Madura, Akulah Darahmu

Di atasmu, bongkahan batu yang bisu Tidur merangkum nyala dan tumbuh berbunga doa Biar berguling di atas duri hati tak kan luka Meski mengeram di dalam nyeri cinta tak kan layu Dan aku Anak sulung yang sekaligus anak bungsumu Kini kembali ke dalam rahimmu, dan tahulah Bahwa aku sapi kerapan Yang lahir dari senyum danLanjutkan membaca “Madura, Akulah Darahmu”

Beri peringkat: