West Borneo : Tugu Khatulistiwa

Gara-gara abis baca bukunya Tere Liye yang judulnya “Kau, Aku dan Sepucuk Angpao merah, kembali membangkitkan kenangan saya ketika merantau di kalimantan. Bagi yang belum baca buku ini, recommended banget untuk dibaca. reviewnya bisa dibaca disini dan disana. Saya masih ingat. Waktu itu masih tersisa satu bulan lagi saya masih berada di singkawang, sebelum meninggalkanLanjutkan membaca “West Borneo : Tugu Khatulistiwa”

Beri peringkat:

Taman Eden Jakarta : Situlembang – Menteng – Suropati

Berhubung tinggal sehari lagi gw di jakarta, gw sama teman2 coba puas-puasin dulu sebelum hengkang dari jakarta. Dan kali ini destinasi yang gw tuju adalah taman kota. Kenapa taman kota? gw juga gak ngerti kenapa pilih ini hihi. Padahal seumur-umur tinggal di jakarta, banyak lho destinasi yang belum gw kunjungi. pulau seribu aja belum pernah.Lanjutkan membaca “Taman Eden Jakarta : Situlembang – Menteng – Suropati”

Beri peringkat:

Trowulan : a misty Wonderland (Part8)

Setelah dari Candi Brahu, kita menyusuri jalanan kampung menuju Maha Vihara Majapahit. Selama perjalanan, kita akan melihat banyak sawah yang dijadikan lahan penambangan batu bata. Yeah semoga selama penggalian, siapa tahu bisa ditemukan benda benda bersejarah zaman majapahit. Tidak sampai 5 menit kita sudah tiba di vihara. Sama seperti di situs candi sebelumnya, kita dipungutLanjutkan membaca “Trowulan : a misty Wonderland (Part8)”

Beri peringkat:

Trowulan : a misty wonderland (Part 7)

Setelah leyeh leyeh di Pendopo Agung selama 45 menit, kita berlanjut ke Candi Brahu. Dalam perjalanan menuju brahu, ada candi-candi di pinggir jalan. Sayangnya bangunan candinya sudah mirip reruntuhan dan tidak dikenali lagi bentuknya. Ketika teman mengajak mampir, saya bilang tidak karena harus mengejar waktu.  jam sudah menunjukkan pukul 11 siang. Jam stengah 12 lewat,Lanjutkan membaca “Trowulan : a misty wonderland (Part 7)”

Beri peringkat:

Trowulan : a Misty Wonderland (Part 6)

Setelah dari Candi tikus, kita berlanjut lagi ke Pendopo Agung. Ketika masuk ke pelataran parkir, aura bali begitu terasa. Gapura pintu masuk pendopo mirip gapura masuk ke dalam sebuah pura. Tetapi begitu masuk ke dalam, aura bali berganti nuansa jawa. Di dalam pendopo Agung ini terdapat bangunan menyerupai Joglo yang biasa digunakan pengunjung untuk beristirahatLanjutkan membaca “Trowulan : a Misty Wonderland (Part 6)”

Beri peringkat:

Trowulan : A misty Wonderland (Part 5)

Setelah dari Bajang Ratu, Perjalanan berlanjut lagi ke Candi Tikus. Sampe disana, malah saya menemukan sebuah pemandian kuno, bukan seonggok candi. Ternyata Candi Tikus adalah pertitaan di zaman majapahit. Dinamakan Candi Tikus karena ketika penggalian sedang dilakukan, banyak tikus yang keluar dari sarang. Yah sarangnya adalah di pertitaan ini. Tidak ada relief yang digambar diLanjutkan membaca “Trowulan : A misty Wonderland (Part 5)”

Beri peringkat:

Trowulan : A misty Wonderland (Part 4)

Perjalanan saya kemudian berlanjut menuju candi bajang ratu. Letaknya cuma 1 km dari museum. Hari ini saya beruntung sekali. Indonesia yang lagi musim hujan, alhamdulillah di Trowulan suasananya cerah. Meski cuaca lagi mendung-mendung tipis setipis dompet saya, hujan tidak jadi datang selama perjalanan saya ke situs-situs trowulan. Di Candi Bajang Ratu, kita hanya dipungut biayaLanjutkan membaca “Trowulan : A misty Wonderland (Part 4)”

Beri peringkat:

Trowulan : A Misty Wonderland (Part 3)

Museum Trowulan, begitu tulisan yang saya baca di atas gapura. Hari masih pagi. Tetapi semua pegawai di museum sudah terlihat begitu sibuk. Sepertinya hari jumat disini dicanangkan sebagai hari krida. Semua pegawai pada bersih bersih ruangan museum lengkap masih dengan kaos olahraga yang baru saja dipakai buat senam. “Selamat Pagi Mas” Seorang resepsionis menyapa saya.Lanjutkan membaca “Trowulan : A Misty Wonderland (Part 3)”

Beri peringkat:

Jalan Jalan ke Semarang (Part 4)

Setelah sejam di kelenteng Sam Po Kong, akhirnya saya melanjutkan perjalanan lagi menuju Kota Tua Semarang. Setelah tanya orang-orang akhirnya saya naik bus terus turun di terminal apa gitu. Saya agak lupa karena cerita perjalanan ini sudah setahun yang lalu. Setelah naik bus kota, ganti lagi dengan angkot untuk menuju kawasan kota Tua. Hari sudahLanjutkan membaca “Jalan Jalan ke Semarang (Part 4)”

Beri peringkat: