Serunya Nonton Djarum Indonesia Open Premier Super Series

Begini enaknya kalau hidup di Jakarta. Mau jadi suporter dan teriak teriak untuk mendukung Timnas, tinggal datang aja ke Gelora Bung Karno. Karena saya sudah cinta mati satu dua sampai cinta mati tiga kepada olahraga tepok bulu, kesempatan menonton Djarum Indonesia Open Premier Super Series pun tidak saya sia-siakan. Dulu cuma bisanya lihat lewat layarLanjutkan membaca “Serunya Nonton Djarum Indonesia Open Premier Super Series”

Beri peringkat:

Anggun(a) : Namamu Kini

Jangan sampe salah baca yah! saya disini tidak sedang membahas seorang penyanyi bernama Anggun. Penyanyi Indonesia yang udah go international. Saya juga bukan Anggun Lover. Jadi jangan harap disini anda menemukan embel embel yang berhubungan dengan Mbak Anggun. Disini saya hanya ingin membahas Angguna. Mungkin yang berdomisili di surabaya, pasti familiar dengan jenis kendaraan ini.Lanjutkan membaca “Anggun(a) : Namamu Kini”

Beri peringkat:

Kue Mento : Jajanan Khas Madura

Setelah dua kali lebaran atau 2 tahun lamanya, akhirnya kesampaian juga saya bisa mencicipi kue mento. Kue khas Madura untuk bulan ramadhan yang super legit. Yang membuat saya selalu rindu dengan datangnya ramadhan. Ketika saya berada di Singkawang Kalimantan maupun Jakarta, yang saya rindukan di kala berbuka puasa adalah kue mento. Rasanya begitu hambar kalauLanjutkan membaca “Kue Mento : Jajanan Khas Madura”

Beri peringkat:

Baca Tentang Air Yang Tak Bercampur di Al-Qur’an, Prof. Jacques-Yves Costeau (Oceanografer) Masuk Islam

Seorang pakar kelautan terkemuka dunia, Prof. Jacques-Yves Costeau menyatakan betapa terpesonanya ia kepada Al-Quran yang telah memberikan jawaban dari pencariannya selama ini. Prof. Jacques Yves Costeau seorang oceanografer. Siapapun yang suka dengan Discovery Channel, pasti tidak asing lagi dengan sosok ini. Ketika sedang menyelam menemukan beberapa mata air tawar di tengah kedalaman lautan. Mata airLanjutkan membaca “Baca Tentang Air Yang Tak Bercampur di Al-Qur’an, Prof. Jacques-Yves Costeau (Oceanografer) Masuk Islam”

Beri peringkat:

Baca Tentang Luka Bakar di Al-Quran, Prof. Tajaten Tahasen (Farmakolog Thailand) masuk Islam

Terbukanya tabir hati ahli farmakologi Thailand Profesor Tajaten Tahasen, Dekan Fakultas Farmasi Universitas Chiang Mai Thailand, baru-baru ini menyatakan diri masuk Islam saat membaca makalah Profesor Keith Moore dari Amerika. Keith Moore adalah ahli Embriologi terkemuka dari Kanada yang mengutip surat An-Nisa ayat 56 yang menjelaskan bahwa luka bakar yang cukup dalam tidak menimbulkan sakitLanjutkan membaca “Baca Tentang Luka Bakar di Al-Quran, Prof. Tajaten Tahasen (Farmakolog Thailand) masuk Islam”

Beri peringkat:

Winnetou : Novel Abadi Yang Luar Biasa

Kalau pulang kampung ke rumah ortu, saya biasanya suka mengecek kembali lemari perpustakaan saya di rumah. Merapikan buku dan Membersihkan debu yang berserakan. Terkadang ada keinginan untuk membaca kembali buku-buku tersebut. Ketika menyaksikan buku buku koleksi saya, saya sering terharu sendiri. Teringat bagaimana susahnya memperoleh buku buku tersebut. Mulai dari menabung uang jajan saya ketikaLanjutkan membaca “Winnetou : Novel Abadi Yang Luar Biasa”

Beri peringkat:

Pengalaman hidup semalam bersama bule

Bertemu dengan Bule??hm..seringlah. Ketemu di jalan, ketemu di pantai, di mall dan ketemu di tempat objek wisata. Ngobrol dengan bule? Pernah sih. Paling-paling cuma say hello terus kabur hehehe. Takut giliran ditanya sama bulenya malah gak bisa jawab. Ketika saya di Kalimantan, saya punya pengalaman seru bertemu dengan bule dan mengajaknya ngobrol secara langsung. PengalamanLanjutkan membaca “Pengalaman hidup semalam bersama bule”

Beri peringkat:

Film Mestakung : Film dengan Warna Lokal Madura

Tanpa sengaja saya nyasar ke blog orang. Di blog tersebut tertulis bahwa buku Mestakung (baca : Semesta Mendukung) karya Yohanes Surya akan diadaptasikan ke layar lebar. Ingatan saya pun kembali melayang ke lima tahun yang silam. Saya pernah membaca buku penuh inspirasi ini. Buku tentang perjuangan siswa siswa Indonesia dalam ajang Olimpiade Fisika Tingkat Dunia.Lanjutkan membaca “Film Mestakung : Film dengan Warna Lokal Madura”

Beri peringkat: