September Ceria di Ranu Kumbolo

Gunung selalu memikat siapa saja. Bagi para pendaki, setiap Gunung menaruh kesan tersendiri dan tak bisa dibanding-bandingkan dengan gunung gunung yang lain yang telah mereka daki. Dan Gunung Semeru tentu memiliki tempat spesial tersendiri di hati mereka. Menyandang status sebagai Gunung tertinggi di jawa, Membuat beberapa orang penasaran untuk menaklukan Gunung Semeru. Yeaah, Penaklukan ituLanjutkan membaca “September Ceria di Ranu Kumbolo”

Beri peringkat:

Let share happiness by giving gift

Bismillahirrohmaanirrohiiim Let recite together this powerful verse of Hadist that Al bukhari wrote it in Al-Adab Al-Mufrad 594 “Give gifts and you will love one another.” (“Saling memberilah hadiah, niscaya kalian akan saling mencintai” ) As we know, the practice of this amazing deed is rarely applied or implemented recently. This all started from senseLanjutkan membaca “Let share happiness by giving gift”

Beri peringkat:

West Borneo : Istana Kadriah

Permukaan sungai tampak mengkilat ditempa matahari. Bagai ladang emas disepuh senja. Riuh anak tepian kapuas berenang kesana kemari terdengar bergemuruh. Ah begitu cerianya. Tak ada pemandangan yang lebih indah di kapuas di kala sore hari. Sebuah sepit melintas lebih cepat dari sepit yang saya tumpangi. Amboi cantik nian dare melayu dengan baju kurungnya yang dudukLanjutkan membaca “West Borneo : Istana Kadriah”

Beri peringkat:

West Borneo : Nyebrang Pontianak Pake Pelampung

Setelah melihat tugu khatulistiwa, saya beranjak naik angkot menuju dermaga pelabuhan sungai Kapuas. Meski sungai Kapuas yang membelah kota Pontianak telah terhubung dengan jembatan, naik sepit masih menjadi primadona masyarakat lokal pontianak.  Pergi ke sekolah, berangkat kerja, maupun pergi ke kondangan. Sepit begitu istimewa. Seperti halnya Banjarmasin, kota Pontianak juga kota sungai. Transportasi air telahLanjutkan membaca “West Borneo : Nyebrang Pontianak Pake Pelampung”

Beri peringkat:

West Borneo : Tugu Khatulistiwa

Gara-gara abis baca bukunya Tere Liye yang judulnya “Kau, Aku dan Sepucuk Angpao merah, kembali membangkitkan kenangan saya ketika merantau di kalimantan. Bagi yang belum baca buku ini, recommended banget untuk dibaca. reviewnya bisa dibaca disini dan disana. Saya masih ingat. Waktu itu masih tersisa satu bulan lagi saya masih berada di singkawang, sebelum meninggalkanLanjutkan membaca “West Borneo : Tugu Khatulistiwa”

Beri peringkat:

West Borneo : Menyatu bersama Alam Sungai Hangmui

Hai bloggermate. Sebelumnya saya ucapkan selamat Hari besar Umat Kristiani bagi yang merayakan. Untuk posting kali ini saya akan menceritakan beberapa pengalaman saya di bumi kalimantan. Daripada bingung mau ngapain di hari libur ini dan cuaca di luar ga mendukung buat jalan-jalan, mending saya nulis blog. Kalo kemaren-kemaren saya banyak cerita tentang travel saya diLanjutkan membaca “West Borneo : Menyatu bersama Alam Sungai Hangmui”

Beri peringkat:

Pulau Gili labak : Sekepal Tanah Surga di Bumi Madura

Sedikit orang madura yang tahu kalo madura memiliki pulau cantik nan jelita. Nama pulau ini adalah pulau tikus. Karena dulunya tempat ini adalah sarang tikus. Karena keindahan pulau ini melebihi nama aslinya (baca tikus), Pulau ini diganti namanya menjadi Pulau Gili Labak, yang tentunya lebih enak dibaca dengan dialek bahasa madura. Pulau ini dapat ditempuhLanjutkan membaca “Pulau Gili labak : Sekepal Tanah Surga di Bumi Madura”

Beri peringkat:

Pantai Baron – Indrayanti : Jogja — Jewel of Asia

Setelah selesai main air di Gua Pindul dan Kali Oyo, destinasi selanjutnya adalah menjelajahi pantai-pantai di selatan Yogya. Dari dulu waktu SD sampe kuliah, saya tahunya cuma Pantai Parangtritis. Tiap kali nanya sama orang asli Jogja di madura, pas gw tanyain pantai lain selain pantai parangtritis, mereka ga ngeh. Pantai Parangtritis emang paling Populer diLanjutkan membaca “Pantai Baron – Indrayanti : Jogja — Jewel of Asia”

Beri peringkat:

Goa Pindul dan River Tubing di Kali oYo : Jogja — The Jewel of Asia

Kereta Ekonomi tiba pukul 07.35 di Stasiun Lempuyangan. Telat 5 menit dari jadwal kedatangan. Bismillahhirrahmanirrahim. Saya melangkah keluar dari gerbong kereta. Sambil menanti jemputan sahabat baik saya dari sleman, saya mencoba menyeruputi teh hangat di salah satu kedai kopi di luar stasiun. Alhamdulillah nikmatnya teh ini Tuhan” Ucap saya dalam hati sambil menghirup aroma teh.Lanjutkan membaca “Goa Pindul dan River Tubing di Kali oYo : Jogja — The Jewel of Asia”

Beri peringkat:

Dingin-dingin di Masjid Atta awun (Jalan Jalan ke Puncak Part 5)

3 hari lagi diklat bendahara pengeluaran di bogor akan usai. Tapi saya belum pernah sampai daerah puncak bogor tepatnya daerah puncak pass. Apalagi tempat diklatku di Daerah Gadog dekat sekali dengan kawasan wisata puncak. Belum lagi angkot-angkot berseliweran di depan pusdiklat dengan trayek tujuan puncak atas. Akhirnya hari senin siang setelah selesai diklat, aku mengajakLanjutkan membaca “Dingin-dingin di Masjid Atta awun (Jalan Jalan ke Puncak Part 5)”

Beri peringkat:

Summer Scent In Pantai Luna : Sumenep Diamond in The Sky (Part 2)

Awan mendung sedang menggelayut di kaki langit. Saya yang sudah lebih sejam  motoran, belum sampe juga di pantai badur. Kalo sampe hujan, perjalanan mencari pantai-pantai cantik di madura bakal sirna. Tapi tak apalah kalo hujan. Bukankah hujan juga adalah karunia tuhan. Mungkin rumput di padang sabana yang tampak disekeliling samping saya — sudah merindu akanLanjutkan membaca “Summer Scent In Pantai Luna : Sumenep Diamond in The Sky (Part 2)”

Beri peringkat:

Pantai Badur : Sumenep Diamond in the Sky (Part 1)

Mungkin tak banyak yang tahu kalo orang sumenep memiliki pantai cantik dan menawan. When you ask to local what the best beach sumenep has, may it will lead to Pantai Lombang. Tidak salah lagi pantai Lombang memang lebih mengindonesia seperti halnya pantai parangtritis. Orang sepulau madura yang terdiri 4 kabupaten, pun tidak bakal menyangkal bahwaLanjutkan membaca “Pantai Badur : Sumenep Diamond in the Sky (Part 1)”

Beri peringkat:

Sore di Curug Luhur (Jalan-jalan ke Puncak part 4)

Abis dari Pura Parahyangan, kita pengen ngelanjutin lagi jalan jalannya ke curug-curug yang berdekatan dengan pura ini. Kata temen saya ada curug yang dekat pura yaitu curug cigamea, curug nangka dan curug luhur. Dan yang recomended adalah curug nangka dan curug cigamea. Tapi sayangnya dari Pura menuju jalan raya utk mencari angkot harus mesti naikLanjutkan membaca “Sore di Curug Luhur (Jalan-jalan ke Puncak part 4)”

Beri peringkat:

Secuil Cerita dari Ngawi

Akhirnya setelah penantian selama 25 tahun, gw jadi tahu juga kota ngawi #terharu 🙂 . Itu lho kota paling barat jawa timur dan paling timur jawa tengah. Yah letaknya di border 2 propinsi itu. Kenapa sih kok bisa terharu hehe. Aniwei beidewei kota ngawi itu kelahiran eyang dan mamaku lho. Tapi sayang sejak meletus GLanjutkan membaca “Secuil Cerita dari Ngawi”

Beri peringkat: