Trowulan : A Misty Wonderland (Part 3)


Museum Trowulan, begitu tulisan yang saya baca di atas gapura. Hari masih pagi. Tetapi semua pegawai di museum sudah terlihat begitu sibuk. Sepertinya hari jumat disini dicanangkan sebagai hari krida. Semua pegawai pada bersih bersih ruangan museum lengkap masih dengan kaos olahraga yang baru saja dipakai buat senam.

“Selamat Pagi Mas”
Seorang resepsionis menyapa saya. Wajahnya penuh guratan keuzuran. “Isi buku tamunya dulu sébelum melihat isi muséum “sahutnya lagi. Saya menuliskan nama dibuku tamu. Nangkring di nomor satu lagi, yang berarti saya adalah pengunjung pertama.
“Ada brosur atau buku tentang trowulan gak”?
“Ada mas. Ini 35 ribu. ” Ibu itu menyodorkan sebuah buku yang menurut perkiraan saya tidak lebih dari 60 halaman. Sebenarnya saya tidak tertarik. Harganya mahal.
“Ada yang bentuknya kertas. Yah brosur yang 1-2 halaman gitu ada?”
“Ini mas”
“Gratis?”
“1000 mas”
“Hah. hm..Ga jd bu” ucap saya sambil cengengesan. Banyak tanya malah gak jadi beli. Coba kalo saya ngomong begituan sama pedagang di tanah abang. Dijamin umpatan keluar dari mulutnya. Saya pikir gratis. Pengalaman saya, Pamflet yang isinya tentang promosi wisata biasanya boleh diambil secara cuma-cuma oleh pengunjung. Sebenarnya bukan karena berbayar saya tidak jadi membeli. Karena dompet saya yang lagi tipis tinggal 8000 rupiah. Takutnya kalo saya beli pamflet, uangnya tidak cukup untuk tiket masuk ke 3 candi yang nantinya saya akan kunjungi setelah usai di museum trowulan.

“No camera” begitu tulisan yang terpampang nyata senyata jambul khatulistiwa syahrini di kaca etalase yang menyimpan benda-benda purbakala di zaman majapahit. Disini kemalasan saya timbul. Saya yang biasanya membaca deskripsi  dari koleksi koleksi peninggalan yah jadinya cuma pengen lihat-lihat tanpa ingin mengetahui lebih jauh. Sebenarnya sangat menarik koleksi di museum ini. Benda benda peninggalan disini seakan mencerminkan kemajuan dan keagungan peradaban di masa kerajaan majapahit. Salah satunya adalah Peralatan Rumah Tangga yang banyak ditemukan di bumi Trowulan. Contohnya Alat memasak dan alat makan antara lain kendi, mangkuk, piring, botol, tungku, sendok makan, sendok sirih, guci,  ceret, tempat kapur sirih, dan dandang. Sedangkan wadah yang ditemukan, antara lain lumpang, tempayan, periuk, jambangan, bak air, gayung, dan bokor. Alat-alat rumah tangga lainya yang ada disini antara lain tangkai cermin, alat timbangan dan timba.  Selain berupa peninggalan di masa majapahit, disini juga terdapat benda peninggalan dari daerah lain di jawa timur.

Yang menarik dari Museum trowulan, ternyata museum ini dulunya rumah bekas seorang arsitek sekaligus arkeolog berkebangsaan belanda yang bernama Henricus M. Pont. H.M Pont ini banyak mendata dan mengoleksi peninggalan purbakala yang dia temukan di situs trowulan, yang selanjutnya kemudian hari menjadi cikal bakal pendirian museum trowulan. Anak negeri kita waktu itu ngapain ya??

Menuju belakang museum yang terpisah dengan bangunan museum utama, kita akan menemukan kumpulan arca-arca dewa dewi hindu seperti brahmana, wisnu, syiwa, dewi durga yang bertangan banyak. Selain itu juga ada arca raja-raja dan keLuarga majapahit seperti raden wijaya, kendedes, Ken arok. Kalo gak salah baca di museum, Majapahit ini adalah penganut hindu syiwa. Selain arca di atas juga terdapat arca binatang seperti gajah, monyet, garuda, kura-kura, buaya dan lain-lain. koleksi prasasti yang berbahasa sansekerta pun juga banyak mejeng di museum ini.

IMG_0267 IMG_0270 IMG_0271 IMG_0274 IMG_0279 IMG_0281 IMG_0284

Di sebelah samping museum terdapat situs pemukiman kuno di masa majapahit. Sayangnya situsnya lagi ada rekontruksi dan perbaikan. Males denger alat mesin-mesin yang ramai sehingga saya tidak jadi kesini. Setelah setengah jam disana, Teman kampus yang tinggal dekat dengan trowulan datang menjemput saya di museum. Begini enaknya kalo punya teman kampus yang homebasenya bhineka tunggal ika. Mau kemana saja bisa tinggal kontak teman-teman di daerah.

Budi,mengaku tinggal dekat trowulan, tapi belum pernah kesini :p

Posted from WordPress for BlackBerry.

Tentang Indra

Civil Servant and Independent Traveler
Galeri | Pos ini dipublikasikan di Uncategorized dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke Trowulan : A Misty Wonderland (Part 3)

  1. kok tau2 nongol tokoh budi … btw kamu bisa motret setelah minta ijin k bpcb trowulan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s