Sejuta Pesona Pulau Sempu


Mendengar nama pulau Sempu, rasanya masih asing di telinga saya. Saya hanya mengenal satu pulau di Jawa timur yang terletak di Samudra Hindia yaitu Pulau Nusa Barung. Kalau di Jawa Tengah, Saya tahunya Pulau Nusa Kambangan yang menjadi Surga bagi Para Penjahat. Teman kos saya yang asli malang mengatakan bahwa Kabupaten Malang memiliki Pulau kecil tak berpenghuni di Samudra Hindia. Mendengarnya saya tidak percaya. Dulu kalau belajar Geografi, Di selatan Malang masih ada Kabupaten Blitar dan kabupaten Lumajang. Tapi setelah dilihatin di Peta, Wilayah Malang memang sampai ke Selatan Samudra. Luas Sekali Kabupaten Malang. Mungkin dua kali dari Kabupaten Saya.

Hari selasa, kesehatan saya mulai pulih. Tanpa ba bi bu lagi saya langsung memesan tiket kereta bisnis Senja Kediri dengan tujuan malang di Stasiun Senen. Tiketnya sudah habis. Padahal hari kamis saya akan melakukan trekking ke Pulau Sempu bareng teman saya yang sudah ngumpul duluan di malang. Tidak hilang akal, saya mencari informasi keberangkatan kereta yang berangkat sore hari itu juga. Akhirnya dapat juga tiket eksekutif Bangunkarta dengan tujuan Stasiun Pasar Senen-Jombang. Dapat tiket Rp. 255.000, beuh. Gak jauhlah dengan tiket Senja Kediri yang 220 rb. Jadi, dari Jombang nanti saya akan naik bus lagi ke arah Malang. Untungnya begitu keluar dari stasiun kereta Jombang, sudah banyak bus berseliweran ke arah Malang. Ini pertama kali saya pergi ke Malang via Jombang. Biasanya saya berangkat via Surabaya.

Perjalanan dari Jombang menuju malang, saya disuguhin lansekap alam pegunungan yang tampak kentara di luar jendela bus. Pohon pohon pinus menjulang ke angkasa. Jalanan berkelok-kelok dan cukup sepi. Jurang di kanan kiri. Jalan rayanya juga tidak begitu lebar. Sedikit tidak hati-hati, bus bisa terjun  payung ke dalam jurang yang cukup menganga. Apalagi kawasan ini rawan longsor. Bus yang saya tumpangi sempat antri berbagi jalan di satu desa yang saya tidak tahu namanya karena ada longsoran tanah yang menutupi sebagian bahu jalan.

Sambil menunggu giliran bus melewati jalan yang sebagiannya tertutup longsoran tanah, pandangan mata saya tertuju pada gunung yang puncaknya tampak hijau lebat dari balik jendela. Kalau melihat dari bus, Kota Malang masih terletak dibalik gunung tersebut. Sehingga bus ini harus muter lereng agar sampai di kota malang di balik gunung tersebut. Karena medan jalanan yang cukup berliku-liku, bus dengan kecepatan rata-rata 55 km/jam ini baru 3 jam kemudian sampai di Terminal terakhir Landungsari Malang.

Di malang saya berkumpul dengan teman-teman saya yang baru saja selesai mendaki kawah ijen. Kita semua ngumpul di rumah firman, teman saya yang asli malang. Disini kita rehat sehari, sebelum besoknya hari kamis, kita akan memulai trekking ke Pulau Sempu. Sengaja berangkat hari kamis, karena pas weekend, Pulau Sempu banyak orang. Sambil menyusun itinerary, kami browsing mencari informasi di internet tentang transportasi menuju pulau sempu. Salah satu teman saya, Cahyo anak semarang, setahun yang lalu sudah pernah trekking ke pulau ini. Hanya dulunya dia menyewa mobil sehari dari Malang sekitar 300 ribu. Karena budgetnya cukup mahal meski dibagi 5 anak, tetap aja kemahalan untuk kantong backpacker kere macam saya.  Akhirnya setelah googling, saya mendapat informasi angkutan-angkutan umum menuju ke Pulau Sempu.

Apa sih daya tarik pulau Sempu? sehingga membuat orang penasaran setengah mampus berdatangan kesana. Membuat saya meluangkan waktu liburan saya pergi kesana. Dulu saya memang tidak mengenal Pulau ini. Sewaktu saya esde, guru saya kalo ngajarin peta buta Provinsi Jawa Timur, pulau ini malah gak ada dipeta, yang ada Pulau Nusa Barung. Hal ini dapat dipahami karena peta menggunakan skala. Karena skala tersebut, pulau ini gak keliatan saking kecilnya pulau ini. Mungkin berbeda kalau kita buka peta wilayah Kabupaten Malang, pasti kelihatan pulau ini. Boro-boro mau buka peta Kabupaten Malang, saya saja anak Madura, jadi sudah dipastikan saya lebih suka buka peta Pulau Madura daripada membuka peta kabupaten malang.

Ketika saya menginjak bangku kuliah, saya mengenal Pantai Balaikambang di Malang yang katanya tiruan dari tanah lot. Di Pantai ini juga ada pura di tengah laut yang gak jauh dari tepi pantainya dan ada jembatan menuju puranya. Dari teman kuliah juga, saya pun mengenal pulau Sempu karena saya satu kamar dengan anak malang. Tapi jaman saya waktu kuliah itu Pulau sempu tidak seterkenal sekarang. Pulau Sempu itu baru booming setelah tahun-tahun belakangan ini ketika aktivitas backpacker mulai menggeliat di kalangan anak muda Indonesia. Berbagai blogger menceritakan serunya trekking ke Pulau Sempu sampe-sampe teman saya yang asli malang bilang “Ndra, kamu ke Sempu aja. It’s place you must see before you die”. (Haiissss)

Pic Google Earth

1. Teluk Semut
2. Segara Anakan
3. Pantai kembar 1
4. Pantai Kembar 2
5. Pantai Pasir Panjang

Sengaja saya menyisipkan sebuah peta di atas supaya kita bisa mengenal seperti apa pulau Sempu itu sebenarnya. Anyway dari sumber wikipedia yang saya baca, Pulau Sempu adalah sebuah pulau kecil yang terletak di sebelah selatan Pulau Jawa. Pulau ini berada dalam wilayah Kabupaten Malang, Saat ini, Sempu merupakan kawasan cagar alam yang dilindungi oleh pemerintah. Dalam pulau ini nyaris tidak ditemukan mata air payau. Secara geografis, Pulau Sempu terletak diantara 112° 40′ 45 – 112° 42′ 45 bujur timur dan 8° 27′ 24? – 8° 24′ 54 lintang selatan. Pulau ini, berbatasan dengan Selat Sempu (Sendang Biru) dan dikepung Samudera Hindia di sisi Selatan, Timur dan Barat. Pulau Sempu, merupakan kawasan cagar alam yang berada dibawah naungan Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Provinsi Jawa Timur yang secara struktur lembaga berada di bawah naungan Departemen Kehutanan Indonesia. Nama Pulau Sempu ini sebenarnya berasal dari nama sejenis tanaman obat yang saat ini amat langka, yakni Pohon Sempu. Meski demikian, tak satu pun Pohon Sempu yang masih berdiri di areal hutan tropis maupun hutan pantai pulau itu.

Sesuai penelitian beberapa ahli, iklim kawasan pulau Sempu termasuk tipe C dengan curah hujan rata-rata 2.132 mm per tahun. Musim hujan umumnya terjadi pada bulan Oktober hingga April, sedangkan musim kemarau terjadi antara bulan Mei sampai September. Berdasarkan data BKSDA, pulau ini memiliki lebih dari 223 jenis tumbuhan, dan 144 lebih jenis burung spesies baru dan mamalia serta hewan langka lainnya. Adapun yang paling sering dijumpai di antaranya babi hutan (Sus Scopa), kera hitam (Presbytis Cristata), belibis (Dendrosyqna Sp), lutung jawa (Trachypithecus Auratus), kukang (Nycticebus Coucang), macan tutul (Panthera Pardus), burung rangkong (Buceros Undulatus) dan berbagai jenis lainnya. Catatan ini membuktikan adanya peningkatan jumlah habitat burung, karena pada penelitian sebelumnya pada tahun 2000 tercatat di kawasan itu ditemukan 80 jenis burung. Sehingga secara otomatis perkembangan terbaru di sana jumlah populasinya kian bertambah sekitar 15 persen. Di Pulau Sempu masih banyak dijumpai beragam jenis burung langka seperti elang jawa, julang emas, dara laut putih (Gygis Alba), rangkok badak, pelatuk ayam, kangkareng perut putih, cekakak jawa dan masih banyak lainnya.

Adanya penemuan ini membawa sinyal positif bagi kawasan alam itu, untuk dijadikan tempat rujukan bagi yang ingin beredukasi tentang cagar alam.Pesona cagar alam lainnya yang ada di Pulau Sempu adalah adanya beragam keunikan alam dan kekayaan hayati, yang bisa diperuntukan bagi penelitian dan ilmu pengetahuan. Sedangkan ekosistem di Pulau Sempu sangat lengkap, yaitu ekosistem hutan bakau, hutan pantai, hutan hujan dataran rendah, dan danau.

Di pulau sempu terdapat Segara Anakan yang menjadi magnet bagi para wisatawan yang ingin mengunjungi Pulau Sempu. Segara Anakan ini ngangenin sehingga membuat orang yang pernah kesini, pengen kesini lagi. Jujur saja, saya sebenarnya lebih tertarik Wisata Sejarah, Wisata masyarakat Lokal, wisata culture daripada Wisata Alam, karena menurut saya Gunung, Pantai, Air Terjun dimana-mana sama saja. Karena ini perkenalan saya yang pertama berwisata Alam sambil trekking, mau tak mau saya harus menyiapkan kebugaran fisik. Membaca pengalaman para blogger lainnya yang pernah trekking kesini, untuk menuju ke Segara Anakan, kita harus berjalan selama 2-3 jam. Kebayang kan capeknya seperti apa?? Saya juga sempat mengurungkan niat saya karena saya takut kelelahan. Apalagi teman-teman saya yang ikut dalam perjalanan ini adalah mereka-mereka yang sudah berpengalaman wisata naik gunung, Jalan-Jalan mencari air terjun yang aksesnya begitu sulit. Tentunya, mereka paling gak suka atau toleran kalau diantara anggotanya ada yang menye-menye, gampang lelah dan apa saja yang membuat perjalanan mereka terhambat karena “terlalu manjanya” selama perjalanan jarak jauh.

Jadilah kami berlima yaitu saya, Firman anak malang, Cahyo anak Semarang,dan Subhan anak makasar, Septi anak Sukoharjo pergi ke Pulau Sempu. Dari Rumah Firman, kami naik angkot GL dan turun di Terminal Gadang. Turun dari terminal, kami berjalan menuju perempatan dimana nanti ditemui banyak bus menuju arah turen. Tarifnya Cuma Rp 4000, beuh. Begitu bus mendarat di Kecamatan Turen, kita naik lagi angkutan Umum mobil Carry ke Pantai Sendang biru. Perjalanan ini akan menempuh dua Jam menuju Pantai Sendang Biru. Ongkosnya 10.000 rupiah/orang, beuh. Selama Perjalanan, kita ditemani Pemandangan alam vegetasi iklim tropis laut di sekitar kanan kiri Jalan. Pemukiman cukup sepi.  Jalanan yang kita lewati cukup berkelok-kelok dengan jurang dan tebing tebing yang cukup elok mengajak ber rollcoaster ria. Rupanya kita sedang menuruni Perbukitan menuju dataran rendah pantai. Begitu mobil yang kami tumpangi sudah mencapai dataran rendah, barulah ditemukan beragam aktivitas penduduk, pasar dan keramaian desa-desa pantai. Kekhawatiran saya pun sirna karena angkot ini tidak jadi mogok selama perjalanan.

Tepat Jam setengah sebelas pagi, kami tiba di Pantai Sendang Biru. Biasanya Pukul 3 sore, angkot dari Pantai Sendang Biru menuju Turen sudah tidak ada lagi. Karena kita gak yakin bisa kembali ke Sendang Biru  tepat Jam 3 sore abis trekking Sempu nanti, terpaksalah angkot yang kita tumpangi dari turen tadi, kita carter. Setelah nego cukup alot, keluar dah duit 150.000 dibagi berlima, beuh. Biaya ini sebenarnya adalah biaya tidak terduga dan di luar itinerary yang telah kita sepakati. Yah gimana lagi. Ntar kalo pas baliknya agak kesorean, kita bakal gigit jari di Sendang biru karena gak ada angkot untuk pulangnya nanti. Mana gak ada losmen atau hotel lagi di Sendang biru, beuh. Jadi, buat kamu-kamu yang pengen kesini, kalau bisa berangkatnya agak pagi dari Malang, kecuali kalo kamu pengen camping di Pulau Sempu.

Sebelum menyebrangi Pulau Sempu, kita diharuskan mengurus perijinan masuk Pulau Sempu ke Kantor Balai Konservasi Pulau Sempu. Tau sendiri kan, kalau Pulau Sempu adalah Pulau yang tidak berpenghuni dan merupakan kawasan cagar alam sehingga setiap pengunjung wajib lapor. Cepat kok gak sampe 5 menit sudah terbit surat izin. Disini kamu Cuma ditanyain sama petugasnya, mau kemana, berapa orang, untuk kepentingan apa, bawa handy talkie gak. Setelah selesai mendapat surat izin, kami makan pagi dahulu di salah satu warung dekat pantai. Tak lupa saya juga menyewa sepatu buat trekking di balai konservasi karena kata teman saya yang sudah berpengalaman ke Pulau Sempu, tidak direkomendasikan pake Sandal jepit, Sandal buat Jalan-Jalan ke Mall atau sandal ber Hak tinggi (yang ini apalagi). Lagian, saya datangnya kesini pas Indonesia lagi Musim Hujan, Tentunya jalanan di Pulau Sempu becek. Ongkos sewa sepatu trekking Rp 10.000, beuh.

Setelah membayar karcis masuk ke Pantai Sendang Biru Rp 6000, kami segera memesan perahu motor nelayan yang banyak sekali ditemukan di Pinggiran Pantai tersebut. Setelah bernegosiasi dengan pemilik perahu motor akhirnya kita sepakat bayar Rp 100.000 PP. Dari Pantai tersebut kita akan menyebrang Selat Sempu. Sebenarnya Pulau Sempu gak jauh amat. Dari Sendang Biru,cuma sekitar 100 meter kalau ditarik garis lurus terdekat. Sama Abang nelayannya kita akan diturunkan di Teluk Semut. Tak lupa saya minta no hape si nelayan-nya buat nanti kalo minta Jemput setelah selesai trekking karena abang nelayan gak akan nungguin kita sampai sore di Teluk Semut.

Begitu perahu berlabuh di teluk Semut Pulau Sempu, saya terpukau dengan hutan-hutan bakau di pesisir pantai. Pemandangan ini menghidupkan kenangan masa kecil saya yang pernah akrab dengan hutan bakau di dekat rumah saya di Madura. Sayang hutan itu tidak ada lagi dan dibabat habis, damn. Nah dari Teluk Semut menuju Segara Anakan sudah terdapat jalan setapak. Disini kita jangan coba-coba membuat rute baru agar sampe di danau lebih cepat kalau gak mau tersesat. Benar dugaan saya, Pulau Sempu saat itu lagi becek. Untung saya terbantu sekali dengan sepatu trekking yang ada geriginya di lapisan bawahnya. Yah mirip sepatu futsal. Nah di dalam Pulau sempu, kami cuma melihat pohon-pohon saja. Hening. Medannya naik turun dengan jalanan yang bertanah terkadang juga berkarang. Kebayang kalo pake sandal jepit kena bagian kerucut karang. Pasti menyakitkan. Setelah hampir setengah Jam menyusuri Hutan di Pulau Sempu, kami pun tersesat. Jalanan setapak yang telah kami lalui berganti dengan Jalanan yang cukup memusingkan kami karena tumbuhan tumbuh cukup rapi. Tidak ada bekas injak pengunjung. Berkali-kali saya mengibaskan tangan saya ke Tumbuhan liar dan semak belukar yang menghalangi jalan saya. Dengan sedikit bantuan kompas di hape, sampah botol mineral dan jejak sepatu pengunjung di tanah, akhirnya saya menemukan Jalan setapak yang telah kami lewati sebelumnya. Ternyata kalau ke Pulau usahakan cari Jalan ke arah kiri dan agak lebar. Terus disana ada beberapa pohon yang sengaja dirobohkan sebagai petunjuk Jalan menuju Segara Anakan. Kalau kamu masih termasuk newbie dan takut tersesat ke pulau ini mending menyewa petugas/guide dari BKSDA. Sehari 100 ribu PP bayar guide-nya. Meskipun begitu, medannya gak terlalu rumit kok. Cukup pake Insting kamu so sayang banget kalo sampe menyewa petugas karena tantangannya jadi hilang.

Akhirnya setelah melihat danau dari kejauhan, segera saya mempercepat jalan saya. Aduh ternyata masih jauh juga. Hampir saja saya terpeleset, karena saking tidak sabarnya. Tidak Jauh dari danau, kita akan menemukan Jembatan dari Pohon yang dirobohkan. kudu hati-hati untuk menyebrangnya karena agak licin. Pohonnya sudah agak lapuk dan basah. Setelah satu jam ketika saya memulai dari teluk Semut, akhirnya sampai juga ke danau yang dikepung gugusan karang itu. Cukup eksotis panorama disana. Sangat wow malah. Kelelahan saya langsung terlupakan dengan menyaksikan pemandangan danau segara anakan yang cukup menakjubkan. Saya saja sampe tercengang begitu lama, sampe lupa kalau bibir ini sudah kering karena kehausan. Tanpa banyak bicara, saya menjatuhkan ransel dan langsung nyemplung ke danau. hey..aa..Saya berteriak gak jelas-jelas. Merasakan sebuah Euforia kemenangan. Ternyata wisata alam sambil trekking tuh sangat mengasyikkan. Ada kebahagian tersendiri yang tidak bisa dilukiskan begitu selesai menaklukan berbagai tantangan. Gak rugi saya kesini. Lebih senengnya, saya cukup sejam aja untuk sampe ke danau ini. Padahal di blog-blog traveler sering disebutkan kalo trekking ke danau bisa sampe 2-4 jam.

Segara Anakan begitu orang menyebutnya. Tapi saya lebih suka menyebutnya sebagai Danau Kayangan. Ekspetasi saya ini memang tidak berlebihan karena memang wonderful tempatnya. Saya suka sekali gradasi warna putih pasirnya. Hm Coba saja ada bidadari kayangan turun mandi disini, saya mungkin akan mencuri selendangnya hahaha. Jangan-jangan legenda Jaka Tarub bermula disini🙂

Karena yang datang kesini cuma sedikit, danau ini seperti kolam renang milik pribadi. Apalagi tempatnya yang cukup tersembunyi, Suasananya yang romantis dan Hening, serasa benar benar milik pribadi. Pasirnya putih. Airnya cukup jernih sehingga kita bisa sepuasnya berenang sambil snorkeling. Segara Anakan ini merupakan anak laut yang dibentuk dari Karang yang menjulang dan memutar. Atau kalau di Pelajaran Geografi kita bisa menyebutnya Laguna. Laguna ini  menampung air laut yang masuk melalui lubang karang yang disebut dengan Karang Bolong sehingga air laut yang masuk melalui karang bolong tersebut membentuk seperti danau. Disini kita juga bisa mendengar Suara Ombak pantai selatan yang terdengar bergemuruh, bagai Raksasa yang mencoba merobohkan gugusan karang yang melindungi danau ini.

Dari Segara Anakan ini, bisa melanjutkan perjalanan lagi menuju tiga pantai yang cukup eksotis yang terletak di sebelah kiri segara anakan. Pantai Kembar 1, Pantai kembar 2 dan Pantai Pasir Panjang yang cukup indah dengan gugusan pulau karang di sepanjang tepinya. Pantai-pantai ini menghadap langsung ke Pantai selatan atau Samudera hindia. Sayangnya saya belum sempat mencicipi Pesona Pantai-Pantai ini, karena hari sudah siang pukul 13.45 dan saya harus segera balik lagi menuju Sendang Biru. Dari awal, saya juga tidak ada niat untuk camping disini karena tidak punya tenda. So terpaksa melihat pantai-pantai tersebut diurungkan hikzz..

Rute Dari Kota Malang Menuju Sempu Island :

Malang – Turen – Sendang Biru – Nyebrang Selat Sempu – Pulau Sempu.

Disini saya coba berbagi Tips Cara “Hemat Waktu” Trekking Dari Teluk Semut Menuju Segara Anakan

  1. Makan dan Minum yang banyak di Pantai Sendang biru sebelum menyebrang Selat Sempu. Jangan sampai kamu kelaparan atau kehausan pas trekking.
  2. Pake Sepatu khusus buat trekking (wajib Banget)
  3. Jangan pake celana Panjang cukup selutut saja, biar gak susah kalo trekking.
  4. Jangan bawa Ransel dengan bawaan banyak. Cukup 1 air minum botol besar mineral aqua. Kalo mau berenang, bawa pakaian secukupnya saja. Saya sendiri cuma bawa pakaina ganti celana dalam, celana luar dan Kaos.
  5. Selama Perjalanan, sesekali melihat ke Tanah, karena disini kita akan menemukan sampah snack atau botol. Sampah-sampah ini menunjukkan bahwa jalan ini sering dilewati. jangan melawan rute Jalan setapak yang sudah dibuat.

Pics Pantai Kembar 1, Pantai kembar 2, Pantai Pasir Panjang dari teman yang pernah kesana.

Pantai Kembar 1

Pantai Kembar 1

Pantai Kembar 2

Pantai Kembar 2

Pantai Pasir Panjang

Pantai pasir Panjang

Pantai pasir Panjang

Baca Juga Tips Hemat Ongkos Jalan-Jalan ke Pulau Sempu disini

Tentang Indra

Civil Servant and Independent Traveler
Galeri | Pos ini dipublikasikan di My Adventure dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

11 Balasan ke Sejuta Pesona Pulau Sempu

  1. beibeetazjr berkata:

    Gk nyangka.. traveler muda ini keren juga.. bener2 trekking.. bukan trekking yg cuma asal dateng ke tempat yg udah famous.. jadi gampang nyampenya.. kalo saya baca tulisan mas nya.. kereeeenn.. kerasa banget petualangan nya🙂

    Berharap juga sih one day bisa traveling kaya mas nya..🙂 Toppp

  2. beibeetazjr berkata:

    🙂 heheh.. call me Taz.. okay.. bismillah.. semoga saya bisaa… dan gk berakhir dengan nyasar trus kelaperan di tengah payau2.. (T_T) saya sangatt buruk dalam menentukan arah kawan.. percayalah..😀

  3. Anonim berkata:

    Salam kenal, saya mau nanya ni… Kl ke sempu musim hujan gini apa boleh nginep di pulaunya?? terus kl kita g bawa perijinan apa boleh nyebrang ke sempunya? besok rencana mau brgkt… mohon pnjelasannya y, terima kasih sblmna.. salam alam🙂

    • Indra berkata:

      Jadilah backpacker yang beretika dan good attitude🙂 . Mengurus perijinan bagi saya wajib, karena ini hutan yang dilindungi, siapapun wajib lapor. Banyak keuntungannya kalo km lapor misal kalo km tersesat disana. Semoga bs dipahami. Kalo mau bikin tenda disaat musim hujan seperti ini silahkan saja asalkan mau basah-basahan disana. Justru trekking pas musim hujan, tantangannya lebih menarik. Bulan ini sepertinya pulau sempu banyak pengunjung, karena banyak email tentang pulau sempu masuk ke email saya. Saya lebih menikmati kalau ke sempu terutama di segara anakan apabila tdk terlalu banyak lautan manusia disana. Terima kasih

  4. Andi Gondronk berkata:

    sayangnya, masyarakat udah salah yg kebablasan beranggapan pulau sempu adalah tujuan wisata, dan parahnya lagi banyak yg mengaku provider wisata dg gamblang menggambarkan dan menjual paket wisata pulau sempu, ditambah parahnya lagi petugas dan masyarakat sekitar tidak mau tau dan tdk berusaha maksimal utk menjaga kondisi alam pulau sempu terutama jalan patroli pengamanan ke segara anakan, yg skrg udah cukup ukurannya utk bisa dilewati mobil apalagi musim hujan bisa dipake utk bercocok tanam ato pelihara belut dan lele…..ckckckckc…. ironi dibalik keindahan pulau sempu…

    • Indra berkata:

      Pulau sempu memang sengaja dibiarkan tanpa campur tangan manusia di dalamnya kecuali jalan setapak menuju segara anakan. Saya lebih menyukai seperti itu yang dibiarkan tanpa penghuni. Cuman di sempu masih banyak sampah pengunjung seperti botol mineral, bungkusan snack dll. Ini yang sangat disayangkan. Ada baiknya pengunjung mengumpulkan sampahnya untuk dibakar atau dibawa ke sendang biru dan dibuang dsana.

  5. blur berkata:

    WOW
    Hnya itu yg bs trucap
    Segara anakan, pantai kmbar 1, pantai kmbar 2, pasir gladak
    Cumen sayang pantai panjang g ksampaian
    Buat smua yg ksna tlng jgn kotori, smua keindahan pulau sempu musnah, sirna, akibat ulah2 tangan t brtnggung jwb
    TOLONG JAGA PULAU SEMPU
    Krn smua itu adl tnggung jwab qta smua
    Let’s save sempu island

  6. Mochammad berkata:

    keren… keren… keren bangeeet!!! kapan ke lombok, bro?
    🙂 Salam,

    Mochammad
    http://mochammad4s.wordpress.com
    http://piguranyapakuban.deviantart.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s