Trowulan : A Misty Wonderland (Part 2)


Setelah keluar dari pintu masuk Gapura Wringin Lawang, destinasi berikutnya menuju Museum Trowulan. Di pintu keluar Gapura wringin ada Patung Gajah yang menurut mitologi hindu adalah Patung Ganesha. Dewa Ilmu pengetahuan.

Setelah tanya dengan warga sekitar mengenai transportasi ke Museum Trowulan, saya disuruh naik angkot dan cukup bayar duit 1000 rupiah. Masih 1 km lagi museum Trowulan dari Gapura Wringin lawang. Akhirnya saya mencegat angkot dan turun persis di perempatan Lampu merah. Saya memasuki gerbang utara trowulan. Papan penunjuk jalan cukup informatif mengenai objek wisata disini. Ada museum Trowulan, Kolam segaran, Candi Bajang Ratu, Candi Tikus, Candi kedaton, Pendopo Agung, Makam Putri Campa dll. Hm jadi disini pusat kerajaan Majapahit. Terlihat banyaknya peninggalan purbakala yang berada di Gerbang utara trowulan ini

“Ojek bang..”

“Maaf pak. Saya jalan kaki saja”

“Adoh mas”

“Saya nanti dijemput teman”

Saya sambangi rumah makan sederhana tak jauh dari pangkalan ojek. Daritadi perut protes minta gizi. Uang di dompet hanya tersisa 18 ribu. Hm cukup gak yah buat jalan-jalan ntar. Pikir saya dalam hati. Saya membeli pecel dengan lauk tempe dan dadar jagung serta 1 botol mineral. Setelah selesai makan, saya menebus sarapan pagi saya yang cuma sebesar 6 ribu. Murah. Mana enak lagi bumbu pecelnya. Ketika saya tanyakan tentang tempat mesin ATM di trwoulan kepada ibu yang punya warung, “wah jauh dek. Ke mojoagung dulu”. Ya sudahlah semoga dengan uang sisa 12 ribu cukup mengarungi semua wisata objek wisata yang telah saya rencanakan.

Bismillahhirahmanirrahim.

Kuayunkan langkahku. Kolam segaran 100 meter lagi. Begitu yang saya baca dari papan penunjuk jalan. Dan tak lama kemudian saya menemukan sebuah telaga yang berkabut. Karena telaga ini buatan, orang-orang lebih menyukai mengatakan kolam. Kolam ini menurut perhitungan saya panjang dan lebarnya kurang lebih 100 x 75 meter. Dibangun di era majapahit. Suasana kolam begitu sunyi. Hanya ada sekitar 2 orang yang sedang memancing di pinggir kolam. Arsitektur kolam ini berbentuk persegi panjang dimana di setiap sisi bagian pinggir terdapat semacam pedestrian yang terbuat dari batu bata. Sementara itu di kejauhan terdapat bukit berkabùt dengan pohon yang rimbun di lerengnya. Seakan membentuk siluet yang berkesan magis. Saya mencoba duduk di sekitar pinggir kolam. Memejamkan mata dan menghirup udara dalam-dalam. Kemudian menghembuskannya dalam dalam juga. Darah seakan berkumpul di otak. Menikmati sensasi hormon serotonin. Sekejap Saya merasa damai. Sedamai alam ketenangan baduy. Tidak ada suara-suara. Diam dan Hening. Hanya terdengar kecipak bunyi air yang keluar dari saluran pembuangan kolam. Saya hirup udara dalam-dalam lagi. Berfusi bersama kabut dan air.

Kolam ini dulunya banyak ditemukan piring, sendok dan peralatan makanan yang terbuat dari emas. Disini biasanya merupakan tempat jamuan tamu yang berasal dari kerajaan lain baik dari nusantara maupun dari luar Nusantara. Biasanya sehabis perjamuan, semua piring, gelas dan peralatan makanan yang terbuat dari emas  langsung dibuang ke kolam. Ini trik kerajaan majapahit untuk menunjukkan bahwa betapa makmurnya kerajaan Majapahit di mata tamu kerajaan tetangga. Sehingga sangat kentara bahwa majapahit tak membutuhkan emas lagi sebagai barang berharga. Btw lebay juga orang-orang jaman dulu ya. Dari kolam segaran, kita bisa melihat bahwa masyarakat di zaman Majapahit sudah mengenal sistem irigasi dan tata kelola air yang maju. Hal ini ditemukan beberapa peninggalan seperti selokan dari batu bata yang merupakan drainase pembuangan air. Terus juga terdapat kanal-kanal untuk mengelola air. Hal ini menunjukkan bahwa Majapahit telah memiliki peradaban yang maju di masanya.

IMG_0219 IMG_0255

Setelah dari kolam segaran, saya menuju pesarean Putri Campa yang tidak jauh dari kolam segaran. Mengikuti papan petunjuk jalan bahwa jaraknya kurang lebih 100 meter lagi dari pertigaan jalan. Setelah sampai 100 meter, saya tidak melihat makam atau kompleks pemakaman sama sekali. Ah mungkin saya kurang lagi jalannya. Setelah menambah langkah  sekitar 50 meter, saya belum menemukan sebuah makam juga. Terus di jalan saya ketemu bapak tua berpakaian rapi yang umur masih sekitar 40-an lagi jalan2 pagi.

“Permisi Pak, makam putri campa dimana ya?

“Disitu. Dibelakangnya ” Tangannya menunjuk sebuah jalan setapak di ujung jalan. Kemudian bapak tersebut ngeloyor pergi. Belum berjalan sekitar 10 meter Tiba-tiba dari balik beranda rumah di pinggir jalan ada seseorang memanggil saya

“Mas mau kemana?”

“Makam Putri Campa”

“Disana dek. Masnya kelewatan.”

“Owh iya ta”

“Nanti ada salon. Disitu nanti jalan sedikit masuk rumah orang, ntar ketemu makamnya”

“Lho kata bapak tua yang barusan, jalan ke makamnya ke arah sana”

“Bapak yang adek barusan temui itu orang gila haha”

Saya tersenyum kecut. Astaga saya dikerjain orang gila. Ampun dah. Bener bener malu-maluin saya haha. Abis bapaknya itu perawakannya jauh dari perawakan orang gila.

Akhirnya setelah nyari-nyari, ketemu juga tuh makam. Ternyata menuju makamnya kita akan masuk ke jalan jalan pekarangan rumah orang. Letaknya Cukup tersembunyi dari jalan raya dan agak jauh dibelakang pemukiman serta menyendiri di persawahan.

Nuansa angker terlihat langsung dari dinding gapura pintu masuk makam yang tampak menghitam. Berlumut. Bulu kuduk saya merinding. Sempat kepikiran batal masuk ke dalam. Mana hampir terpeleset lagi ketika akan masuk ke pesarean.  Kontan Saya langsung komat kamit membaca ayat kursi. Masuk ke tempat seram dengan membaca ayat suci mungkin sangat membantu menghindari gangguan makhlus halus. Nih kompleks pemakaman serem abis. Pohon tinggi lebat berusia ratusan tahun dibiarkan mangkrak. Mana akarnya nyembul keluar dari tanah melilit gak jelas. Hiiii. Daun daun tampak rimbun menggenang di tanah. Pas kayaknya kalo mau main uka-uka disini hehe. Saya mengedarkan pandangan. Sepi. Bau kemenyan beradu di udara. Mungkin saya adalah pengunjung pertama hari ini. Saya masukkan uang 2000 rupiah ke kotak amal dan menulis di buku tamu. Kemudian saya bertemu seseorang yang lagi menyapu lantai ruangan dimana peziarah biasa beristirahat. Mungkin juru kunci makam. Pesarean makam Putri Campa ini merupakan kompleks pemakaman yang tidak terlalu besar. Tapi nisan nisan makamnya berusia ratusan tahun. Bentuk arsitektur nisannya telah dipengaruhi corak pengaruh agama islam. Kalo gak salah Putri Campa itu hidup ketika zaman kerajaan majapahit sudah kehilangan pengaruhnya karena masuknya islam di Jawa. Putri Campa ini menikahi Raja Kertawijaya, Raja ketujuh Majapahit  dimana raja tersebut akhirnya masuk islam. Putri Campa ini dikenal dengan nama putri darawati. Sebenarnya Putri Campa di Jawa itu banyak banget. Dan kebanyakan gak disebut nama aslinya. Mereka menikahi pria pria jawa muslim zaman dulunya.

IMG_0237

Akhirnya setelah memasuki berbagai pintu gapura, nemu juga tuh makam. Ada 2 makam gede disitu. Gak tau yang satunya makam milik siapa. Terus saya dekati makam Putri Campa. Ada semacam tanggal wafat bertulisan tanggal saka di nisannya. Baru aja motret makam saya langsung tersentak kaget gara-gara sesosok manusia muncul berdiri dari balik makam. Hampir saja kamera saya mau terjatuh ke lantai.

“Astagfirullah hal adzim” Pekik saya. Ternyata orang yang bikin saya kaget adalah ibu paruh baya yang daritadi leyeh2an di makam. Melihat saya kaget, ibunya terkekeh-kekeh tak bersalah. Saya mendelik. Hm sengaja kali yah nakutin saya. Begitu saya datang, ibu ini tiba tiba langsung berdiri dari balik makam yang tidak terlihat oleh saya. Terus ketawa gak jelas gitu. Huh

IMG_0241

IMG_0243

“Orang gila kali” Ujar saya dalam hati. Saya langsung ngeloyor pergi. Nuansa keangkeran makam pun terhapus dengan kenangan orang-orang gila yang saya temui dalam perjalanan mencari makam putri campa. Hari yang aneh.

Tentang Indra

Civil Servant and Independent Traveler
Galeri | Pos ini dipublikasikan di My Adventure dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Trowulan : A Misty Wonderland (Part 2)

  1. Rama berkata:

    Nice share

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s