Masjid Namira


Setelah menempuh kurang lebih 45 menit dari mojokerto menuju lamongan, melewati lebatnya alas jati, saya singgah dahulu di masjid namira di daerah tikung, kab. lamongan. Masjid ini rekomendasi dari teman kerja saya, mas bangun. Jadi ceritanya sebelum sampai tuban dalam rangka mudik, saya ingin mampir ke beberapa tempat wisata. Awalnya mau berziarah ke makam sunan drajat. Berhubung situs makam sunan drajat berada di garis pantai utara yang masih 30 km dari kota lamongan, saya skip tempat tersebut. Setelah tanya teman saya yang domisili di lamongan, akhirnya kepilih masjid namira. Kebetulan masjid ini bakal dilewati selama perjalanan darat dari mojokerto lamongan via jalan raya mantup. Jam 1 siang kami tiba disana.

Dari tampak luar, masjid ini penampakannya biasa saja. Terkesan minimalis malah. Baru setelah masuk ke dalam, masjid ini baru kelihatan keindahannya. Dalam bagian mihrabnya terletak gambar kakbah dengan penampakan pintu kakbah  atau kiswah. Saya yang baru umrah 4 bulan lalu berasa nostalgia lagi ketika memasuki masjid ini. Pengunjung yang shalat bisa merasakan seolah seolah sedang shalat menghadap kakbah. Subhanallah. 


Ya Allah, jika Kau izinkan, berilah hambamu ini yang papa, kelapangan rezeki, sehingga hamba bisa kembali menginjak ke Tanah SuciMu. Tak bisa kulupakan getar rindu itu. Getar karena iman bahwa kau tak hanya sebuah kubus biasa. Dan Kau sebaik baiknya pemberi Rizki. Perkenan doaku Ya Allah. Amin. 

Iklan

Tentang Indra

Civil Servant and Independent Traveler
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s