Kapok beli Buku Bajakan !!!


Kapok !! Ya mungkin itu sebuah kata yang cukup mewakili perasaan saya saat ini. 3 minggu yang lalu ketika pulkam waktu lebaran saya sempat menyambangi lemari perpustakaan mini di rumah saya. Beberapa buku yang terselip disana sebagian kecil adalah buku bajakan yang saya beli sebelum bekerja dan ketika kuliah dulu. Dulu kalau dapat buku dengan harga murah senangnya minta ampun. Saya heran bagaimana buku yang sama dan masih fresh from the oven bisa memiliki harga yang berbeda mencolok antara pasar loak dan Toko buku seperti gramedia. Kata teman saya yang memang hobi mengobrak-abrik beli buku di loakan, bahwa kualitas buku yang dijual di loakan sama saja dengan yang dijual di gramedia. Dalihnya, Bahwa buku yang dijual di loakan terdapat label stiker asli yang menandakan keaslian buku tersebut. Sepintas stiker ini memang seperti asli. Tapi….hm

Semakin ke belakang akhirnya saya menyadari sebuah logo/stiker yang menandakan keaslian buku tersebut ternyata memang bohongan. Dengan zaman teknologi yang serba canggih seperti sekarang saya rasa seseorang bisa membuat logo-logo seperti itu. Uang palsu saja bisa diciptakan sama persis. Logo asli buku pun juga demikian. Sangat disayangkan. Benar-benar tidak melindungi konsumen😛. Teman saya yang mengatakan dengan setengah mati, bahwa buku tersebut asli sungguh benar-benar ketipu. Untung yang dijual bukan produk makanan dan minuman.

Dan buku buku bajakan tersebut ternyata memang berbeda banget dengan buku asli. yaiyalah namanya saja sudah beda !! buku asli  dan buku palsu. Pembaca awam pun bisa membedakan mana buku palsu dan buku asli. Berhubung dulunya saya masih anak kuliahan dan masih mengandalkan duit dari ortu (pake alesan mulu), saya rasa toko buku loakan akan tetap menjadi teman setia anak kuliahan. Nah lho?? Tetapi bagaimanapun tindakan saya tetap kurang etis dan melanggar hukum. Saya jadi teringat cerita salah satu guru saya, bahwa mahasiswa di US kalo abis selesai fotokopi sebuah buku, pasti buku tersebut dibakar lagi. Karena perbuatan menggandakan buku tanpa seizin penulis merupakan tindakan ilegal. Masa sih?? Nah mahasiswa indonesia bagaimana?? Saya yang pernah nyambi sebagai mahasiswa hm mungkin atau memang tidak bisa ditolerir perbuatan ini. Jadi serba salah. Saya rasa kalau pihak kampus bisa menyediakan koleksi buku yang lengkap dengan jumlah kuantitas yang sebanding dengan jumlah mahasiswa, masalah-masalah diatas tidak pernah akan ada lagi.

Dulu waktu SD, SMP, SMA mungkin beberapa teman pernah pinjam buku pelajaran perpus dimana harus saling berbagi antar teman sebangku. Jadi tiap bangku dapat satu buku. Cuma kalo pas ujian, susah bagaimana membagi buku tersebut. Yang satu pengen belajar untuk ujian, yang satunya juga memerlukan tersebut buku buat ujian. Klasik. Saya berharap semoga dengan alokasi anggaran 20% pendidikan dari APBN bisa menyentuh masalah-masalah ini. Sudah kewajiban pemerintah untuk menyediakan buku-buku untuk anak-anak Indonesia. Yeah, I hope someday, mungkin tidak lama lagi,  buku-buku pelajaran umum di perpustakaan sekolah kita lengkap dan banyak. Tidak ada lagi saling berbagi buku. Buku-buku yang lengkap dan banyak kuantitasnya mungkin hanya memberi efek sedikit terhadap pencegahan pembajakan buku. Sebab tidak menutup kemungkinan, buku di luar buku pelajaran seperti buku novel atau genre semacamnya terkena pembajakan buku. Saya bisa merasakan bagaimana susahnya penulis menelurkan ide-idenya hingga menjadi sebuah buku. Jadi tindakan pembajakan buku tentu merupakan sebuah virus yang bakal dilawan para penulis. Melanggar hak atas kekayaan intelektual. Di negara maju orang-orang sudah sangat anti membeli buku bajakan, mungkin sudah saatnya kita melakukan hal yang sama. Ingat proverb bahwa sebuah negara yang besar dilahirkan dari sebuah budaya yang baik dari manusia atau generasi di dalamnya.  So, ini adalah sebuah momentum untuk kita mulai menghargai jerih payah para penulis dengan membeli buku terbitan asli. Tidak perlu menunggu pemerintah membasmi pembajak buku. Ketika seseorang memberikan contoh yang baik, maka itu adalah sebuah sumbangan yang tak ternilai harganya. Apalagi bila mempunyai tujuan yang mulia, saya rasa orang di sekitar kita bakal respek terhadap kita. Sungguh seperti sebuah tamasya  diri, ketika perbuatan kita mampu merubah orang lain menjadi lebih baik. Ketika kita mulai menghargai diri sendiri untuk hal hal yang kecil sesungguhnya kita belajar menghargai diri kita sebagai manusia dalam arti sebenarnya. Memandang dengan hormat bahwa manusia merupakan ciptaan tuhan yang memiliki potensi sesuai fitrahnya. Toh gak ada ruginya dengan membeli buku asli. Yang namanya palsu tentu memiliki cacat. Beberapa buku bajakan mudah lusuh. Hardcovernya tidak sebagus buku asli. Tulisan atau huruf huruf di setiap halaman buku cepat memudar. Ada beberapa halaman dalam buku bajakan saya yang tulisannya hilang. Mungkin kualitas tinta yang buruk sehingga menjadi seperti itu. Sedikit kesal saya dibuatnya. Ketika kita ingin mewarisi buku-buku yang telah kita beli kepada anak-anak kita nantinya, buku palsu secara jangka panjang tidak layak untuk dibeli. wong toh dalam 5 tahun lagi tulisannya jadi memudar begitu.

Tentang Indra

Civil Servant and Independent Traveler
Galeri | Pos ini dipublikasikan di My Story dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

11 Balasan ke Kapok beli Buku Bajakan !!!

  1. Mambay berkata:

    jangan kan buku yg dibajak sob, tulisan hasil karya kita aja dicopy paste udah sakit hatinya minta ampun. apalagi kalo ga dicantumin sumber tulisannya. hahaha😀 sesuatu banget.😀

  2. sekolahbanyuasin berkata:

    Reblogged this on SMP 2 SUAK TAPEH and commented:
    di tunggu kunjungan balik anda http://sekolahbanyuasin.wordpress.com/

    • Indra berkata:

      terima kasih reblogging blog saya di situs saudara. saya sudah mampir ke blog sampeyan..artikel pendidikan diperbanyak yah.nice posting

  3. Nadya Kartika berkata:

    bener banget jaman sekolah itu kesiksa banget pengen beli buku itu buku ini..apalagi kalo beli novel atau komik kayaknya ga tega pake uang dari ortu secara nyari uang itu kan susah..akhirnya dapet solusi juga, daftar ke taman bacaan yang boleh baca di tempat dengan cuman bayar 1 komik 300 dan 1 novel 1000. bisa berjam2 disana ngabisin waktu😛

    trus begitu dapet buku yang bagus banget dicatet judulny dan pas udah kerja satu persatu buku yg udah dicatet itu dibeli deh.. praktis🙂

  4. Budi Santoso berkata:

    Kalau saya kapok beli hp BM an…. =)

  5. Anonim berkata:

    Bogor kalo ga ada yg dagang buku murah,,,,,, gmana jadinya orng tua dan mahasiswa ya????????

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s