Secuil Cerita dari Ngawi


Akhirnya setelah penantian selama 25 tahun, gw jadi tahu juga kota ngawi #terharu🙂 . Itu lho kota paling barat jawa timur dan paling timur jawa tengah. Yah letaknya di border 2 propinsi itu. Kenapa sih kok bisa terharu hehe. Aniwei beidewei kota ngawi itu kelahiran eyang dan mamaku lho. Tapi sayang sejak meletus G 30 S PKI semua keluarga mamaku berpencar-pencar. Tau sendiri kan, kalo ngawi tuh dkat banget sama madiun, kota dimana PKI sering bergolak disana dulunya. Makanya keluarga mamaku cari perlindungan dmana-mana. Pernah tinggal di jember, situbondo, manado, malang dan terakhir di Tuban. Dan sekarang eyangku sudah menetap tetap di Tuban setelah berkali-kali ganti kota domisili. Maklum eyang laki adalah seorang tentara dan saudara eyang juga ada yang jadi korban salah tangkap pas abis datang dari Rusia. haisss kok jadi beber aib keluarga hehe. oke lanjut. Nah ceritanya sebulan sebelum idul adha, gw dapat surat undangan dari teman gw di ngawi. Undangannya jatoh pas berbarengan liburan 5 hari idul adha..huaaaaa..pdhal gw dah bikin plan mw ke bali. Akhirnya setelah dipikir-pikir, yah gw datang ke undangan mahend saja di ngawi. Dan liburan ke bali pun gw pendam jauh2 di bawah kolong bumi. Sambil seraya mengingat petuah dosen pak nyoman “seseorang yang bisa menunda keinginannya, dia akan sukses”. Maksud menghibur diri malah tambah kepikiran haha. Gak pa pa yah in, someday you’ll bridge the island…owh someday…someday someday sampe kapan🙂

Mahend ini teman satu kosan gw pas kuliah di bintaro dan balikpapañ. Teman bareng dari kosan kalo berangkat atau pulang kuliah. Dan di antara bersepuluh anak kosan yang ngekos di Pak Sukoco, dia yang pertama pecah telor duluan pasca lulus. Haha. Semoga teman qta yang lain ikut ketularan cepat nikahnya yeee amin… ketauan nih sudah berapa lama membujang hehe

Berangkat jam 2 siang dari pamekasan. Perjalanan yang seharusnya cuma memakan 4 jam untuk sampe di terminal bungurasih surabaya, ternyata baru jam setengah 8 malam baru mendarat di bungur. terjebak macet 1,5 jam di tol gara2 long weekend ini, beuh. Saya gak langsung melanjutkan naik bus lagi ke ngawi. Bungur malam itu penuh lautan manusia. Mau masuk bus yang patas ataupun ekonomi mesti berjibaku masuk ke dalam busnya. Saya makan dulu di sebuah kedai soto sambil liat timnas U-19 lawan korea. Meski suasana mudik, banyak lho mudikers yang menunda keberangkatannya demi cuma liat timnas maen. termasuk gw. Padahal gw juga gak gila bola. Just try kill time. Plan gw berangkat ke ngawi jam dini hari, karena gak enak sama teman gw yang jemput di ngawi karena kemalaman. gak enak juga sama keluarganya. Setelah rehat bentar sejaman di musalla, gw langsung menuju pool bus ekonomi yang menuju arah solo-jogja. Gila..masih banyak juga orang ngantri bus. Alhamdulillah pas busnya datang ke dalam pool dan hebatnya pintu busnya berhenti tepat di depan muka gw..hiat..dengan sekali ayun kaki, akhirnya gw bisa masuk ke dalam bus. Dapat tempat duduk juga. hufff. Kalo ke jalur selatan, saya selalu mencari bus yang ekonomi dan ber AC. Selain adem, murah, juga pas di kantong. Kebetulan gw dapat bus sugeng rahayu AC tarif ekonomi. Jam 5 subuh saya sampe di ngawi. Turun di perempatan terminal lama. Setelah salat bentar di pom bensin, saya di jemput teman saya yang asli ngawi. His name is Fian. And anyway Fian ini teman satu kuliah juga dulu pas di balikpapan. Doi bela2in dari samarinda ke ngawi untuk menghadiri pesta pernikahannya si mahend. fian ini memang teman baik si mempelai berdua, sekaligus ketua geng kami pas kuliah di balikpapan. Pas qta sedang motoran, fian ngasih tau “ini lho kantor kpp ngawi”. Pandangan saya menoleh ke sebuah kantor yang tidak begitu besar. Sekilas saya membandingkan dg kantorku kpp pamekasan. kpp ngawi ini ga ada apa2nya. Masih 2 kali gedean kantorku #bangga.

Ngawi ini biar terletak di perbatasan dua propinsi, masih tergolong kota kecil dan tidak ramai. Yah ga jauh beda dengan sumenep, kota kelahiran saya. Sama-sama panas lagi. Bayangan kota ngawi seperti kota tua seperti yang dipikirkan saya, justru keliatan nampak sebagai kota yang baru saja membangun. Beda sama madiun yang masih bnyak ditemukan gedung gedung bersejarah. Sampe di rumah fian ternyata sudah ada Johan dan Eko yang sudah bermalam disana sebelumnya. Sarapan pagi kita disuguhin pecel sama gudeg dan aneka jajanan khas ngawi. Banyak banget lagi. Sampe saya kenyang hehe..gudeg kayak gini susah ditemuin di madura. Orang madura biasa lebih suka nangka mudanya dijadiin lodeh. Akhirnya setelah mandi qta berangkat ke nikahannya si mahend. Kebetulan gedung resepsinya di sebelah alun-alun. Berseberangan dengan masjid agung. kata fian alun-alun ngawi ini adalah alun-alun terbesar di Jawa Timur. Tapi sumpah deh ini lebih seperti padang gersang ketimbang keliatan sebagai alun-alun. Jalur track pedestrian bnyak yang rusak. Pertamanannya tidak ditata rapi dan terkesan jorok. Taman bermain juga seadanya. Absurd.

Masjid Agung Ngawi

Masjid agung ngawi ini  menjadi tempat akad nikahnya si mahend dan istrinya. Masjid ngawi ini sama seperti hal masjid lainnya dengan arsitektur bergaya modern. Tidak ada ciri khas yang bisa ditemukan oleh saya.

“Sori yah in, kota ngawi memang bukan kota wisata. yah gini-gini doang” hibur fian ke gw

Untungnya gw sebelumnya sempat baca blognya mas halim, kalo di ngawi punya benteng bersejarah. Kata Fian benteng ini dekat sama sekolah esdenya. Setelah salat duhur, kita langsung berangkat ke benteng yang tidak jauh dari alun-alun. Benteng ini terletak di sebelah kompleks taman makam pahlawan. Dari gerbang pintu masuknya kelihatan sepi. Tapi pas masuk ke dalam, banyak sekali pengunjung yang mendatangi benteng ini. Mereka anak-anak muda yang mungkin sekedar nongkrong atau mengambil gambar disana dengan latar benteng yang tampak kuno.

???????????????????????????????

DSC00767

Van De Bosch pasti terinspirasi dengan colosseum di Italy

???????????????????????????????

DSC00795

Ongkos masuknya cuma 3000 rupiah. Rasanya iri melihat benteng kuno ini masih berdiri meski sudah tak tampak utuh lagi. Di kotaku sendiri benteng seluas 6 hektar dengan kantor dagang belanda penghasil garam pun rata dengan tanah. Semua batu bata dijarah dan diambil untuk membangun rumah. Besi-besi tua pun laku dijual pedagang loakan bekas. Tak ada yang mampu mencegah dampak krisis moneter 17 tahun silam yang berimbas pada penjarahan ini.

DSC00756

DSC00772Sayangnya di tempat bersejarah ini gak ada papan informasi yang menjelaskan seluk beluk keberadaan benteng ini. Alhasil disana gw googling di hape sambil baca blog tentang benteng ini. Seperti benteng peninggalan hindia belanda lainnya, Benteng Van Den Bosch juga memiliki banyak ruangan diantaranya: ruang kolonel, ruang komando, kamar mandi, bekas toilet jongkok, pintu gerbang utama dan ratusan kamar untuk para tentara. Orang ngawi biasa menyebut benteng ini dengan sebutan benteng pendem.  kalo diliat dari luar, benteng ini seperti ditutup oleh gundukan tanah yang tinggi. Lokasinya terletak di pertemuan dua sungai yaitu bengawan solo dan sungai madiun menjadikan benteng ini sebagai pusat pertahanan yang strategis dan mampu menghadang serangan dari luar. Nah disini gw jadi sadar, ternyata gundukan tanah tinggi itu adalah sebuah tanggul.

inder2

Benteng yang pembangunannya memakan waktu sekitar 6 tahun ini dibangun oleh jenderal Van De Bosch untuk menangkis serangan pasukan diponegoro. Disini juga ada makam salah satu anak buah diponegoro di dalam kantor utama  Benteng  bernama KH. Muhammad Nursalim. KH. Muhammad Nursalim ini adalah tokoh pejuang yang ditangkap belanda dan di bawa ke Benteng tersebut, karena kesaktiannya beliau tidak mempan ditembak akhirnya oleh tentara belanda dikubur hidup-hidup didalam benteng tersebut. Anda boleh tidak percaya legenda ini, tapi makam ini memang benar adanya. Di beberapa bagian benteng lainnya ada yang sudah rusak parah gara-gara dibom sama jepang. Atapnya ambrol semua. Gara-gara ada bangunan mirip pathernon seperti di Yunani, semua teman gw mendadak alay. Akhirnya foto ala anak sok boyband tidak dapat dicegah juga :p

inder3    DSC00783 DSC00759???????????????????????????????

setelah selesai lihat benteng, salah satu teman gw, wisnu pengen nyekar ke makam eyangnya di ngawi. Kebetulan eyangnya dimakamkan di TMP sebelah benteng. Setelah nyari-nyari makamnya akhirnya nemu juga. Kemudian selesai nyekar, si fifi pengen bernostalgia liat esdenya, tempat masa kecilnya dulu bersekolah. Ternyata esdenya masih bagusan esdeku. Tapi ada persamaannya lho. esdeku sama esdenya fian. sama2 terletak di samping benteng peninggalan belanda. What a coincidence!!!

??????????????????????????????? ??????????????????????????????? ???????????????????????????????

Tentang Indra

Civil Servant and Independent Traveler
Galeri | Pos ini dipublikasikan di My Adventure dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

5 Balasan ke Secuil Cerita dari Ngawi

  1. sering lewat ngawi, lewat aja sih hahaha… gak mampir🙂

  2. dave berkata:

    Haaaaah bagus banget bentengnya!!!!

  3. Ipin berkata:

    Lain X Maen Lg Ke Ngawi.

    Ngawi Adlah Kota Yg Masih Bnyak Hutan Dan Ngawi Ramah Lingkungan.

    Monggo Maen Ke Benteng Pendem.

    Sbnarnya Ngawi Bnyak Pninggalan” Jaman Penjajahan.Namun Letaknya Berada Di Plosok” Desa.Klau Menggali Lbih Dlam Lg Tentang Ngawi,dijamin Tar Anda Bilang…Wah.Em,alay Dkit Gk Ap Ya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s