Serunya Ice Skating di Mal Taman Anggrek


Berawal dari kekecewaan saya gara gara batal backpakeran ke Dieng Plateu karena condition and time yang gak memungkinkan dari teman-teman saya, So saya mencari alternatif lain menghabiskan 3 hari libur lóng weekend ini. Karena hari libur ini mendekati libur Imlek, pilihan saya jatuh ke Mal Taman Anggrek dan Central Park untuk menyaksikan “Dragon Of Nezza” barongsai yang sengaja didatangkan dari thailand. Alasan lainnya sebenarnya pengen nyoba ice skating di Mal Taman Anggrek. Rasanya belum lengkap kalau mengunjungi Mal Taman Anggrek tanpa ber – Ice skating ria, begitu kata teman saya.

Saya kemudian mencoba menghubungi teman-teman kampus saya dan Alhamdulillah banyak yang mau ikut bergabung dengan saya untuk menghabiskan liburan. Dari Bintaro, saya dan teman-teman naik Bus Xtrans menuju Ratu Plaza sebelum akhirnya beralih ke Busway. Bus Xtrans ini sangat menguntungkan bagi saya yang tinggal di kota satelit bintaro, karena nantinya akan melewati jalan tol. Kelebihan lainnya karena bus ini ber-AC sehingga saya tidak perlu gerah dengan suhu jakarta yang semakin hari semakin panas. Selain naik bus Xtrans, sebenarnya ada alternatif angkutan lainnya seperti angkot dan metromini. Secara ongkos keseluruhan memang lebih murah naik angkot dan metromini untuk sampai ke Mal Taman Anggrek dengan perbedaan 3000 rupiah. Cuman saya harus oper beberapa kali angkutan and moreover saya berangkatnya agak siang sehingga bisa dipastikan bakal gerah di dalam angkot dan belum lagi kalau terjebak macet.

Tepat Jam setengah satu siang saya sudah mencapai Mal Taman Anggrek. Saya dan teman salat dahulu dan lunch di salah satu food court disana. Pengunjung Mal Taman Anggrek kebanyakan orang chinese sehingga tak salah ketika saya masuk ke dalam mall, ternyata Nuansa Imlek begitu meriah. After Lunch, kita menuju Tempat Ice Skating Sky Rink. Alamak antriannya panjang banget. Mungkin karena long weekend sehingga banyak pengunjungnya. Saya kemudian memutuskan Ice Skating jam 5 sore. Loket Ice skating biasanya dibuka kembali pada shift atau jam-jam yang telah ditentukan dan salah satunya pukul 5 sore.

Untuk mengusir waktu yang masih tersisa 2,5 jam sampai Jam 5 sore, saya memutuskan menyaksikan Barongsai Dragon Of Nezza di Central Park yang letaknya bersebelahan dengan Mal Taman Anggrek. Atraksi Barongsai ini dilakukan pada sebuah bambu yang menjulang tinggi. Tinggi bambunya kalau diukur dari lantai basement, sekitar 4 lantai di atasnya. Barongsai ini menari di atas ketinggian. Atraksi yang cukup challenging sekaligus berbahaya. Disinilah daya pikatnya. Makanya tidak heran kalau pengembang Central Park mendatangkan pemain Barongsai dari thailand untuk memanjakan pengunjung di liburan long weekend. Barongsai ini merupakan salah satu even dari beberapa even yang diselenggarakan di Central Park untuk memeriahkan liburan Tahun Baru Imlek.

Usai menonton barongsai, kita kembali lagi ke Loket Ice Skating jam setengah lima sore. Ahayy, dapat barisan depan. Setelah berdiri antre selama setengah jam akhirnya loket dibuka. Tarif ice skating selama dua jam Rp 48.000. Ice Skating di Sky Rink langsung dihitung dua jam jadi kalo maen sejam tetap bayar dua jam. Ada rule rule yang harus dipatuhi salah satunya harus bawa sock. Saya lupa membawa perlengkapan ini. Untungnya di Loket Ice Skating jual kaos kaki. Keluar duit 8000 buat nebus kaos kaki, beuh.

                              

Bagi Pemula disarankan untuk menggunakan penyangga dinding yang terletak di bagian tepi lapangan es🙂

Sepatu roda ice skating dengan sepatu roda konvensional dengan bentuk roller blade ternyata berbeda. Bersepatu roda di atas es  membutuhkan keseimbangan badan tingkat tinggi. Sebelumnya saya pernah punya pengalaman bersepatu roda model roller blade waktu esde. Saya mengira, saya akan lebih mudah berjalan di atas permukan es, karena saya punya pengalaman bersepatu roda di atas permukaan aspal. Tetapi perkiraan saya salah. Begitu masuk lapangan es, saya langsung terjatuh. Permukaan es ternyata sangat licin. Berkali-kali saya jatuh bangun dan tertabrak dengan pengunjung lainnya karena saya tidak tahu bagaimana mengendalikan sepatu roda es. Untung bukan saya sendiri yang ngerasa “kampungan bin udik”. Banyak juga pengunjung lainnya termasuk ketiga teman saya yang ikut terjatuh di atas permukaan es. Celana jeans saya jadi basah sedikit dan pantat saya jadi gimana gitu kalau kena es. Serasa dikompres dengan es hehe.

Saya kemudian melihat pengunjung lainnya yang jago ber Ice skating. Saya lihat bagaimana bentuk kakinya dalam sepatu Ice Skating ketika berjalan di atas es. Saya lihat bagaimana keseimbangan badannya dan gayanya berjalan. Dari hasil pengamatan ini, saya mencoba sendiri bagaimana harus mengendalikan sepatu saya di atas es. Meski sempat terjatuh beberapa kali, akhirnya saya pun bisa. Seneng juga akhirnya bisa berjalan tanpa terjatuh lagi. Di antara ketiga teman saya yang ikut ber ice skating ria, saya yang lebih mahir mengendalikan sepatu roda es. Berkali-kali kami mencoba adu cepat berjalan di atas es dan saya juaranya🙂 . Teori bersepatu roda di permukaan aspal hampir sama dengan teori bersepatu roda di atas permukaan es. Cuman ice skating lebih sulit, karena gampang meluncur dan ngeremnya juga susah. Jadi kalo saya gak bisa ngerem, saya cari dinding yang berada di tepi untuk menabrakkan diri. Cara ini terbukti efektif untuk mengerem sepatu roda. Agak sedikit ekstrem memang. Tapi banyak juga pengunjung yang melakukan hal yang sama seperti saya. Daripada saya nabrak orang mending nabrak dinding. Bisa berabe kalo nabrak cewek orang. Bisa digampar sama cowoknya disana haha. Olahraga Ice Skating ini digemari oleh anak muda yang sudah punya pasangan. Mereka kalo dah di atas es, bawaannya pegang tangan mulu sambil mengelilingi lapangan es. So Sweet🙂 . Ada juga couple yang memanfaatkan lapangan Ice Skating ini buat foto-foto pre Wedding mereka.

Satu pelajaran yang saya ambil dari permainan ice skating, sebaik apapun teorinya, pengalaman tetaplah guru yang terbaik. Inilah yang saya rasakan. Pengalaman bersepatu roda di permukaan aspal membuat saya lebih mudah menyesuaikan diri bersepatu roda di atas permukaan es. Ice Skating juga bisa digunakan sebagai terapi untuk melawan kecemasan/ketakutan ketakutan kita. Meski awalnya saya sering terjatuh, saya mencoba bangkit lagi. Sempat kepikiran takut cedera, tapi saya coba hapus pikiran-pikiran buruk tersebut. Saya mencoba berpikir positif setiap kali terjatuh. Pasti ada cara untuk melewatinya, dan perjuangan itu terbayar juga ketika saya bisa mengendalikan sepatu Ice Skating saya. Meski tidak terlalu mahir, setidaknya ini sinyal baik yang harus disadari saya. Ice Skating is not only a good sport but also a good game🙂. Happy Weekend.

Tentang Indra

Civil Servant and Independent Traveler
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Uncategorized dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

23 Balasan ke Serunya Ice Skating di Mal Taman Anggrek

  1. yisha berkata:

    wah, lain kali ajak aku dong…..
    ohya, makasih ya setuju saling follow 🙂

  2. Anonim berkata:

    Hi Indra
    Nice to read your blog km ini.
    Aku juga kesana lho kemarin pas imlek, kok ga ketemu ya (hahhaa) secara aku tgl 22 Jan.
    Dan masuk nya yg jam dibuka pertama.
    Tapi emang bener kok it was fun ya, so ntr neh ak ma temn 2 juga mau kesana lagi minggu besok.
    uh…… can’t wait till sunday …… ^_^

  3. santi berkata:

    mau prg jg sm tmn2 tp gue takut jatoh, soalnya gak tau knp keseimbangan gue kurang..hehehhee

  4. Tosa Rifai berkata:

    kesono lagi mas aku ikutan deh

  5. ajar berkata:

    kalo sekarang berpaan harganya ? naik gk ya ?

    • Indra berkata:

      48 ribu

      • sheymoo berkata:

        48ribu itu kalo weekend dan liburan sekolah (terhitung lgsg dua jam)dan kena charge 8ribu perjam setelah lewatdari 2jam tersebut.
        kalo hari biasa (Senin-Jumat) 42ribu allday (seharian, tidka ada batas 2jamdan tidak kena charge).🙂

      • sheymoo berkata:

        48ribu untuk weekdays dan liburan sekolah, dikenakan charge 8ribu/jam apabila lewat dari 2jam
        sedangkan untuk senin-jumat (bukan liburan sekolah) 42ribu allday (seharian tanpa kena charge)
        sewa loker 5ribu😀

  6. lloyd amelia berkata:

    mau masuk tapi ga boleh sama ortu

  7. Anonim berkata:

    good history guys.
    saya dulu wkt kecil prnah tuh dtg kesana tp cuman liatin doang soalnya g bisa, nnti klo ada temn saya pengen lgi lah nyobain maen ice skating nya.

  8. reza ramanda nur afifa berkata:

    Saya suka sekali Ќε mall taman anggrek karen.mall taman anggrek Ϊ † ü mall nya besar & mewah

  9. Emillina Patrani berkata:

    salam kenal minta alamat ice skating yang ada di jakarta tp yg cukup murah,siapa tau kita ke jkt

  10. Anonim berkata:

    sekarang harga tiketnya masih sama ga ya ?

  11. Anonim berkata:

    Sepatunya nyewa apa enggak sih..??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s