Semarak Imlek Kota Singkawang


>

 pesta kembang api menandai masuknya tahun baru cina
 lampion raksasa

Sebenarnya saya lagi malas bikin blog, tapi tidak tahu kenapa hari ini seperti ada tangan tak tampak yang menuntun hati saya untuk membuat tulisan ini. Well, saya terinspirasi sekali dengan foto foto teman saya di situs sebelah tentang perayaan Imlek. Saya pernah merasakan sekali hingar bingar penyambutan tahun baru cina. Kejadian ini saya alami ketika saya bekerja  di kota Singkawang. Kota yang sebenarnya pada awalnya masih asing bagi saya-walaupun akhirnya ternyata saya juga bisa menginjakkan kaki saya disana ketika mendapatkan mutasi kerja. Awal awal bekerja di kota singkawang selalu bawaannya homesick, kangen rumah di jawa maklum baru pertama kali jauh dari orang tua. Tidak mau terjebak di kosan terus, saya mencoba mengusir kebosanan saya dengan melanglang buana alias ngebolang seantero kota singkawang. U know, Singkawang is the hidden paradise city for me. Tidak hanya memiliki pantai dan kuil kuil, tetapi juga bukit bukit yang mengelilingi kota singkawang yang membuat kota ini selalu tampak adem bin sejuk meski dilalui garis khatulistiwa. Hal semacam ini tentunya membuat saya betah bertempat tinggal di kota singkawang dan sedih sekali ketika harus meninggalkan kota  ini karena mendapatkan tugas belajar di Jakarta. Saya beruntung mempunyai teman kantor yang hobi jalan jalan terutama bang yadi . Mungkin kalau tidak ada bang Yadi, saya mungkin tidak akan terlalu hafal dengan seluk beluk kota ini. Apalagi dengan suka relanya dia meminjamkan motornya ketika saya masih belum memiliki cukup duit untuk membelinya. Banyak sekali momen yang membuat saya selalu terkenang akan kota Singkawang. Dalam blog ini saya ingin berbagi kisah tentang perayaan imlek dan Festival Cap Gomeh di kota Singkawang yang pernah saya alami.

     me dengan lampion lampion

Hiasan Lampion di Pohon Beringin

Well, ketika perayaan imlek tiba, semua sudut kota berparaskan lampion-lampion. tidak hanya ditemukan di jalanan saja, Rumah rumah penduduk seakan tidak mau kalah menyambut gema imlek. biasanya selain lampion, di teras rumah juga digantung kertas-kertas berwarna merah nan cantik dengan gambar gambar yang lucu dan dihiasi kerlap kerlip lampu aneka warna dengan warna merah sebagai warna dominasi. rumah satu dengan rumah sekitarnya berlomba-lomba menampilkan wajah terbaik dalam menyambut imlek. Bagi mereka Imlek adalah puncak perayaan  kota singkawang yang sebagian besar penduduknya didiami hampir 80% etnis tionghoa hokkian.

Barongsai Jalanan

biasanya sekali pertunjukan barongsai, mereka bisa mendapatkan pendapatan sebesar 1 juta. Rezeki benar benar nomplok ketika perayaan imlek. Mereka biasanya mengincar perumahan juragan juragan cina yang kaya dan melakukan pertunjukan di sekitar jalanan tersebut. ide yang brilian.

Festival LaguMandarin

kue keranjang terbesar untuk memecahkan rekor muri

antrean warga yang ingin merasakan kue keranjang

Kue keranjang (sering disingkat Kue ranjang) yang disebut juga sebagai Nian Gao (年糕) atau dalam dialek Hokkian Tii Kwee (甜棵) , yang mendapat nama dari wadah cetaknya yang berbentuk keranjang , adalahkue yang terbuat dari tepung ketan dan gula , serta mempunyai tekstur yang kenyal dan lengket. Kue ini merupakan salah satu kue khas atau wajib perayaantahun baru Imlek. Kue keranjang ini mulai dipergunakan sebagai sesaji pada upacara sembahyang leluhur, enam hari menjelang tahun baru Imlek (Jie Sie Siang Ang), dan puncaknya pada malam menjelang tahun baru Imlek. Sebagai sesaji, kue ini biasanya tidak dimakan sampai Cap Go Meh (malam ke-15 setelah Imlek)

                             kue keranjang

Dipercaya pada awalnya kue, ini ditujukan sebagai hidangan untuk menyenangkan dewa Tungku agar membawa laporan yang menyenangkan kepada raja Surga (玉皇大帝,Yu Huang Da Di). Selain itu, bentuknya yang bulat bermakna agar keluarga yang merayakan Imlek tersebut dapat terus bersatu, rukun dan bulat tekad dalam menghadapi tahun yang akan datang.

Pawai Lampion

    Tatung Menjadi dayak tarik Festival Cap Go Meh

Atraksi “tatung” dalam memeriahkan perayaan Cap Go Meh (15 hari Imlek menurut penanggalan China) merupakan salah satu ritual dalam membersihkan suatu kota dari gangguan roh-roh jahat. Tatung sendiri adalah seorang dukun yang kerasukan arwah leluhur atau roh setelah menjalani ritual. Setelah kerasukan roh seorang tatung tersebut melakukan berbagai atraksi di luar kemampuan manusia sadar, seperti berdiri di atas sebilah pedang tajam, Menusuk pipinya hingga tembus ke pipi sebelahnya dengan Jarum / Potongan kayu yang ujungnya sudah diruncingkan  bahkan tidak segan-segan menggigit seekor binatang hidup, seperti, anjing, ayam dll. Mereka diarak di sepanjang jalan kota singkawang dan tempat perhentian terakhir setelah pawai Cap Go Meh adalah di kelenteng yang terletak di jantung kota. Keberadaan kelenteng ini tidak bisa dilepaskan dari bagian sejarah kota singkawang, karena disinilah peradaban kota singkawang hidup. toko toko pedagang bermunculan di sekitar kelenteng ini dan menjadi pusat sentra strategis perdagangan rakyat. Kelenteng ini biasanya sangat ramai diziarahi oleh masyarakat tionghoa pada hari hari suci umat khonghucu. Umumnya penduduk kota singkawang menyebutkan kelenteng ini dengan kata “pekong”.


Me dengan Tatung Yang Belum Kerasukan Roh.

Kelenteng di Jantung Kota
sebagian foto dibawah ini saya ambil dari album teman saya.
 
mbak Deny sangat  menikmati perayaan imlek
narsis di depan replika kelinci
Patung Kelinci menyambut tahun kelinci
serasa di negeri sakura

Buat teman teman blogger yang masih penasaran, anda bisa bikin rencana jalan-jalan ke kota singkawang untuk menyaksikan pesona Imlek disana. Saya menjamin,teman teman blogger tidak akan kecewa dan bakal mendapatkan kepuasan tersendiri. Karena saya  sendiri pernah mengalaminya. biasanya ketika mendekati imlek, hampir semua kamar hotel sudah di boking. turis turis berdatangan dari segala macam penjuru seperti sarawak,sabah, jakarta maupun taiwan. Tapi jangan khawatir, karena masih banyak rumah penduduk yang disulap jadi kosan harian ketika imlek. Ongkos penginapan semalam sekitar 80 rb/hari untuk satu kamar. Well, tunggu apalagi !!

Tentang Indra

Civil Servant and Independent Traveler
Galeri | Pos ini dipublikasikan di My Adventure dan tag , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: