Rabu Malam bersama Mbah Putri


Tak terasa hari syawal menginjak hari ke 4. Sejak syawal pertama, saya datang mudik ke rumah mbak putri dari pihak ibu. Mbah putri kini umurnya sudah 82 tahun. Badannya gemuk. Hal ini yang membuat khawatir kami. Obesitas di usia senja rentan penyakit. Apalgi  mbah saya mengidap darah tinggi sehingga perlu dikontrol pola makannya. 

Kalo beberapa teman saya bilang bahwa saya mirip orang Arab, orang india atau orang pakistan, itu karena saya mengalir darah genetika fisik itu dari pihak mbah putri. 

Di Turki saya ketemu turis India. Dia menyapa saya, bahwa saya berasal dari bagian India mana?? Disitulah saya terkejut. Ternyata teman teman sekolah/kantor saya tidak sedang guyon kalo saya mirip orang India. So, saya langsung menjawab pertanyaan turis tersebut bahwa saya sejatinya berasal dari Indonesia, so terkejutlah dia. 

Sejak di rumah mbah, praktis dari pagi sampe malam, televisi menyetel tayangan serial serial India, sampe saya bosan sendiri. Malamnya sebelum tidur, mbah saya nonton mikrofon pelunas hutang. Andai saya PD dengan gaya nyanyi saya, mungkin saya mencoba mendaftar itu, mic pelunas hutang. Lumayan utang bank bisa lunas. 

Iklan

Tentang Indra

Civil Servant and Independent Traveler
Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s