West Borneo : Nyebrang Pontianak Pake Pelampung


Setelah melihat tugu khatulistiwa, saya beranjak naik angkot menuju dermaga pelabuhan sungai Kapuas. Meski sungai Kapuas yang membelah kota Pontianak telah terhubung dengan jembatan, naik sepit masih menjadi primadona masyarakat lokal pontianak.  Pergi ke sekolah, berangkat kerja, maupun pergi ke kondangan. Sepit begitu istimewa.

07122010470

Seperti halnya Banjarmasin, kota Pontianak juga kota sungai. Transportasi air telah menjadi bagian dari denyut nadi kehidupan warga lokal. Kata bang yadi, teman saya yang anak asli suku melayu, zaman dulu orang yang memiliki sepit dibilang orang kaya. Apalagi kalo sepitnya terbuat dari kayu yang sangat mahal. Sudah Selevel seperti memiliki mobil mewah. Tetapi sejak kehadiran jembatan penghubung, sedikit banyak mengurangi kehebatan sepit. Jembatan yang semula hanya di angan, menyebrang kota dalam hitungan detik seperti bukan mimpi lagi. Meski kabar baiknya, jembatan ini dibangun di dekat hulu, bukan di tengah kota sehingga Sepit tetap menjadi transportasi air yang sangat penting. Jika penduduk kota Pontianak hendak menyebrang ke kota dengan bus atau kendaraan, mereka terpaksa memutar jauh ke arah hulu sehingga tidak efisien.

Namun di luar jembatan ini, masih saja ada pesaing sepit. Apalagi kalau bukan kapal fery.

“Ndra kita naik pelampung saja” kata bang yadi berubah pikiran. Rencana awal saya pengen naik sepit

“Eh yang bener saja naik pelampung. Emang kita nyebrang pake life vest atau ban pelampung?”saya mendelik kaget.

“Pelampung itu kapal fery”. Ajaib. Orang Pontianak dalam bahasa sehari-hari biasa menyebut kapal dengan nama pelampung. Mendengarnya saya ketawa.hihi

“Tapi pulangnya kita naik sepit ya”

“it’s okay”

07122010474

ini lho yang dibilang pelampung

Tujuan kita kali ini adalah bertandang ke Istana Kadariah. Mungkin karena di bumi borneo yang sejak zaman dulu bentuk pemerintahannya kesultanan, maka sebutan rumah sultan lebih identik dengan menyebut istana daripada keraton. Saya saja baru ngeh kalo Pontianak dulu adalah daerah kesultanan. Saya ga begitu mendengar nama-nama pahlawan bergelar sultan dari Kalimantan barat. Taunya kalo Kalimantan tuh pahlawannya yah Pangeran Antasari. Atau kalo di Sulawesi ada Sultan Hasanuddin. Di banten ada sultan Ageng tirtayasa. Atau sultan Agung yang lebih tersohor namanya di bumi mataram. Gara-gara pelajaran sejarah dan geografi, saya ngiranya mataram tuh terletak di daerah Lombok atau nama ibukota Nusa tenggara Barat. Makanya saya sering bingung sendiri dan terkagum-kagum sama sultan agung dari mataram. Dulu kalo ga salah ada bacaan kalo sultan agung dari mataram berhasil mengusir kompeni belanda di Solo. Apa pentingnya coba sultan agung jauh jauh dari mataram pergi ke solo buat menyerang pasukan belanda. Dan semakin banyak membaca, saya akhirnya jadi tahu kalo mataram itu tidak lain adalah nama jogja tempo dulunya. duh

07122010534

Istana Kadariah dari kejauhan

 

Tentang Indra

Civil Servant and Independent Traveler
Galeri | Pos ini dipublikasikan di My Adventure dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Satu Balasan ke West Borneo : Nyebrang Pontianak Pake Pelampung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s