Reading, Then Change the World


Hey, You're an Idiot if You do Not Like This

Hey, You’re an Idiot if You do not Like This

Setiap kali disuruh mengisi biodata entah di selebaran formulir pekerjaan atau yang lain semacamnya, kalau ditanya hobi, pasti kegiatan membaca selalu tidak lupa saya tulis. Yah saya termasuk orang yang gila membaca. Saya juga penggila buku. Saya mulai menekuni hobi ini sejak kelas 3 SD dan ada alasannya kenapa saya tiba-tiba punya hobi membaca. Banyak quotes menarik tentang dunia membaca. Gara2 sebuah quote “membaca membuka jendela dunia”, Sejak itulah awal yang mengubah hidup saya, halah. Dengan pemikiran yang masih seperti anak kelas 3 SD, tentu saya kesulitan menerjemahkan maksud quote ini. Bagaimana bisa dengan hanya membaca, Jendela dunia bisa terbuka. Emang dunia punya jendela yah?? Itu yang saya tangkap dengan otak yang masih kemarin sore. Kebetulan quote ini saya temukan di salah satu sampul kertas untuk buku tulis, yang dibelikan ibu saya.

Berawal dari quote ini, timbul pertanyaan dalam diri saya. Berarti seseorang yang bisa membuka jendela dunia pasti adalah orang sakti atau tokoh superhero seperti doraemon, ksatria baja hitam,Ùltraman dll. Begini kalo anak masih kecil, terkadang hal hal yang ajaib selalu diidentikkan dengan kekuatan super hero dari film kartun yang ditontonnya. Saya kemudian bertanya pada guru saya di sela-sela jam istirahat. Guru saya berkata “Indra, maksudnya membaca membuka jendela dunia tuh artinya seseorang akan tahu hal hal yang ada di dunia ini. Dengan membaca, kamu bisa terhubung dengan masa silam kalau kamu membaca buku sejarah. Dengan membaca, jarak yang terasa jauh akan begitu dekat. Kalau kau membaca cerita tentang negara jepang, kamu akan merasa ada di jepang tanpa harus kau ada disana. Jadi dengan membaca, kau seolah bisa melihat dunia yang begitu luas. Makanya kamu harus rajin membaca di perpus”.

Saya hanya bisa menangkap sedikit maksud perkataan guru sayà. Yang saya tangkap dari perkataan guru saya bahwa membaca adalah semacam lorong waktu yang bisa terhubung ke masa silam dan menjelajah ke tempat tempat jauh dengan kecepatan cahaya. Wah asik itu. Berarti membaca di perpus bisa membuat saya memiliki kekuatan superhero seperti yang dijelaskan guru saya. Dari dulu saya memimpikan bisa jadi superhero seperti ultraman dan superman. Menyelamatkan dunia, menjadi terkenal dan menjadi panutan bagi bocah-bocah, jiaah.

Well, semula saya orang yang tidak suka membaca ketika esde dulu. Kalau istirahat, saya lebih suka pergi bermain daripada pergi ke perpustakaan. Waktu esde, saya sudah dicap anak bodoh. Saya hanya mendapat Peringkat 20 dari 29 anak. Saya juga sangat anti buku pelajaran. Gara-gara buku itu juga saya dicap bodoh. Saya tidak mengerti isinya. Terkadang rumus rumus perkalian begitu susah masuk dalam otak saya. Teks proklamasi pun begitu susah dihafalkan. Saya sering lupa-lupa ingat. Itu mengapa saya kena hukuman berdiri di depan kelas. Dan hal tersebut membuat saya antipati terhadap kegiatan membaca. Membaca tidak akan mengubah anak bodoh seperti saya. Jadi saya percuma membaca!!

Dalam suatu kesempatan di kelas, guru saya membagi hasil ulangan matematika. Dan saya mendapat nilai nol. Sudah itu nolnya digambarin dengan ada bentuk mata, hidung dan bibir. Teman sebangku saya dapat nilai sembilan puluh. Teman sebangku saya ini memang pinter. Di kelas mendapat peringkat 4. Tapi kalau ulangan, ampun dah pelit banget. Sampe yang namanya buku tuh dilipat biar saya gak bisa mencontek. Herannya, kenapa guru saya menyuruh saya duduk sama dia. Dan puncak kekesalan saya, dia ngomong sama saya. “Dasar Bodoh, soal beginian masih dapat nol. Saya pun membela diri. “Saya tidak bodoh”. Teman saya pun menimpali,”gimana gak bodoh, ulangan matematika mendapat nol huh”. Tiba-tiba saya teringat ucapan guru saya. bahwa untuk membuka jendela dunia harus rajin membaca buku di perpus. Tiba-tiba saya tergilitik untuk membalas dendam. Saya ingin dia nantinya memuji saya ketika saya berhasil membuka jendela dunia. Membuka jendela dunia berarti sakti mandraguna, lebih sakti dari sekedar membaca. Lagi-lagi anak bodoh seperti saya salah menafsirkan maksud membaca membuka jendela dunia.

Keesokan harinya saya pergi ke perpustakaan ketika istirahat. Aduh kenapa banyak buku. Masa saya harus membaca buku sebanyak ini untuk membuka jendela dunia. Tiba-tiba teman saya bernama Riza memanggil saya. “Indra kesini”. Kulihat dia sedang membaca buku di meja perpus. “Bagus yah dra”. Dia memperlihatkan bukunya yang ia pinjam kepada saya. Saya takjub melihat isi buku tersebut. Gambar-gambar indah dari luar angkasa. Ada sebuah planet dan bintang-bintangnya. Gambar yang terang benderang yang akhirnya baru kuketahui bahwa itu adalah galaksi.

“Mana Krypton?” Tanya saya tentang tempat tinggal superhero Superman
“Belum tahu ndra dimana tempatnya”.
“Apakah di perpus banyak buku semacam ini?”
“Banyak sekali, malah isinya lucu-lucu. Nih saya baca majalah bobo”. Kata riza seraya menunjukkan bacaannya yang lain. Enak baca di perpus ini, bukunya asik-asik daripada buku pelajaran di kelas. Gak bosen.”

Sejak saat itu, saya suka membaca di perpus atau meminjam buku untuk dibawa pulang. Buku yang saya pinjam pertama kali adalah tentang dunia antariksa. Pada awalnya saya suka membaca buku yang kebanyakan gambarnya daripada tulisannya. Kemudian di lain kesempatan, saya melihat teman saya yang paling pandai di kelas meminjam buku di perpus. Dia termasuk bookaholic juga. Buku yang ia pinjam pasti aku akan meminjam juga. kali aja kepandaiannya bisa menular dengan membaca buku yang ia pinjam. Ternyata teman saya yang paling pandai itu hobi baca buku buku cerita rakyat/legenda, iptek, serial detektif dan misteri. Saya pun ikutan jadi tertarik membaca buku-buku tersebut.

Ketika selesai Caturwulan tiga kelas 3 SD, rapor dibagikan oleh guru kepada orang tua saya. Peringkat saya naik menjadi peringkat 17 di kelas. Lumayanlah ada peningkatan, tapi masih kecewa karena belum tembus 10 besar. Begitu di kelas 4, ada pelajaran sejarah tentang kerajaan-kerajaan di jawa. Ada cerita ken Arok, Raden Wijaya, Jayakatwang dll serta candi-candi di Indonesia. Saya sudah membaca ceritanya waktu kelas 3 sd dari buku yang saya pinjam di perpus. Entah kenapa setelah sering membaca di perpus,meski bukan buku pelajaran yang saya pinjam, otak saya menjadi mudah sekali untuk berfikir. Saya lebih mudah mengingat rumus-rumus. Rumus-rumus akan menjadi mudah dihafal jika saya memahaminya. Saya juga menjadi mudah menangkap apa yang guru ajarkan di depan kelas. Saya bisa memahami logika dengan baik setelah keseringan membaca buku detektif. Dan Alhasil ulangan matematika saya pun bagus bagus. Yeah, semua karena berkat membaca. Dengan membaca, hal pertama yang saya lakukan harus bisa memahami isinya dengan baik. Dan karena membaca, saya menjadi mudah untuk memahami orang lain, dunia dan disekitarnya. Memahami dengan baik perkataan dan maksud orang lain.

Begitu rapor cawu pertama kelas 4 dibagikan, peringkat saya melesat dari peringkat 17 menjadi peringkat 7 di kelas. Saya saja sampe gemetaran melihat hasil rapor saya. It’s amazing. Saya tiba-tiba merasa menjadi berutang budi pada sebuah buku yang saya telah pinjam di perpus karena at least saya tidak lagi menjadi anak bodoh di kelas. Keberadaan saya pun diperhitungkan. Teman saya tidak akan memandang sebelah mata lagi kepada saya. Sejak kejadian tersebut, Kegemaran membaca pun menjadi kebiasaan saya yang menjadi-jadi hingga sampai saat ini. Semua buku yang sekiranya saya suka, bakal saya lahap. Banyak isi-isi dari buku yang mempengaruhi hidup-hidup saya. Memberi inspirasi dan jalan atau cara. Membaca membuat mata saya terbuka terhadap dunia di sekeliling saya. Membaca ibarat kita terbang pada sebuah titik tinggi dan menyaksikan hamparan wilayah yang luas : ide-ide, pengalaman, sejarah dan sebuah pencarian. Orang yang gemar membaca akan memiliki pandangan luas dan Memahami budaya serta kompleksitas manusia dan masalahnya yang membuat kita lebih bijak mengambil keputusan.

saya memandang bahwa minat membaca berbanding lurus dengan kemajuan sebuah bangsa. Bahkan bisa menjadi kunci untuk lepas dari akar kemiskinan dan menjadi bangsa yang makmur. Negara kita, Indonesia memiliki tingkat melek aksara yang rendah dan minat baca yang sangat payah pada sebagian besar masyarakatnya. Kita tidak menemukan kenyataan di belahan dunia manapun bahwa orang yang berilmu dan memiliki pandangan luas, hidupnya menjadi miskin, kecuali atas dasar pilihan hidup. Oleh karena itu, sudah saatnya isu minat membaca menjadi arus utama pembangunan negara kita sebagai salah satu kunci untuk terlepas dari kemiskinan. Memang menumbuhkan minat membaca tidak semudah membelah kue. Butuh sebuah katalisator untuk mewujudkan reaksi minat membaca di kalangan masyarakat. Orang tua dan sekolah harus merasa perlu untuk menciptakan suasana yang menimbulkan kegairahan membaca. Pemerintah juga harus proaktif menyediakan dana untuk pembangunan perpustakaan dan program-program yang mampu mendekatkan anak anak pada buku. Sekian.

Then, By Reading, We Can Change.

Tentang Indra

Civil Servant and Independent Traveler
Galeri | Pos ini dipublikasikan di My Story dan tag , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Reading, Then Change the World

  1. Eko Wardoyo berkata:

    wuahhhh – hebatttt

    saya adalah orang yang sulit bertemu kata kata tulisan dibuku bang, kallo gak ketiduran yah ngeliat bintang muter muter di atas kepala

    tapi ngeliat pengalaman tulisan ini jadi pengen mencoba kembali membuka lembaran buku /(^.^”)

    siapa tahu bisa merubah hidup, pandangan, serta memberikan kemajuan dalam hidup saya

    terima kasing bang ardy

    salam kenal

    • Indra berkata:

      Salam kenal balik mas eko. Banyak cara merubah hidup seseorang, tdk hanya dari buku tapi dari tulisan yang anda buat juga bisa jadi. Keep blogging.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s