Class 2D : Road To Final Badminton Kompak Tournament


Akhirnya terbayar juga latihan latihan yang kami lakukan sebelum Turnamen Badminton Kompak. Kelas saya menjadi juara dua dalam Turnamen Bulutangkis beregu antar kelas mahasiswa Program Pajak dan Akun Khusus (Kompak). Formasi beregunya sedikit berbeda dengan umumnya yaitu 1 Tunggal putri, 1 Tunggal Putra, dan 3 Ganda Putra. Seminggu sekali, kelas kami mengadakan latihan atau simulasi bermain badminton. Sebenarnya agenda bermain badminton merupakan jadwal rutin kelas seminggu sekali selain futsal yang dilakukan anak pajak 2d, kelas saya. Senang sekali melihat antusiasme anak kelas 2d untuk bermain badminton. Dari mereka yang awalnya tidak terlalu minat, tetapi akhirnya menjadi minat setelah melihat kebersamaan kami dalam main badminton. Dari mereka yang awalnya tidak tahu memegang raket, dengan keseriusan berlatih, akhirnya menjadi bisa. Learning by doing. Learning. Anak yang Mahir bermain wajib memberi ilmunya kepada anak-anak yang masih amatir. Tidak ada yang namanya diskriminasi antar pemain yang emang udah pro dengan yang masih amatir. Semua bermain dan berbagi lapangan.

Hari Minggu kemarin, kelas saya melakoni laga Final. Sayang sekali, kelas saya dilibas 3-0 tanpa balas oleh anak akun 2A, Calon kuat Juara. Kelas akun 2A  memang memiliki segudang pemain berbakat. Hampir merata di semua sektor. Apalagi anak akun khusus notabene terdiri anak anak eks Bea Cukai, Tubuhnya Jangkung+Bongsor, Fisik Kuat dan diimbangi dengan Power yang kuat. Selama Babak penyisihan, saya yang didapuk sebagai pemain tunggal belum pernah menang sekalipun melawan anak akun khusus. Saya kalah dengan termehek-mehek. Meski saya selalu merebut set pertama, tetapi saya selalu kewalahan meladeni mereka di set 2 dan set 3. Fuck!! Sesuatu yang tidak saya sukai dalam bermain tunggal adalah pontang-panting mengejar bola. Lari kesana-kemari agar bola tidak jatuh di dalam lapangan. Lumayan menguras Tenaga. Saya memiliki kendala dalam fisik dan napas saya pendek. Saya juga tidak suka bermain reli-reli panjang. Passion saya sebenarnya adalah bermain di sektor Ganda karena setiap pemain bisa berbagi dalam mengambil bola. Berhubung di kelas saya tidak ada yang mau menjadi tunggal Pria, Saya pun terpaksa menerima amanah untuk bermain rangkap di sektor tunggal dan sektor ganda. Kelas saya satu grup dengan kelas pajak 2c, akun 2b dan akun 2c. Penyisihan pertama, kelas saya melawan kelas pajak 2c dan Alhamdulillah pertandingan pertama kami berhasil menang 5-0. Good in Beginning. Penyisihan kedua, kelas saya melawan kelas akun 2b. Alhamdulillah kita bisa menang 3-2. Kami berhasil merebut poin di sektor dua ganda putra dan tunggal putri. Pertandingan yang menurut saya sangat penuh emosi. Bagaimana tidak, Kedudukan poin dengan lawan berbagi sementara 2-2 sehingga saya berjuang mati-matian di pertandingan ganda terakhir merebut 1 poin untuk menjadi yang terunggul. Pada Penyisihan ketiga, kelas saya melawan anak akun 2c. Lagi-lagi ketemu anak kelas akun khusus. Saya didapuk lagi jadi pemain tunggal. Seperti sudah mengetahui hasilnya, saya pun kalah termehek-mehek bermain 3 set. Sejak itu, saya kapok bermain tunggal apalagi kaki dan paha saya jadi pegel-pegel semua selama seminggu. Saya meminta manajer kelas bahwa saya tidak mau main tunggal lagi jika nantinya kelas saya lolos ke semifinal dan Final. Pada pertandingan penyisihan ketiga ini, kelas saya kalah 2-3 hikzz. Ada kesalahan strategi dalam penempatan komposisi pemain. Selain itu pada pertandingan ini, dua pemain inti ganda putra tidak bermain sebab memilih berlibur ke Pantai Pangandaran. Sebel juga sih. Mungkin kalau dia bawa nama Indonesia, bakal dicap kurang nasionalis hehehe. Setelahnya, belum tahu apakah nasib kelas saya masih bisa lolos ke semifinal. Semuanya kelihatan gambling. Masih menunggu seluruh hasil pertandingan dari dua grup lainnya. Koko Fredy saja gak bisa tidur karena dia merasa bersalah menyumbang kekalahan ketika melawan di sektor Ganda Putra. Saya menghadapi semua kenyataan dengan biasa saja dan kalaupun tidak lolos ke babak empat besar, cukup disyukurin saja. Dipikirin toh gak bakal kembali. Alhamdulillah setelah menunggu hasil pertandingan  kelas lain, akhirnya kelas saya bisa lolos ke semifinal dengan predikat runner up terbaik. Yang Lolos ke semifinal yaitu akun 2a, akun 2c, pajak 3c, dan pajak 2d (kelas saya). Nasib dari keempat tim kelas ini akan diadu melalui pengundian. Sebenarnya saya mau mengkritik sistem pengundian ini, karena tim-tim yang pernah berjibaku di penyisihan bisa dipertemukan kembali di semifinal. Saya lebih menyukai menggunakan penentuan format unggulan ketika 4 tim telah lolos ke semifinal seperti yang mirip di Piala Thomas dan Uber Cup. Unggulan 1 melawan unggulan 3, Unggulan 2 melawan unggulan 4. Penentuan unggulan didasarkan pada track record selama di penyisihan.

