Book is a Pleasant Travelmate


Book is a pleasant travelmate. Judul ini sebenarnya terinspirasi pas saya lagi naik KRL Tanah Abang-Serpong. Gara-gara judul ini, saya ingin menceritakan masa lalu saya. lho..kok masa lalu diumbar-umbar sih. Emang gak boleh yah? Kata ustad, kalo cerita masa lalu itu mengandung hikmah positif kenapa gak diekpos setajam silet (emang gosip selebriti apa pake diekspos segala)

Ceritanya 17 years ago (mirip film saja, pake alur mundur segala). Yup benar pas saya lagi kelas dua esde. Seperti kebiasaan saya, setiap kali melakukan berpergian jauh, ada 1 barang wajib yang mesti saya bawa. Apalagi kalau bukan buku bacaan. Kegemaran ini sebenarnya merupakan bentuk usaha saya untuk mengusir rasa bete selama berpergian jauh. Dulu waktu kecil ketika mudik ke rumah nenek, pasti saya bawa buku entah itu komik atau majalah anak-anak atau novel detektif. Jadi sebelum lebaran, saya pasti nyewa komik dulu sebanyak 3 buah untuk dibaca di dalam bus. Waktu itu murah banget. Satu komik cm 250 perak. murah banget khan. Jadi kangen saya kembali ke masa2 itu. Kapan yah Indonesia bisa serba murah lagi kayak zaman Soeharto. Waktu kecil pas jaman saya masih kismin, membeli buku novel/komik masih masuk kategori kebutuhan tersier. Jadi waktu esde, saya masih suka pinjam buku teman kalo gak pinjam di perpus atau tempat persewaan buku. Untung saya orangnya suka menabung uang jajan sekolah yang diberikan ortu. Inipun juga terpaksa. Mau pinjem buku di persewaan buku, mau gak mau harus bayar pake uang sendiri. Mau minta ke ortu pasti kena semprot duluan hehehe. Beruntung waktu itu saya cukup terhibur dengan pantun yang selalu ortu dengungkan ke saya “berakit-rakit ke hulu, berenang-renang ke tepian. Bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang kemudian”. (big hug for my parents. thank for your motivation :D  )

Selama mudik, saya agak menghindari membawa bacaan komik. Bakal cepat sekali dilahap oleh saya. 1 hari saya bisa membaca 3 sampe 5 komik. Padahal kalau saya mudik, saya biasa menginap 3-4 hari di rumah kakek-nenek. Karena itu saya biasa nyewa buku novel yang ceritanya tentang misteri, detektif, petualangan seperti bukunya Enid Blyton yang tentang lima sekawan. Yang isi halamannya bisa sampe 300-500 halaman. Dengan begini, saya bisa mengatur kapan sebuah buku bisa saya selesai baca. Jadi kalo pas arus balik dan sampe rumah lagi, semua buku harus sudah saya baca sebelum dikembalikan ke tempat persewaan buku.

Berkaca dari pengalaman kecil tersebut, saya memandang bahwa buku adalah sahabat perjalanan yang menyenangkan. Mungkin ini salah satu ungkapan yang mewakili pandangan saya terhadap buku. Setiap boring, pasti yang pertama dicari adalah buku. Hm bukan buku pelajaran yah. Kalo buku pelajaran buat anti boring mah ga mungkin. Bisa tambah puyeng haha. Setiap musim liburan juga buku yang dibaca oleh saya. Tapi kalo sekarang, saya yang udah jadi anak gede, mungkin buku tidak menjadi pilihan utama lagi untuk mengusir boring. Semenjak jadi ABG, pilihan untuk mengusir boring, banyak sekali alternatifnya. Kalau gak hang out bareng teman2, atau main laptop, yah nonton dvd, pergi ke bioskop atau karaoke. Cuma kalau pas lagi traveling atau mudik, kebiasaan saya membawa buku bacaan masih tetap terbilang cukup eksis dan aktif. Setiap kali menunggu di bandara gara2 pesawat delay, yah buku adalah pelampiasan saya pertama kali. Pernah dalam satu kesempatan saya bisa menyelesaikan satu buku bacaan selagi menunggu delay pesawat selama 4 jam dalam perjalanan jakarta menuju surabaya. Waktu itu pesawatnya pas lagi gak bisa jalan karena ada kerusakan mesin dan saya harus menunggu pesawat pengganti dari keberangkatan Medan-Jakarta yang katanya baru landas 4 jam lagi. Praktis saya menunggu hampir 5 jam jika ditambah menunggu selama 1 jam di boarding pass area. huh. Sampe-sampe ada beberapa penumpang yang satu pesawat sama saya,  menggebrak meja  petugas bandara karena keterlambatan jadwal. Mungkin kalo 2 jam masih bisa ditoleransi. Tapi kalo sampe 4 jam, bisa kebayang gimana betenya karena kelamaan menunggu. Yah pekerjaan menunggu memang tidak pernah menyenangkan. Tetapi saya sebagai penumpang yang masih menggunakan akal sehatnya meski sedikit terusik, hanya bisa pasrah dan tunduk kalo pihak maskapai harus melakukan delay demi keselamatan penumpang. Yes Passenger Safety is a must. Saya juga gak pengen mati sia-sia. Untung saya bawa buku bacaan untuk menahan emosi saya. Penumpang lainnya yang tidak tahu harus berbuat apa selama menunggu, terpaksa mondar-mandir gak jelas di boarding pass area. Ada juga yang duduk manis sambil bermain hapenya, Itupun kalo baterainya bisa tahan 4 jam. Yang paling parah, ada yang langsung tertidur ngorok di bangku ruang tunggu hehe.

kegiatan Membaca buku di dalam angkutan umum yang paling nyaman dirasakan saya adalah kalo pas lagi naik kereta jarak jauh Surabaya-Jakarta selama 12 jam. Apalagi kalau bacanya sambil dikolaborasi melihat pemandangan persawahan di balik jendela. Memandang sungai-sungai gubuk petani, para anak gembala serta padi-padi menguning. Kalo sudah begini, Saya langsung serasa hommy seketika di dalam kereta. Jadi pengen balik lagi ke kampung halaman dan gak balik kerja ke jakarta hehe. Kondisi semacam ini hanya bisa saya rasakan kalo kereta berangkatnya pagi hari. Kalo yang berangkat malem, saya agak malas mau baca buku. bawaannya mau tidur. Paling2 buku yang berhasil saya santap adalah majalah bulanan PT KAI yang disediakan cuma-cuma di gerbong kereta sama buku katalog produk jualan PT KAI seperti mainan kereta, kaos dan gantungan kunci.

Merindukan Lebaran
di atas KRL Tanah Abang-Serpong

Tentang Indra

Civil Servant and Independent Traveler
Galeri | Pos ini dipublikasikan di My Story dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s