Jalan Jalan ke Kota Semarang (Part 1)


Selesai UTS semester ganjil tahun pertama di kampus kemaren, salah satu teman mengajak saya maen  ke rumahnya di Salatiga. Tawaran ini langsung saya iyakan, karena untuk menuju Kota Salatiga akan melewati Jalur Pantura Pulau Jawa. Jalur ini masih termasuk jalur kereta yang akan membawa saya pulang kampung. Jadi sebelum nyampe ke rumah di kampung, saya singgah sebentar dulu di rumah teman. Berdasarkan informasi yang saya obrak abrik lewat Mbah google, Kawasan wisata di Kota Salatiga sangat minim. Biar liburan ini terasa berisi, saya coba cari informasi wisata di kota kota yang akan saya lewati nantinya. Akhirnya pilihan saya jatuh ke Kota Semarang. Dan senengnya teman saya baik hati mau nemenin saya jalan-jalan dulu di kota Semarang sebelum ke Kota Salatiga. Berhubung kegiatan traveling saya cuma satu hari di Kota Semarang maka sesuai prinsip saya, kalo backpacker kudu efektif dan efisien biar kepuasan jalan-jalan maksimal. Jadi kalo ada wisata yang lokasinya berdekatan dalam satu kota, saya kemungkinan akan mengunjungi semua wisata tsb. Seperti kata pepatah, Sambil menyelam, minum air sekalian. Sekali mendayung, dua tiga pulau terlampaui. Karena waktu yang sangat terbatas cuma sehari, makanya saya harus pinter nyusun itinerary. Berhubung di kelas saya gak punya teman anak semarang, terpaksalah cari informasi dg browsing via internet. Saya buka Tourism Map Kota Semarang dan mencari tempat-tempat yang wajib dikunjungi di Kota Semarang. Akhirnya setelah melalui proses penjaringan dan seleksi ketat, terpilihlah enam kawasan wisata yang bakal saya kunjungi selama seharian. cukup banyak juga ya. Enam tempat wisata ini dipilih berdasarkan kriteria kemudahan akses dan transportasi menurut saya serta  kepopuleran tempat wisata tersebut sebagai berikut :
1. Museum Mandala Bhakti
2. Tugu Muda
3. Lawang Sewu
4. Klenteng Sam Po Kong
5. Kawasan Kota Tua dan Gereja Blendhunk
6. Masjid Agung Semarang

Semarang City Tourism Map

Dari Jakarta saya naik Kereta Api Ekonomi Tawang Jaya Menuju Kota Semarang. Ini perkenalan saya yang pertama naik kereta ekonomi jarak jauh, karena saya biasanya naik kereta eksekutif kalau gak kelas bisnis. Kaget juga pas waktu bayar karcisnya cuma 31 ribu. Padahal kalo naik kereta eksekutif bisa 200-300rb lebih. Wah kalau gini besok besok mending naek kereta api ekonomi kalau mau backpackeran hemat, pikir saya. Jam 10 Malam, kereta berangkat dari stasiun Pasar Senen. Beruntung berangkatnya hari kamis, jadi di dalam kereta gak banyak orang dan banyak kursi yang kosong. Kalau weekend, kata teman saya bisa sampai berjubel kayak musim lebaran. setelah 7 jam lamanya  perjalanan di atas rel, Pukul 5.15 kereta saya akhirnya sampe di Stasiun Poncol Semarang. Saya mandi dulu di kamar Mandi di Stasiun. Usai mandi dan ganti baju, saya pergi keluar stasiun. Sudah banyak pak taksi menodong saya dan nawarin naik taksi. Saya tolak karena saya mau backpacker hemat. Tujuan pertama saya adalah Tugu Muda, Museum Perjuangan Mandala Bhakti dan Lawang Sewu. kebetulan 3 tempat wisata ini lokasinya satu kompleks. Dari Stasiun Poncol saya jalan kaki sekitar 600 meter. Lumayan buat jalan-jalan pagi. Di tengah jalan saya mampir dulu ke restoran untuk ngisi perut. Saya makan nasi pecel dengan lauk daging sapi. Kebetulan penjualnya ramah banget. Saya saja diajak ngomong ngalor ngidul. Bapaknya sabar banget ngejelasin tempat wisata di semarang plus transportasinya. Gak disangkanya lagi, ternyata pemilik restoran ini adalah paman teman kerja saya waktu di Singkawang dulu. What a really coincidence!!! bayangan dunia yang begitu luas, tampak sempit di mata saya dengan perjumpaan yang tidak disengaja ini. Setelah selesai sarapan, saya pamit dan berangkat lagi menuju Tugu Muda. Kalau Jakarta Punya Tugu Bundaran HI sebagai Landmark atau ikonnya, maka Semarang punya Tugu Muda. Tugu Muda ini merupakan monumen yang sengaja dibangun untuk mengenang peristiwa heroik Pertempuran Lima Hari di Semarang. Diresmikan Oleh presiden Soekarno pada tanggal 20 mei 1953.

Tugu Muda

Tugu Muda

Museum Perjuangan Mandala Bhakti

Museum Perjuangan Mandala Bhakti

Museum Perjuangan Mandala Bhakti ini letaknya di arah barat Tugu Muda. Museum ini menyimpan sejarah tentang Pertempuran Lima Hari di Semarang. Kalau kamu belajar sejarah waktu SD, pasti sudah tau cerita tentang sejarah ini. Pertempuran 5 Hari di Semarang adalah serangkaian pertempuran antara rakyat Indonesia di Semarang melawan Tentara Jepang. Pertempuran ini adalah perlawanan terhebat rakyat Indonesia terhadap Jepang pada masa transisi . Tahu kan kalo jepang telah menyerah tanpa syarat kepada Indonesia. Pelucutan Senjata Tentara Jepang di berbagai tempat di Jawa Tengah tidak diwarnai kekerasan. Tapi terjadi kekerasan justru di ibu kota Semarang. Kido Butai atau pusat Ketentaraan Jepang nampaknya tidak memberikan persetujuannya secara menyeluruh, meskipun dijamin oleh Gubernur Wongsonegoro, bahwa senjata tersebut tidak untuk melawan Jepang. Permintaan yang berulang-ulang cuma menghasilkan senjata yang tak seberapa, dan itu pun senjata-senjata yang sudah agak usang.

Kecurigaan BKR dan Pemuda Semarang semakin bertambah, setelah Sekutu mulai mendaratkan pasukannya di Pulau Jawa. Pihak Indonesia khawatir Jepang akan menyerahkan senjata-senjatanya kepada Sekutu, dan berpendapat kesempatan memperoleh senjata harus dimanfaatkan sebelum Sekutu mendarat di Semarang. Karena sudah pasti pasukan Belanda yang bergabung dengan Sekutu akan ikut dalam pendaratan itu yang tujuannya menjajah Indonesia lagi.

Terdengar juga bahwa pasukan Kidobutai akan segera mengadakan serangan balasan terhadap para Pemuda Indonesia. Keadaan kota Semarang sangat mencekam apalagi di jalan-jalan dan kampung-kampung dimana ada pos BKR dan Pemuda tampak dalam keadaan siap. Situasi hangat bertambah panas dengan meluasnya desas-desus yang menggelisahkan masyarakat, bahwa cadangan air minum di Candi  telah diracuni. Pihak Jepang yang disangka telah melakukan peracunan lebih memperuncing keadaan dengan melucuti 8 orang polisi Indonesia yang menjaga tempat tersebut untuk menghindarkan peracunan cadangan air minum itu.

Dr Karyadi, Kepala Laboratorium Pusat Rumah Sakit Rakyat  ketika mendengar berita ini langsung meluncur ke Candi untuk mengecek kebenarannya. Tetapi beliau tidak pernah sampai tujuan, jenazahnya diketemukan di jalan Pandanaran Semarang, karena dibunuh oleh tentara Jepang (namanya diabadikan menjadi RS di Semarang). Keesokan harinya 15 Oktober 1945  pasukan Kidobutai benar-benar melancarkan serangannya ke tengah-tengah kota Semarang.

Nah dalam pertempuran ini, Gubenur Semarang sempat ditangkap oleh tentara jepang. Sebaliknya para pemuda indonesia berhasil menangkap Jenderal Nakamura. Akhirnya dua pihak sepakat berunding melakukan gencatan senjata dan Jepang meminta senjata senjata yang diambil oleh Para Pemuda dapat diambil lagi. Nah Pihak Indonesia gak mau, akhirnya yah tempur lagi deh. Untungnya tanggal 19 Oktober 1945, Pasukan Sekutu datang ke Pelabuhan Semarang sehingga mempercepat proses perdamaian antara dua pihak.

Lawang Sewu

Selesai mengunjungi museum mandala bhakti, saya pergi ke arah timur. Tidak jauh dari sana ada Bangunan yang dulu sempat heboh gara gara ada yang meninggal waktu acara reality show Dunia Lain di trans TV. Itu lho acara Uji Nyali di tempat tempat angker. Begitu sampai kesana, saya bayar karcis 30 ribu sudah termasuk guidenya kalo gak salah. Bangunan Lawang Sewu atau kalau diterjemahkan ke dalam Bahasa indonesia artinya Pintu Seribu. Dari namanya saja telah membuat saya  terpikat ingin mengetahui keunikan bangunan ini. Awalnya Saya mengira Lawang Sewu ini adalah gereja jaman Belanda. Hah masa gereja jadi tempatnya sarang hantu. Baru setelah tanya petugas karcisnya, ternyata Lawang Sewu ini  merupakan Kantor Administrasi Kereta Api di Jaman Belanda. Kata teman saya, Lawang Sewu ini mendadak tenar jadi tempat wisata horor sejak acara uji nyali tersebut. Padahal dulunya bangunan ini gak terawat. Baru setelah banyak turis yang penasaran dengan seremnya bangunan ini, tempat ini direvitalisasi jadi kawasan wisata. Serunya, tempat wisata ini dibuka sampe jam 11 malam. Jadi, kalo datengnya pas malam akan terasa lebih menyeramkan bangunan ini. Sayangnya saya datangnya pagi kesini padahal pengennya nyoba uji nyali disini. Teman saya yang pernah kesini bilang kalo tempat ini memang serem banget. Sampe sampe dia lihat hantu gentayangan disana. Tapi begitu sampai sana, biasa aja tuh bangunan. Ga ada aura horornya. Mungkin karena rumah saya di Madura bersebelahan langsung dengan perkuburan umum, sehingga saya tidak terlalu takut dan menganggap biasa dengan suasana horor atau mistis. Salah satu keunikan Bangunan ini yaitu memiliki  banyak pintu meskipun kalo dijumlah gak bakal sampe seribu. Keunikan lainnya yaitu memiliki lantai bawah tanah dengan lorong lorong memanjang yang isinya tampungan air hujan yang turun dari pipa pipa di genteng. Jadi Lantai bawah tanah ini isinya penuh dengan air dan sengaja dijadikan sebagai pendingin buatan buat lantai lantai di atasnya. Lantai atas akan terasa sejuk dan adem karena AC buatan dibawahnya. hebat juga yah arsitek belanda jaman dulu. Ketika jaman penjajahan tentara Jepang, bangunan ini berubah fungsi sebagai tempat penyiksaan tawanan dan tempat Pancungan bagi rakyat semarang yang memberontak kepada Jepang. Nah Lantai Bawah Tanah ini merupakan pusat penyiksaannya.

Lawang Sewu dari ketinggian

Lawang Sewu dari ketinggian

Pintu Seribu

Pintu Seribu

Inside Of Lawang Sewu

Inside Of Lawang Sewu

Untuk menuju ruangan bawah tanah, saya disuruh pake sepatu boot. Bayar sepuluh ribu lagi untuk nyewanya, beuh.  Teman saya takut turun ke bawah dan gak jadi ikutan ke bawah. Saya turun pake tangga dan hampir terpeleset karena gelap banget di bawah. Baru setelah nyampe dibawah, ngidupin senter. Nah sama guidenya, saya dikasih tahu lokasi tempat meninggalnya peserta reality show dunia lain. Ternyata di dalam tuh banyak lorong lorong yang memanjang. Air tergenang setinggi gak sampe selutut. Beberapa kali kepala saya kejedut dinding karena mata saya kurang awas kalo ada atap dinding yang lebih rendah dari tinggi badan saya. Nah di bawah tanah ini, juga terdapat ruangan yang ada bak mandi yang bersekat-sekat. Ceritanya, Para Tawanan dikumpulkan dan duduk di dalam bak yang bersekat yang tingginya gak sampe 60 sentimeter ini. Di atas bak mandi tersebut dulunya ada teralis besi yang menutup bak bak tersebut, cuma sekarang gak ada lagi. Jadi seharian mereka duduk jongkok dan saling membelakangi. wah gak kram tuh kaki yah. Terkadang para tawanan ini disuruh saling menyodomi. Hiii. Udah gitu mereka mati dengan cara hidup-hidup dengan dimasukkan air ke dalam ruangan bersekat ini. Jadi para tawanan akan meninggal dunia karena tidak bisa bernapas lebih lama di dalam ruangan yang terjebak dengan air ini. Setelah mati, mayat mereka akan dibuang ke sungai yang terletak di belakang bangunan ini. Di Lantai bawah tanah ini juga terdapat bangunan khusus untuk tempat pemenggalan kepala tawanan. Mata saya waspada banget begitu sampe di tempat ini. Siapa tahu bisa melihat sosok hantu disini. Sayangnya begitu selesai jalan jalan di bawah tanah saya belum lihat hantu sama sekali.

Lorong Bawah Tanah

Lorong Bawah Tanah

Bak Mandi bersekat

Bak Mandi bersekat

Bak Mandi bersekat

Tempat Pembuangan Menuju Sungai

Tempat Pembuangan Menuju Sungai

Tunggu Part 2 nya yah :)

Tunggu Part 2 nya yah🙂

 

Tentang Indra

Civil Servant and Independent Traveler
Galeri | Pos ini dipublikasikan di My Adventure dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

8 Balasan ke Jalan Jalan ke Kota Semarang (Part 1)

  1. lusi berkata:

    saluttt,,aku yg orsng semarang malah belum pernah ke lawang sewu,,wkwkwk

    • Indra berkata:

      Terima kasih. Cobalah jalan jalan kesana. Menarik tempatnya kok. Blum lengkap jd orang semarang kalo blum tau lawang sewu🙂

  2. anjani, m.pd berkata:

    masuk kelawangsewu kok bayarnya mahal sih,

    • Indra berkata:

      ga usah pake guide mbak kalo ingin yang murah

      • mila berkata:

        byuuh tiket masuknya mahal amiiir,,, pdhl dipandu quide-nya cm bentar,,,, pgn gak pake quide ktnya gak boleh,, wah akal2an aja,,

        • Indra berkata:

          klo mau turun ke lorong bawah tanah harus pake guide, biar tidak tersesat di lorong2 ini. tapi kalo cuma menjelajahi upper ground, atau lantai-lantai di atasnya, gak pake guide ga apa2. yah pandai-pandailah menolak kalo qta ga mw pake jasa guide

  3. buzzerbeezz berkata:

    Itu kayaknya lebih seru kalau malam deh ke Lawang Sewunya. :p

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s