West Borneo : Istana Kadriah

Permukaan sungai tampak mengkilat ditempa matahari. Bagai ladang emas disepuh senja. Riuh anak tepian kapuas berenang kesana kemari terdengar bergemuruh. Ah begitu cerianya. Tak ada pemandangan yang lebih indah di kapuas di kala sore hari. Sebuah sepit melintas lebih cepat dari sepit yang saya tumpangi. Amboi cantik nian dare melayu dengan baju kurungnya yang dudukLanjutkan membaca “West Borneo : Istana Kadriah”

Beri peringkat:

West Borneo : Nyebrang Pontianak Pake Pelampung

Setelah melihat tugu khatulistiwa, saya beranjak naik angkot menuju dermaga pelabuhan sungai Kapuas. Meski sungai Kapuas yang membelah kota Pontianak telah terhubung dengan jembatan, naik sepit masih menjadi primadona masyarakat lokal pontianak.  Pergi ke sekolah, berangkat kerja, maupun pergi ke kondangan. Sepit begitu istimewa. Seperti halnya Banjarmasin, kota Pontianak juga kota sungai. Transportasi air telahLanjutkan membaca “West Borneo : Nyebrang Pontianak Pake Pelampung”

Beri peringkat:

West Borneo : Tugu Khatulistiwa

Gara-gara abis baca bukunya Tere Liye yang judulnya “Kau, Aku dan Sepucuk Angpao merah, kembali membangkitkan kenangan saya ketika merantau di kalimantan. Bagi yang belum baca buku ini, recommended banget untuk dibaca. reviewnya bisa dibaca disini dan disana. Saya masih ingat. Waktu itu masih tersisa satu bulan lagi saya masih berada di singkawang, sebelum meninggalkanLanjutkan membaca “West Borneo : Tugu Khatulistiwa”

Beri peringkat:

Secuil Cerita dari Ngawi

Akhirnya setelah penantian selama 25 tahun, gw jadi tahu juga kota ngawi #terharu 🙂 . Itu lho kota paling barat jawa timur dan paling timur jawa tengah. Yah letaknya di border 2 propinsi itu. Kenapa sih kok bisa terharu hehe. Aniwei beidewei kota ngawi itu kelahiran eyang dan mamaku lho. Tapi sayang sejak meletus GLanjutkan membaca “Secuil Cerita dari Ngawi”

Beri peringkat:

Temple Of Heaven Surabaya

Pengen ke cina?? tp bujet minim. Tidak perlu risau. Di Surabaya, kalo kamu mau ngeksplor, banyak lho tempat wisata yang membuat kamu serasa bertualang ke negeri China. Mungkin sensasinya beda. Tidak seperti berasa di negeri panda. Tetapi Setidaknya bisa memuaskan dahaga kamu yang suka dengan dunia yang berbau oriental. Di kenpark alias Kenjeran Park adaLanjutkan membaca “Temple Of Heaven Surabaya”

Beri peringkat:

Berkunjung Ke Makam Bung Hatta

Tidak pernah terpikirkan dari diri saya bahwa makam bung hatta terletak di TPU Tanah Kusir. Hingga sebuah penemuan tak sengaja ketika mata saya menangkap dari luar jendela metromini yang saya tumpangi-sebuah bangunan bergaya minang tampak mencolok di antara padatnya makam-makam umum. “Eh itu bangunan apa?Kok unik” celetuk saya kepada teman yang duduk di sebelah saya.Lanjutkan membaca “Berkunjung Ke Makam Bung Hatta”

Beri peringkat:

Taman Eden Jakarta : Situlembang – Menteng – Suropati

Berhubung tinggal sehari lagi gw di jakarta, gw sama teman2 coba puas-puasin dulu sebelum hengkang dari jakarta. Dan kali ini destinasi yang gw tuju adalah taman kota. Kenapa taman kota? gw juga gak ngerti kenapa pilih ini hihi. Padahal seumur-umur tinggal di jakarta, banyak lho destinasi yang belum gw kunjungi. pulau seribu aja belum pernah.Lanjutkan membaca “Taman Eden Jakarta : Situlembang – Menteng – Suropati”

Beri peringkat:

Trowulan : a misty Wonderland (Part8)

Setelah dari Candi Brahu, kita menyusuri jalanan kampung menuju Maha Vihara Majapahit. Selama perjalanan, kita akan melihat banyak sawah yang dijadikan lahan penambangan batu bata. Yeah semoga selama penggalian, siapa tahu bisa ditemukan benda benda bersejarah zaman majapahit. Tidak sampai 5 menit kita sudah tiba di vihara. Sama seperti di situs candi sebelumnya, kita dipungutLanjutkan membaca “Trowulan : a misty Wonderland (Part8)”

Beri peringkat:

Trowulan : a misty wonderland (Part 7)

Setelah leyeh leyeh di Pendopo Agung selama 45 menit, kita berlanjut ke Candi Brahu. Dalam perjalanan menuju brahu, ada candi-candi di pinggir jalan. Sayangnya bangunan candinya sudah mirip reruntuhan dan tidak dikenali lagi bentuknya. Ketika teman mengajak mampir, saya bilang tidak karena harus mengejar waktu.  jam sudah menunjukkan pukul 11 siang. Jam stengah 12 lewat,Lanjutkan membaca “Trowulan : a misty wonderland (Part 7)”

Beri peringkat:

Trowulan : a Misty Wonderland (Part 6)

Setelah dari Candi tikus, kita berlanjut lagi ke Pendopo Agung. Ketika masuk ke pelataran parkir, aura bali begitu terasa. Gapura pintu masuk pendopo mirip gapura masuk ke dalam sebuah pura. Tetapi begitu masuk ke dalam, aura bali berganti nuansa jawa. Di dalam pendopo Agung ini terdapat bangunan menyerupai Joglo yang biasa digunakan pengunjung untuk beristirahatLanjutkan membaca “Trowulan : a Misty Wonderland (Part 6)”

Beri peringkat:

Trowulan : A misty Wonderland (Part 5)

Setelah dari Bajang Ratu, Perjalanan berlanjut lagi ke Candi Tikus. Sampe disana, malah saya menemukan sebuah pemandian kuno, bukan seonggok candi. Ternyata Candi Tikus adalah pertitaan di zaman majapahit. Dinamakan Candi Tikus karena ketika penggalian sedang dilakukan, banyak tikus yang keluar dari sarang. Yah sarangnya adalah di pertitaan ini. Tidak ada relief yang digambar diLanjutkan membaca “Trowulan : A misty Wonderland (Part 5)”

Beri peringkat:

Trowulan : A misty Wonderland (Part 4)

Perjalanan saya kemudian berlanjut menuju candi bajang ratu. Letaknya cuma 1 km dari museum. Hari ini saya beruntung sekali. Indonesia yang lagi musim hujan, alhamdulillah di Trowulan suasananya cerah. Meski cuaca lagi mendung-mendung tipis setipis dompet saya, hujan tidak jadi datang selama perjalanan saya ke situs-situs trowulan. Di Candi Bajang Ratu, kita hanya dipungut biayaLanjutkan membaca “Trowulan : A misty Wonderland (Part 4)”

Beri peringkat:

Trowulan : A Misty Wonderland (Part 3)

Museum Trowulan, begitu tulisan yang saya baca di atas gapura. Hari masih pagi. Tetapi semua pegawai di museum sudah terlihat begitu sibuk. Sepertinya hari jumat disini dicanangkan sebagai hari krida. Semua pegawai pada bersih bersih ruangan museum lengkap masih dengan kaos olahraga yang baru saja dipakai buat senam. “Selamat Pagi Mas” Seorang resepsionis menyapa saya.Lanjutkan membaca “Trowulan : A Misty Wonderland (Part 3)”

Beri peringkat:

Trowulan : A Misty Wonderland (Part 2)

Setelah keluar dari pintu masuk Gapura Wringin Lawang, destinasi berikutnya menuju Museum Trowulan. Di pintu keluar Gapura wringin ada Patung Gajah yang menurut mitologi hindu adalah Patung Ganesha. Dewa Ilmu pengetahuan. Setelah tanya dengan warga sekitar mengenai transportasi ke Museum Trowulan, saya disuruh naik angkot dan cukup bayar duit 1000 rupiah. Masih 1 km lagiLanjutkan membaca “Trowulan : A Misty Wonderland (Part 2)”

Beri peringkat:

Trowulan : A Misty Wonderland

Jam 6 pagi, bus Mira AC tarif biasa yang saya tumpangi memasuki kawasan wisata arkeologi trowulan. Awalnya ketika sedang menunggu bus, saya sempat ragu menaiki bus ini. Karena di jendela bus terpampang nyata tulisan AC dan di sampingnya tertulis tarif biasa. Keraguan ini muncul karena takutnya bus ini adalah sejenis bus patas yang biasa mematokLanjutkan membaca “Trowulan : A Misty Wonderland”

Beri peringkat:

Trowulan : A wonderful Archeological Park of Majapahit Kingdom

Tiket kereta Majapahit dalam genggaman. Kali ini saya berangkat melalui jalur yang  berbeda. Setiap kali pulang kampung, saya biasa menggunakan kereta Jalur Lintas Utara. Dan ini adalah kali ketiga saya lewat jalur selatan. Begitu membaca tulisan “Majapahit” dalam tiket yang baru saya cetak di kedai internet dekat kampus, tiba-tiba terbit ide untuk backpacking menjelajah kotaLanjutkan membaca “Trowulan : A wonderful Archeological Park of Majapahit Kingdom”

Beri peringkat:

Jembatan Kota Intan : Another Indonesia’s Drawbridge

2 minggu yang lalu saya sempat short trip ke Kota Tua. Salah satu destinasi yang saya tuju  adalah Jembatan Kota Intan dan Museum Wayang. Dua tempat ini memang belum saya sambangi meski sudah 4 kali saya kesini (Kota Tua). Dulu pas kesini, museum wayang sudah tutup gara2 saya telat masuknya. Karena kelamaan leyeh2 di museumLanjutkan membaca “Jembatan Kota Intan : Another Indonesia’s Drawbridge”

Beri peringkat:

Jalan Jalan ke Semarang (Part 4)

Setelah sejam di kelenteng Sam Po Kong, akhirnya saya melanjutkan perjalanan lagi menuju Kota Tua Semarang. Setelah tanya orang-orang akhirnya saya naik bus terus turun di terminal apa gitu. Saya agak lupa karena cerita perjalanan ini sudah setahun yang lalu. Setelah naik bus kota, ganti lagi dengan angkot untuk menuju kawasan kota Tua. Hari sudahLanjutkan membaca “Jalan Jalan ke Semarang (Part 4)”

Beri peringkat:

Singkawang : Oriental Taste of Chinatown

Besok adalah malam perayaan tahun baru cina atau Imlek, begitu orang cina menyebutnya. Kalo mendengar Imlek, saya jadi terkenang dengan kota Singkawang. Salah satu Kota menawan di Provinsi Kalimantan Barat. Kota yang pernah mengisi ruang di satu lembaran hidup saya. Salah satu kenangan yang paling membekas dalam ingatan saya adalah menyaksikan perayaan tahun baru ImlekLanjutkan membaca “Singkawang : Oriental Taste of Chinatown”

Beri peringkat:

Sepenggal Perjalanan dari Bandung (Part 2)

Hari semakin petang. Udara Pegunungan semakin menebarkan ancaman hawa dingin. Saya berhenti untuk mandi lebih lama di kolam air panas, karena badan ini semakin menggigil. Malam ini, saya dan teman teman sekelas akan menghabiskan malam di vila. Penyakit saya kembali kumat karena tidak tahan dengan hawa dingin pegunungan. Berkali-kali saya bersin dan terus pilek. Hah,Lanjutkan membaca “Sepenggal Perjalanan dari Bandung (Part 2)”

Beri peringkat: