Madura, Akulah Darahmu

Di atasmu, bongkahan batu yang bisu Tidur merangkum nyala dan tumbuh berbunga doa Biar berguling di atas duri hati tak kan luka Meski mengeram di dalam nyeri cinta tak kan layu Dan aku Anak sulung yang sekaligus anak bungsumu Kini kembali ke dalam rahimmu, dan tahulah Bahwa aku sapi kerapan Yang lahir dari senyum danLanjutkan membaca “Madura, Akulah Darahmu”

Beri peringkat:

Ibu

Ibu, Kalau aku merantau lalu datang musim kemarau sumur-sumur kering, daun pun gugur bersama reranting hanya mata air airmatamu, ibu, yang tetap lancar mengalir bila aku merantau sedap kopyor susumu dan ronta kenakalanku di hati ada mayang siwalan memutikkan sari-sari kerinduan lantaran hutangku padamu tak kuasa kubayar ibu adalah gua pertapaanku dan ibulah yang meletakkanLanjutkan membaca “Ibu”

Beri peringkat: