So…why the world is still silent?


Sebenarnya saya sudah lama ingin menulis blog tentang ini. Hasrat ini berawal ketika saya menyadari dengan melihat kalender bahwa tanggal 1 Juni kemarin, kita tengah memperingati hari anak-anak sedunia. Karena saya masih sedang dalam suasana ujian di kampus, terpaksa untuk sementara aktivitas blogging saya pending.

Here, I want to talk about Palestina. Sebenarnya saya baru mengetahui masalah palestina ketika semasa di SMA. Itupun dari sebuah majalah yang diberi teman saya. Tidak hanya majalah, tetapi juga novel-novel yang dengan heroik membela keberadaan Palestina. Dulu waktu kecil jaman esde, saya sering menyaksikan dunia dalam berita di TVRI tentang tragedi pembantaian di bosnia maupun palestina. Namun pikiran kecil saya belum menjangkau bahwa telah ada tragedi kemanusiaan disana. Pikiran masa kecil saya waktu itu adalah takjub menyaksikan tank tank yang moncongnya dengan gagahnya membunuh pemberontak atau penjahat. Tentara-tentara berbaju loreng lengkap dengan senjata senapannya. Tetapi ketika saya sudah besar dan telah berada pada tingkat”memahami”, saya menyadari bahwa pikiran masa kecil saya tidaklah benar adanya.

Di saat anak anak di belahan dunia lain begitu euforia menyambut momen perayaan ini, tidaklah demikian anak anak di palestina. Mereka dengan wajah pucat pasi menanti ajalnya. Di saat seusia mereka, anak anak di dunia lain telah diajari merajut mimpi, namun bocah bocah palestina telah menyulam darah. Ranjau adalah mainan mereka. Bau Mesiu telah menjadi aroma sehari-hari mereka. Tak ada tempat merangkai harapan. Buyar seketika bersama kobaran asap yang mencabik cabik langit Palestina. Mereka adalah jundi jundi kecil. Mereka mereka adalah anak anak tidak berdaya. Anak-anak tak bertuan. Entah sudah keberapa kalinya saya sedikit menitikkan air mata setiap disodori foto foto atau gambar dari internet tentang palestina yang saya temukan dengan tidak sengaja. Entah sudah keberapa kalinya hati ini juga begitu sesak tak bisa bernapas. kesadaran merasa menjadi manusia bodoh sedunia dan pengecut-yang tidak pernah sama sekali berbuat banyak membantu saudaranya. Well, Palestina bukan masalah islam semata. Tetapi umat sedunia dan semua agama. Because Humanity is universal. So why does this world keep silent??

 

look at her eyes

 Please tell us how to smile again

You don’t know, even how painful it is

sometimes we think hopefully that our children not have the same fate as them

this poor baby cannot choose which land to be born, if they could

 could I run to catch kites tomorrow ??

they say, childhood is beautiful moment. can we feel it?


So how many pictures are needed for describing them, The palestinian children have been...

There are times I find it hard to sleep at night
We are living through such trouble times
And every child that reaches out
For someone to hold
For one moment
They become my ownAnd how can I pretend that I don’t know
What’s going on?
When every second
And every minute
Another soul is gone 

And I believe that in my life
I will see
An end to hopelessness
Or giving up
Or suffering

Then we all stand together this one time
Then no one will get left behind
And stand up for life
Stand up
And here me sing
Stand up
For love

Mojokerto. 5 Juni 2011

ketika aksi tak mendapat perhatian, suara tak lagi di dengar, I hope, blog can be the way to awaken our humanity.

Tentang Indra

Civil Servant and Independent Traveler
Galeri | Pos ini dipublikasikan di My Story dan tag , , , , , , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke So…why the world is still silent?

  1. Anonim berkata:

    gila kejam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s