Elegi Api Keabadian

Api tak kunjung padam. Begitu orang madura menyebut salah satu destinasi wisata  yang terletak di kabupaten pamekasan. Sebuah wisata yang cukup terkenal di Pulau madura. Dulu di buku RPUL zaman esde, destinasi ini selalu dicantumkan dalam buku ini. Hal ini tentu menandakan sebuah kepopuleran atau keandalan wisata tempat ini. Saking eklusivitasnya, Api ini tak pernahLanjutkan membaca “Elegi Api Keabadian”

Beri peringkat:

September Ceria di Ranu Kumbolo

Gunung selalu memikat siapa saja. Bagi para pendaki, setiap Gunung menaruh kesan tersendiri dan tak bisa dibanding-bandingkan dengan gunung gunung yang lain yang telah mereka daki. Dan Gunung Semeru tentu memiliki tempat spesial tersendiri di hati mereka. Menyandang status sebagai Gunung tertinggi di jawa, Membuat beberapa orang penasaran untuk menaklukan Gunung Semeru. Yeaah, Penaklukan ituLanjutkan membaca “September Ceria di Ranu Kumbolo”

Beri peringkat:

West Borneo : Nyebrang Pontianak Pake Pelampung

Setelah melihat tugu khatulistiwa, saya beranjak naik angkot menuju dermaga pelabuhan sungai Kapuas. Meski sungai Kapuas yang membelah kota Pontianak telah terhubung dengan jembatan, naik sepit masih menjadi primadona masyarakat lokal pontianak.  Pergi ke sekolah, berangkat kerja, maupun pergi ke kondangan. Sepit begitu istimewa. Seperti halnya Banjarmasin, kota Pontianak juga kota sungai. Transportasi air telahLanjutkan membaca “West Borneo : Nyebrang Pontianak Pake Pelampung”

Beri peringkat:

West Borneo : Menyatu bersama Alam Sungai Hangmui

Hai bloggermate. Sebelumnya saya ucapkan selamat Hari besar Umat Kristiani bagi yang merayakan. Untuk posting kali ini saya akan menceritakan beberapa pengalaman saya di bumi kalimantan. Daripada bingung mau ngapain di hari libur ini dan cuaca di luar ga mendukung buat jalan-jalan, mending saya nulis blog. Kalo kemaren-kemaren saya banyak cerita tentang travel saya diLanjutkan membaca “West Borneo : Menyatu bersama Alam Sungai Hangmui”

Beri peringkat:

Pulau Gili labak : Sekepal Tanah Surga di Bumi Madura

Sedikit orang madura yang tahu kalo madura memiliki pulau cantik nan jelita. Nama pulau ini adalah pulau tikus. Karena dulunya tempat ini adalah sarang tikus. Karena keindahan pulau ini melebihi nama aslinya (baca tikus), Pulau ini diganti namanya menjadi Pulau Gili Labak, yang tentunya lebih enak dibaca dengan dialek bahasa madura. Pulau ini dapat ditempuhLanjutkan membaca “Pulau Gili labak : Sekepal Tanah Surga di Bumi Madura”

Beri peringkat:

Pantai Baron – Indrayanti : Jogja — Jewel of Asia

Setelah selesai main air di Gua Pindul dan Kali Oyo, destinasi selanjutnya adalah menjelajahi pantai-pantai di selatan Yogya. Dari dulu waktu SD sampe kuliah, saya tahunya cuma Pantai Parangtritis. Tiap kali nanya sama orang asli Jogja di madura, pas gw tanyain pantai lain selain pantai parangtritis, mereka ga ngeh. Pantai Parangtritis emang paling Populer diLanjutkan membaca “Pantai Baron – Indrayanti : Jogja — Jewel of Asia”

Beri peringkat:

Goa Pindul dan River Tubing di Kali oYo : Jogja — The Jewel of Asia

Kereta Ekonomi tiba pukul 07.35 di Stasiun Lempuyangan. Telat 5 menit dari jadwal kedatangan. Bismillahhirrahmanirrahim. Saya melangkah keluar dari gerbong kereta. Sambil menanti jemputan sahabat baik saya dari sleman, saya mencoba menyeruputi teh hangat di salah satu kedai kopi di luar stasiun. Alhamdulillah nikmatnya teh ini Tuhan” Ucap saya dalam hati sambil menghirup aroma teh.Lanjutkan membaca “Goa Pindul dan River Tubing di Kali oYo : Jogja — The Jewel of Asia”

Beri peringkat:

Secuil Cerita dari Ngawi

Akhirnya setelah penantian selama 25 tahun, gw jadi tahu juga kota ngawi #terharu 🙂 . Itu lho kota paling barat jawa timur dan paling timur jawa tengah. Yah letaknya di border 2 propinsi itu. Kenapa sih kok bisa terharu hehe. Aniwei beidewei kota ngawi itu kelahiran eyang dan mamaku lho. Tapi sayang sejak meletus GLanjutkan membaca “Secuil Cerita dari Ngawi”

Beri peringkat:

Pura Parahyangan : Kedamaian Tingkat Dewa (Jalan-Jalan ke Puncak Part 3)

  Hari minggu pagi saya balik ke bogor dari jakarta. Awalnya saya berencana ke Pekan raya Jakarta (PRJ). Tapi berhubung saya sudah beli hape di roxy hari sabtunya, sepertinya shoping di PRJ bakal membuat kantong dompet saya semakin menipis. Apalagi teman2 diklat di bogor yang awalnya hari minggu mau nonton PRJ justru membatalkan acaranya denganLanjutkan membaca “Pura Parahyangan : Kedamaian Tingkat Dewa (Jalan-Jalan ke Puncak Part 3)”

Beri peringkat:

Jalan-Jalan ke Puncak Part 1

Dulu waktu esde kalo baca buku cerita petualangan, piknik di perpus hampir kata Puncak sering muncul dalam buku bacaan selain cibubur. Cibubur memang dari dulu terkenal menjadi tempat bumi berkemah anak-anak pramuka dan perayaan Jambore nasional. kalo musim liburan panjang, hampir dah semua presenter stasiun televisi pada mewartakan macetnya jalan menuju puncak. Sampe saya bingungLanjutkan membaca “Jalan-Jalan ke Puncak Part 1”

Beri peringkat:

Temple Of Heaven Surabaya

Pengen ke cina?? tp bujet minim. Tidak perlu risau. Di Surabaya, kalo kamu mau ngeksplor, banyak lho tempat wisata yang membuat kamu serasa bertualang ke negeri China. Mungkin sensasinya beda. Tidak seperti berasa di negeri panda. Tetapi Setidaknya bisa memuaskan dahaga kamu yang suka dengan dunia yang berbau oriental. Di kenpark alias Kenjeran Park adaLanjutkan membaca “Temple Of Heaven Surabaya”

Beri peringkat:

Taman Eden Jakarta : Situlembang – Menteng – Suropati

Berhubung tinggal sehari lagi gw di jakarta, gw sama teman2 coba puas-puasin dulu sebelum hengkang dari jakarta. Dan kali ini destinasi yang gw tuju adalah taman kota. Kenapa taman kota? gw juga gak ngerti kenapa pilih ini hihi. Padahal seumur-umur tinggal di jakarta, banyak lho destinasi yang belum gw kunjungi. pulau seribu aja belum pernah.Lanjutkan membaca “Taman Eden Jakarta : Situlembang – Menteng – Suropati”

Beri peringkat:

Gunung Tangkuban Perahu, Eksotisme Alam Priangan

Bandung, kota menawan yang selalu merindu. Ketika pertama kali pergi kesana, ke kebun teh ciwidey, kawah putih dan jalanan kota bandung, saya langsung jatuh cinta. Kotanya yang eksotis penuh sejarah dengan balutan panorama pegunungan yang indah membuat saya selalu terbayang ketika sudah berada di Jakarta. Hingga kemudian ada ajakan dari teman satu kosan, bayu, dwiLanjutkan membaca “Gunung Tangkuban Perahu, Eksotisme Alam Priangan”

Beri peringkat:

Trowulan : a misty Wonderland (Part8)

Setelah dari Candi Brahu, kita menyusuri jalanan kampung menuju Maha Vihara Majapahit. Selama perjalanan, kita akan melihat banyak sawah yang dijadikan lahan penambangan batu bata. Yeah semoga selama penggalian, siapa tahu bisa ditemukan benda benda bersejarah zaman majapahit. Tidak sampai 5 menit kita sudah tiba di vihara. Sama seperti di situs candi sebelumnya, kita dipungutLanjutkan membaca “Trowulan : a misty Wonderland (Part8)”

Beri peringkat:

Trowulan : a misty wonderland (Part 7)

Setelah leyeh leyeh di Pendopo Agung selama 45 menit, kita berlanjut ke Candi Brahu. Dalam perjalanan menuju brahu, ada candi-candi di pinggir jalan. Sayangnya bangunan candinya sudah mirip reruntuhan dan tidak dikenali lagi bentuknya. Ketika teman mengajak mampir, saya bilang tidak karena harus mengejar waktu.  jam sudah menunjukkan pukul 11 siang. Jam stengah 12 lewat,Lanjutkan membaca “Trowulan : a misty wonderland (Part 7)”

Beri peringkat:

Trowulan : a Misty Wonderland (Part 6)

Setelah dari Candi tikus, kita berlanjut lagi ke Pendopo Agung. Ketika masuk ke pelataran parkir, aura bali begitu terasa. Gapura pintu masuk pendopo mirip gapura masuk ke dalam sebuah pura. Tetapi begitu masuk ke dalam, aura bali berganti nuansa jawa. Di dalam pendopo Agung ini terdapat bangunan menyerupai Joglo yang biasa digunakan pengunjung untuk beristirahatLanjutkan membaca “Trowulan : a Misty Wonderland (Part 6)”

Beri peringkat:

Trowulan : A misty Wonderland (Part 5)

Setelah dari Bajang Ratu, Perjalanan berlanjut lagi ke Candi Tikus. Sampe disana, malah saya menemukan sebuah pemandian kuno, bukan seonggok candi. Ternyata Candi Tikus adalah pertitaan di zaman majapahit. Dinamakan Candi Tikus karena ketika penggalian sedang dilakukan, banyak tikus yang keluar dari sarang. Yah sarangnya adalah di pertitaan ini. Tidak ada relief yang digambar diLanjutkan membaca “Trowulan : A misty Wonderland (Part 5)”

Beri peringkat:

Trowulan : A misty Wonderland (Part 4)

Perjalanan saya kemudian berlanjut menuju candi bajang ratu. Letaknya cuma 1 km dari museum. Hari ini saya beruntung sekali. Indonesia yang lagi musim hujan, alhamdulillah di Trowulan suasananya cerah. Meski cuaca lagi mendung-mendung tipis setipis dompet saya, hujan tidak jadi datang selama perjalanan saya ke situs-situs trowulan. Di Candi Bajang Ratu, kita hanya dipungut biayaLanjutkan membaca “Trowulan : A misty Wonderland (Part 4)”

Beri peringkat:

Trowulan : A Misty Wonderland (Part 3)

Museum Trowulan, begitu tulisan yang saya baca di atas gapura. Hari masih pagi. Tetapi semua pegawai di museum sudah terlihat begitu sibuk. Sepertinya hari jumat disini dicanangkan sebagai hari krida. Semua pegawai pada bersih bersih ruangan museum lengkap masih dengan kaos olahraga yang baru saja dipakai buat senam. “Selamat Pagi Mas” Seorang resepsionis menyapa saya.Lanjutkan membaca “Trowulan : A Misty Wonderland (Part 3)”

Beri peringkat:

Trowulan : A Misty Wonderland (Part 2)

Setelah keluar dari pintu masuk Gapura Wringin Lawang, destinasi berikutnya menuju Museum Trowulan. Di pintu keluar Gapura wringin ada Patung Gajah yang menurut mitologi hindu adalah Patung Ganesha. Dewa Ilmu pengetahuan. Setelah tanya dengan warga sekitar mengenai transportasi ke Museum Trowulan, saya disuruh naik angkot dan cukup bayar duit 1000 rupiah. Masih 1 km lagiLanjutkan membaca “Trowulan : A Misty Wonderland (Part 2)”

Beri peringkat: