Class 2D : Road To Final Badminton Kompak Tournament

Akhirnya terbayar juga latihan latihan yang kami lakukan sebelum Turnamen Badminton Kompak. Kelas saya menjadi juara dua dalam Turnamen Bulutangkis beregu antar kelas mahasiswa Program Pajak dan Akun Khusus (Kompak). Formasi beregunya sedikit berbeda dengan umumnya yaitu 1 Tunggal putri, 1 Tunggal Putra, dan 3 Ganda Putra. Seminggu sekali, kelas kami mengadakan latihan atau simulasiLanjutkan membaca “Class 2D : Road To Final Badminton Kompak Tournament”

Beri peringkat:

Serunya Nonton Djarum Indonesia Open Premier Super Series

Begini enaknya kalau hidup di Jakarta. Mau jadi suporter dan teriak teriak untuk mendukung Timnas, tinggal datang aja ke Gelora Bung Karno. Karena saya sudah cinta mati satu dua sampai cinta mati tiga kepada olahraga tepok bulu, kesempatan menonton Djarum Indonesia Open Premier Super Series pun tidak saya sia-siakan. Dulu cuma bisanya lihat lewat layarLanjutkan membaca “Serunya Nonton Djarum Indonesia Open Premier Super Series”

Beri peringkat:

First Time I Love Badminton

Dulu ketika Indonesia berhasil mengawinkan Piala Thomas dan Uber pada tahun 1994, sejak saat itu demam bulutangkis melanda keluarga kami. Fenomena ini dimulai ketika Mia Audina berhasil memenangkan pertandingan penentuan Uber saat kedudukan imbang 2-2 melawan china. Mia Audina yang saat itu masih berumur 14 tahun menjadi¬† Hero of the Match. Kami biasanya menyebut MiaLanjutkan membaca “First Time I Love Badminton”

Beri peringkat: