trunajaya yang namanya dielu-elukan masyarakat madura sebagai hero, adalah tokoh pemberontak keraton kasunanan solo.

Bangunan utama di  Sitihinggil adalah Sasana Sewayana yang digunakan para pembesar saat menghadiri upacara kerajaan. Bangunan lainnya  adalah Bangsal Manguntur Tangkil, tempat tahta Susuhunan. Ada pula Bangsal Witono, tempat persemayaman Pusaka Kebesaran Kerajaan selama berlangsungnya upacara yaitu  meriam Kangjeng Nyai Setomi. Meriam yang didapat dari hasil rampasan ketika tentara mataran bertempur dengan VOC di batavia. Ketika mau lihat meriam, saya disemprit sama si halim.

“Jangan nginjak lantai ntar kamu disuruh bayar”

oooooo

Dari siti hinggil saya menuju ke bangunan gerbang berpintu besi. Inilah yang disebut Kori Gapit, yakni pintu gerbang masuk utama istana dari arah Utara. Sebelum mencapainya, saya Nyebrang dulu Jalan Supit Urang. jadi mesti hati hati disini karena banyak motor berkeliaran berseliweran di jalan ini. Dinding istana yang mengelilingi kompleks ini cukup panjang . Dari Kori Gapit ada halaman atau pelataran luas. Biasa disebut kompleks Kamandungan Lor . Disini kamu bisa melihat bangunan kerajaan yang enak dipandang mata dan high value heritage. Sebuah spot yang a must visit place. Ada menara tinggi yang katanya isunya buat raja bersenggama dengan nyi roro kidul. menara ini dinamakan Panggung Songgo Buwono. Beberapa sejarahwan mengatakan bahwa menara ini buat raja untuk mengawasi pergerakan VOC dan rakyat solo. Di zaman itu tidak boleh ada bangunan yang tingginya melebihi Menara ini. Di kamandungn Lor terdapat bangsal bangsal mirip sasana. Ada teras yang dijaga abdi dalem dengan pakaian khasnya. Ketika mau mengambil foto ini, saya disemprit sama halim lagi. Foto mereka harus berbayar. jadi gak boleh sembarangan ambil foto. sebagai gantinya saya foto dengan background mereka. Inipun foto fotonya sambil kucing kucingan. Selain bisa melihat aktivitas abdi dalem, kamu bisa menuju bangsal/sasana tempat penyimpanan koleksi benda mewah milik kerajaan. Ada sasana tempat kereta kencana. Liat-liat kereta mesti berbayar. Tapi yang lebih menarik disini adalah sasana tempat koleksi mobil antik kerajaan. Royal Chrysler Limousine keluaran 1941. Bodi mobilnya masih bagus dan terawat. Konon, mobil klasik dengan plat nomor AD 20 ini adalah made in Amerika, merupakan milik PB XI dan satu-satunya di Indonesia. Special Edition (pesanan khusus), begitu kata si halim. Foto disini berbayar. Entah kenapa keraton solo ini seperti dipetak-petak. setiap tempat berbayar. Di sebelah barat ada bangunan yang mirip musala. Ada yag bilang masjid. entahlah. Nama Masjidnya Paromosono. Dibaratnya lagi ada gudang yang ternyata merupakan tempat kandang kuda kerajaan. Sayangnya waktu itu bangunannya tutup. Entah ada kudanya apa enggak di dalam. Dekat sini ada kediaman rumah raja sekarang. Yang gerbangnya pernah heboh ditabrak mobil.

1513878_10206919808624453_3659080275519087105_n

11248079_10206942873961072_6845170681387690511_n

Dari kamandungan Lor saya menuju kompleks sri manganthi. Untuk mencapainya mesti jalan ke timur. ntar disana ada loket. Lupa berapa bayar tiketnya. Kompleks Sri Manganthi adalah tempat museum yang menyimpan koleksi benda keraton mulai dari memorabilia, pakaian, perkakas dapur dan cerita tentang silsilah kerajaan mataram ini. Kalo nyebut mataram itu luas. Keraton Yogya juga bisa disebut kerajaan mataram karena merupakan pecahan dari keraton solo.

11251168_10206942879841219_869916566698339524_n11133743_10206942877361157_3195662954687566974_n

Dari kompleks Sri manganthi bisa ke kompleks kedaton. Disini harus melepas alas kaki. asli nyeker. Disini baru bisa lihat secara jelas Panggung Sangga Buwana. Disini pasirnya hitam. Asli ngambil dari pasir pantai selatan. Amazing. Pohon pohon tinggi menjulang dan kebanyakan pohon sawo. Hm belum berbuah kayaknya. Ada bangsal tempat penyimpanan gamelan dan tempat menjamu tamu. sayangnya kawasan ini dilarang masuk. ada papan peringatan dilarang menginjakkan kaki. Selebihnya saya mengambil foto patung patung bergaya eropa yang terletak di halaman Kedaton.

11209763_10206942878361182_4830828887478061062_n

Jam sudah menunjukkan pukul 11 siang. Sudah waktunya salat jumat. Saya pikir keraton kasunanan surakarta hadiningrat ini kecil, Tapi saya kecele. Dari alun alun utara sampe kompleks kedaton merupakan kompleks yang sangat luas. belum kata halim di belakangnya lagi ada rumah/ndalem milik beberapa pangeran yang panjang sampe ke belakang. Di Selatannya ada alun alun kidul yang baru saya jelajahi pas malam hari. Ada kereta jenazah Raja Pakubuwono X , salah satu raja yang pernah membuat solo di banggakan. Beberapa rumah pangeran ada yang tidak terurus, ada juga yang telah berganti arsitekturnya. Ada yang pintu gerbangnya ditutup sehingga kita tidak bisa menebak ada apa di dalamnya. Dibeberapa tempat, Keraton ini sudah banyak menyatu dengan kampung warga. Kampung para prajurit di zaman dahulunya. makanya tidak heran kalo disini sering ada aktivitas kesenian.  Disini saya sangat mengagumi dan membayangkan bagaimana kemegahan keraton ini di zaman dahulunya. Arsitek keraton ini tak lain adalah Pangeran Mangkubumi, seorang pangeran yang menjadi cikal pendiri keraton ngayogyakarta.

 

 

Melipir ke Solo (Part 1)

Melipir ke solo ini acaranya dadakan sekali..baru diputuskan di last minutes. Awal mei kan ada 3 hari libur berturut-turut pas weekend. Rencana semula saya mau ke bawean island. Tapi teman saya batalin. Sebagai gantinya, dia nginvite saya ke rumahnya di solo. Langsung saya iyain. Solo merupakan salah satu kota yang belum saya jelajahi. Cuma sering lewat saja kalo pergi liburan ke yogya.

Jujur saya belum punya referensi tetntang wisata solo. Saya tahunya di solo ada 2 keraton kerajaan dan salah satu keratonnya adalah keraton yang memiliki raja kembar yang konfliknya belum selesai gara gara rebutan tahta. hmm..

Saya masih ingat, sebelum berangkat ke solo, kamis malamnya saya masih lembur di kantor. Di kantor sepi. semuanya dah p
ada mudik ke jawa pas sore harinya. Jam 9 mlam akhirnya kerjaan saya selesai. Langsung pulang ke kos. Leyehan dulu di kasur untuk lurusin punggung sejenak. what a hectic day. Setelah agak lumayan punggung saya, saya masukkan baju, perlengkapan ke ransel. Jam 11 malam saya harus sudah tiba di terminal buat ngejar bus ke surabaya. Saya pikir kalo agak tengah malam, di bungurasih pasti dah sepi orang. tapi saya kecele..biar weekend ini bertepatan dengan hari buruh sedunia dan berpikir bahwa ga mungkin kalo buruh buruh diaspora tiba tiba penuhin terminal bungur buat balik ke kampung, karena besoknya mereka pasti ada longmarch untuk menyambut hari May day seperti biasanya. Tapi malam itu biar udah jam 2 malam, terminal masih dipadatin penumpang yang hendak pulang kampung. Brhubung saya udah rencanain trip ini murah meriah alias budget traveler, maka haram saya naik bus patas ke arah jogja. sebagai gantinya saya ngincer bus ekonomi AC tarif biasa. Bus Sugeng rahayu. Berkali-kali berjibaku dan berdesak-desak dengan penumpang utk masuk ke dalam bus, berkali-kali juga saya gagal. Saya ga dapat kursi dan terpaksa turun lagi dari bus, siapa tahu rezeki saya ada di bus belaknagnya. Rasanya ga memungkinkan kalo tetiba berdiri di bus dari surabaya sampe ke solo. bisa gempor kaki.

Akhirnya bus sugeng rahayu datang lagi. Percobaan ke empat kali saya ga dapat tempat duduk. kalah gesit dengan penumpang lain. krena sudah setengah jam-an d terminal, saya memutuskan untuk tetap naik bus meski harus berdiri. siapa tahu nanti dari mojokerto atau jombang ada penumpang turun dan saya dapat kursi. Bner seperti dugaan saya, setelah sampe mojoagung, bapak di sebelah saya mau turun. akhirnya dapet kursi juga hufff.

Langsung malem itu saya langsung merem, melanjutkan tidur yang tertunda. Entah kenapa malam itu, tidur saya awet sekali. Jam 9 Pagi tiba di solo. Kondektur membangunkan saya ketika sampai di jebres.

sesampai di pertigaan jebres saya mencegat sebuah becak untuk membawa saya ke Pasaer Gede. Begitu arahan yang diterima dari teman saya. Hari itu saya janjian dengan teman saya Halim di Pasar Gede. Sesampai di Pasar, teman saya belum muncul. Katanya masih mau mandi dulu begitu sms yang saya terima. Saya disarankan muter muter dulu di Pasar Gede. Pasar sembako terbesar di Solo. Pasar Gede ini melting pot berbagai etnis. Disini banyak juga pedagang tionghoa jualan di pasar. Kondisi yang tidak saya temukan di kota saya. Mata saya tertuju pada etalase sebuah gerobak. Tekstur dagingnya berbeda. Setelah lihat kacanya, saya baru ngeh itu daging babi. Daging Babi dijual bebas dan cukup banyak berjejalan di etalase gerobak kios kios penjual daging. Jadi ingat pas di singkawang dulu. Camilan dan penganan tradisional juga banyak ditemukan disini. Uniknya di Pasar gede, Harga-harga sembako dan daging semuanya sama antara pedagang satu dengan pedagang lainnya. Sebelum masuk ke Pasar Gede, di pintu masuknya ada running text LED Display yang memuat harga terkini sembako yang dijual di pasar ini. Jadi konsumen sebelum membeli sudah punya patokan harga. Karena iseng, saya mencoba menawar ke salah satu pedagang beras. Tanya sekilo berapa? saya coba kroscek dengan pedagang sebelah eh ternyata harganya sama.

Setelah nunggu 15 menit, halim datang ke Pasar Gede. Saya bertemu di pelataran Pasar Gede. Ketika ditanya mau kemana saja di solo, saya ga ngerti. Belum sempat googling juga . Saya bilang ke halim untuk membawa ke tempat wisata di solo yang lagi ngehits dan ga bikin bete. Pokoknya 3 hari harus dapat kepuasan maksimal jalan jalan di solo.

 download

Kami kemudian menyusuri sudut belakang pasar gede. Dimana pas pojokan ada pedagang timlo. Salah satu makanan khas solo. Hari itu ramai sekali. Untung saya dapat meja. Awalnya saya ngira timlo itu sejenis ketan ketanan klo ga singkong. Tapi begitu dihidangkan di meja, trnayata timlo berbeda dg yang saya bayangkan. Timlo kurang lebih mirip sup. Ada irisan sosis solo, jamur, irisan telur dan entahlah saya sudah lupa. Mengingat kejadian ini sudah 3 bulan yang lalu ketika tulisan ini ditulis. Yang jelas enak sekali dan berbeda. Ini pertama kali saya makan timlo.

Elegi Api Keabadian

Api tak kunjung padam. Begitu orang madura menyebut salah satu destinasi wisata  yang terletak di kabupaten pamekasan. Sebuah wisata yang cukup terkenal di Pulau madura. Dulu di buku RPUL zaman esde, destinasi ini selalu dicantumkan dalam buku ini. Hal ini tentu menandakan sebuah kepopuleran atau keandalan wisata tempat ini. Saking eklusivitasnya, Api ini tak pernah dijadikan pelita obor sebuah acara keolahragaan. Ia memiliki eleginya sendiri. Yang ini miris kayaknya yah hehe

‚ÄúApi ini tidak pernah akan mati‚ÄĚ Cerita emak enni di sela sela sore yang mendung. Emak enni ini¬† adalah tetangga di depan rumah dinas ortu saya. Umurnya 55 tahun. Keluarganya cukup dekat dengan keluarga saya. Anak anaknya menjadi teman sepermainan saya.

“Kenapa bisa begitu mak enni? Tanya saya. Saya masih ingat. ketika itu saya masih umur tujuh tahun. Duduk di bangku kelas 2 esde.

“Pasti tanahnya dikasih minyak gas Mak, makanya ga pernah padam “Potong saya tak sabaran karena emmak enni tak segera memberi jawaban.

‚ÄúYah seperti itu‚ÄĚ. Jawab emmak enni tenang sambil tangannya begitu lincah menjumput helai helai daun maronggi. ‚ÄúDahulu ketika zaman kompeni, rakyat madura berperang melawan belanda. Hampir tujuh hari tujuh malam. Ketika Pasukanbelanda terdesak mundur,¬† Pasukan belanda menumpahkan jerigen jerigen minyak tanah agar rakyat madura berhenti menyerang. Sekejap madura dilalap lautan api. Dan api yang masih hidup saat ini merupakan sisa sisa api zaman perang dulu‚ÄĚ. Mata mak enni tak berkedip menatap mata saya. Ada nyala disana.

Astagaaa. Dan bayangan imajinasi tentang pertempuran sengit itu mendadak berkelebat di kepala saya. Keji. Mengerikan. Saya bergidik.

Sayang cerita emmak enni hanya dongeng belaka. Tidak benar adanya. Ketika saya mempelajari sejarah madura, peristiwa ini tak pernah ada. Cerita ini hanya sebuah kisah untuk menakut-nakuti anak anak kecil agar tak berbuat berlebihan. Selalu.

Entah kenapa sejak kecil hingga beranjak dewasa, saya belum pernah sekalipun berkesempatam mengunjungi wisata api tak kunjung padam. Padahal Jalur selatan kerap saya lintasi ketika hendak berpergian ke surabaya dari sumenep. Saya hanya bisa memandang dari balik kaca jendela bus. Sebuah Plang Papan bertuliskan penunjuk jalan wisata api tak kunjung padam. 50 meter ke arah utara pamekasan. Tak begitu Jauh. Sangat dekat malah.

Banyak sebab yang membuat saya enggan berkunjung ke api tak kunjung padam. Selain tak memiliki kerabat di Pamekasan, tetapi juga rasa sentimen terhadap wisata ini. Dalam beberapa kesempatan saya sempat melihat liputan wisata api tak kunjung padam di televisi. Saya masih ingat cuplikan cuplikan tayangan itu. Ketika itu presenternya  membakar jagung di siang yang terik di areal api tak kunjung padam. Sayangnya, mereka kurang mengemasnya dengan apik, sehingga tampilan tayangan wisata ini terlihat biasa saja di mata saya. Tidak terlalu menarik. Tak ada bedanya melihat api membakar ilalang di ladang belakang rumah saya . Yang kelihatan unik hanyalah sebuah api yang tak pernah kehabisan napas untuk tetap menyala.

Dan butuh 20 tahun untuk mewujudkan kesempatan itu, melihat api tak kunjung padam secara langsung. Saya mendapatkan pekerjaan di kota pamekasan.

‚ÄúGak ada apa apa ndra disana‚ÄĚ

‚ÄúGak menarik‚ÄĚ

‚ÄúBiasa saja‚ÄĚ

Beragam komentar penolakan dari teman teman kantor saya ketika saya mencoba mengajak mereka kesana. Dan hebatnya saya pun juga tak menaruh niat memasukkan destinasi wisata ini ke dalam agenda eksplore wisata madura yang mencoba saya tuntaskan. Sampai sebuah pesan masuk ke hape saya. Sms dari kawan yang blognya kerap saya kunjungi.

‚ÄúIndra, kalau ke madura ajakin saya ke air terjun toroan, api tak kunjung padam, pantai lombang sama wisata kuliner. Kayaknya madura banyak tempat wisata‚ÄĚ Tulisan sms teman saya. Sepertinya dia telah melakukan riset sebelum benar benar berkunjung ke madura. Saya tak segera membalas sms nya

‚ÄúMas indra kalau mw kesana, mending malam hari. Kalau siang hari apinya ada, tapi ga sebagus malam hari‚ÄĚ Kata mbak dita–pegawai lokal di kantor saya–ketika saya berkonsultasi dengannya mengenai wisata ini. Aha..akhirnya saya menyadari sesuatu. Melihat api itu harus malam hari. Biar terasa kemagisannya.

