Madura, Akulah Darahmu

Di atasmu, bongkahan batu yang bisu Tidur merangkum nyala dan tumbuh berbunga doa Biar berguling di atas duri hati tak kan luka Meski mengeram di dalam nyeri cinta tak kan layu Dan aku Anak sulung yang sekaligus anak bungsumu Kini kembali ke dalam rahimmu, dan tahulah Bahwa aku sapi kerapan Yang lahir dari senyum danLanjutkan membaca “Madura, Akulah Darahmu”

Beri peringkat:

Senja di Teluk Kalianget

Sudah hampir sebulan saya berada di ibukota sejak pulang kampung bulan lalu. Entah kenapa tiba tiba saya kangen dengan pantai di kampung. Rasanya mau gila bila dalam seminggu ini saya tidak melihat pantai. Sejak kecil saya sudah akrab dengan pantai. Rumah saya berdekatan dengan pantai. Kalau pagi hari setelah salat subuh, keluarga saya selalu jalanLanjutkan membaca “Senja di Teluk Kalianget”

Beri peringkat: