Pantai Badur : Sumenep Diamond in the Sky (Part 1)


Mungkin tak banyak yang tahu kalo orang sumenep memiliki pantai cantik dan menawan. When you ask to local what the best beach sumenep has, may it will lead to Pantai Lombang. Tidak salah lagi pantai Lombang memang lebih mengindonesia seperti halnya pantai parangtritis. Orang sepulau madura yang terdiri 4 kabupaten, pun tidak bakal menyangkal bahwa pantai tercantik di madura adalah pantai lombang. Tetapi bagi saya ada pantai yang tak kalah menang menarik daripada Pantai Lombang yaitu Pantai badur.

Sebenarnya saya agak malas menulis pantai-pantai cantik di sumenep karena kekhawatiran saya bahwa apabila pantai di Indonesia telah banyak dikunjungi orang, bakal mengurangi kejelitaan pantai itu sendiri. Sampah dimana-mana. kios-kios pedagang yang tidak tertata rapi sehingga mengusik keindahan pantai. Belum lagi ditambah potensi rusaknya ekosistem di sekitar pantai etc. Tetapi karena teman saya maksa untuk nulis blog tentang keunikan pulau madura, it’s okay lah.

Pantai badur. Keberadaan pantai ini saya dapatkan dari teman SMA saya yang asli dari kecamatan batu putih. tepatnya di Desa Badur. terletak 50 km dari kota sumenep dan utara pulau madura. Dia bilang bahwa Pantai badur ini lebih cantik daripada pantai lombang. Meski sudah SMA saya dikasih tahunya, tetapi saya baru mengunjungi pantai ini 7 tahun kemudian. wew lama juga yah. Yup daerah bagian utara pulau madura memang aksesnya tidak semudah jalur pantai selatan madura. Jalan-jalan rusak. Sehingga minat masyarakat sumenep lebih cenderung berdamawisata ke pantai Lombang atau salopeng yang aksesnya lebih mudah dilalui. Karena keterbatasan aksesnya ini, juga berpengaruh terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat setempat. Sedikit sekali angkutan umum yang menuju kesana. Semua kebutuhan seperti beras dan sembako lainnya masih ditopang dari kecamatan sebelahnya yang lebih ramai atau pergi ke kota. Mungkin ini mengapa saya lebih banyak menyaksikan kendaraan pick up berlalu lalang daripada kendaraan penumpang lainnya. Anyway sepanjang jalan menuju ke pantai ini, saya belum pernah melihat kendaraan penumpang sama sekali sejenis L300, metromini, elf selain pick up. Sebuah pemandangan langka ketika saya melihat gerombolan penduduk desa bergumul jadi satu di dalam bak terbuka. Dari cara berpakaian mereka, modernisasi seolah tak membendung gaya fashion mereka yang tetap jadul. Ndeso. Kepadatan penduduk disini pun juga sedikit, karena konsentrasi hunian masyarakat madura lebih cenderung ke daerah2 pantai selatan. Sedikit ngeri apabila sepeda motor saya tiba-tiba mogok di tengah jalan. Bengkel seolah menjadi barang mahal disana. Karena sedikit rumah yang saya temukan di pinggir jalan. Keramaian pasar pun mungkin pemandangan yang tak bakal ditemukan disana. Penduduk disini lebih menyukai bertempat tinggal jauh dari jalan desa dan bersembunyi jauh 1 km dari jalan desa. Di balik perbukitan. Setiap petak lahan berisi 4-5 rumah yang berkumpul jadi satu. umumnya masih satu kerabat. Dan antara satu petak lahan rumah dengan petak lainnya cukup terpisah jauhnya. Mungkin karena kondisi geografis seperti inilah yang membuat orang madura memiliki suara yang lantang ketika berbicara. Bayangin aja bila orang hendak memanggil orang yang berada di rumah petak sebelah yang jaraknya terpaut jauh. Sudah pasti mereka bakal tereak-tereak. Kondisi alam yang tandus dan bentangan pegunungan kapur mungkin sedikit berpengaruh terhadap logat atau watak orang madura.

1005341_10201813720895451_1487403037_n

Desa tak terjamah. Imajinasi saya mirip ketika baca bukunya laskar pelangi. Tandus

998071_10201813729815674_1432698399_n

Sepanjang jalan desa, Sepanjang itu pemandangan pantai selalu terlihat. menyejukkan, right!!!

Di sepanjang jalan menuju pantai badur ketika kepala ini menoleh ke arah ke kanan, terhampar ladang dan padang sabana. Mirip seperti pemandangan di flores. Kalo dibuat ranch-ranch kayaknya cocok banget suasananya. Ketika kepala menoleh ke arah kiri, pantai laut jawa kelihatan tampak nyata dengan ombaknya. Butiran pasir halus di sepanjang bibir pantai benar-benar mengundang kaki ini sejenak untuk rehat di tepi pantai. Saya akan selalu merindukan momen seperti ini. Ah, kalo jalanan desa ini dipake buat lari-lari sore atau bersepeda mungkin lebih mantap suasananya. Semilir angin sore,  barisan bukit kelapa, bukit sabana dan sepi, kurang apalagi coba. Ah andai di tepi pantai ada sebuah bangku, mungkin buat kamu-kamu yang melankolis cocok banget buat merenung diri. Menghabiskan waktu senja sambil duduk di bangku kosong adalah kesukaan saya. Menikmati semilir angin laut dalam keheningan. Mendengarkan syahdunya melodi ombak. Menatap burung-burung laut berterbangan di kaki langit-pulang ke peraduannya. Just like a heaven. Pantai bukan lagi hanya tempat bermain, tetapi lebih dari itu. Tempat bertapa. Kalau lagi jenuh dan stress, pantai adalah tempat terbaik mengasingkan diri. Tempat menyalakan kembali api semangat. Mengusik spiritualitas dalam kedamaian. mirip Elizabet dalam film eat pray love, jauh-jauh datang ke bali cuma ingin mencari ketenangan hati.

993334_10201813851098706_201410641_n

Pantai badur

1016961_10201814129905676_1595678301_n

Tidak ada jejak kaki disini

1098486_10201814132505741_1184845202_n

Jejak ban dari sepeda motor warga lokal dan bentangan cemara udang sepanjang pantai

946312_10201814134585793_1123518441_n(1)

Pantai di Pulau madura memiliki pasir coklat krem bukan pasir berwarna putih

1098497_10201814027343112_1791974391_n

Sisi lain dari pantai badur

       625475_10201814002702496_598028448_n

1098372_10201814094544792_1615772013_n

sign my name

944599_10201814126625594_940283485_n

Happy beaching

Setelah hampir 1,5 jam berada di atas jok motor akhirnya sampai juga di pantai badur. Takjub. Tersihir dengan keindahan pantai badur. Mulut hanya bisa menganga melihat bentangan surga di hadapan saya (lebay hahaha). Tapi anyway pantai ini termasuk cantik lho. Sampe saya lupa mematikan starter sepeda motor saya. Karena begitu mendarat di pantai, saya langsung lari kesana kemari lompat-lompat gak jelas di atas hamparan pasir. Seolah pantai ini adalah pantai pribadi. Ketika saya ke Jogja melihat pantai indrayanti, Sarwana, papuma dll toh masih cantik pantai ini. Yang saya suka dengan pantai ini adalah sepi. ketika kesana saya cuma lihat 3 pengunjung warga lokal. Itupun anak-anak yang masih ingusan lagi belajar naek motor di tepi pantai. Jejak-jejak kaki tampak sedikit menandakan bahwa pantai ini jarang dikunjungi. Bersih. Tidak ada kios-kios pedagang. Bibir pantainya lebar, panjang dan luas. Dan seperti pantai lombang, pantai ini juga memiliki gugusan pohon cemara udang. Cemara Udang ini memang vegetasi endemik dan terlihat di sepanjang pantai utara madura. Mamaku yang 20 tahun silam menginjak pulau madura, dari dulu pantai-pantai utara sudah ada pohon cemaranya. Seperti kanada terkenal dengan daun maplenya, maka sumenep terkenal dengan cemara udangnya. Biar kelihatan ikonik, di beberapa bagian kota sumenep telah banyak ditanami pohon cemara udang sebagai hutan kota.

1006307_10201814041423464_1275250855_n

Salah satu sungai yang mengalir ke pantai dan deretan pohon cemara. Coba kalo ada winter, salju di pucuk pucuk cemara. it sound nice🙂

78326_1608639467429_1579487025_31449607_7398365_o1

Notes : Buat yang mau kesini..jangan kotorin pantainya yah!!! a Great man comes from great attitude

Tentang Indra

Civil Servant and Independent Traveler
Galeri | Pos ini dipublikasikan di My Adventure. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Pantai Badur : Sumenep Diamond in the Sky (Part 1)

  1. ramoreez berkata:

    Mantab ulasannya suhu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s