West Borneo : Istana Kadriah

Permukaan sungai tampak mengkilat ditempa matahari. Bagai ladang emas disepuh senja. Riuh anak tepian kapuas berenang kesana kemari terdengar bergemuruh. Ah begitu cerianya. Tak ada pemandangan yang lebih indah di kapuas di kala sore hari. Sebuah sepit melintas lebih cepat dari sepit yang saya tumpangi. Amboi cantik nian dare melayu dengan baju kurungnya yang dudukLanjutkan membaca “West Borneo : Istana Kadriah”

Beri peringkat:

West Borneo : Nyebrang Pontianak Pake Pelampung

Setelah melihat tugu khatulistiwa, saya beranjak naik angkot menuju dermaga pelabuhan sungai Kapuas. Meski sungai Kapuas yang membelah kota Pontianak telah terhubung dengan jembatan, naik sepit masih menjadi primadona masyarakat lokal pontianak. ┬áPergi ke sekolah, berangkat kerja, maupun pergi ke kondangan. Sepit begitu istimewa. Seperti halnya Banjarmasin, kota Pontianak juga kota sungai. Transportasi air telahLanjutkan membaca “West Borneo : Nyebrang Pontianak Pake Pelampung”

Beri peringkat:

Sejuta Pesona Pulau Randayan : Dalam sebuah Kenangan (2008)

Entah malaikat mana yang merasuki bapak kos, tiba-tiba dia mengajak saya ikutan di acara family gathering-nya di Pulau Randayan. Saya langsung mengiyakan penawaran tersebut. Jujur saja ini tidak terduga. Seminggu sebelumnya, saya sempat membaca artikel perjalanan di Radar Pontianak Post yang waktu itu meliput 3 ekspedisi pulau di kalbar yaitu Pulau Randayan, Pulau Lemukutan, danLanjutkan membaca “Sejuta Pesona Pulau Randayan : Dalam sebuah Kenangan (2008)”

Beri peringkat: