West Borneo : Menyatu bersama Alam Sungai Hangmui


Hai bloggermate. Sebelumnya saya ucapkan selamat Hari besar Umat Kristiani bagi yang merayakan. Untuk posting kali ini saya akan menceritakan beberapa pengalaman saya di bumi kalimantan. Daripada bingung mau ngapain di hari libur ini dan cuaca di luar ga mendukung buat jalan-jalan, mending saya nulis blog. Kalo kemaren-kemaren saya banyak cerita tentang travel saya di jawa, kali ini saya ajak jalan-jalan pembaca ke bumi borneo tepatnya di Singkawang, kota tempat saya pernah bekerja dulu disana.

16370_1243902308415_5300806_n

Sungai hangmui. Dengar namanya udah terasa seperti menggoda. Serasa nama-nama sungai di china. Dan  ekspetasi saya dalam hati, sungai ini pasti benar-benar indah. Pagi itu selesai malam tahun baru, tiba-tiba bapak kos saya yang seorang Chinese mengajak saya berenang ke sungai hangmui bersama keluarga dan para pembantunya di restorannya. Padahal tadi malam pas pergantian tahun baru kita baru selesai bakar bakar jagung sampe larut. Eh tiba-tiba paginya diajak berdarma wisata. Meski mata belum pulih dari rasa kantuk, saya senang gak ketulungan. Secara saat itu saya baru bekerja beberapa bulan di singkawang dan belum mampu beli motor, eh udah ada yang mau ngajakin saya jalan-jalan. Kita semua bersepuluh naik mobil jeep bapak kos.  Jadi temanya liburan kali itu adalah Family travel.

Sungai Hangmui ini terletak tidak jauh dari pusat kota. Hanya 15 km. Jadi ga sampe setengah jam kita sudah sampe di sungai hangmui. Dari kejauhan saja, bunyi kecipak sungainya sudah mengundang saya untuk mandi. Sungai Hangmui ini sebenarnya bukan tempat wisata komersil. Jadi gak ditarik karcis. Terletak di dalam hutan yang masih sangat alami. Dari pintu masuk, kita masih jalan jalan lagi sekitar 150 meter. Beberapa penduduk ada yang sedang mencuci di sungai. Meski masih bagian hilir, Sungainya cukup jernih gak coklat kayak di jawa sehingga saya tidak bakal ragu untuk nyemplung.  Kami sengaja memilih spot berenang yang letaknya agak ke dalam hutan dan jauh dari keramaian. Dimana sejauh mata memandang hanya ada pohon-pohon, kidung suara burung dan kecipak bunyi sungai yang terdengar syahdu. Benar-benar tempat yang cocok untuk menghilangkan sejenak dari kesibukan. Begitu hening dan damai. Akhirnya kita memilih tempat mandi yang agak rindang, dimana banyak dahan-dahan pohon yang menjorok ke badan sungai sehingga tampak merindangi. Nyari yang agak dangkal dan sedikit berbatu agar aliran sungainya tidak terlalu deras sehingga aman untuk berenang.

16370_1243902268414_111278_n

16370_1243898428318_1894862_n

Dan eaaa begitu turun sungai, kita sudah langsung main lempar-lempar air saking senangnya. Gebluk-geblukin air gak jelas seolah baru menemukan surga. Bapak kos yang umurnya sudah paruh baya toh belum hilang semangat darah mudanya. Berenang kesana-kemari. Saya benar-benar merasakan indahnya persahabatan bersama keluarga bapak kos dan pembantu-pembantunya. Saya waktu itu juga belum terlalu dekat dengan pembantu-pembantunya. Meski kos saya bersebelahan dengan restoran, kontak kita sangat jarang sekali. Paling-paling cuma pas pesen makanan. Pagi sampe sore saya berada di kantor, sedangkan mereka dari pagi sampe malem sibuk di dapur dan restoran. Well sebagian besar dari kami banyak berasal dari (maaf) suku yang berbeda-beda. Pembantu Bapak kos semuanya adalah anak asli Suku Dayak dari kabupaten sebelah yang mencoba peruntungan nasib di singkawang. Putih-putih euy kulitnya. Bapak Kos sendiri adalah seorang China Hokkian Palembang, ibu kos asli sunda dan saya sendiri adalah anak dari bumi madura. Toh semua perbedaan itu akhirnya melebur juga di sungai hangmui. Menjadi keceriaan kita yang menyatu bersama alam sungai hangmui.  Hai jose, it is What a joyful moment. Thank you all for sharing Happiness. Happy New Year.

16370_1243902388417_3682320_n

16370_1243957669799_3353865_n

16370_1243962229913_5807480_n 16370_1243962269914_7266717_n  16370_1243898468319_32039_n 16370_1243902228413_6706503_n   16370_1243902348416_8352314_n  16370_1243957629798_4524713_n

Tentang Indra

Civil Servant and Independent Traveler
Galeri | Pos ini dipublikasikan di My Adventure dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s