West Borneo : Tugu Khatulistiwa


Gara-gara abis baca bukunya Tere Liye yang judulnya “Kau, Aku dan Sepucuk Angpao merah, kembali membangkitkan kenangan saya ketika merantau di kalimantan. Bagi yang belum baca buku ini, recommended banget untuk dibaca. reviewnya bisa dibaca disini dan disana.

Saya masih ingat. Waktu itu masih tersisa satu bulan lagi saya masih berada di singkawang, sebelum meninggalkan singkawang untuk selama-lamanya. Tapi masih banyak hal yang belum saya wujudkan selama di Bumi Enggang khatulistiwa. Salah satunya mengunjungi Tugu khatulistiwa dan naik sepit. Norak yah. btw dari dulu ketika masih ada tontonan serial anak seribu pulau, saya ngimpi pengen bisa naik rakit di sungai kapuas. Secara sungai kapuas kan sungai terpanjang di Indonesia. Pasti ada sensasi tersendiri bagi siapa saja yang pernah menyebranginya. Gara-gara keinginan ini, akhirnya saya ngajak bang yadi, teman satu kantor untuk jalan-jalan ke pontianak dari Singkawang. kita naik bus. Moda transportasi yang tidak pernah saya coba selama saya merantau di kalimantan barat. orang lokal di kalimantan barat biasa menyebut bus dengan nama oplet. Oplet ini seperti bus jaman taon 70-an dan sebagian besar oplet di kalbar tidak dilakukan peremajaan lagi sehingga kondisinya sangat mengenaskan. Perjalanan singkawang-pontianak memakan waktu 3 jam dan cuma 25 ribu beuh. kalo naik travel mobil avanza, singkawang pontianak bisa 75 ribu. tiga kali lipatnya.

Di dalam Oplet ini, semua beragam etnis di kalimantan barat : Melayu, Dayak dan Cina menyatu menjadi satu. Suatu pemandangan yang jarang saya lihat. Di jawa saya jarang melihat etnis cina naik bus, apalagi rongsokan macam gini. Yang gak dapat tempat duduk, yah berdiri. Untungnya saya dapat tempat duduk. Naik oplet membuat serasa saya hidup di jaman jadoel tahun 70-an. Mungkin begini yah kalo bokapku dulu waktu kecil ke sekolah naik bus. Serunya naik oplet disini, kamu bisa mendengar orang china ngomong bahasa china beraksen hakka. Duh kalo orang china singkawang ngomong, macam meracau saja. Begitu juga logat orang melayu dengan bahasa indonesia yang hampir semua huruf a jadi huruf e. lucu dengernya. Tapi ya ampun oplet disini seperti bukan barang publik yang tergolong manusiawi. Macam moda transportasi kayak mau pindahan rumah. Sudah di dalam penuh sesak orang, eh di atas oplet berjejalan karung, ember, sepeda motor, lemari kursi, atau hewan ternak. Jadi keingat teman bule backpacker asal rusia yang tas backpacknya harus ditaruh di atas oplet dan ga boleh dibawa masuk ke dalam karena barangnya gede. Mana tasnya kena hujan sehingga terpaksa nyuci baju di kosan saya.

Karena saya belum mengunjungi Tugu Pontianak, saya menyetop bus oplet di depan pintu masuk  Tugu Khatulistiwa. Tugu titik nol. tugu yang menjadi ikon kebanggaan warga pontianak. Belum lengkap pergi ke pontianak tetapi belum mengunjungi Tugu Khatulistiwa. Daya tarik tugu ini terlihat saat peristiwa kulminasi, yakni matahari tepat berada di garis Khatulisti­wa. Pada saat itu, bayangan tugu “menghilang” beberapa detik, meskipun diterpa sinar matahari. Kita yang berdiri di sekitar tugu juga akan hilang bayangannya se­lama beberapa saat. Titik kulminasi matahari itu terjadi dua kali setahun, yakni antara 21-23 Maret dan 21-23 Sep­tember. Bagi masyarakat Kaliman­tan Barat, peristiwa alam ini men­jadi tontonan menarik.

Ban­gunan ini dibangun pada tahun 1928. Terdiri dari empat buah tonggak atau tiang dari kayu be­lian atau kayu ulin (kayu langka khas Kalimantan). Masing-masing tonggak berdiameter 0,30 meter. Pada tahun 1990 kembali Tugu Khatulistiwa tersebut direnovasi dengan pembuatan kubah untuk melindungi tugu asli serta pem­buatan duplikat tugu dengan uku­ran 5 kali lebih besar dari tugu yang asli.  Dan untuk mem­perindah bangunan, dibuatlah kawasan taman hingga ke pinggir Sungai Kapuas.

Dua tonggak bagian depan ting­ginya 3,05 meter dari permukaan tanah, sedangkan dua tonggak ba­gian belakang, tempat lingkaran dan anak panah penunjuk arah, tingginya 4,40 meter. Diameter lingkaran yang ditengahnya terdapat tulisan EVENAAR sepanjang 2,11 meter.

Pada bulan Maret 2005, Tim Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) melakukan koreksi untuk menentukan lokasi titik nol garis khatulistiwa di Kota Pontianak. Koreksi dilakukan dengan menggunakan gabungan metoda terestrial dan ekstraterestrial yaitu menggunakan global positioning system (GPS) dan stake-out titik nol garis khatulistiwa dikoreksi. Hasil pengukuran oleh tim BPPT, menunjukkan, posisi tepat Tugu Khatulistiwa saat ini berada pada 0 derajat, 0 menit, 3,809 detik lintang utara; dan, 109 derajat, 19 menit, 19,9 detik bujur timur

Sementara, posisi 0 derajat, 0 menit dan 0 detik ternyata melewati taman atau tepatnya 117 meter ke arah Sungai Kapuas dari arah tugu saat ini. Di tempat itulah kini dibangun patok baru yang masih terbuat dari pipa PVC dan belahan garis barat-timur ditandai dengan tali rafia. Mengenai posisi yang tertera dalam tugu (0 derajat, 0 menit dan 0 detik lintang, 109 derajat 20 menit, 0 detik bujur timur), berdasarkan hasil pelacakan tim BPPT, titik itu terletak 1,2 km dari Tugu Khatulistiwa, tepatnya di belakang sebuah rumah di Jl Sungai Selamat, kelurahan Siantan Hilir.

Tugu Khatulistiwa

Tugu Khatulistiwa

Berada di Bumi khatulistiwa, pagi seolah terasa seperti siang saja. Padahal masih jam 10 pagi tapi teriknya sudah terasa membakar di kulit. Sayang sekali Monumen Tugu khatulistiwa sedang tutup. Hari libur tapi kenapa tutup. tanya kenapa?? Akhirnya saya pergi ke gerai suvenir yang tidak jauh dari Tugu khatulistiwa. Disana saya beli kaos yang tulisannya berbahasa melayu. Lumayan buat oleh-oleh pamungkas sebelum benar-benar meninggalkan kalimantan barat.

Tentang Indra

Civil Servant and Independent Traveler
Galeri | Pos ini dipublikasikan di My Adventure dan tag , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s