Ibu

Ibu, Kalau aku merantau lalu datang musim kemarau sumur-sumur kering, daun pun gugur bersama reranting hanya mata air airmatamu, ibu, yang tetap lancar mengalir bila aku merantau sedap kopyor susumu dan ronta kenakalanku di hati ada mayang siwalan memutikkan sari-sari kerinduan lantaran hutangku padamu tak kuasa kubayar ibu adalah gua pertapaanku dan ibulah yang meletakkanLanjutkan membaca “Ibu”

Beri peringkat: