Pengalaman hidup semalam bersama bule


Bertemu dengan Bule??hm..seringlah. Ketemu di jalan, ketemu di pantai, di mall dan ketemu di tempat objek wisata. Ngobrol dengan bule? Pernah sih. Paling-paling cuma say hello terus kabur hehehe. Takut giliran ditanya sama bulenya malah gak bisa jawab. Ketika saya di Kalimantan, saya punya pengalaman seru bertemu dengan bule dan mengajaknya ngobrol secara langsung. Pengalaman yang menurut saya mengesankan karena cuma bermodal nekad. Kalau ingat kejadian ini, saya pengen ketawa-ketiwi sendiri. Hah!!kok bisa??

Hari Sabtu  tanggal 22 May 2010, saya pergi ke warnet di dekat kos saya. Waktu itu saya mau menyaksikan streaming pertandingan Semifinal Piala Uber Cup dimana Tim Uber Indonesia melawan Tim Uber China. Trans 7 sebagai pemegang Hak siar pertandingan Uber CUp kembali mengacak siarannya bagi mereka yang menggunakan Parabola. Sebagai Pecinta setia Olahraga Badminton wajar dong kalau saya agak sedikit kecewa meski akhirnya harus terpaksa menyaksikan via internet TV di warnet. Mau nonton di tetangga juga pake parabola. Maklum di Kota Singkawang Siaran televisi belum terjamah dengan antena UHF seperti yang dipakai di kampung kampung di jawa.

Di sela sela menonton acara pertandingan, saya membuka email account saya di Yahoo. Saya menerima banyak pesan di inbox salah satunya dari member hospitality Club. Bagi anda yang menyukai hal tentang dunia backpacking, pasti dong tidak asing lagi dengan situs ini. Hospitality club ini merupakan sebuah wadah bagi mereka yang ingin traveling keliling dunia dengan tanpa mengeluarkan biaya yang begitu banyak. Disini kamu akan mendapatkan teman dari berbagai negara yang mungkin bersedia memberi kamu penginapan atau akomodasi begitu kamu jalan jalan ke negaranya. Intinya, situs ini selain forum untuk para traveler juga mencoba untuk menyatukan manusia di planet ini dan hidup rukun bersama dalam perbedaan yang ada. Seperti yang bisa kamu  baca ide pendirian jejaring sosial ini di situsnya :

The club is supported by volunteers who believe in one idea: by bringing travelers in touch with people in the place they visit, and by giving “locals” a chance to meet people from other cultures we can increase intercultural understanding and strengthen the peace on our planet. Do you love meeting people from other cultures? Do you love traveling? Do you love helping other people? Then this is the place for you to be! Hm.. menarik bukan??

Kemudian saya buka pesan masuk dari member Hospitality Club.

>

Hi, Indra!

I and my friend Vlada are travelling around Asia to shoot photo and video about local culture, traditions, festivals, exotic professions, religious rituals etc. We are coming to Singkawang on Monday (24/05). We would be very appreciated if you recommend us some interesting places or events to shoot.

Will it be possible to stay at your place for a couple of days? Or do you know some place to stay (not expensive)?

Grigory Koubatian(now in Pontianak)

<

Gila gak?? ada bule mau ketemu saya!!! mesti gimana neh. Bahasa Inggris juga masih belepotan. Saya menjadi panik sendiri. Pengennya sih saya tolak. Tapi gak jadi. Pikir saya sih itung itung cari pengalaman bersama bule. Biar tahu bule itu sebenarnya kayak apa. Gak bisa ngomong bahasa inggris kan masih bisa pake bahasa tubuh. oke oke hehehe . tapi, sebentar dulu. dia katanya mau datang hari senin. bukannya hari senin tuh saya harus masuk kerja. kalau bolos bisa-bisa gaji saya dipotong dan dimarahi atasan. mesti gimana neh. Dengan sedikit kecewa saya membalas email dia :

>

Hi Koubatian! I have just read your message. I would like happy to welcome u here. it’s my first time become host to member of hospitality club. There are no special events on monday and next days .But on Saturday Now, there are traditional Song and Dance Festival in city hall and lantern parade on Sunday Tomorrow.

On monday through friday, I have to go to work at my office. my workhours is 8 am to 5 pm. So maybe I can just accompany u to visit interesting places at afternoon until night. Have coffee or culinary tours in evening can also do. If u come here at saturday or sunday, I would be nice and happy to bring u to all interesting places along day.Many places here u can shoot. Singkawang has a great landscape. U can shoot sea view from the top of City hill in Rindu Alam. Rindu Alam has natural and exotic scenery. Besides that, Singkawang has few traditional and religious places like Vihara, kelenteng, etc. My english is not too good but I am glad to meet people from other countries.

Please confirm Me by sending message to my handphone : 62856486xxxx or via email : ardy_brownies@yahoo.co.id . So I can arrange schedule and place where we will meet.

Best regards

<

Gak nyangka saya balas email dia. Semalaman saya perkosa tuh buku kamus Indonesia-Inggris. Ngapalin kata kata kerja yang selalu muncul dalam percakapan. Takut takut dia jadi mampir ke singkawang. beuh.

terus hari seninnya saya mendapat balasan email dari dia :

>

Hi, Indra!

Thank you for invitation. It seems we are coming to Singkawang today (Tuesday) evening. I`ll call you when we reach the city.

Grigory Koubatian

<

<

Terus Selasa Sore pas pulang kantor aku menerima telpon dari nomor hp tidak dikenal. Setelah diangkat ternyata dari si bule itu. Gila nih bule ngomongnya cepat banget. Saya saja tidak mengerti apa yang diomongin dia. Panas dingin tubuh saya. Untung saya segera menguasai keadaan.

“Hi Koubatian. Is there any Indonesian people around you? Can you give your phone to them, I wanna chat to know your position?

“Oke”

“Halo, mas ini ada bule di counter saya” teriak seorang di sebelah sana

“Yah Pak, emang bulenya ada dimana?”

“Ini di counter hape saya dekat terminal. Tadi bulenya pinjam hape ke counter, mau hubungi temannya di singkawang”

“Iya kah?

“Iya mas, katanya dia gak punya hp, trus bilang mw pinjam hape”

Hahaha dasar bule nekad. Akhirnya saya bilang ke si pemilik hp kalo saya akan segera menjemput bule tersebut. Setelah absen kantor sore, saya langsung go to terminal. Disana saya bertemu koubatian dan pacarnya bernama Vlada. Ya ampun tas backpackernya gede sekali. Barang bawaannya juga banyak. Hampir saja sepeda saya oleng gara-gara bawa bule itu dan tasnya pfffh.

Begitu mengantar sampai kos, aku bilang sama Koubatian and Vlada. “You can take a rest or stay here. This room is yours. Tonight, I’ll be going to bed in my friend’s room. So don’t worry and Please feel free at my place”. Setelah itu si koubatian pinjam ember buat cuci baju. Magrib magrib dia cuci. Tas dan pakaiannya basah waktu naik bus dari pontianak. Sama kondekturnya, tasnya harus ditaroh diatas atap bus. Gak tahunya datang hujan, basah tuh tas. Untung laptopnya masih hidup. Dia juga kaget kalo di Kalimantan busnya tuh ngangkut lemari, sofa dan sepeda motor di atas atap bus. Kayak orang mau pindahan rumah. Trus dia batuk di bus gara-gara asap rokok penumpang. Padahal kalau di Rusia ada larangan merokok di tempat-tempat publik. Jadi malu dengernya.

Malemnya saya ajak mereka dinner di salah satu restoran di singkawang. Saya juga mengajak teman kantor saya, Giri anak bandung. Saya tahu kalo giri tuh jago banget bahasa inggrisnya, makanya saya embat paksa anak itu dari kos nemeni saya dengan bule-bule tersebut. Bulenya ternyata vegetarian. Gak mau beef. Ya udah akhirnya saya pilihkan empek-empek sama ikan bawal asam manis and sup jagung. Mereka sangat suka dengan empek empek. katanya masakan ini belum pernah dijumpainya selama perjalanannya di Asia. So spicy and delicious.  this is tasty. like this “. hoho Jadi seneng denger bulenya suka.

