Untung Rugi Susu Murni Hasil Produk Olahan Ternak


Gara-gara bikin postingan ini, entah kenapa saya pengen bahas kualitas produk olahan ternak terutama susu ternak. Kita tahu bahwa harga susu kemasan agak mahal. Bagi kalangan kelas menengah ke bawah, terkadang tak jarang yang memiliki ternak seperti sapi/kambing mencoba mengambil manfaat dari ternaknya salah satunya susu. Banyak orang mengatakan bahwa yang alami itu baik daripada produk yang melalui tahap pabrikasi. Banyak bahan pengawetlah, banyak perisa rasa dan aroma buatanlah dll.

Pernahkah anda minum susu sapi/kambing segar? Saya termasuk pernah. Memang rasanya agak beda dengan susu kemasan. Kandungan nutrisi lebih banyak daripada susu kemasan. Tapi mesti kudu hati-hati karena susu fresh dari ternak itu mengandung banyak jutaan bakteri. Di dalam susu segar terdapat bakteri jahat sama bakteri baik hati (begitu kata bapak saya yang insinyur pertanian). Saat ini sudah ada beberapa rumah sapi/kambing  yang menerapkan teknologi pengurangan/penghilangan bakteri pada susu ternak seperti pasteurisasi, sterilisasi dan UHT (Untuk 3 proses ini saya akan bahas lebih lanjut di postingan berikutnya). Setelah ngubek2 di google, Standar nasional Indonesia (SNI) No. 7388 tahun 2009 menyatakan bahwa standar maksimal bakteri yang terkandung pada susu fresh berjumlah 1.000.000 per ml. Pengujian ini hanya bisa dilakukan di laboratorium. Tetapi sayangnya tidak semua peternak menguji susu ternaknya karena kendala biaya. Ada beberapa cara alami untuk mengetahui kualitas susu ternak. Semakin bagus kualitasnya, semakin sedikit bakteri yang terkandung dalam susu. Biasanya petani susu kambing melakukan pengujian ini dengan mencium aroma susu yang habis diperah. Semakin sedikit atau tidak beraroma sekali, kualitas susunya baik. Biasanya aroma ini dipengaruhi faktor eksternal pada ternak itu sendiri. Misal sanitasi kandang ternak. Kandang ternak yang asal-asalan sudah jelas akan membuat kualitas susu buruk. Bau susunya pasti menyengat atau asam. Itu mengapa kandungan bakteri pada susu sapi/kambing Indonesia masih tinggi. Nah kalo susu sudah tercemar bakteri pasti dah yang minum kenadiare (Pernah saya mencret2 gara-gara minum susu sapi di rumah eyang. Mungkin pemanasannya kurang sempurna). Beda banget sama di Eropa. Kalau kita lihat di film-film, rata-rata mereka punya ranch sendiri yang terkesan bersih. Belom lagi peternakannya dibangun di lereng-lereng gunung yang bebas polusi. Kebanyakan nonton iklan susu anle*e hehe. hm Ternyata yang namanya polusi itu pengaruhnya banyak banget sama kualitas susu. Kambing/sapi yang hidup di lingkungan berpolusi, kandungan susunya mengandung Timbal. Hah kok bisa?? Bisalah. Tau sendiri kan kalo kambing/sapi tuh makannya rumput. Nah kalo rumput sudah tercemar asap pabrik, asap kendaraan bermotor sudah dipastikan kandungan susunya bahkan dagingnya mengandung timbal. Padahal saya termasuk yang sering lihat kambing makan rumput di pinggir jalan. You know, timbal ini termasuk kategori logam berat dan bisa merusak ginjal manusia. Standar Nasional Indonesia (SNI) No. 7387 tahun 2009 mencantumkan standar ketat hingga 0.02 per mg/kg terutama untuk logam berat berjenis Timbal/Plumbum (Pb).

Tadi sudah dua problem yang saya jelaskan , pertama sanitasi kandang, terus Polusi. Nah yang ketiga masalah antibioka/kandungan kimia. Tahu sendiri kan biasanya peternak kalo pengen ternaknya sehat walafiat dan bisa cepat dijual, pasti disuntik bokongnya dengan antibioka atau penggemuk badan (Jadi keingat kawan saya yang iseng nyuntik ayamnya dengan bensin😦 ). Nah kandungan dalam antibioka dan obat-obatan kimia ternyata berpengaruh terhadap kualitas ternak itu sendiri. Yah daging maupun susunya. Standar Nasional Indonesia Indonesia (SNI) No. 01-6366 tahun 2000 memberikan toleransi kandungan kimia pada susu kambing fresh sebesar 0,1 mg per ml. Jadi kalo pengen punya ternak sehat cukup buat saja jamu herbal. Bukankah negara kita adalah negara surga jamu. Pake ramuan madura juga monggo hehehe. Awas jangan kebalik sama obat kuat ya😀

Berkaca pada masalah di atas, semoga kita makin cerdas sebagai konsumen. Meski banyak yang bilang perlindungan konsumen di Indonesia rendah, semoga dengan artikel saya, anda bisa memiliki kesadaran sendiri dalam memilih mana susu yang baik bagi kesehatan dan benar benar mendapat manfaat dari daging/susu ternak yang anda beli.

diolah dari berbagai sumber

Tentang Indra

Civil Servant and Independent Traveler
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Uncategorized dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

2 Balasan ke Untung Rugi Susu Murni Hasil Produk Olahan Ternak

  1. fakhruddin berkata:

    harusnya yang membuat tulisan seperti ini adalah saya bukannya anda yang berbeda latarbelakang he he but salut atas tulisannya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s