Karena menggunakan sistem pengundian secara lottery, Saya berdoa  agar tidak bertemu dengan kelas akun 2a dulu di semifinal. Kalau iyapun,  mungkin sudah bakal keok duluan hehehehe. Sebab akun 2a, satu-satunya tim yang melibas semua lawannya dengan 5-0 tanpa kehilangan satu set pun. Kebayang horornya seperti apa. Dan sepertinya dewa fortuna masih memayungi kelas saya. Di semifinal kelas saya kembali bertemu dengan kelas akun 2c. Tidak ingin mengulang kegagalan sebelumnya dimana pada babak penyisihan sebelumnya, kami kalah 2-3. Strategi tim disusun. Semua pemain inti dikerahkan. Semua anak kelas 2d wajib datang sebagai suporter. Bawa alat-alat rusuh seperti botol aqua, Kaleng dan semua alat yang bikin berisik. Kalaupun ada pemilihan kelas terbaik dalam kategori suporter terheboh, tentu akan jatuh kepada kelas saya. Karena emang dari sononya, teman-teman di kelas saya yang terlihat paling rame bin heboh dan antusias untuk hadir menyaksikan pertandingan  dibandingkan kelas lain yang jumlah suporternya bisa dihitung dengan hitungan jari.

Pada pertandingan Semifinal, Tunggal putra yang bermain di session pertama kalah. Selanjutnya 2 Ganda Putra dan Tunggal putri masing-masing menyumbang kemenangan. Kedudukan menjadi 3-1 untuk keunggulan kelas saya. Senang juga akhirnya bisa lolos ke final. Dua kali  bermain di Ganda Putra, saya selalu menang sebagai penentu pemenang pertandingan. Pertama ketika di babak penyisihan melawan akun 2b dan akun 2c di semifinal. Ada beban tersendiri jika harus menjadi penentu pemenang pertandingan. Saya tidak bermain lepas/maksimal dan terlalu terburu-buru karena nasib kelas berada di pundak saya. Alhamdulillah semua berhasil dimenangkan. Di babak Final saya ditunjuk sebagai Ganda Kedua. Berharap sekali tidak dilibas 3-0 duluan oleh akun 2a, agar saya bisa bertanding di Ganda kedua. Sayang sekali Tunggal Putra, Ganda putra pertama, Tunggal Putri keok dengan sangat parah duluan. Kelihatan sekali kelas saya kalah kelas. Poin-poinnya kurang dari 15 melawan 21. Tapi tak apalah, Toh Target final sudah tercapai. Ada yang bahagia ketika kami Lolos ke Final. Ternyata banyak di antara para pemain di kelas saya yang belum pernah mendapat medali seumur-umur hidupnya, termasuk saya. Sesuatu banget yah hehehe. Makanya saya senang sekali ketika dianugerahkan medali, meski sedikit kecewa karena tidak berhasil membawa pulang Tropi Bergilir. Selamat untuk anak akun 2a, kalian memang layak Juara. Semoga dengan sering diadakannnya Kompetisi pergelaran Olahraga di Kampus akan memupuk persahabatan antar mahasiswa  dan kekompakan kita semakin solid. Jayalah Kampus STAN-Ku, Jayalah Indonesiaku.

Won Silver Medal🙂

Tentang Indra

Civil Servant and Independent Traveler
Galeri | Pos ini dipublikasikan di My Story dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s