The Great Queen Seon Deok : Sebuah Dorama Tak Biasa


The Great Queen Seon Deok

Hola sobat brownies. Lama yah saya sudah gak posting. Akhirnya UAS semester Akhir dah selesai. Plong. Now I will make a posting to you. Kali ini saya mau berbagi cerita tentang dorama korea yang abis saya tonton. Judulnya Great Queen Of Sendoek. Keliatannya basi yah kalo bicara dorama ini, Mengingat Dorama ini sudah diputar di Indonesia sejak tahun 2008 atau 2009 yang telah lalu. Gak tahu persis tahun berapa pemutarannya.

Anyway, saya termasuk too late watching this dorama. Tahun 2009 dulu ga sempat nonton karena jam siarannya yang jam 5 sore ga cocok dengan jadwal kosong saya. Jam segituan saya masih di kantor dan on the way menuju kosan, so ga bisa nonton dorama ini. Sebenarnya saya penasaran sama dorama ini gara2 tweet teman saya yang menunjukkan rasa antusiasnya menonton dorama ini. Dan ember kalo dorama ini emang TOP BANGET. Ga heran kalo dorama ini minta diputar lagi di Indosiar karena banyaknya permintaan dari pemirsa. Dan lagi lagi tayangan ulangnya ga cocok sama jadwal saya pas lagi free. Disiarin tengah malem pas saya lagi ngorok dengan hebatnya di ranjang kasur.

Akhirnya di taun 2011 pas saya lagi dapat tugas belajar, baru dah saya bisa nonton dorama ini.  saya memiliki waktu cukup banyak karena kuliah selesai di siang hari. Nih bela-belain ke pasar glodok cuma buat cari dvd dorama ini. 3 keping dvd dengan jumlah episode 60 lebih. Suck.

Yang membuat saya suka dorama ini karena temanya berbau politik. Satu tema yang jarang diangkat oleh para sineas. Karena doramanya yang berbau politik, hampir sepanjang ceritanya penuh dengan intrik, strategi, dan perang psikologi di dalam pemerintahan. Karena dialog kuat yang dibangun oleh tokoh2 di dorama ini membuat jalan ceritanya tidak terasa monoton. Justru membuat saya semakin penasaran utk menonton episode selanjutnya. Yah setiap episodenya selalu memikat. Salut saya sama yang buat naskah skenarionya yang cukup baik meramu kata dalam setiap dialognya. Banyak sekali pelajaran yang dapat diambil dorama ini. Tidak hanya politik saja tetapi juga ekonomi dan cara membangun pemerintahan yang baik. Dalam dorama ini yang menjadi Tokoh Utama adalah Ratu Soendoek dan Mishil. Hampir Sepanjang cerita selalu diwarnai perseteruan mereka berdua mulu. Meski begitu lagi-lagi tetap saja gak ngebosenin. Setiap perkataan dan pikiran dari mereka justru kita bisa mengambil pelajaran penting. Ternyata membangun sebuah diplomasi dan komunikasi politik itu butuh strategi. Butuh kemampuan dan kejelian membangun sebuah hubungan antarmanusia. Karena pada dasarnya manusia suka kompromi dalam setiap hidupnya. Kalo melihat peta politik dunia saat ini, tidak mengherankan kalo Israel sebuah negara kecil dan tidak disukai banyak negara terutama negara berpenduduk muslim justru eksis hingga sampai kini. Israel menjelma sendiri dengan keadidayaan, bahkan negara yang mengaku super power pun seperti Amerika bertekuk lutut dihadapannya. Ini tak lain karena kemampuan lobi-lobi politik yang gencar dibangun Israel dengan negara-negara lain sejak negara ini berdiri. Kita bisa melihat Mesir, Yordania dan Arab Saudi yang notabene Negara bercirikan islam justru berhasil dirangkul israel. Tidak hanya itu saja. Berkali-kali israel memenangkan sidang veto dewan keamanan PBB. Padahal Negara yang duduk di DK PBB itu negara yang mengaku menjunjung tinggi HAM tapi yah Israel bisa menjadikan DK PBB sebagai bonekanya karena dukungan politiknya yang kuat. Politik selalu menyangkut konsekuensi dan kompensasi. Untung Rugi. Hm kira-kira begitu. Kok jadinya saya bawa-bawa Israel yah hehe. Yuk saya langsung bahas dorama saeguk ini. Mungkin alangkah baiknya saya mengenalkan beberapa tokoh Utama dalam dorama ini.

Puteri Deokman aka Ratu Seon Doek

grownseondeok

Ratu Seon Deok ini adalah salah satu Ratu tersohor di negaranya. Ratu Pertama di Negara Joseon (Nama lain dari Korea). Terlahir dengan nama masa kecil Putri Deokman, Dia berhasil merebut hati rakyat sehingga tak menjadi batu sandungan bagi dia untuk naik tahta. Padahal berdasarkan tradisi kerajaan, yang berhak naik tahta adalah seorang laki-laki. Jadi dia boleh dibilang yang mematahkan sistem kelas dan gender untuk siapa-siapa yang berhak menduduki jabatan penting di pemerintahan. Terlalu wow di jamannya. Melihat Ratu Seon Deok kita bisa menyamakan sepak terjangnya mirip Ratu Elizabeth 1 dari Inggris. Sama-sama still virgin hingga akhir hayatnya dan Ratu Perang.

Sejak kecil putri deokman dibesarkan di luar istana karena situasi politik istana yang kacau dan kurang kondusif. Dia diasuh oleh seorang pengasuh yang telah lama mengabdi pada raja istana. Putri Deokman hingga remaja dibesarkan di sebuah negeri gurun yang jauh dari Joseon. Karena negeri gurun ini adalah negeri yang dilewati jalan sutera, maka Putri Deokman dengan cepat belajar ilmu perdagangan dari para pedagang arab, eropa. Selain itu dia menyukai buku bacaan yang diberi pedagang secara cuma-cuma di jalan sutera. Kelak buku-buku tersebut yang mengantarkan dia sebagai ratu.

Impiannya untuk menyatukan 3 kerajaan di Joseon yaitu shilla, Gorguyeo dan Baekje, Ratu Seon Deok sadar bahwa ia harus mengorbankan cinta  orang yang menaruh hati kepada dia. Salah satunya adalah Kim Yushin. Karena tak mendapat cinta dari ratu, Kim Yushin memilih untuk mencintai ratu dengan mengabdi tulus kepada ratu selama pemerintahannya. Memberikan segenap cintanya di dalam tugas negaranya sebagai Komandan Panglima Perang Ratu.  Selain Kim Yushin, ada juga Bidam yang menyukai ratu. Meski dua pria ini saling menyukai wanita yang sama, tak pernah mereka berdua mencampuri urusan cinta dan pemerintahan. Hingga akhirnya kim Yushin dipaksa menikah oleh ayahnya yang juga anggota dewan kerajaan, dengan wanita lain untuk menguatkan kedudukan politik sukunya.

Bidam

queen-seon-deok-_bidam

Bidam dipandang Ratu Seon Deok sebagai ahli strategi yang ulung. Selain itu, Bidam memiliki kemampuan silat yang mumpuni karena semua hwarang istana dia kalahkan semua. Menyadari Bidam sebagai orang yang cerdik dan lihai dalam berpolitik, Ratu Seondeok mengangkat dia sebagai penasihat di kerajaannya. Semakin ke belakang ceritanya, mereka berdua ternyata saling menyukai satu sama lain. Ratu yang awalnya memutuskan tidak mempercayai siapapun di dunia ini, bahkan kepada panglima perangnya dan ayahnya sendiri yang seorang raja, malah mengajak menikah dengan Bidam.

Mishil

Lady Mishil

Mishil ini Cleopatranya Joseon. Bayangin aja karena kecantikannya dia jadi selir 3 raja Shilla yaitu Raja Jinheung, Raja Jinji dan Raja Jinpyeong. Kakek, anak, cucu raja saling menikahi Mishil ketika masing2 dari raja tersebut mangkat. Mungkin si raja raja tersebut menyadari peranan penting Mishil dalam pemerintahannya.  Sebelum diangkat menjadi selir raja, dia telah menikah lebih dahulu dengan Lord Sejong dan Lord Sadaham, masing-masing sebagai Pongwolju (anggota dewan) dan Lord Seolwon, seorang Jenderal panglima perang di Masa raja Jinheung.

Mishil adalah tokoh yang membuat dorama ini menarik. Digambarkan sebagai Wanita yang memiliki kepribadian yang cukup kompleks. Dia Sangat cerdas, anggun dan memiliki pengaruh kuat di kalangan bangsawan. Rakyat Jelata memandang dia adalah Manusia setengah dewa karena dia mampu menurunkan hujan ketika musim kekeringan. Padahal Mishil sebelumnya telah belajar Ilmu Musim dan Cuaca dari buku yang dia baca dan peroleh dari seseorang sehingga dia tahu kapan hujan akan turun. Mishil ini multi talenta. Selain menguasai dasar-dasar pemerintahan, dia mahir ilmu bela diri karena dia juga mantan pasukan hwarang wanita dan satu-satunya di istana. Sosoknya yang ambisius dan berpendirian kuat, membuat Ia selalu fokus dengan jalan yang ditempuhnya untuk mencapai apa yang dia inginkan. Ketika Raja jinpyeong tidak memiliki anak laki-laki untuk menjadi Raja, ia melihat bahwa akan ada perubahan besar dalam sejarah Negara Shilla. Rakyat Shilla akan memiliki Ratu. Maka dia memutuskan untuk menjadi Ratu. Demi ambisinya untuk menjadi seorang Ratu, dia bersaing dengan Putri Deokman. Dalam perseteruan ini, dua wanita berusaha menggunakan cara yang tidak rendahan dalam merebut kekuasaan.  Mereka berdua bersaing untuk mendapat pengaruh di pemerintahan. Padahal mishil kalo mau cepat jadi ratu, ia cukup mengayun pedangnya saja kepada raja yang sedang berkuasa saat itu (Ayah Putri Deokman) ketika ia berhasil menguasai iklim istana. Tetapi ia tidak melakukan hal tersebut. Kalo dipikir-pikir justru membunuh raja tidak akan mendapat simpati dan perhatian dari Rakyat. Mishil menyusun strategi bagaimana orang yang menjadi lawan-lawan politiknya disingkirkan dan mendapat cap sebagai pemberontak istana salah satunya Putri Deokman. Dan jelas hukuman pemberontak Istana adalah hukuman mati. Dengan hal tersebut, Mishil bisa dengan mudah melenggang menduduki kursi raja.

Nah cerita semakin panas, begitu Bidam tahu bahwa dia anak hasil pernikahan dari Mishil dan Raja Jinji. Di dalam dorama ini, bidam ketika masih bayi diasuh di luar istana. Mirip dengan Putri Deokman. Hingga dewasa Bidam tidak mengetahui identitas ibunya. Baru setelah dia membaca sebuah dokumen rahasia, dia baru ngeh bahwa dia adalah anak Mishil.  Konflik pun semakin mengakar dan  semakin seru ketika Putri Deokman memberi titah kepada bidam untuk membunuh Mishil karena dianggap melakukan pemberontakan kepada raja. Disinilah terjadi pergulatan batin antara Putri Deokman terlebih Bidam. Bidam berada di persimpangan sebuah jalan dimana dia harus membuat keputusan Penting. Di sisi lain Bidam telah membuat Janji setia akan melayani Ratu selama Hidupnya. Di sisi lain juga dia menyadari bahwa Mishil adalah ibunya, sosok yang menjadi musuh kekasihnya sendiri. Jalan mana yang dia pilih? Putri Deokman apa Ibunya?

Demikian sinopsisnya. Jangan lupa buat  cewek yang nonton the last episode ini agar ditemani tisu. Teman saya yang perempuan menangis sesenggukan sambil koprol gara gara liat ending dorama ini hehe.

Tentang Indra

Civil Servant and Independent Traveler
Galeri | Pos ini dipublikasikan di My Story dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke The Great Queen Seon Deok : Sebuah Dorama Tak Biasa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s