Pantai Baron – Indrayanti : Jogja — Jewel of Asia


Setelah selesai main air di Gua Pindul dan Kali Oyo, destinasi selanjutnya adalah menjelajahi pantai-pantai di selatan Yogya. Dari dulu waktu SD sampe kuliah, saya tahunya cuma Pantai Parangtritis. Tiap kali nanya sama orang asli Jogja di madura, pas gw tanyain pantai lain selain pantai parangtritis, mereka ga ngeh. Pantai Parangtritis emang paling Populer di negeri kesultanan ini. 

Beruntungnya berkat jejaring sosial dan demamnya backpacking di kalangan anak muda Indonesia, membuka mata dunia ( mata elo kali ya…) bahwa Jogja memiliki pantai pantai cantik dan  menawan  selain Pantai Parangtritis. Jogja emang bener-bener The Never Ending Asia. Ga cuma wisata sejarah, budaya, religi, pendidikan, dan kuliner, tetapi juga memiliki wisata alam yang tersebar di balik bukit pantai selatan. belum lagi  lokasi semua pantainya cukup berdekatan dan mudah dijangkau sehingga kunjungan wisata ke Jogja akhir-akhir ini cukup marak.

Dari plang petunjuk jalan di jalanan, saya mendapati bahwa dari Gua Pindul ke Pantai Baron, kokop, Sundak masih sekitar 30-45 km lagi ke arah selatan. wew masih jauh juga yah. Tanpa membuang waktu teman saya yang memegang kemudi langsung tancap gas. Hari tampak sedikit cerah dengan mendung tipis setipis dompet saya hari itu. Sepertinya saya datang tidak di waktu yang tepat. Pas musim penghujan lagi lebat-lebatnya. Ini saja beruntung banget masih belum hujan.

akhirnya setengah jam kemudian saya tiba di Pantai baron. Setelah bayar karcis dan ongkos parkir saya segera beranjak menuju tepi pantai baron. Kumuh dan tidak terawat. begitu kesan yang tampak. Pantai Baron ini adalah pantai nelayan. Gak recommended buat jalan-jalan kesini. Kecuali kalo mau kulakan ikan segar karena disini tempatnya pelelangan ikan. Yang unik dari Pantai baron adalah pantai ini diapit dua buah bukit yang menjorok ke laut. Karena itu ombak disini tidak terlalu besar karena ombak sudah pecah di tengah pantai. So sangat aman untuk berenang disini. persewaan life vest dan ban karet juga tersedia disini. Kalo perut lagi lapar, di pinggir pantai sudah terdapat kios-kios makanan yang tampak berderet memanjang. Belum lengkap pergi ke pantai baron kalo tidak berenang disini. Sebab di pantai baron terdapat mata air tawar/sungai yang mengalir deras ke laut. Banyak wisatawan yang mandi di area ini karena selain alirannya yang landai juga panorama disini kelihatan eksotis. Sungai ini tersembunyi di sudut bukit.

IMG_9664

IMG_9665

Siap2 menyebrang laut untuk berjihad ke palestina

Pas pergi ke pantai baron, saya datengnya bersamaan dengan rombongan santriwati dari pesantren entah dari mana. Kaget juga tiba-tiba pantai ini diserbu segerombolan santriwati yang semuanya berjilbab hitam. untung gak bawa pedang hehehe. Kirain mau razia pasangan mesum. but entah kenapa kok mereka semua tiba-tiba kompakan berjilbab warna hitam. Anyway yang jelas mereka kece-kece apalagi dengan busana tertutup seperti itu. Semacam penegasan (bukan pemberontakan gender ya….) bahwa muslimah bahkan dengan jilbab pun tak menjadi halangan untuk berenang di lautan bebas. Setuju??

IMG_9680

Karena tidak banyak keindahan yang bisa saya nikmati disini, saya langsung bergegas menuju pantai kokop. cukup 5 menit pake motor dari pantai baron, kita sudah sampe di pantai Kukup. Untung waktu itu pantai ini lagi sepi pengunjung. Bibir pantainya tidak begitu luas tetapi butiran pasirnya sangat halus. Batu-batu karang memanjang di sepanjang pantai. Disini kamu dapat menemukan ikan atau binatang laut yang terperangkap di dalam karang.

IMG_9693

IMG_9720

Pantai Kukup ini duplikatnya Tanah Lot atau mirip pantai balekambang di malang. Terdapat sebuah gazebo yang dibangun di atas batu karang di tengah lautan. Untuk menuju gazebo ini kamu harus menaiki sebuah tangga menuju bukit dan kemudian melintasi sebuah jembatan menuju gazebo.

IMG_9727

Dari gazebo ini, kamu bisa melihat dengan jelas laut lepas pantai selatan. Keganasan ombak yang bergulung-gulung memecah tebing pantai seakan tampak nyata bahwa ini bukan di negeri dongeng. Untungnya Kengerian ini segera terbungkus dengan keindahan panorama pantai yang tampak menawan dan eksotis.

IMG_9732

Setelah dari pantai ini, kita menuju pantai Drani. Letaknya berdekatan dengan pantai Kukup. lagi-lagi ini pantai nelayan sehingga saya langsung beranjak lagi dari sini menuju pantai Sundak.

IMG_9741

Pantai Drini

Ketika menuju pantai sundak kamu akan dihadapi banyak belokan jalan ke tempat wisata pantai-pantai lainnya seperti Pantai SePanjang, Pantai Watu kodok. Well sebenarnya pantai pantai ini hanya dibatasi tebing pemisah yang menjorok ke laut. Seperti halnya pantai baron dan pantai kukup. Karena saya niatnya mau ke pantai krakal, sundak dan indrayanti — terpaksa pantai-pantai itu saya lewati.

Ketika masuk ke pantai krakal saya tidak ditarik karcis. Loket tampak tutup, mungkin karena sepi pengunjung. Pantai ini berpasir halus. Tetapi terlihat sampah dimana-mana dan Gersang. Gak recommended kesini kalo pas siang hari karena tidak memiliki pohon-pohon yang bisa buat tempat berteduh. Aktivitas di pantai ini seolah mati. Restoran di pinggir pantai tampak banyak yang tutup sejak lama. Terlihat dari debu yang menempel di meja dan kursi restoran. Lagi-lagi karena gak ada pemandangan yang catchy, saya langsung bergegas lagi menuju spot pantai berikutnya.

IMG_9745

Pantai Krakal

Tak sampai 10 menit dari pantai krakal akhirnya saya tiba di pantai Sundak. Pantai ini sih masih lumayanlah buat sekedar “kill time”. Pantainya juga bersih dari sampah. bibir pantainya tidak terlalu lebar karena langsung dibatasi dengan sebuah tebing di bagian sisi barat dan timurnya. But, Tebing-tebing inilah yang menjadi daya tarik wisata pantai ini. Terlihat banyak pasangan muda mudi mengabadikan kemesraannya dengan latar belakang tebing ini. karena masih capek dan bokong ini lumayan nyut-nyut, saya leyeh-leyeh dulu sembari menikamati semilir angin sore disini.

IMG_9759

Pantai Sundak

IMG_9770

IMG_9767

Setelah puas menikmati pemandangan di sekitar pantai sundak, saya bergegas lagi menuju pantai Indrayanti. Pantai yang sekaligus mengakhiri perjalanan panjang saya menuju selatan yogya. Beruntungnya ending ini ditutup dengan sebuah klimaks keindahan Pantai indrayanti yang tampak cantik di  sore hari. Matahari belum terbenam saat saya tiba disana. Segerombol remaja asyik bergaya untuk diambil gambarnya di sebuah tebing yang tak jauh dari pantai. Beberapa orang tampak leyeh-leyeh di sebuah tenda berpayung. Sementara itu beberapa bule berenang menuju ke tengah laut seakan tak peduli dengan ombak pantai selatan yang datang menghempas.

IMG_9776

Pantai Indrayanti

IMG_9788

Btw di Pantai Indrayanti disini ada life guard juganya lho. Semacam baywatch gitu. Tapi sayangnya saya tidak melihat penjaga pantai disini. Pamela Anderson pun terlalu ngarep.com untuk ditemukan disini. Yang ada hanya seonggok jetski yang tergeletak malas di pos life guard.

IMG_9789

Tak henti saya mengagumi Pantai indrayanti yang tertata rapi ini dengan sentuhan gaya modern. Mirip seperti pantai kuta di bali. Saya seresa beneran holiday di pulau dewata. Pantainya tampak bersih dari sampah karena pengelola wisata ini begitu peduli dengan kebersihan pantai ini. Kalau buang sampah sembarangan bakal kena denda disini sebesar 10 ribu. Sudah seharusnya semua pantai di indonesia menerapakan peraturan seperti ini mengingat pengunjung terutama orang indonesia masih suka buang sampah sembarangan sehingga pantai tampak tak manusiawi lagi untuk dikunjungi. Agak sulit memang mengubah kebiasaan tetapi setidaknya ada perlindungan akan terjaganya keasrian pantai.

IMG_9777

IMG_9797

Terletak di sebelah timur Pantai Sundak, pantai yang dibatasi bukit karang ini menyajikan pemandangan berbeda dibandingkan pantai-pantai lain yang ada di Gunungkidul. Tidak hanya berhiaskan pasir putih, bukit karang, dan air biru jernih , Pantai Indrayanti juga dilengkapi restoran dan cafe serta cottage-cottage yang bisa disewa pengunjung yang ingin bermalam disini. Jujur saja kalo melihat pantai ini, memang asyik kalo didatangi pas malam hari. Kerlap-kerlip lampu gazebo dan alunan syahdu ombak pantai selatan sepertinya bisa menjadi malam yang takkan terlupakan sambil makan sederetan seafood dan segarnya es buah kelapa muda. Apalagi kalo rame-rame kesini sama teman2 sambil bercengkrama di tepi pantai sambil main gitaran — membayangkannya saja sudah seperti suasana romantis. What a wonderful night. tetapi sayangnya sore itu sebelum beranjak petang, saya sudah harus angkat kaki dari Pantai Indrayanti karena saya harus segera balik ke kota Yogya agar tidak kemalaman. Belum lagi tanjakan dan tikungan mewarnai sepanjang jalan wonosari-gunung kidul so bergegas cepat-cepat di waktu itu adalah keputusan yang tepat. Tak apalah. well Aku akan selalu merindukan Pantai indrayanti seperti aku merindukan Jogja. Maybe one day I’ll be back here. thanks a lot stefanus for your hospitality accompanying me travel the Fabulous Jogja

IMG_9816

Indahnya Dunia Remaja

IMG_9787

Tentang Indra

Civil Servant and Independent Traveler
Galeri | Pos ini dipublikasikan di My Adventure dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

3 Balasan ke Pantai Baron – Indrayanti : Jogja — Jewel of Asia

  1. Dede ruslan berkata:

    baru ngeliat jilbab kayak gitu renang berjamaah hahaha.. etapi setuju wanita berjilbab bgtu juga ga ada salahnya nyebur ke laut bebas, karna selama ini org taunya kalo berjilbab biasanya cuman ke masjid

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s