Trowulan : A wonderful Archeological Park of Majapahit Kingdom


Tiket kereta Majapahit dalam genggaman. Kali ini saya berangkat melalui jalur yang  berbeda. Setiap kali pulang kampung, saya biasa menggunakan kereta Jalur Lintas Utara. Dan ini adalah kali ketiga saya lewat jalur selatan. Begitu membaca tulisan “Majapahit” dalam tiket yang baru saya cetak di kedai internet dekat kampus, tiba-tiba terbit ide untuk backpacking menjelajah kota bekas peninggalan kerajaan Majapahit di trowulan. hm, Tidak ada salahnya saya singgah di Trowulan sebelum menuju Surabaya. Toh Trowulan-Surabaya hanya 1 jam.

Hari Kamis 28 Maret 2013 Pukul 14.25 saya berangkat dari bintaro naik krl via Stasiun Pondok Ranji menuju Stasiun Tanah Abang. Kereta Majapahit yang akan membawa saya ke negeri Kerajaan terbesar di Indonesia itu akan berangkat pukul 15.05 di stasiun senen. So, Saya hanya memiliki waktu sekitar 40 menit. Hari itu saya benar-benar gambling dengan waktu dan kemacetan jakarta. Saya sudah pasrah bila uang sebesar 220 ribu rupiah akhirnya terbang dari genggaman saya. Begitu tiba di stasiun Tanah Abang, saya langsung menukarkan tiket Online saya dengan Tiket Resmi di bagian ticketing.

“Dik, tinggal 15 menit lagi kereta majapahitnya akan berangkat di stasiun Senen. Kenapa gak berangkat dari tadi ” . saya tersenyum gamang. Tidak tahu harus bilang apa. Dalam hati saya setengah cemas sekaligus bersyukur. Ternyata saya tidak sendirian mencemaskan tiket saya, tetapi mbak petugas tickecting juga khawatir tiket saya bakal hangus.
Dari lantai atas stasiun tanah abang saya langsung menuruni tangga dan menyerbu pangkalan ojek.
“Mas, stasiun senen”.
“20 ribu”
“15 ribu aja mas”

akhirnya ongkos tawaran saya diterima. “Tarik bang. 15 menit lagi kereta saya di senen berangkat. “Yang ngebut yah bang”

“Ah kenapa macet sih. Padahal masih jam 3 sore” Gerutu saya ketika melintas di depan Jalan Bank Indonesia. Stuck on a Jam. Entah berapa kali saya melirik ke arah jam tangan. Tetapi saya tak berhenti menyemangati abang ojek untuk menyalip kendaaraan di depannya, Menerobos lampu merah ketika angka di count down timer kembali menunjukkan angka 0 dan Mencuri Jalur busway. Ah kenapa jakarta banyak sekali traffic light. Belum jalan sekitar 200 meter sudah ketemu traffic light lagi.

Tepat pukul 15.05 saya tiba di pelataran stasiun senen. Tanpa ba bi bu lagi saya langsung landing dari ojek dan berlari ke arah peron. Dan benturan dengan penumpang lainnya di stasiun pun tak dapat saya hindari.

“Maaf..Sumimasen”. Ucap saya seraya membungkuk dengan kepala mengangguk berkali-kali. Gara-gara keseringan nonton dorama jepang, kata bahasa jepang pun meluncur dari mulut saya plus bahasa tubuhnya hehe. Di negara jepang sana, ketika orang saling berbenturan entah dengan sepeda atau orang, ataupun orang dengan orang mereka pasti serempak bilang sumimasen. Sumimasen adalah ucapan minta maaf versi orang jepang. Tanpa melihat siapa yang membentur.

Hiaaaattt…..
Dengan sekali loncat akhirnya saya bisa mendarat di Gerbong kereta Majapahit. hufff…lega. saya tidak jadi ketinggalan kereta. Saya duduk di bangku 10 D ekonomi ac. Karena bukan hari weekend, banyak bangku kereta yang kosong. Dengan kata lain, saya bakal bisa tidur dengan space yang leluasa. Di samping kursi saya, penumpang kosong, di sisi depan bangku juga kosong penumpang. Tetapi bagaimanapun tidur di lantai kereta memang lebih nyaman daripada tidur di bangku. Karena tidak banyak anggota badan yang harus ditekuk. Dan sampai saat ini saya belum pernah tidur di lantai kereta. Malas bawa tikar.

Karena akan menempuh waktu sekitar 12,5 jam untuk sampai di stasiun kertosono, Saya mencoba mengusir kebosanan dengan membaca buku “Ainun dan Habibie”. Sebenarnya sudah nonton filemnya, tetapi berhubung ortu di rumah pengen minta dibelikan buku tersebut, so jadilah buku tersebut menjadi travelmate selama perjalanan. saya juga tidak membawa barang banyak dalam travel bag. Laptop pun saya tinggali di kosan. Berat Laptop yang hampir sekitar 4-5 kg bener bener bikin bahu saya keseleo. Lagian sekarang smartphones juga sangat cukup untuk menggali informasi tentang destinasi yang akan saya tuju. Setelah ngubek-ngubek di hape akhirnya saya dapat 9 destinasi yang bakal saya jelajah di Trowulan selama setengah hari. Well, saya datang di Trowulan pas hari Jumat. Jadi jam 11 siang saya harus dah selesai plesiran. 9 destinasi ini adalah:

  1. Candi Wringin Lawang
  2. Kolam Segaran
  3. Makam Puteri Campa
  4. Museum Trowulan
  5. Candi BajangRatu
  6. Candi Tikus
  7. Pendopo Agung Patih GajahMada
  8. Candi Brahu
  9. Patung budha terbesar ketiga di Asia
Peta Wisata Arkeologi Trowulan

Peta Wisata Arkeologi Trowulan (www.eastjava.com)

Banyak juga yah. Padahal saya sudah janjian dengan teman kampus saya yang tinggal di dekat trowulan jam 8 pagi dan ketemuan di Museum Trowulan. Kalo berangkat Jam 8 pagi, diantara destinasi itu harus ada yang kepotong. Saya berpikir keras bagaimana 9  destinasi itu bisa saya capai semua. Kereta saya akan tiba di stasiun Kertosono Jam 03.40 subuh. Kertosono-Trowulan 35 menit via bus. Jadi masih ada sisa waktu 3,5 jam kosong sampai jam 8 pagi di trowulan. “Ah kenapa waktu 3,5 jam ini tidak saya gunakan untuk menjelajah 3 tempat wisata dengan jalan kaki”, pikir saya dalam hati. Setelah melihat peta arkeologi trowulan, Tempat wisata di Trowulan hampir semuanya berdekatan. Kurang lebih 1 km antara satu tempat wisata dengan tempat wisata lainnya. Setelah mencatat semua catatan dalam notes tentang perjalanan besok, saya kemudian langsung tidur di kereta. Tidur lebih awal akan sangat berguna buat perjalanan keesokan harinya.

Jam 4.45 saya terjaga di bangku kereta. Alamak, saya kelewatan stasiun. Saya kembali mengecek tiket saya. Jam kedatangan di stasiun Kertosono pukul 03.40, yang artinya saya telah kelebihan 1 jam. Jangan-jangan saya sudah sampai di kediri. Saya melongok ke luar jendela. pemandangan masih gelap. Saya hanya melihat sawah-sawah.
“Amboi, dimana saya ini?”.
Ah sudahlah kalopun saya berhenti di stasiun kediri, kan masih bisa naik bus ke trowulan meski lebih jauh lagi. Saya mencoba menenangkan diri. Dan 5 menit kemudian pukul 04.50, tiba-tiba petugas masinis keretanya via speaker bilang
“Selamat datang di Stasiun Kertosono……………”
“What?” hehe. Ternyata keretanya baru mencapai stasiun kertosono. Alhamdulillah puji syukur. Berarti kereta ini agak telat 1 jam. yeah Jalur selatan memang banyak persilangan antar KA. Dan setiap kereta, saling bergiliran menahan diri di beberapa stasiun untuk memberi kesempatan kereta lain untuk lewat. Karena itu kereta terkadang bisa tepat waktu atau bisa terlambat sampai tempat tujuan. Tapi, pelayanan kereta sekarang sudah sangat manusiawi dibandingin dulu-dulu. Masinisnya juga agak sabaran sekarang kalo nunggu giliran masuk stasiun. Padahal di Jaman saaya masih SD sampe SMA, banyak kecelakaan antar benturan Kereta api menghiasi koran-koran. Belum lagi kalo besi rel kereta dipotong oleh orang tak bertanggung jawab untuk dijual di loakan besi. Ah serem banget itu. Dan tampaknya semakin ke belakang, rakyat kita mulai banyak belajar dari kesalahan masa lalu. Kecelakaan kereta saat ini mulai hampir tidak ada. Paling banter kereta anjlok kalo gak tabrakan dengan mobil yang nekad menerobos pintu palang kereta. Ah semoga musibah tersebut tidak pernah akan menimpa saya. Amin.

Tentang Indra

Civil Servant and Independent Traveler
Galeri | Pos ini dipublikasikan di My Adventure dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Trowulan : A wonderful Archeological Park of Majapahit Kingdom

  1. Anonim berkata:

    ke trowulan kurang lengkap tanpa mencicipi kuliner wader depan kolam segaran Ndra😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s