Trowulan : A Misty Wonderland (Part 2)

Setelah keluar dari pintu masuk Gapura Wringin Lawang, destinasi berikutnya menuju Museum Trowulan. Di pintu keluar Gapura wringin ada Patung Gajah yang menurut mitologi hindu adalah Patung Ganesha. Dewa Ilmu pengetahuan. Setelah tanya dengan warga sekitar mengenai transportasi ke Museum Trowulan, saya disuruh naik angkot dan cukup bayar duit 1000 rupiah. Masih 1 km lagiLanjutkan membaca “Trowulan : A Misty Wonderland (Part 2)”

Beri peringkat:

Trowulan : A Misty Wonderland

Jam 6 pagi, bus Mira AC tarif biasa yang saya tumpangi memasuki kawasan wisata arkeologi trowulan. Awalnya ketika sedang menunggu bus, saya sempat ragu menaiki bus ini. Karena di jendela bus terpampang nyata tulisan AC dan di sampingnya tertulis tarif biasa. Keraguan ini muncul karena takutnya bus ini adalah sejenis bus patas yang biasa mematokLanjutkan membaca “Trowulan : A Misty Wonderland”

Beri peringkat:

Trowulan : A wonderful Archeological Park of Majapahit Kingdom

Tiket kereta Majapahit dalam genggaman. Kali ini saya berangkat melalui jalur yang¬† berbeda. Setiap kali pulang kampung, saya biasa menggunakan kereta Jalur Lintas Utara. Dan ini adalah kali ketiga saya lewat jalur selatan. Begitu membaca tulisan “Majapahit” dalam tiket yang baru saya cetak di kedai internet dekat kampus, tiba-tiba terbit ide untuk backpacking menjelajah kotaLanjutkan membaca “Trowulan : A wonderful Archeological Park of Majapahit Kingdom”

Beri peringkat:

D Zawawi Imron

D. Zawawi Imron was a loyal poet presented nuances of his birth land, Madura in his poetries. His unique style in pronunciation and his consistency have made him get his own position in the history Indonesian poetry. Siapa penyair yang terkenal dari Madura? Semua orang Madura pasti akan menjawab D Zawawi Imron.¬† Tidak salah lagi.Lanjutkan membaca “D Zawawi Imron”

Beri peringkat: