Trowulan : A misty Wonderland (Part 4)


Perjalanan saya kemudian berlanjut menuju candi bajang ratu. Letaknya cuma 1 km dari museum. Hari ini saya beruntung sekali. Indonesia yang lagi musim hujan, alhamdulillah di Trowulan suasananya cerah. Meski cuaca lagi mendung-mendung tipis setipis dompet saya, hujan tidak jadi datang selama perjalanan saya ke situs-situs trowulan. Di Candi Bajang Ratu, kita hanya dipungut biaya parkir sebesar Rp 2000.

Candi Bajang Ratu dari kejauhan kelihatan indah sekali. Meski hanya menyerupai sebuah gapura, tapi karena hari lagi mendung, pemandangan yang tersaji di candi ini terasa menakjubkan. Lansekap di taman yang begitu bergaya dengan deretan pohon maja seakan memberi warna tersendiri. Akhirnya melihat juga sendiri pohon maja seperti apa.

IMG_0310

Candi bajang ratu ini merupakan candi yang dibangun setelah Hayam Wuruk mangkat. Bentuk bangunannya mirip Candi Wringin Lawang, hanya Candi Bajang Ratu memiliki atap yang dalam dunia arsitektur dikenal dengan Candi berkonsep Paduraksa. Karena terbuat dari Batu bata merah, Struktur bangunan ini agak rapuh. Karena itu pengunjung dilarang menaiki tangga candi.

Berdasarkan studi arsitektur dengan pendekatan Budaya Hindu Bali, candi ini termasuk dalam gugusan candi tertutup yang terletak di lingkungan keraton. Berbeda dengan Wringin Lawang yang merupakan gerbang terbuka untuk memasuki wilayah keraton/kota. Dari namanya Bajang ratu dapat diartikan sebagai Ratu/Raja kecil. Berdasarkan literatur yang ada, Raja Hayam Wuruk ini diangkat menjadi Raja ketika belum menginjak remaja. Sehingga bisa jadi, Candi bajang Ratu adalah gerbang pintu masuk menuju biara atau tempat pemujaan untuk memperingati hari wafat hayam wuruk. Tapi di dekat Bajang Ratu gak ada biara atau bangunan menyerupai tempat pemujaan. Entah runtuh atau memang terpendam di dalam tanah. Kita tahu bahwa Sepanjang 100 km2 wilayah trowulan hampir banyak ditemukan artefak peninggalan majapahit yang terpendam di dalam bumi dan koleksinya dapat dilihat di museum trowulan. Keberadaan kota majapahit yang gemah ripah loh jinawi sebagaimana digambarkan dengan puitis di kitab negarakertagama masih menyimpan misteri. Sebagian besar arkeolog meyakini bahwa Trowulan merupakan Pusat Kerajaan Majapahit karena banyaknya situs purbakala ditemukan yang tersebar di trowulan. Sayangnya keraton atau istana Majapahit yang mengundang decak kagum Mpu Prapanca, penulis kitab Negarakertagama belum ditemukan. Di bukunya sendiri ditulis bahwa Trowulan adalah kota teratur yang dikelilingi tembok bata tebal dan kompleks istana majapahit dibangun sangat megah dan modern di jamannya.

IMG_0307

 

Posted from WordPress for BlackBerry.

Tentang Indra

Civil Servant and Independent Traveler
Galeri | Pos ini dipublikasikan di My Adventure dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s