Gelap Langsung Lenyap Berkat Bank Mandiri


Kring…kring…

Duh siapa nih tengah malam menelpon.

Kringgggg…ng..kring

Dengan mata yang masih mengantuk berat, saya beranjak dari kasur. Sempoyongan saya meraih handphone yang tergeletak di meja.

Mama calling. Begitu tulisan yang tertera di layar hp.

Ada apa gerangan mama malam-malam menelpon. Segera saya mengangkat panggilan.

“Indra”

“Yah ma”

“Di rumah lampunya mati. Sekarang gelap di rumah”

“Kenapa ma? Ada pemadaman?”

“Gak ndra. Token listriknya habis. Tengah malam begini kios yang jualan listrik prabayar pasti sudah tutup semua”

Terbayang di benak saya, sosok mama yang sudah renta sendirian di rumah bersama adik angkat perempuan saya yang masih kelas satu SMP. Belum lagi di depan rumah adalah kompleks pemakaman kampung. Hiiii. Pasti mama ketakutan. Coba masih ada papa, pasti saya tidak secemas ini.

Dua tahun sudah saya merantau di Jakarta. Mama di rumah sendirian bersama adik saya. Untuk kebutuhan listrik, biasanya mama menyuruh adik saya membeli listrik prabayar di kios yang menjual pulsa listrik prabayar. Mama termasuk orang yang jarang mengecek sisa nominal di meteran listrik, sebab dia sudah tahu berapa kebutuhan listrik di rumah selama sebulan. Hanya malam ini sedikit naas. Pemakaian listrik melebihi limit kebutuhan sebulan.

“Yah ma. Indra mau ke mesin atm. Nanti mama tinggal masukkan angkanya. Sepuluh menit lagi indra sms angkanya. Mama tidak usah panik”.

Segera saya keluar dari kosan saya. Hujan deras lagi. Haduh. Saya kembali ke kamar lagi mengambil payung. Setelah mengunci pintu pagar rumah kos, saya segera berjalan ke arah gapura pintu masuk kompleks perumahan. Tengah malam begini jangan mengharapkan masih ada angkot lewat di jalanan jakarta. Saya menunggu taksi. Semoga ada yang melintas di depan kompleks. Lima menit, Taksi pun tak kunjung lewat. Terbayang sosok mama yang terjebak gelap gulita di rumah. Saya tidak bisa menunggu waktu lebih lama lagi. Segera saya menuju pangkalan ojek yang tak jauh dari kompleks. Puji tuhan masih ada ojek jam segini. Akhirnya dengan ojek saya melenggang menuju ATM mandiri terdekat. Saya membeli pulsa listrik prabayar via mesin ATM. Setelah mendapatkan kode angka di struk ATM, saya langsung sms mama.

Huffff. Akhirnya terselesaikan juga.

Setelah keluar dari pintu ATM, saya berdiri merenung sebentar. Memikirkan kejadian yang baru saya alami. Membeli listrik ke mesin ATM tengah malam sungguh tidak praktis. Tidak adakah transaksi pembelian listrik yang cepat, tanpa harus keluar rumah apalagi kalau tengah malam seperti ini. Bukankah institusi perbankan sekarang sudah menggunakan teknologi mutakhir untuk menjawab beragam keinginan nasabahnya. Begitulah keluhan  yang berkelebat di pikiran saya malam itu. Keesokan harinya saya menelpon sahabat saya yang bekerja menjadi customer service di bank mandiri. Saya ceritakan semua kejadian semalam. Betapa ribetnya membeli listrik prabayar via mesin ATM. Apalagi sekarang sudah memasuki musim hujan dimana orang malas keluar rumah. Belum ditambah kalau listrik di rumah tiba-tiba padam di tengah malam. Haruskah saya pergi ke mesin atm di tengah malam buta? Di saat orang-orang telah terbaring pulas dengan mimpi indahnya.

Dari pembicaraan dengan sahabat saya tersebut, kemudian saya disarankan untuk melakukan aktivasi Internet Banking Mandiri.  Bertransaksi online dengan media token PIN Mandiri. Apapun keinginan anda, Mandiri saja. Begitu sahabat saya mengakhiri percakapan kami. Karena penasaran dengan kemudahan Internet Banking Mandiri, tanpa ba bi bu lagi, saya langsung pergi ke bank mandiri saat itu juga. Disana saya bertemu dengan petugas customer servicenya yang ramah. Ketika saya meminta dibuatkan token PIN Mandiri untuk kemudahan melakukan transaksi online, dalam satu hari itu pelayanan permintaan token PIN Mandiri langsung selesai. Hanya merogoh kocek Rp 20.000, saya sudah bisa menggunakan alat token yang terhubung dengan Internet Banking Mandiri. Ketika saya mencoba login di Internet Banking Mandiri, saya baru menyadari bahwa terdapat banyak fitur layanan yang lengkap dan tentunya memudahkan nasabah yang ingin bertransaksi online dengan keamanan yang berlapis.

 

Sebulan kemudian.

Jam 7 malam. Saya masih berada di kantor.

Di luar, Hujan begitu deras mengguyur ibukota sejak sore.

Kring…kring..kring

Mama calling. Begitu tulisan yang tertera di layar hp.

“Ada apa ma?”

“Ini pulsa listrik prabayarnya habis lagi. Minta tolong diisi lagi”

“Beres Ma. Tidak pakai lama. Nanti Indra sms kan angkanya”.

Segera kunyalakan internet  pc kantor. Login ke Internet banking Mandiri. Di Internet Banking Mandiri terdapat menu fitur pembayaran listrik prabayar. Tidak sampai semenit, saya sudah selesai bertransaksi dengan menggunakan token milik saya. Disini saya benar-benar merasakan bahwa bank mandiri memang  menjawab semua keinginan nasabahnya. Banyak kelebihan yang ditawarkan ketika bertransaksi online dengan menggunakan token. Aman. Itulah Kesan pertama yang saya rasakan. Praktis dan Mudah. Kesan kedua yang saya rasakan. Real time. Kesan ketiga yang saya rasakan. Cukup tiga kesan itu saja sudah membuat saya jatuh cinta dengan Bank Mandiri. Tidak salah jika saya memilih membuka tabungan di Bank mandiri. Saya tidak perlu khawatir lagi dengan keadaan Mama di kampung akan kebutuhan listrik. Tidak perlu cemas lagi membayangkan mama terjebak di tengah gelap gulita. Tidak perlu cemas lagi membayangkan adik saya terlambat mengerjakan PR karena terlambat mengisi listrik prabayar. Cukup 1 menit dengan pembelian listrik di Internet Banking Mandiri, kecemasan itu buyar seketika. Bank Mandiri memang menjawab setiap keinginan. Apapun keinginan anda, Mandiri saja. Terima Kasih Bank Mandiri.

Tentang Indra

Civil Servant and Independent Traveler
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Uncategorized dan tag , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s