Keanggunan Bunga Mei Hwa di Kota Singkawang


Salah satu hal yang menarik bagi saya ketika perayaan imlek tiba adalah Bunga Mei Hwa di Kota Singkawang. Awalnya saya mengira bunga ini adalah bunga Sakura. Karena bila dilihat, sepintas memang mirip bunga sakura. Pemandangan ini saya dapatkan di Hutan mei Hwa di Stadion Kridasana Singkawang. Waktu itu saya gak ngeh kalo bunga ini adalah bunga Mei Hwa.

Bunga Mei Hwa

Di atas adalah foto saya bersama Replika Pohon Mei Hwa. Meski ini cuma sekedar pajangan aksesoris dan bukan pohon hidup, tapi tetap menarik saya untuk cuma sekedar berfoto dengannya. Pertama kali yang terlintas di benak saya, mengapa bunga sakura ada di perayaan tahun baru cina. Apa iya Negara besar seperti China mengklaim bunga sakura menjadi salah satu bagian dari kebudayaan China? Jadi teringat perang budaya antara Malaysia dan Indonesia. Jujur saja Pertanyaan ini begitu menggemaskan saya. Waktu itu saya ingin menanyakan hal ini kepada salah satu pengunjung dari etnis tionghoa. Tapi saya urungkan. Saya yakin ini bunga sakura. Teman yang saya ajak menikmati malam Imlek di Stadion ini juga bilang ini adalah bunga sakura.

Keeseokan harinya, ketika saya mengunjungi Pasar Hongkong untuk membeli Kipas angin, Pandangan saya tertuju pada salah satu stand toko yang menjual pernak-pernik Imlek. Lagi-lagi ada Ranting bunga sakura plastik disana yang dijadikan vas. Karena tidak jauh dari tempat saya membeli kipas angin, saya menghampiri toko yang menjual bunga sakura itu. Penjual toko bunga menyambut saya ramah.

” Bu ini bunga sakura yah?”

“Owh bukan dik.. Ini bunga Mei Hwa”.

“Saya kira ini bunga Sakura haha”.

“Bukan..Bunga Mei Hwa ini bunga kebanggaannya Orang Tionghoa.”

“Owh”. Akhirnya terjawab sudah teka-teki mengenai bunga ini.

Ketika sampe di kantor, saya langsung menyalakan internet. Buka google dengan keyword Bunga Mei Hwa. Akhirnya bermunculan situs-situs yang menjawab keyword tersebut. Dari sini saya akhirnya tahu mengapa Bunga Mei Hwa selalu muncul di perayaan Imlek.

Di Negara China, Dedaunan Pohon Mei Hwa cepat berguguran menjelang Tahun Baru Imlek. Gugurnya daun-daun Mei hwa ini menandakan musim semi di China telah tiba. Tentu di belahan dunia manapun musim semi yang hangat selalu dinantikan banyak orang. Sehingga munculnya sekuntum bunga mei Hwa di musim semi diartikan sebagai sebuah semangat baru, harapan baru dan yang baru baru hehehe. Karena itu tidak salah kalau Pohon Mei Hwa ini digambarkan sebagai Lambang Keuletan, Harapan dan Kemujuran. Apalagi Pohon ini bisa melewati 4 musim yang berbeda. Biasanya masyarakat Tionghoa menggantungkan “kertas yang berisi harapan/doa” dan juga angpau di sela-sela rantingnya. Mereka percaya bahwa Bunga ini akan mendatangkan rezeki dan kemakmuran bagi yang menggantungkan harapannya disana. hm..

Dibalik keindahan Bunga Mei Hwa ternyata ada Cerita Rakyat yang melegenda di Kalangan Masyarakat Tionghoa mengenai bunga itu sendiri. Kisah ini saya ambil disini

Dahulu kala dikisahkan, kakak beradik Da Jui (Si Mulut Besar) dan Da Shou (Si Tangan Besar) memiliki sifat bertolak belakang. Da Jui berupaya menguasai harta adiknya dengan cara mengusirnya.

Dia yang pemalas dan serakah itu memberi si adik dengan bagian harta yang sedikit, yakni 3 rumah sederhana, 10 hektare sawah tandus, seekor anjing dan kambing. Karena sifat buruknya itu, lama-kelamaan harta Da Jui menipis. Bahkan keledai dan kuda pun dijual untuk membeli bahan makanan.

Da Shou dan keluarganya tetap berupaya bekerja keras. Dengan dibantu anjing dan kambingnya, ia mengerjakan sawah dengan tekun. Akhirnya hasil mereka berlimpah dan memiliki banyak cadangan makanan untuk musim dingin.

Melihat kesuksesan Da Shou, timbul niat jahat Da Jui untuk membunuh anjing dan kambing adiknya itu. Kedua hewan itu mati setelah makanannya ditaburi racun. Tentu saja keluarga Da Shou berduka. Lalu kedua hewan itu dimakamkan di pekarangan belakang rumah mereka.

Ketika memasuki musim semi tahun kedua, di atas makam tersebut tumbuh dua batang pohon kecil. Satu dari pohon tersebut bisa menghasilkan emas, sedangkan batang yang lain menghasilkan perak. Sejak itu kehidupan Da Shou menjadi makmur.

Dari kisah ini, masyarakat Tionghoa berupaya meneladani cerita legenda ini dengan memajang dekorasi cantik Pohon Mei Hwa setiap perayaan Tahun Baru Imlek. Kalo saya lihat di rumah-rumah etnis Tionghoa Singkawang, Bunga Mei Hwa sering dijadikan pajangan di rumah tamu. Gara-gara bunga ini, Saya jadi kepikiran gimana kalau setiap Hari Ibu di Indonesia, anak-anak Indonesia tuh disuruh naruh balon di pohon pohon untuk meneladani kisah Malin Kundang (Yeee…..Apa hubungannya balon dengan kisah Malin Kundang. Kejauhan banget haha). Setidaknya ada cara-cara bagaimana masyarakat Indonesia mengambil sebuah hikmah dibalik kisah Cerita Rakyat yang cukup banyak di negeri kita. Toh Kebanyakan cerita legenda rakyat kita emang sarat makna dan kearifan yang dapat dijadikan prinsip hidup. Setuju?? Yuk.😀

bunga mei hwa

Oke kembali ke Bunga Mei Hwa. Karena keelokan Bunga mei Hwa, Bunga ini dijadikan bunga nasional negara China. Bunga ini memang endemik dan hidup di Negeri China. Mei artinya cantik, Hwa atau hua artinya bunga. Jadi, Mei Hwa artinya bunga yang cantik. Nama lain dari Mei Hwa yaitu plum blossom, artinya kuntum bunga-bunga plum yang sedang mekar, sedang nama latinnya Prunus mume. Negara kita juga gak kalah kok dengan China. Malah kita punya tiga bunga nasional lagi : Melati Putih, Rafflesia Arnoldi dan Anggrek Bulan. Setangkai anggrek bulan Yang hampir gugur layu Kini segar kembali Entah mengapa…(Jiah kok malah nyanyi lagu setangkai anggrek bulan sih). Oh iya Gugurnya daun Mei Hwa juga menandakan Festival Musim Semi di China dimulai. Festival yang biasa dikenal dengan nama Kuo Chun Ciek. Festival ini berlangsung sangat meriah dan dijadikan agenda tahunan oleh pemerintah Cina. Wow. Saya jadi mikir kenapa gak ada Festival Musim Panas dan Festival Musim hujan di Indonesia. Daun-daun Jati yang berguguran bisa saja dijadikan pertanda Festival Musim Panas dimulai. Ngayal lagi hihihi.

Back to Mei Hwa flower. Selanjutnya saya bakal ngasih tau apa sih bedanya bunga Mei Hwa dengan Bunga Sakura. Sepintas kalo dilihat mereka seperti saudara Kembar identik. tapi ada lho yang membedakan antara mereka berdua. Mei Hwa bunganya tidak bergerombol atau bertumpuk seperti sakura. Biasanya mekarnya lebih dulu daripada sakura.

Dengan tinggi tak lebih dari 6 meter, Mei Hwa bisa tumbuh selama 5-20 tahun. Setiap bunganya mempunyai lima mahkota, diameternya sekitar 1-3 cm. Setelah mahkota-mahkotanya berguguran, brulah daun-daunnya mulai bertunas. Mei Hwa termasuk tanaman yang mudah meranggas, makanya tidak boleh tumbuh terlalu dekat dengan sumber air dan perlu banyak cahaya matahari.

Tentang Indra

Civil Servant and Independent Traveler
Galeri | Pos ini dipublikasikan di My Adventure dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

5 Balasan ke Keanggunan Bunga Mei Hwa di Kota Singkawang

  1. ariohendra berkata:

    sekilas mirip sakura, infonya menarik mas

  2. Anis berkata:

    Bisa kasih tau lagi beda sakura,dan bunga maewha? Masih gak jelas,sekalian bunga cherry juga mirip tuh dgn sakura dan mae wha….sakura blossom,cherry blossom nah gimana tuh? Tolong ya terimakasiih

    • Indra berkata:

      sama saja karena chery, sakura maupun mei hwa berasal dari genus yang sama..hanya beda spesies. (pernah belajar biologi kan waktu SMA). ketiga bunga tersebut berasal dr genus prunus. tetapi secara fisik hampir memiliki banyak kesamaan. Ibarat mangga yang memiliki genus mangifera(klo ga salah ya) tetapi spesiesnya bnyak yg berbeda seperti mangga manalagi, mangga arum manis, mangga tawar, mangga dadung dll. tetapi semua mangga tsb memiliki banyak kesamaan. semoga bisa dimengerti.

      • Anis berkata:

        Sebelumnya makasih ya mas indra🙂 bisa dikasih gambar gak,bunga sakura ,cherry,dan maehwa….biar lbih jelas perbedaannya saat melihat bunga itu sndri ^^…. Maaf merepotkan mas indra…makasih banyaaak…..

  3. Anonim berkata:

    sakura dalam inggrisnya Cherry Blossom, jadi Cherry Blossom nama lain dari sakura. kalo bunga Mei Hwa bahasa lainnya Plum Blossom, setahu saya hehehhe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s