Setelah puas dinner saya ajak keliling kota dulu sebelum balik ke kos. Sebelum tidur malam, saya bilang sama si  bule tersebut kalau besok pagi saya tidak bisa menemani mereka jalan-jalan karena mesti berangkat kerja. Mungkin saya bisa mengajak mereka jalan-jalan ke pantai di sore hari. Tapi si bule tersebut menolak. Dia bilang  lebih suka bila diajak bertemu suku dayak daripada pergi ke pantai. Terus pengen ngeliat festival kebudayaaan atau keagamaan.  kemudian saya menyarankan agar menghubungi member hospitality club yang lain di singkawang yang mana mau mengajak mereka jalan-jalan ke tempat menarik. Akhirnya saya mendapat kepastian dari Koubatian kalau dia sudah menghubungi member lain di singkawang yang bernama Mr. Andy. Nah si Mr Andy ini keturunan Tionghoa WNI, yang mahir berbahasa inggris, Bahasa Kanton dan Bahasa mandarin. Ceritanya Kakek Mr. Andy ini dulunya orang hongkong yang mengungsi ke Indonesia dan menetap di kota singkawang ketika Perang Dunia 2 bergejolak dimana Jepang menginvasi China. Nah sekarang Kakek Pak Andy sudah kembali menetap di Hongkong, bahkan saudara-saudara Mr. Andy sendiri banyak yang bersekolah di Hongkong. Dia juga bilang kepada saya : kalau kamu mau pinter bahasa mandarin kamu bisa belajar ngomong dengan orang cina singkawang, meski Orang Cina Singkawang menggunakan bahasa Hakka ( Bahasa daerah Cina Ras Khek). Bahasa Hakka ini adalah bahasa nasional Taiwan. Hampir 6000 kata bahasa hakka ada dalam bahasa mandarin. Ow geto toh. Saya jadi paham mengapa ada cukup banyak amoy singkawang disini yang kawin dengan orang china  Taiwan. Thank Mr Andy, Anda benar benar telah menolong saya dengan mengurus bule bule itu. I’ll repay your help in one day. I owe U. Pagi harinya Mr Andy menjemput bule-bule tersebut di kosan saya. saya juga ngasih kunci duplikat kamar saya ke bule tersebut.

Pas siang harinya saya balik ke kos dari kantor. Kaget juga lihat bulenya sudah datang dari jalan-jalan. Cepet banget. Terus setelah ditanyain, si bule menjawab kalau sudah diajak Mr. Andy ngelihat vihara, kelenteng di Tengah kota dan menonton Festival pekan gawai dayak. Mirip mirip festival panen. Sayang sekali festival pekan gawai dayak, acaranya sudah selesai begitu mereka sampai disana. Oh malangnya !!

Terus pada malam harinya saya mengajak Mr andy dan bule-bule tersebut makan malem. Saya mengajaknya ke Villa Bukit Mas. Dari villa ini bisa lihat kota singkawang dari ketinggian. Sebenarnya gak pas dibilang Villa mungkin semacam hotel, tapi dibilang hotel juga kurang pas. Semacam tempat wisata ada kolam renangnya, restoran dan juga menyediakan tempat penginapan. Saya ajak makan salad sayur dan minum jus buah. kemudian pas makan malam tersebut kita mulai ngobrol banyak. Tentang dua Negara dan masyarakatnya. Koubatian bilang kalo di Negara Rusia tuh orangnya cinta keluarga. Meski sudah menikah biasanya mereka tetap tinggal dengan orang tuanya. Di Rusia, korupsi juga banyak. Umumnya dilakukan pegawai negeri sipil maupun pemerintahannya. Inflasi juga gede sekitar 20%. Pokoknya dia cerita banyak deh tentang rusia. Giliran saya cerita tentang Indonesia, eh malah saya bingung. Speechless. Akhirnya saya bilang Indonesia is blessed country. We have so many cultures, traditions and various communites  but we love the diversity of them. We love our nation. We have hard times. Our country have many terrors. Some people try to break our harmonius country but we can overcome it. Ceileee.,bahasanya. kaget juga saya tiba-tiba ngomong begini. Meluncur begitu saja dari mulut saya.

Koubatian mulai cerita lagi. Dia ngomong kalau sudah mengunjungi 75 negara di dunia. Dia bilang kalau pernah punya pengalaman menempuh Rusia ke Afrika dengan mengendarai sepeda motor. Saya jadi bertanya kepada dia apakah dia mempunyai perusahaan atau usaha di rusia?? kayaknya gak wajar kalau dia pernah jalan2 ke negara sebanyak itu dengan uang pas-pasan. Kemudian dia menjawab kalau profesi dia adalah seorang jurnalis dan fotografer. “Ketika uang saya habis, Saya akan kembali ke negara rusia dan menjual tulisan-tulisan saya tentang perjalanan saya terutama liputan tentang kebudayaan. Saya prefer ke asia karena unik. Begitu saya mendapat uang, saya lantas mengunjungi Negara-negara lain yang belum pernah saya kunjungi. kalau boleh saya bilang, hampir separuh dunia saya kunjungi. Saya pernah jugaa jadi volunteer di Amerika latin sehingga saya bisa banyak bahasa spanyol”. Salut deh.

