What’s Precious In This Year


Tidak terasa akan berganti tahun. Tentu banyak kenangan manis dan pahit yang terjadi di tahun ini. Satu hal indah selain hal-hal yang indah yang dialami saya tahun ini adalah punya blog sendiri. Blog ini saya namakan dengan Beta Cinta Indonesia. Diilhami dari sebuah judul film anak Indonesia “Tanah Air beta” akhirnya saya putuskan untuk jadi tagline blog saya. Tak terasa sampai akhir tahun ini, blog saya dikunjungi lebih dari 10.000 visitors selama delapan bulan. Mungkin bukan angka yang fantastis. Tetapi hal ini tidak membuat saya surut untuk tetap menulis. Bagi saya, Blog yang menarik tidak dilihat dari seberapa banyak pengunjung, tetapi apakah semua postingan di dalam bermanfaat bagi pembaca. Semakin bermanfaat blog tersebut, blog tersebut tentu akan semakin ramai dikunjungi. Ada teman blogger saya yang selalu memposting review film-film bioskop. Ada juga yang memposting sebagai tempat download software ataupun juga tips dan trik yang berhubungan dengan komputer. Sumbernya ada yang dari pengalaman pribadi maupun hasil copas dan comot sana sini. Dan semua sukses menuai banyak jumlah pengunjung. Tergelitik juga ingin membuat hal yang sama. Tetapi saya akhirnya tersadar bahwa saya harus menjadi diri sendiri. I have my own way. Saya ingin menulis apa yang ingin saya tulis. Tentu setiap pemilik blog memiliki genre dan gaya tersendiri. Hampir semua catatan saya berisi pengalaman pribadi saya. Menjadi penulis blog membuat saya lebih peka terhadap keadaan di sekitar saya. Saya menjadi lebih kritis. Hal itu yang membuat saya menyadari bahwa seorang penulis memiliki kelebihan daripada orang lainnya yang bukan penulis, terutama dalam menangkap momen momen yang ada di sekitarnya. Setiap saya menjumpai hal yang unik di dalam aktivitas sehari-hari, saya akan mencoba untuk memposting kejadian-kejadian tersebut dalam blog. Terkadang saya mencatat semua kejadian dalam hape saya dalam bentuk ringkasan kecil karena saya tidak memiliki banyak waktu untuk memposting semua kejadian tersebut. Jika dalam sehari saya mengalami tiga kejadian yang berkesan, mungkin tidak semuanya saya bisa saya tulis atu posting di dalam blog selama sehari.

Menulis

Kenangan pertama membuat blog di wordpress benar-benar susah terutama menambah aksesoris pada layout blog. Karena saya benar benar buta dengan yang namanya CSS atau script bahasa pemrograman, alhasil di awal-awal saya sempat mandeg. Bikin blog itu susah. Baru setelah baca baca blog para blogger dan berbagi ilmu tentang cara membuat layout blog jadi menarik, akhirnya saya berhasil memperkaya tampilan blog saya. Cukup dengan keyword “tips and trik membuat blog” di google, sudah banyak para blogger memberi  ulasan tentang membuat blog. Saya juga baru ngeh ternyata banyak situs pihak ketiga yang  menyediakan secara sukarela kode html untuk widget. Dengan demikian kita hanya tinggal copy paste kode-kode html tersebut.huuffhh. Senang juga akhirnya terpecahkan masalah saya. Alhasil setelah menyadari itu, saya langsung pasang tampilan jam, kalender atau badge facebook di blog saya. Pasang  widget jumlah visitor beserta flagnya sehingga saya bisa mengetahui siapa saja yang mengunjungi blog saya. Sempat ketawa juga ngeliat ada pengunjung dari negeri luar sono yang “tersesat” mampir ke blog saya. Entah dengan keyword apa di google bisa nangkring di blog saya. Padahal bahasa blog saya tidak menggunakan bahasa Inggris. Mungkin bisa saja mereka adalah WNI yang tinggal di luar negeri yang sedang membaca blog saya. Entahlah.

Blogging merupakan kebiasaan baru saya. Perkenalan pertama dengan blog waktu saya magang di kantor setelah lulus jadi mahasiswa. Instansi saya memiliki server khusus untuk blog yang terhubung secara intranet dengan cabang-cabang kantor di seluruh wilayah Indonesia. Hampir semua pegawai di bawah payung instansi saya memiliki blog sendiri.  Karena masih berstatus magang, jadi saya masih banyak memiliki waktu untuk membaca dan menulis blog di kantor. Baru setelah naik pangkat dari pemagang menjadi pegawai “beneran”, aktivitas tersebut saya kurangi.  Sayangnya, saya tidak terlalu lama mencicipi blog intranet kantor. Kegiatan blogging di instansi saya tiba-tiba kiamat. Server untuk ngeblog ditutup untuk selama-lamanya karena alasan produktivitas. Blogging membuat pegawai menjadi kurang produktif terhadap tugasnya di kantor karena waktunya banyak dihabiskan untuk menulis  dan membaca blog di sela-sela jam kantor. Ada benarnya juga pendapat itu dan saya sangat menghormati keputusan tersebut. Apalagi waktu itu instansi saya sedang lagi hot-hotnya melakukan reformasi birokrasi.

Setelah “tragedi” penutupan tersebut, saya vakum di dalam dunia tulis menulis perbloggingan. Selebihnya saya hanya membaca berita di detik.com, blog Naked Traveler dan Blog di Kompasiana selesai Jam kantor. Di Kantor saya, Internet baru bisa terhubung dengan komputer setelah usai jam kantor yaitu jam 5 sore. So, biasanya kalo sudah adzan magrib, saya baru pulang ke kos-kosan. Abis pulang kantor, sempat tergerak keinginan untuk menulis di blog wordpress atau blogspot. Berhubung saya kerjanya dari Jam 8 pagi sampe jam 5 sore, keinginan membuat blog sendiri pun tertunda. Abis pulang kantor saya lebih suka leyeh-leyeh di kamar nonton dvd atau nonton movies via TV berlangganan di kosan. Rasanya malas mau nulis nulis di laptop sehabis pulang kantor. Badan masih capek dan otak masih cenat cenut. Aktivitas menulis itu perlu time dan mood penulisnya.

Kalau hari Sabtu minggu, waktu saya dihabiskan jalan-jalan di kota Singkawang atau di luar kota singkawang, sambil nyari tempat-tempat menarik yang layak dikunjungi bersama teman kantor. Apalagi waktu itu untuk pertama kalinya saya bertugas di Luar Jawa, so keinginan untuk menjelajahi bumi Kalimantan sangat besar. Jadi hari sabtu minggu saya lebih suka travel kalo tidak main badminton. Baru setelah status saya berubah pegawai tugas belajar, saya banyak memiliki waktu untuk menulis dan membuat blog di wordpress karena menjadi Pegawai Tugas Belajar, saya sudah lepas dengan semua tanggung jawab dari kantor. Kegiatan saya hanya kuliah, mendengar ceramah dosen, kembali kosan dan tidur hehehe. Menjadi mahasiswa tugas belajar ada plus minusnya. Plusnya yaitu saya banyak memiliki waktu tidur siang dan menulis di blog. Minusnya gaji saya berkurang hampir separuh.😦

Hal yang mendorong saya ingin menulis, semua berawal dari hobi saya yang kegandrungan membaca. Sejak SD sampe sekarang saya suka baca buku. Semua jenis buku yang menurut saya menarik, akan saya baca di kala leisure time. Saya yakin semua penulis best seller awalnya adalah seorang pembaca yang berat. Gara-gara membaca, terbersit keinginan di hati saya untuk menulis. Ada keinginan untuk membagi ide-ide dan gagasan saya. Dengan menulis saya ingin mencoba merekam kejadian-kejadian yang saya alami yang sekiranya layak untuk dishare. Menulis memang susah awalnya. Saya pernah mengalaminya. Membuat puisi saja saya sudah setengah mati menyerah. Waktu SMA, guru bahasa Indonesia pernah memberi  ulangan membuat cerpen. Sebelum memulai ulangan, guru saya memberi tips dan trik menulis cerpen. Kata guru saya, ketika seseorang memulai belajar menulis, tulislah yang ada di dalam benak atau pikiran. Alirkan semua ide-ide yang ada di benakmu dalam tulisan tanpa ada distorsi. Jangan pikirkan apa yang kamu tulis itu jelek. Karena penulis yang hebat pasti berawal dari penulis yang ecek-ecek. Semua penulis menjadi hebat karena proses penciptaan kreatif yang dilakukan mereka. Karena dengan keseringan menulis, ia memiliki banyak perbendaharaan kata untuk menyusun kata di dalam buku-bukunya. Setelah nilai cerpen sekelas dibagikan, saya mendapat nilai tertinggi di kelas. Cerpen saya diikutkan sayembara meski akhirnya tidak jadi juara. Judul cerpen saya waktu itu “Senja di Tanah Rencong”. Judul cerpen ini diilhami keprihatinan saya terhadap kondisi aceh yang masih terus bergolak waktu itu. Saya menyusun cerita dari sudut pandang seorang sukarelawan Palang Merah Internasional. Mungkin sudut pandang ini yang dinilai tinggi oleh guru saya. Sejak saat itulah saya mulai berani untuk banyak menulis. Waktu SMA saya punya buku pribadi berisi coretan cerpen-cerpen saya, meskipun hanya untuk dibaca sendiri dan teman-teman sekelas. Kebanyakan temanya ngepop tentang dunia remaja.  Sayangnya, buku kompilasi cerpen saya tersebut sudah dijual oleh mama dengan koran-koran bekas serta buku-buku pelajaran SMA ke toko loak. Yah pada waktu mama menjual buku-buku bekas tersebut- memang saat itu saya sudah lulus kuliah sehingga pikir mama daripada penuh-penuhin rumah lebih baik dijual. Sementara buku-buku novel yang saya beli di Gramedia atau toko buku oleh mama disimpan dalam kardus dan ditaruh di bawah kolong meja belajar saya yang berbentuk segiempat. Saya memang belum memiliki lemari untuk menampung buku buku novel yang saya beli tersebut. Baru setelah kerja, saya memiliki cukup uang untuk membeli lemari. Karena saya bekerja di Kalimantan, saya transfer uang ke mama di jawa untuk beli lemari. Naasnya, mama saya malah menelpon balik saya “Indra, kardus buat nyimpen buku-bukumu terkena air. Masmu pake meja belajarmu buat akuarium ikan. Nah akuarium itu bocor dan merembes ke buku-bukumu”. What??!!!! Setelah itu saya tidak bisa ngomong-ngomong apa-apa lagi. Dunia terasa mau runtuh. Mau marah juga tidak akan pernah membuat segala sesuatunya kembali semula. Oleh mama, buku-buku tersebut dijemur. Pas mudik pulang kampung ke rumah, saya menyaksikan buku-buku yang berhasil dijemur mama saya seperti kayak orang sekarat. Lusuh. Rasanya mau menangis saja. Teringat perjuangan saya untuk memperoleh buku-buku tersebut. Buku-buku tersebut didapat dari hasil menabung dari uang jajan sekolah. Saya bela-belain waktu istirahat kadang tidak jajan atau kalaupun jajan, saya pasti menyisihkan sebagian untuk tabungan membeli buku😦

Menulis di dalam blog banyak sekali manfaatnya. Karena dengan menggunakan aplikasi yang ada di dalam blog, kita masih bisa mengedit tulisan kita. Ketika kita membuat tulisan atau cerpen di dalam sebuah buku atau mesin ketik, tentu akan banyak ditemui  coret-coretan dan tip-ex yang mewarnai  tulisan tersebut. Itu mengapa, menulis dalam sebuah media penyimpanan elektronik lebih efektif dan jauh dari risiko kehilangan atau lusuh dan penuh coretan. Menulis di blog juga berkesempatan gagasan kita akan dibaca semua banyak orang. Apalagi kalau postingan dalam blog kita mengundang manfaat bagi banyak orang dan mampu mengubah banyak orang di dunia ini untuk hidup lebih baik karena terinspirasi dengan gagasan baik yang dibuat oleh kita. Itulah arti dari keindahan sebuah tulisan. Anyway, sampai saat ini dan hingga detik ini, ketika membuat tulisan ini, saya menyadari bahwa saya hanya seorang penulis biasa. Penulis Kacangan. Meski begitu saya tidak akan pernah kapok dan jera menulis yang jelek-jelek. Everything need process. For me, Writing is one way to understand this world and its people better. That ‘s essence in my writing. So, happy writing…… and HAPPY NEW YEAR 2012🙂

Tentang Indra

Civil Servant and Independent Traveler
Galeri | Pos ini dipublikasikan di My Story dan tag , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke What’s Precious In This Year

  1. Adie Riyanto berkata:

    turut prihatin untuk buku2nya yang basah. aku juga pernah mengalaminya. ngondek seharian gak bisa tidur. seminggu kemudian udah lupa karena harus buru-buru balik ke Jakarta ;(

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s