Kue Mento : Jajanan Khas Madura


Setelah dua kali lebaran atau 2 tahun lamanya, akhirnya kesampaian juga saya bisa mencicipi kue mento. Kue khas Madura untuk bulan ramadhan yang super legit. Yang membuat saya selalu rindu dengan datangnya ramadhan. Ketika saya berada di Singkawang Kalimantan maupun Jakarta, yang saya rindukan di kala berbuka puasa adalah kue mento. Rasanya begitu hambar kalau berbuka tidak ditemani kue mento. Sudah menjadi menu wajib keluarga sejak saya kecil bersama bubur lodeh. Ortu saya biasa memesan kue mento kepada tetangga dekat rumah. Terutama  kue mento ala Masterchef Mbok Ruk. Dari kue mento yang saya cicipi di seantero sumenep, rasa kue mento ala Mbok Ruk yang tetap nomor satu di hati. Pas banget di mulut. So yummy and mamma mia lezatos. Di Kalimantan bahkan di Jakarta saya belum pernah menemui kue khas ini. Kue mento ini mirip risoles. Didalamnya ada potongan buah pepaya atau juga isi irisan wortel. Rasa dan aromanya  mirip kue bawang. Cuma yang membedakan, kue ini dikukus dengan santan. Pengennya saya mencoba ingin mengenalkan kue ini sebagai salah satu kue khas nusantara seperti halnya bakpia dan bikang ambon. Sehingga bisa dikenal luas di penjuru Indonesia. Pengennya buka gerai kue mento. Siapa tahu bisa jadi ladang bisnis yang menggairahkan. Kendalanya, kue ini adalah jenis kue basah. Cuma bisa bertahan satu hari karena ditaburin dengan santan sebagai topping-nya. Sehingga tidak terkesan praktis. Sebenarnya hal ini bisa  diakalin. Kue mento bisa dijual terpisah dengan santannya. Pembeli bisa mengukus sendiri dengan santan di rumah. Mirip waktu saya beli pempek, dimana kuahnya tidak langsung ditaburi ke daging pempeknya.

Bulan ramadhan tahun ini saya tetap masuk kampus. Udah gitu puasa-puasa harus menempuh UTS. Bikin tambah laper perut. Tapi disinilah letak keindahan puasa. Diuji kesabaran untuk mengendalikan nafsu makan. Kita diajak belajar, bagaimana kalau kita menjadi orang yang untuk mencari makan saja begitu susah. Dengan puasa akan menambah rasa sensivitas kita untuk peduli terhadap sesama. Kalau diitung itung dan dipikir, ternyata Nikmat Allah tuh benar benar tidak terbatas yah. Alhamdulillah Ya Alloh, semoga menjadi sesuatu yah ^^

Terbersit keinginan di hati saya untuk belajar membuat kue ini secara langsung kepada ahlinya. Apalagi bila nanti saya harus mandiri dan jauh dari tanah madura. Dimana kalau tiba-tiba kangen, saya bisa membuat kue ini by myself sehingga tidak perlu bingung bila ramadhan tiba. Jadi teringat sore pertama di bulan ramadhan di Jakarta. Saya sempat ngabuburit di dekat kompleks perumahan dekat kos-kosan saya. Siapa tahu saya bisa berjumpa dengan orang jualan mento. Sayangnya upaya saya yang full hope ini harus berakhir dengan sia-sia. Yang ada saya malah ketemu penjual kolak pisang, kue gorengan, es campur dan es kelapa. Untungnya kegiatan kampus selesai pada hari ke 24 bulan ramadhan. Saya langsung minggat dari kosan saya menuju kampung halaman. Biasanya kalo hari ke 25 ramadhan ke atas susah sekali menemukan orang yang menjual kue mento di kampung saya. Karena biasanya my neighbours pada hari tersebut sibuk menyiapkan kue lebaran. Beruntung kemarin Mbok Ruk masih baik hati untuk membuatkan saya kue mento. Alhamdulillah dia mau mengerti banget , karena saya sudah dua tahun tidak merasakan kue buatannya. Thanks banget yah Mbok Ruk.You are my really Jang-Geum.

Tentang Indra

Civil Servant and Independent Traveler
Galeri | Pos ini dipublikasikan di My Story dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

13 Balasan ke Kue Mento : Jajanan Khas Madura

  1. EffanStefan berkata:

    enak ndra??? kok keliatannya kurang menarik ya….

  2. Indra berkata:

    gfdhfghnhvfbnnn

  3. Kuliner berkata:

    KOk penampilannya nggak menarik yaaa, bahan dasarnya apa mas kok bisa putih gitu? soalnya saya belum pernah nyobain jadi kok kelihatannya aneh ya :d

  4. Nur Halimi berkata:

    maaf sebelumnya berhubung saya ada tugas dari guru boleh tau gak kue mento ada sejarah khusus nya gak??
    atau kue itu di gunakan untuk upacara khusus di madura.
    makasih mohon balasannya.

    • Indra berkata:

      biasanya marak dijual kalau bulan ramadhan. Ga ada sejarah khusus. Semua pembuatan kue pasti berasal dari trial eror. Klo untuk acara selamatan misal tahlilan, maulid nabi dll biasanya terserah pilihan kuenya tergantung yang punya hajatan.

      • Anonim berkata:

        tapi kue mento itu sendiri asal nya memang dari madura??
        soalnya dari buku saya susah nyarinya…kalau memang anda tahu mohon data’y.

      • nur halimi berkata:

        tapi memang asalnya dari madura?
        soalnya saya lihat di blog – blog lain ada yang berasal dari jawa tengah.

  5. oktavera berkata:

    bisa minta resepnya mas??? saya mencari ga pernah dapet….
    lama juga ne ga makan mento…
    kluar dari madura udh ga pernah makan….
    T_T….bagi resepnya yaaa
    please share di email aja di dye_tzie@ymail.com

  6. Anonim berkata:

    Kalau Gabuk seperti apa !

  7. Amar berkata:

    Gabuk itu seperti apa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s