Terus dia cerita kalau pernah terlibat proyek ekspedisi ke antartika. posisinya waktu itu menjadi seorang jurnalis. Di antartika, dia melihat bagaimana dunia telah bergeser dari posisinya (masa sihhh). Dia bilang  kalau disana menemukan dedaunan di antartika. Well, daun tersebut masih awet dan berumur jutaan tahun yang lalu. Jadi di antartika dulunya mungkin adalah sebuah hutan. Makanya dia percaya banget dengan adanya evolusi. Dia bilang kalau dunia ini akan hancur dan  hanya mereka yang hidup di air yang akan bertahan. Semua kehidupan akan bermula dari air lagi. oooohhh.(tapi tetep aja saya gak percaya hehehe).Intinya dia percaya setelah kiamat akan kehidupan lagi. Pas giliran dia tanya pendapat saya tentang evolusi, jelas-jelas saya menolak teori itu dan saya percaya kalau ada akhir dari dunia atau kiamat geto.

Setelah dinner, akhirnya kami kembali ke kos. sebelum kami berangkat tidur, si Koubatian menawarkan kepada saya file-file video dokumenter tentang Rusia dan video perjalanannya. saya hanya meminta sedikit file dengan menggunakan flasdisk saya. Pengennya sih minta film bokep rusia hehehe tapi gak jadi. terus udah itu aku dikasih sebuah pin bergambar Presiden Lenin dengan tulisan bahasa rusia di sekitar gambar itu. Dan sebagai balasannya, saya juga ngasih hadiah berupa uang koin logam Rp 500 ke dia dan saya bilang kalau uang logam ini adalah uang keberuntungan orang Indonesia.”If u feel down or  unlucky, u can hold it tightly and afterthat, happiness will come”. Padahal saya bohong hehehe. maunya aku kasih baju batik, tapi gak jadi abis travel bag-nya udah penuh. gantungan kunci khas indonesia juga gak punya, terpaksa saya kasih koin itu. terus aku juga bilang kepada mereka kalau aku agak sedikit kecewa tidak bisa menjadi tuan rumah yang baik. bahasa inggrisku juga kacau balau. Lalu si bule itu menjawab “Indra. you are very kind and hospitable. You don’t need to improve yourself. You are already perfect. Thank for your caring,hospitality and generosity. Koubatian and Vlada will remember Singkawang because of You. Udah itu saya langsung speechless. Tersanjung.” Thank a lot Koubatian and Vlada. You make me keep Spirit and Stronger”.

Keesokan Paginya, aku mengantar mereka ke stasiun bus Singkawang. Rencananya mereka akan melanjutkan perjalanan mereka ke malaysia timur, brunei dan filipina dengan bus Jurusan Singkawang-Entikong (the Border of Indonesia-Malaysia). Sebelum mereka naik bus, kita foto foto dulu di terminal hehehe.nih fotonya :

dari kiri ( koubatian, Me, Vlada)

Bintaro, 8 Agustus 2011

Tentang Indra

Civil Servant and Independent Traveler
Galeri | Pos ini dipublikasikan di My Story dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

10 Balasan ke Pengalaman hidup semalam bersama bule

  1. EffanStefan berkata:

    keren ndra! lanjutkan. kakaka…omes mulu ni bocah

  2. Adie Riyanto berkata:

    speechless bacanya. judulnya perlu direvisi, kan g hanya semalam. jd ngiri, walo sering maen2 brg bule, tp blm pernah jd host. salut deh. jgn sampe mslh bahasa menghalangi kongkow ama bule hehehe

  3. keren banget! pengen dongg!

  4. lehan berkata:

    mas. aku sih pernah lihat juga itu si vlada. kayaknya bner deh kalo dia pernah jalan jalan ke 75negara. saya pernah lihatnya dipangandaran.

  5. muflihati lily berkata:

    haaaaaa
    kaya pernah liat mereka di Yogyakarta😮

  6. Geang berkata:

    Keren bang critanya..

  7. edo floress berkata:

    Mantap banget…hampir serupa pengalamanx tp bule teman ku dari turki

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s