Saya membalas sms teman saya,‚ÄĚKamu kalau ke madura, kalo bisa sampe pamekasan malam hari yah. Api tak kunjung padam adalah spot pertama yang kita kunjungi sebelum balik ke kosan‚ÄĚ

‚ÄúSiap ndra‚ÄĚ balasan sms teman saya

Jam 9 malam, teman saya tiba di terminal pamekasan. Segera saya menjemputnya disana. Sampai di terminal, kami langsung menuju kawasan wisata api tak kunjung padam. Karena letaknya hanya 5o meter dari terminal, kami hanya butuh 5 menit untuk mencapainya. Sebenarnya jaraknya sekitar 500 meter. Disana kami tidak dipungut karcis. Penjaganya sudah pulang ke rumahnya. Tidak begitu banyak orang. Meski begitu, tempat ini tetap begitu ramai. Deretan kios-kios suvenir tampak mengelilingi sebidang tanah, yang di atas permukaanya tampak beberapa titik api yang mengeluarkan sebuah nyala.

‚ÄúDik ini jagungnya dibeli buat dibakar disana‚ÄĚ, Seorang ibu setengah baya menawarkan dagangannya. Mengenakan pakaian kebaya brokat dan sarung, Pakaian tradisional khas madura. Tak ada lapak penjual jagung mentah lagi yang tersisa selain dirinya. Sayang malam ini saya tak berselera untuk makan lagi. Sebagai gantinya saya mencari potongan kayu. Kata orang orang, kalau tanah di areal api ini dicungkil, tanah akan mengeluarkan api dengan sendirinya. Karena diliputi rasa penasaran, saya mencoba mencungkil tanah. Dengan satu hentakan cungkil kayu..taraaaa…sebuah nyala api kecil tampak malu malu berkobar-kobar. Tak lama kemudian api kecil ini menjelma api yang kobaran lebih dahsyat. Wow amazing. Takjub saya dibuatnya. Seolah masih tak percaya, saya mencoba mencungkil tanah dari sudut yang berbeda. Hiaiatt..Taraaa..keluar lagi nyala api. Ajaib. Speechless. Untungnya dibawah tanah ini bukan kawasan larva berapi. Kalau tidak, saya sudah tersedot dan terpanggang menyisakan abu.

wpid-img_20150402_220206.jpgSaya tak bisa menjelaskan fenomena ini. Di beberapa artikel yang saya baca, menyebutkan bahwa tidak ditemukan kandungan gas di sekitar areal ini. Meski saya kurang begitu yakin,¬† toh saya tidak mau ambil pusing. Bagi saya, setiap keajaiban penciptaan Tuhan memiliki caranya tersendiri untuk menyampaikan sebuah pesan. Makna Tersirat. Bersyukurlah orang-orang yang mau mengambil hikmah dari setiap penciptaanNya. Mengambil sebuah pelajaran dari sebuah tamasya pikiran mengenai hakikat kebesaran tuhan ūüôā .

“Ini api lakek (baca:pria) mas indra. Di Pamekasan ini  ada dua jenis api tak kunjung padam. Satunya namanya api binik (baca:wanita).

‚Äúoh iya ta?? Good…api binik tidak jauh dari sini?‚ÄĚtanya saya

‚ÄúDekat kok. Kita kesana. lebih bagus‚ÄĚ Jawab Pak ery, satpam kantor yang menemani saya malam itu. Segera saya beranjak dari tempat ini dan menyalakan mesin motor saya kembali. Saya menyusul di belakang motor pak ery. Sempat tersesat sebentar karena pak ery rupanya lupa lupa ingat tempat persisnya. Tak lama kemudian, Motor saya menembus suatu desa. Rumah-rumah penduduk tampak telah memadamkan lampu. Saya melirik jam tangan. Sudah lewat jam sepuluh malam. Sebentar lagi malam akan beranjak larut.

Jalanan aspal berganti jalan tanah berbatu. Tiba-tiba saya sudah memasuki kawasan tegalan yang cukup sepi. Tak ada rumah rumah. Barisan pepohonan bambu tampak rimbun. Tak ada penerangan yang cukup memadai. Suasana begitu mencekam. Hanya lampu sorot motor yang menjadi penenang perjalanan kami. Pohon pohon tinggi tampak menjulang. Pekat. Segalanya hitam. Semoga pak ery tidak salah membawa saya jalan. Saya lajukan kecepatan motor sembari berdoa semoga takkan tidak terjadi hal hal buruk menimpa. Sekarang musim begal. Saya lebih takut sama begal, maling, atau rampok daripada makhluk halus. Sudah sering lihat makhluk halus juga.

Akhirnya kami tiba di areal kawasan api wanita. Dari kejauhan, bunyi gelegaknya begitu terasa di telinga. Tidak ada sesiapapun disini. Tidak ada rumah-rumah disini. Tak ada orang orang disini. kegelapan menyandera. Untung bulan sabit di atas sana masih menyisakan cahayanya disini.

saya turun dari sepeda motor. Sebuah cahaya kecil bergerak tak teratur di gubuk ujung sana. Seperti percikan api dari sebuah puntung rokok. Ternyata ada orang disini. Saya melihat Bapak tua  sedang merokok di beranda gubuk. Mungkin dia seorang juru kunci. Entahlah.

‚ÄúTak langkong pak. Kaula minta izin nyongo‚Äôa apoy edhinna’ ‚ÄĚ Kata saya dengan kosa kata bahasa madura yang saya kuasai seadanya. Ia kelihatan sibuk menelpon dengan hapenya sambil merokok.

‚Äúenggih‚ÄĚ , Jawab bapak itu sambil meneruskan percakapan diselulernya. sepertinya ia adalah warga sekitar yang sengaja menghabiskan waktu disini. Sebersit kekaguman muncul dari hati saya. Bapak ini memiliki nyali besar untuk berada sendirian di tempat ini. Di tengah gulita tanpa merasa takut sedikitpun akan kehadiran makhluk makhluk astral.

wpid-img_20150402_223800.jpg

Saya mendekati api wanita yang terletak tak jauh dari gubuk. Apinya begitu besar lebih dari yang saya duga. Terasing di tengah tanah tegalan. Hawa panas mendadak menyerang. Sejenak Saya merasa hangat. Saya tak tertarik untuk mencungkil tanah disini. Sedari awal, insting saya sudah merasa tak nyaman. Selain tempatnya yang sedikit angker, Mungkin karena suara gelegak apinya yang terdengar begitu menyeramkan. Sebuah sambutan yang agak ganjil. Sambutan kematian.

Api meliuk liuk dahsyat. Tak lelah. Angin tak mampu menyurutkan nyalanya. Daun daun pohon bergemerisik. Malam semakin larut. Mistis.

Api meliuk liuk dahsyat. Lebih kencang. Menghipnotis malam dalam pusarannya. Tiba-tiba saya merasakan sebuah getaran disini. Terasa begitu nyata. Dekat. Nyanyian api yang terdengar begitu pilu. Menyayat hati.

wpid-img_2530.jpg

Hai kawan, Lihatlah kobarannya, lihatlah tariannya, lihatlah liukannya. Adakah kau melihat? Gerakan-gerakan terpasung. Gerakan gerakan impian tentang  Kebebasan. Kemerdekaan tanpa kendali.

Lihatlah Ratapannya. Disana. Adakah kau melihat? Ia tak lagi memiliki air mata. Kering. Ia telah puasa tidur. Terjaga memohon belas kasihan setiap hari.  Tak tahu dosa apa yang ia perbuat. Tuhan menghukumnya berhenti melangkah. Berhenti Menjalar kemana ia suka. Padahal itu adalah kegemarannya selama di rimba neraka.

Hai kawan. Coba kau dengar. Adakah kau mendengar? Lirihan dan gelegaknya.  Tangisan pilu merindukan tanah leluhur. Ia amat Kesepian. Terasing. Sebatang kara. Ia amat rindu neraka. Kesedihan itu tampak begitu menggumpal. Padat. Tak berbentuk. Ya tuhan, Ingin sekali rasanya memadamkan api api ini. Agar saya tak perlu  lagi  mndengar jeritannya yang menyayat hati.

Rasakan nyalanya, Rasakan hangatnya, Rasakan baranya. Adakah kau merasa?? Api api ini begitu liar. Mendesis Kelaparan. Lama tak merasakan asupan belaian neraka. Ingin sekali lagi rasanya memadamkan api ini dengan sebotol air yang saya bawa. Tapi tak tega. Bukan Tak tega. Lebih tepatnya tak tahu bagaimana harus memadamkan nyala api ini. Saya beristighfar berkali-kali. Ya Allah jadikanlah hambamu ini, penghuni SurgaMu yang Kekal. Amin.

wpid-img_2521.jpg

Mereka yang tak paham dahsyatnya api, akan mengobarkan dengan cara sembrono. Mereka yang tak paham dahsyatnya energi cinta, akan meledakkannya dengan sia-sia- Dewi Lestari.

Keep it Up, Tahajjud !!!

“Dan apabila Kami karuniakan nikmat kepada manusia, berpalinglah dia serta menjauhkan diri (dari bersyukur) dan apabila ia ditimpa kesusahan maka ia berdoa ” (Fussilat 41-51.).

Boleh dibilang selama ini saya termasuk golongan orang yang disebutkan di ayat di atas. Kalo ditimpa musibah baru ingat banyak banyak tentang Allah. Biasanya yang ga pernah baca alquran, tiba-tiba jd suka baca al quran. Kalo mau mendekati musim ujian entah di sekolah atau pas kuliah dulu, pasti dah yang biasanya solatnya sering banter tiba-tiba menjadi khusu’. Biasanya yang shalatnya cuma 3 menit, mendadak lebih dari 5 menit hehe. Doanya pun jadi lebih panjang.

Waktu jaman penerimaan SPMB /SNMPTN, apa boleh buat,¬† sama ortu dilarang ikut PMDK sama sekali..harus ikut tes karena biaya kuliahnya pasti lebih murah dibanding anak2 yang masuk jalur khusus. Padahal ortu saya waktu itu cukup berduit, apa susahnya memasukkan saya ke fakultas kedokteran. “Kalo km mau jadi dokter ga boleh PMDK harus SPMB”. Mindset ortu zaman dulu apalagi yang tergolong mapan pasti dah diwanti-wanti duluan “km harus masuk kedokteran, biar ga susah hidup kamu”. Sebagai anak penurut dan baik hati, maka¬† saya kabulkan permintaan ortu, meski saya sebenarnya cukup realistis bahwa otak saya kurang encer..but saya suka jadi dokter. Dulu idealis banget. Kalo lulus kedokteran mau mengabdi di lembah baliem papua..lembah dimana kita bisa lihat turun salju. kalo lihat papua yang selalu serba kekurangan mulai dari akses pendidikan dan kesehatan, rasanya pengen membantu mensejahterakan rakyat papua. Blusukan ke pedalaman pasti seru tuh. Menyusuri sungai, cadas dan bercengkerama dengan warga lokal sambil merasakan tiduran di rumah adat penduduk setempat.¬† bener bener indahnya jika memiliki kehidupan seeprti itu..bekerja sambil traveling. tidak semua orang mendapatkan kesempatan itu.

Berbagai cara dilakukan biar bisa menembus jurusan kedokteran. Ada juga lho saya zikir sampe 5000 kali baca “Ya Allah” setiap harinya sebab waktu itu sempat baca buku zikir asmaul husna dan kalo dibaca 5000 kali, permintaan kamu bakal dipenuhi. Setiap selesai shalat fardu saya nyicil 1000 kali utk zikir. jadi kalo dikalikan 5 shalat fardu jadi 5000 deh. terus mencoba bangun malem malem pake alarm hape buat ngelakoni tahajjud. Mama seperti biasa pasti puasa kalo pas saya di sekolah masuk musim ujian.

Dulu susah banget mau bangun malam kalo ga dibantu alarm. Yang ada kalo ga pake alarm, tiba-tiba hari menjadi subuh. Mama kadang ngebantuin saya bangun. Anyway, result saya akhirnya gak masuk jurusan kedokteran. hiksss..kecewa sekali. waktu itu saya masih remaja labil. Sempat berburuk sangka, mengapa doa doaku ga diijabah. Mengapa salatku tidak mendapat ganjaran. Sempet stress seharian waktu nama gue ga terpampang di pengumuman lolos SNMPTN di koran. Opsi masuk ke universitas swasta, bakal saya tolak. Bukannya mau mengerdilkan universitas swasta, tetapi selama universitas negeri bisa saya tempuh kenapa ga dicoba. Akhirnya saya nemu di pengumuman koran lokal kalo universitas trunojoyo masih buka pendaftaran baru selain jalur SNMPTN yaitu jalur khusus. biar namanya “jalur khusus”, mahasiswa yang lolos mekanisme ini mulai SPP sampe biaya gedungnya disamakan dengan mahasiswa yang lolos jalur SNMPTN. Anomali memang. Sebagai universitas yang baru 4 tahun berkiprah sebagai universitas negeri yang diakui negara, universitas ini masih sepi peminat. akhirnya saya masuk teknik informatika. saya pikir teknik informatika mirip jurusan komunikasi, eh ternyata semua silabusnya mengenai komputer. Saya sempat mengeyam setahun di universitas ini. Tahun depannya saya diterima di universitas lain.

Setelah bekerja sekarang, rasanya hampir tidak memiliki waktu lagi selain tidur daripada melakukan aktivitas lain. Bayangin dari pagi jam 7 pagi berangkat kantor sampe jam 5 sore baru pulang kantor. itupun kalo tepat waktu. biasanya sering-sering lembur sampe jam 7 malam. Sampe sampe saya sepertinya ga punya hobi membaca. Buku buku baru yang saya beli di gramedia terkadang masih saya anggurin. Jam 7 malam cari makan malam, abis itu kembali kos. mau pegang buku bacaan malah sudah ngantuk duluan.

Dari Anas bin Malik¬†radhiallahu ‚Äėanhu, ia mengatakan, Rasulullah¬†shalallahu ‚Äėalaihi wassalam¬†bersabda:¬†‚ÄúBarangsiapa yang shalat karena Allah selama 40 hari secara berjama‚Äôah dengan mendapatkan Takbir pertama (takbiratul ihramnya imam), maka ditulis untuknya dua kebebasan, yaitu kebebasan dari api neraka dan kebebasan dari sifat kemunafikan.‚ÄĚ (HR. Tirmidzi, dihasankan oleh Syaikh Al Albani di kitab Shahih Al Jami‚Äô II/1089, Al-Silsilah al-Shahihah: IV/629 dan VI/314).

Hadist ini saya dapatkan di sebuah mading di masjid. Waktu itu saya pas lagi traveling kmana gitu. Pas baca hadist ini, saya kepikiran gila 40 hari bisa dapat ganjaran terbebas dari neraka. Saya sempat memikirkan waktu itu bahwa usia saya semakin menua. Dalam beberapa kesempatan saya sering diselamatkan Allah dari berbagai aneka kecelakaan, padahal kejadian kejadian itu saya seperti sudah mendekati ajal. Setelah berkontemplasi cukup lama, hm kalo kira-kira saya mati, tabungan apa yang saya bawa pas dikubur nanti. Semua orang muslim pasti pengennya masuk surga. biar banyak negeri indah yang kau lalui, pasti surga ga terkalahkan keindahannya.

Teringat sebuah hadist ini diatas, mendadak saya yang biasanya lembur sampe jam 7 malam, berusaha menyelesaikan pekerjaan tepat waktu jam 5 sore. Dengar adzan langsung ke masjid, dan anyway 40 hari berturut-turut masih bolong-bolong juga haha. ada saja kendalanya. But saya tidak menyesal, karena merasakan sebuah kenyamanan. Enak ngedengerin imam baca surat surat alquran. Saya lebih menghargai berapa waktu yang diberikan Allah. Dan diantara waktu waktu itu Allah memberikan kesehatan yang tiada kira. berangkat ke masjid dengan badan yang sehat sebenarnya adalah nikmat dari Allah. Gara-gara hadist ini di atas, Saya sering terbangun jam 4 subuh tanpa Alarm. Kalo diniatkan ketika sebelum beranjak tidur, ” Ya Allah Saya pengen salat subuh di masjid. Semoga bisa bangun jam 4 subuh”. Eh beneran ternyata jam segitu saya sering bangun. Saya jadi tahu gimana tips bangun pagi-pagi buta. Tanpa bantuan Alarm sekali. meski kadang kadang saya dibangunin jam setengah 4 pagi. Ada jeda setengah jam menuju subuh. Memikirkan setengah jam menunggu subuh, mungkin Allah pengen saya salat tahajjud sekalian sebelum shalat subuh. Padahal setengah jam itu mata saya masih minta tiduran lagi. seringkali sedikit memaksakan diri berusaha salat tahajjud meski harus terhuyung-huyung badan saya ke kamar mandi sambil menahan kantuk. Tapi dibalik keyakinan di hati ini semoga Allah tetap mengistiqomahkan ibadah saya. Semoga Allah menyamakan semangat tahajjud saya sama seperti semangatnya saya hendak memunaikan shalat-shalat wajib. Tidak setengah hati lagi. Amin.

tahajjud

%d blogger menyukai ini: